Brainstorming: Pengertian, Prinsip dan Keunggulannya

Brainstorming – Pada periode merebaknya dunia bisnis dan wirausaha, istilah ‘brainstorming’ juga semakin dikenal. Brainstorming adalah cara untuk merembukkan konsep dan pemetaan rencana bisnis dari masa dibentuknya bisnis hingga beberapa waktu ke depan.

Brainstorming juga berfungsi untuk mengevaluasi rencana bisnis yang telah direalisasikan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Jadi, apakah arti brainstorming? Ini ulasan selengkapnya

Pengertian Brainstorming

Pengertian Brainstorming

Brainstorming merupakan salah satu media sederhana untuk berdiskusi dengan berbekal pada ide masing-masing anggota. Ide-ide tersebut dikumpulkan dan dibahas untuk mencapai kata sepakat.

Seni dalam brainstorming adalah menahan emosi diri atas kritik dan saran dari anggota diskusi, serta berlapang dada atas keputusan yang telah diambil. Dalam dunia bisnis, brainstorming digunakan sebagai alat pengembangan ide baru pada sebuah konsep bisnis.

Baca Juga  Teknik Pengumpulan Data: Pengertian, Proses dan Metodenya

Hal tersebut dikarenakan sifat brainstorming yang tidak kaku dan mengikat sehingga bisa dilakukan kapan saja. Istilah ‘brainstorm’ sangat familiar di kalangan pelaku bisnis karena biasa digunakan dalam berbagai proses dan periode.

Selain itu, istilah ini juga digunakan dalam dunia kampus, lembaga non-profit dan pertunjukan. Intinya, brainstorming digunakan pada skala kelompok kecil hingga besar, termasuk juga para individu.

Brainstorming dan Kreativitas Manusia

Brainstorming dan Kreativitas Manusia

Pada penerapannya, brainstorming membahas segala hal dan hampir mirip diskusi santai dan tidak kaku seperti rapat besar. Namun, pada teorinya terdapat batasan masalah dan bahasa yang digunakan dalam brainstorming.

Hal ini dikemukakan oleh Alex Osborn di tahun 1941. Beliau menjelaskan bahwa sebenarnya konsep brainstorming telah ada seusia dengan kreativitas manusia.

Meski istilahnya dikenal baru-baru ini, penerapannya sudah dilakukan sejak lama, yakni saat manusia mulai mengemukakan idenya untuk berbisnis dari kreativitasnya.

Osborn menulis buku tentang kreativitas manusia dan manfaatnya dalam mewujudkan kesuksesan. Buku tersebut diluncurkan tahun 1952 dengan judul “Kekuatan Kreativitasmu: Bagaimana Menggunakan Imajinasi.”

Dari sini kita bisa mengetahui bahwa menurut Osborn kualitas seseorang tergantung pada kreativitasnya. Hal ini tidak terjadi di dunia bisnis saja, tapi di seluruh bidang. Osborn menekankan bahwa kreativitas sangat penting dalam menentukan keberhasilan sebuah bisnis.

Faktor Matinya Ide Bisnis dalam Brainstorming

Faktor Matinya Ide Bisnis dalam Brainstorming

Terkait dengan bidang pekerjaannya sebagai seorang eksekutif periklanan, Osborn menyatakan bahwa matinya ide bisnis disebabkan oleh minimnya ide yang dikemukakan oleh sumber daya manusia yang juga terbatas.

Selain itu, ada penyebab lain dimana orang-orang dalam lingkaran brainstorming terlalu cepat mengkritik dan menyerang sebuah ide baru tanpa mempertimbangkannya. Hal ini memang akan sangat berdampak dalam sebuah diskusi.

Kedua hal tersebut membuat padamnya kreativitas dalam dunia bisnis pada umumnya. Ide yang inovatif dan kreatif biasanya rentan kritik dan susah diterima. Padahal setiap orang pasti mempunyai ide baru dan kreativitasnya sendiri.

Baca Juga  Etika Bisnis: Pengertian, Prinsip dan Contoh

Sebab, secara alami manusia juga mempunyai skill untuk menjadi kreatif. Oleh karena itu, Osborn mengemukakan empat hal yang wajib diikuti dan diaplikasikan pada proses brainstorming.

Empat aturan ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri karyawan dalam mengemukakan ide dan meningkatkan kemampuan karyawan dalam hal kreativitas.

Keempat aturan tersebut adalah hindari mengkritik ide, gali ide dalam jumlah besar, bahas setiap ide yang muncul, serta dukung dan gali lebih dalam untuk ide yang ekstrim dan berlebihan.

Brainstorming dalam Skala yang Lebih Besar

Brainstorming adalah

Osborn berpendapat bahwa brainstorming merupakan alat yang umum untuk membicarakan sesuatu atau ide untuk proyek atau rencana yang lebih besar. Brainstorming menghasilkan ide yang berguna, dengan catatan ide tersebut sesuai dengan penyelesaian masalah yang ada.

Proses dalam brainstorming untuk hal yang lebih besar disebut Osborn sebagai Creative Problem Solving atau Penyelesaian Masalah Kreatif. CPS sendiri meliputi empat langkah sebagai berikut.

* Menjelaskan Ide

Dalam tahap ini, pemberi ide harus menjelaskan tentang konsep idenya dan visinya yang sesuai dengan tujuan dan harapan perusahaan. Selain itu, ide harus menjawab sebuah tantangan yang mungkin terjadi saat menerapkan.

Pemberi ide harus mengumpulkan data yang digunakan untuk presentasi supaya mampu memberikan pemahaman yang lebih baik. Kemudian membuat pertanyaan yang yang diperkirakan mengundang solusi.

* Membentuk Sebuah Pemahaman

Melalui brainstorming karyawan juga bisa mengeksplorasi sebuah ide dan membentuk sebuah konsep baru melalui tahapan pemahaman.

Baca Juga  Ambigu: Pengertian, Jenis dan Contohnya

* Mengembangkan Ide

Menggunakan ide yang dikumpulkan untuk mencari solusi dari tantangan yang telah terjadi sebagai hasil dari evaluasi ide sebelumnya. Proses ideation atau pengembangan ide baru dilakukan dalam brainstorming untuk memilih solusi yang paling tepat.

* Menerapkan Ide pada Rencana yang Dirancang

Tahap implementasi brainstorming adalah tahap mewujudkan sebuah ide menjadi di sebuah rencana untuk direalisasikan. Merumuskan rencana dilakukan dengan menyelidiki sumber daya yang dimiliki dan dan tindakan nyata yang dibutuhkan.

Hal ini untuk mewujudkan solusi dalam bentuk tindakan nyata dengan program dan rencana kerja yang lebih terperinci dengan timeline yang jelas.

Jika melihat empat hal di atas, pasti sudah bukan hal yang baru untuk kita menerapkan proses brainstorming dalam mencari solusi atas sebuah masalah.

Ini menegaskan bahwa proses brainstorming telah dilakukan dalam periode yang lama dan dilakukan oleh banyak orang. Baik dalam berbisnis ataupun dalam berorganisasi.

Prinsip dalam Brainstorming

Prinsip dalam Brainstorming

Terdapat empat prinsip inti yang sebenarnya tidak hanya dikemukakan oleh Osborn, namun telah dilakukan oleh banyak orang dalam sebuah organisasi. Empat prinsip tersebut adalah sebagai berikut.

* Keseimbangan Antara Pemikiran yang Berbeda dan Konvergen

Inti dari kreativitas adalah menggali sebuah cara untuk mengidentifikasi solusi dan membuat keseimbangan yang luas serta kesempitan cara berpikir.

Kedua hal tersebut dilakukan secara terpisah pada prosesnya, namun hal yang penting adalah merealisasikan ide tersebut dengan cara cara penggalian pemikiran seperti ini.

* Gunakan Masalah sebagai Hal yang Ditanyakan

Jika sebuah permasalahan terdiri dari sebuah pertanyaan terbuka maka akan ditemukan jawaban yang sesuai. Selain itu, akan terdapat banyak kemungkinan jawaban dari sebuah pertanyaan.

Yang diharapkan dari brainstorming adalah jawaban dari sebuah pertanyaan terbuka tersebut. Dari situ akan didapat banyak informasi yang disajikan dalam proses brainstorming.

Kesimpulannya, pertanyaan lebih banyak menghasilkan kreativitas dibandingkan dengan pernyataan yang cenderung tertutup dan membatasi respon yang ada.

Baca Juga  Intervensi : Pengertian, Jenis dan Tujuannya

* Menangguhkan Penilaian dan Kritik

Seperti yang dikatakan sebelumnya, bahwa mengkritik secara langsung sebuah Ide justru akan mematikan kreativitas dari ide tersebut. Untuk itu, hindari penilaian langsung dan tangguhkan hal tersebut hingga waktu yang yang lebih sesuai.

Berkaitan dengan itu, Anda bisa menggunakan waktu terpisah dari tahap mengemukakan ide yaitu pada tahap pembahasan dan kesimpulan.

* Biasakan berkata “Ya, dan”, daripada kata-kata “Tidak, tetapi.”

Pemilihan kata dalam merespon sebuah ide yang dikemukakan juga akan mempengaruhi kreativitas. Dalam memformulasikan ide kata-kata “ya, dan,” akan bermakna luas.

Respon di atas dari sebuah proses brainstorming bermakna menggali lebih dalam ide baru dan cenderung ada keingintahuan lebih jauh atas ide baru tersebut.

Sedangkan penggunaan kata “tidak” atau “tetapi” seolah-olah telah menutup diskusi dan mematikan penjelasan dari sebuah ide tersebut. Lebih fatal lagi kata “tetapi” dan “tidak” seolah menolak semua yang telah dibicarakan sebelum itu.

Cara Melakukan Brainstorming

Cara Melakukan Brainstorming

Meskipun tampak mudah dan familiar, brainstorming harus dilaksanakan dalam jam-jam dan rancangan yang teliti. Tentu saja juga dengan fasilitator yang terlatih guna mendapatkan kesepakatan atas solusi yang maksimal.

Setiap orang kapan saja bisa melakukan brainstorming, namun yang bisa divariasikan adalah brainstorming yang terdapat dalam kelompok. Berikut ini prosedur yang bisa digunakan dalam brainstorming kelompok.

1. Perencanaan Sesi Brainstorming

Perencanaan ini meliputi pertanyaan-pertanyaan terbuka yang nantinya akan membahas atau menarik sebuah solusi. Contoh pertanyaan terbukanya misalnya, “Apa yang salah dengan pelayanan kita?” atau “Bagaimana kita meningkatkan pelayanan kepada pelanggan?”

Kemudian Anda memilih kelompok yang sesuai untuk brainstorming pertanyaan-pertanyaan yang sudah dibuat. Kelompok tersebut berjumlah lebih dari satu dan berisi sumber daya manusia yang nantinya akan mampu menerapkan solusi yang akan didapat selama brainstorming.

Misalkan, jangan melibatkan marketing untuk memecahkan masalah kepegawaian, dan juga sebaliknya. Selanjutnya pilihlah waktu dan tempat yang kondusif untuk melakukan brainstorming.

Adakalanya sesi brainstorming dilaksanakan di tempat selain kantor untuk menghindari konflik terkait pekerjaan. Sesi brainstorming adalah sesi yang terjadwal dan juga bisa dilaksanakan diluar hari kerja, akhir pekan atau malam hari sepulang kerja.

Tunjuk fasilitator yang pandai memformulasikan pertanyaan, mencatat ide, mengelola suasana, mengevaluasi proses brainstorming dan menentukan rencana tindakan yang sesuai dan dapat direalisasikan bersama kelompok.

Setelah semuanya matang, buatlah jadwal yang jelas yang menyangkut waktu, tempat, dan pembahasan, kemudian diinformasikan pada kelompok yang dimaksud. Ada baiknya rencana ini meliputi transportasi, konsumsi, akomodasi, dan fasilitas lainnya.

2. Tentukan Proses Brainstorming yang Akan Dilakukan

Sederhananya, brainstorming berisi tentang pengajuan masalah atau pertanyaan, mengumpulkan jawaban-jawaban yang dianggap pemecahan masalah, dan terakhir evaluasi dan memilih yang paling tepat.

Beberapa proses brainstorming berperan sebagai penghasil solusi terbaik yang diwujudkan dengan tepat. Namun hal itu perlu motivasi dan inovasi yang lebih kreatif sesuai dengan pengetahuan dan dinamika yang terjadi dalam kelompok.

Itulah gunanya kepiawaian seorang fasilitator dalam memilih dan menerapkan suatu jenis prosedur dalam brainstorming. Sedangkan variasi yang bisa digunakan dalam menerapkan brainstorming diantaranya sebagai berikut.

Baca Juga  Nilai Moral: Pengertian, Jenis dan Contoh Dalam Kehidupan

* Brainwriting

Di sini fasilitator mengizinkan anggota untuk menulis atau mengungkapkan ide, dan memberi komentar pada ide dari setiap anggota. Proses ini dilakukan sukarela tanpa diminta berbicara atau berdiri. Cara ini efektif untuk mengatasi individu yang dominan atau bahkan yang enggan terlibat dalam kelompok.

* Round Robin Brainstorming

Di sini fasilitator mengajukan sebuah pertanyaan pada setiap individu tentang ide mereka sesuai urutan. Maka, dalam hal ini, brainstorming adalah sebagai alat pemicu ide setiap anggota.

Karena dilakukan sesuai urutan, maka mau tidak mau setiap anggota mengajukan idenya dan tidak bisa mengekor begitu saja. Prosedur ini bagus untuk menghindari dominasi atau anggota yang skeptis.

* Role storming

Prosedur ini merupakan proses yang mendorong kreativitas anggota dalam kelompok untuk mendalami peran yang ditugaskan dalam simulasi atau drama dunia kerja. Misal, ada yang bertugas menjadi pelanggan yang komplain atau bahkan yang lebih ekstrim, menjadi superhero favoritnya.

* Brainstorming Terbalik

Ini dilakukan jika anggota dalam kelompok ada yang mengumpulkan ide yang berlawanan atau berkebalikan dari yang diajukan.

Misalnya, fasilitator mengganti pertanyaan dengan “Bagaimana meminimalisir orang yang akan menggunakan aplikasi kita?” daripada bertanya, “Bagaimana cara kita menarik lebih banyak pengguna aplikasi?”

Prosedur ini berguna saat kreativitas tampak tumpul dan sepi. Cara terbalik ini biasanya menuai reaksi lucu namun bermakna untuk mengarahkan pada solusi yang sebenarnya.

3. Merinci Peraturan Dasar Brainstorming

Biasanya titik awal brainstorming dimulai dengan adanya pengenalan dasar pada proses yang digunakan, peraturan dasar, penetapan jadwal dan item penting dan kritikal lainnya seperti letak kamar mandi dan peta menuju lokasi.

Fasilitator kebanyakan menggunakan peraturan yang menangguhkan segala urusan dengan ponsel saat proses brainstorming berlangsung. Fasilitator harus pandai dalam menyampaikan peraturan ini sehingga bisa diterima dengan baik oleh seluruh anggota.

Poin ini penting karena jika fasilitator gagal dalam menyampaikan peraturan, proses brainstorming akan berjalan tidak terarah dan tidak mencapai tujuan. Selain itu, adanya peraturan ini menunjukkan bahwa semua anggota mendapat perlakuan sama dan setara.

4. Menyimpulkan Hasil Brainstorming

Banyak ide yang terkumpul harus ditindaklanjuti dengan mengevaluasi dan memutuskan mana yang paling sesuai dan berguna untuk menjawab pertanyaan. Jika menjadi fasilitator, tulislah semua ide dalam diagram dan mempersilahkan anggota mengomentarinya.

Dari sekian banyak ide, akan terpilih lagi beberapa ide yang perlu dibahas lebih jauh bersama tim guna dikembangkan, direncanakan, dan direalisasikan sesuai fungsi dan timeline. Sedangkan yang dijadikan hasil brainstorming adalah kesepakatan bulat dari proses sebelumnya.

Nantinya kesimpulan akan berupa timeline yang terperinci dengan program yang lebih jelas dari konsep ide baru tadi. Jangan lupa untuk menentukan tanggal untuk rapat eksekusi lebih lanjut.

Keunggulan Brainstorming

arti brainstorming

Kembali pada teori Osborn dalam Creative Education Foundation miliknya, rahasia keefektifan brainstorming terletak pada pemisahan ide kritis dari ide kreatif. Dengan kata lain, akan ada lebih banyak pilihan sebelum mempertimbangkan, mengevaluasi dan memutuskan.

Hasil dari proses ini bukan keputusan praktis saja, namun juga keputusan kreatif dan inovatif. Adanya ide dari anggota juga membantu mengubah mindset mereka dari yang biasa menjadi luar biasa.

Disini, proses pengembangan ide dalam brainstorming merupakan salah satu langkah dari proses yang lebih kompleks dalam membangun dan mengimplementasikan ide kreatif dalam bisnis.

Dari sudut pandang Osborn, brainstorming adalah sebuah alat komunikasi dua arah yang menakjubkan dan melibatkan banyak potensi individu dalam menyelesaikan masalah.

Perlu diingat bahwa brainstorming bukan sebuah akhir dari proses pemecahan masalah. Tahap akhir adalah evaluasi, penggalian ide, dan implementasi. Tantangan akan terjadi di tahap implementasi supaya ide kreatif tersebut benar-benar berguna dan praktikal.

Baca Juga  Remunerasi: Pengertian dan 5 Tujuan Remunerasi

Brainstorming Sebagai Bagian dari Proses yang Lebih Besar

Prosedur brainstorming akan menggali ide kreatif yang unik dan jika ide tersebut dibentuk sendirian akan tidak maksimal dibandingkan jika dibicarakan bersama. Brainstorming adalah proses pengumpulan ide dan saling mengomentari, bukan termasuk tahap evaluasi.

Tahap evaluasi termasuk dalam penerapan dan penerapan akan direalisasikan saat konsep atau ide diterima dan mendapatkan dana. Tahap evaluasi juga menjadi tolok ukur keberhasilan sebuah ide atau perbandingan antara ide yang lalu dan saat ini.

Menurut Osborn, sebenarnya tujuan brainstorming bukan hanya mengumpulkan ide, namun lebih kepada sebagai pemberian garis tegas dari kritik menghakimi dan imajinasi. Dalam brainstorming, imajinasi bebas bergerak dan mendapat ruang.

Maka dari itu, brainstorming akan menjadi wadah banyak ide yang variatif, yang mempunyai potensi besar untuk mengubah konsep bisnis untuk menjadi lebih berkembang lagi. Tahapan setelah brainstorming disini lebih penting disorot, karena inilah langkah awal menuju kesuksesan.

Brainstorming Pada Generasi Muda

Tidak hanya masalah kantor saja yang membutuhkan banyak brainstorming. Sebuah organisasi pun membutuhkan banyak brainstorming, terlebih pada organisasi sekolah yang individunya masih memiliki ego yang tinggi dalam menonjolkan diri.

Kebanyakan brainstorming dalam tingkat ini diadakan untuk mewujudkan program kerja dan mengevaluasi hasilnya. Selain itu, brainstorming digunakan untuk menyelesaikan masalah yang tiba-tiba terjadi, atau rencana kerja yang menghadapi masalah tertentu.

Cara brainstorming yang dilakukan pun bervariasi. Namun tidak sebanyak variasi yang terjadi di dunia kerja. Hal ini disebabkan karena individu seusia ini cenderung banyak ide dan suka berkumpul untuk berdiskusi. Mereka masih berlatih memahami apa itu brainstorming.

Tidak perlu stimulus yang luar biasa untuk menggali ide kreatif yang gila dan di luar batas. Justru pada tingkat ini, proses brainstorming lebih digunakan untuk mengembalikan ‘kegilaan’ mereka ke jalan yang sesuai program. Tidak melebar dan mendapatkan ide yang aplikatif dan sesuai.

Untuk itu perlu langkah-langkah yang jelas dan tegas bagi fasilitator. Buatlah briefing singkat melalui pesan singkat atau email supaya ide tidak terlalu melebar dan menghabiskan waktu saat brainstorming terjadi.

Kemudian saat brainstorming berlangsung, biasakan setiap anggota mencatat semua ide dan memberi tanggapan. Ide perlu aksi yang nyata dalam implementasinya, maka tahap follow up sangat penting.

Akhir kata, brainstorming adalah definisi dari sebuah proses menggali kreativitas yang masif. Terapkan prosedur brainstorming yang variatif ini untuk kebutuhan diri sendiri, juga dalam kelompok. Yang penting adalah penetapan target Anda jelas dan tetap mengikuti peraturan yang ada.

Hal tersebut untuk menjaga proses dalam kelompok ini tetap pada jalurnya, dan memproses ide tepat pada masalahnya. Cara brainstorming sangat efektif juga dalam menstimulasi ide kreatif dan inovatif yang relevan dengan ide Sahabat Tedas.id sendiri dan semoga saja informasi ini bermanfaat yah.

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *