Arti Pencitraan Bagi Para Pelaku Panggung Kehidupan

Pencitraan? Penting gak sih? Bagi sebagian orang pencitraan itu penting, tetapi bagi orang yang lain mungkin justru tidak terlalu penting.

Terlebih bagi orang-orang yang selalu mengatakan be yourself! Okay, that’s not bad! Siapa pun ingin menjadi diri sendiri tanpa ada orang lain yang ikut campur. Siapa pun ingin menjadi diri sendiri yang merdeka tanpa tuntutan harus begini atau begitu.

Tapi sekeras apa pun usaha kita untuk menjadi diri sendiri, akhirnya kita tidak bisa menghindari pencitraan itu sendiri. Jika boleh jujur, kita butuh itu! Terlebih bagi kita yang terjun di dunia hiburan (seni) dan juga politik.

Ya, diakui atau tidak, dua panggung kehidupan itu – seni dan politik – sering kali membuat orang-orang yang berkecimpung di dalamnya merasa harus melakukan pencitraan supaya orang-orang interested dengan apa yang mereka lakukan. Namanya juga public figure kan ya? Pasti selalu ingin tampil perfect di mata publik.

jabat tangan
Arti Pencitraan Menurut KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), citra yang menjadi dasar kata ‘pencitraan’ itu sendiri memiliki arti rupa atau gambar, gambaran.

Sehingga secara harfiah, artinya yaitu usaha tertentu yang bertujuan untuk menunjukkan gambaran suatu kondisi yang ingin ditonjolkan atau disampaikan kepada orang lain. Tujuannya jelas agar orang lain mengerti, ikut merasakan, ataupun berpikir tentang apa yang kita sampaikan.

Baca Juga  Mau Transfer Uang? Ini Daftar kode Bank di Indonesia

Sedangkan dalam kehidupan nyata, artinya untuk setiap orang tentunya memiliki tujuan tersendiri. Seperti misalnya mereka ingin populer, terlihat baik-baik saja, dan berbagai hal positif yang bisa dilihat publik meskipun itu bertentangan dengan apa yang sesungguhnya terjadi di dalam dirinya.

Diakui atau tidak, mereka adalah orang-orang yang hebat. Mengapa? Karena mereka bisa menyembunyikan sepelik apa pun masalah mereka, menyembunyikan seburuk apa pun sikap mereka, serumit apa pun masalah mereka dengan topeng pencitraan ini.

pencitraan di politikPencitraan di Dunia Politik

Akhir-akhir ini panggung politik kita sedang ramai. Mulai dari kampanye hingga pelantikan presiden dan menteri tempo hari, selalu mengundang opini publik untuk menanggapi apa pun yang terjadi di dalamnya.

Tak jarang pula kita membaca atau mendengar beberapa opini tersebut akhirnya mengatakan, “Alah, itu hanya pencitraan! Aslinya mah gak sebaik itu!” Artinya, apa pun yang dilakukan oleh seorang public figure tidak akan pernah ‘benar’ di mata publik. Sebab, pencitraan sendiri terkadang tidak menyelamatkan, melainkan justru mengundang hujatan.

Pencitraan di Dunia Hiburan

Lalu, di panggung hiburan, beberapa waktu lalu kita dikejutkan kabar meninggalnya Sulli, salah satu aktris Korea yang pernah bergabung di sebuah girl band f(x).

Kabar meninggalnya Sulli cukup mengejutkan. Pasalnya, ia ditemukan gantung diri di apartemennya. Jika kita melihat dirinya di layar televisi atau di akun media sosialnya, kita akan melihat Sulli yang sempurna.

Cantik, badannya bagus, pintar akting, menanyi dan juga menari. Itu jelas menjadi nilai plus bagi siapa pun yang melihat sosok Sulli.

Baca Juga  4 Jenis dan Contoh Majas Metafora Berikut Artinya

Tetapi siapa sangka bahwa selama ini ia memendam beban yang begitu hebat lantaran selama ini ia selalu dituntut seperti ini, seperti itu supaya publik tetap melihatnya sebagai sosok Sulli yang sempurna. Meskipun pada akhirnya apa yang ia lakukan – apa pun itu – justru mengundang perhatian publik untuk menghujatnya.

Melihat kasus Sulli, pencitraan jelas tidak bisa kita lakukan setiap hari. Kita juga butuh menjadi diri kita sendiri. Diri yang benar-benar tidak dituntut harus begini atau begitu. Sebab, pencitraan sendiri sesungguhnya bukan sesuatu yang buruk selama pencitraan dilakukan sesuai fakta dan memiliki tujuan yang baik.

pencitraan pada produk
Pentingnya Pencitraan bagi Produk dan Brand

Apakah hanya manusia saja yang boleh melakukan pencitraan? Oh, no! mengingat bahwa pencitraan merupakan “how to make something or someone to be good opinion”, maka kita juga bisa melakukan pencitraan pada produk yang akan kita jual, misalnya

Jika kalian seorang businessman, kalian tentu paham betul mengenai pentingnya membangun ‘brand image’ pada sebuah produk yang kalian hasilkan. Supaya apa? Supaya calon konsumen yakin dengan produk kalian, sehingga mereka tertarik untuk membelinya lagi dan lagi.

Sebuah lembaga bimbingan belajar sampai lembaga pendidikan tingkat Kelompok Belajar hingga universitas bahkan berlomba-lomba membuat citra dalam iklan-iklan mereka. Supaya apa? Supaya mereka menjadi incaran para peserta didik yang sedang mencari lembaga bimbingan belajar maupun bangku sekolah.

Baca Juga  Urutan Pangkat TNI Lengkap, Darat, Laut Maupun Udara

Di media sosial sendiri, baik itu facebook maupun instagram, jika kalian perhatikan, akan banyak kita temukan segala hal yang membahagiakan. Seperti foto liburan, bersama keluarga maupun teman, kuliner hingga fashion favorit.

Nah, artinya apa? Kita sendiri tidak ingin terlihat sedih atau terlihat memiliki beban masalah di mata publik. ‘Kita ingin terlihat baik-baik saja!’

Diakui atau tidak, hampir di seluruh lini kehidupan kita menemui yang namanya pencitraan. Bisa jadi diri kita sendiri yang melakukannya.

Pencitraan yang dilakukan sesuai fakta akan memberikan dampak kehidupan yang positif seperti membangun kepercayaan. Akan tetapi, jika kita melakukan pencitraan hanya untuk membangun gambaran yang salah dari realitas, tidak berhubungan dengan realitas, mungkin yang terjadi adalah sebaliknya. Kita justru akan kehilangan kepercayaan dari orang lain.

Dika Permana

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *