Penyelesaian Konflik Arbitrasi Adalah Dengan Cara Ini

Arbitrasi Adalah – Masalah seringkali sulit untuk dipecahkan dan diredakan konfliknya dan membutuhkan perundingan yang panjang. Seperti yang dikatakan oleh Dawson (2001) bahwa terdapat beberapa kerumitan apabila perundingan dalam sebuah masalah tidak kunjung usai. Pertama, adalah impasse yaitu kondisi dimana pihak tidak menyetujui salah satu pokok permasalahan, hal ini akan mengancam proses negosiasi.

Kedua, stelemate, yaitu kedua belah pihak saling berbicara dan berpendapat tanpa menghasilkan suatu kesepakatan apa-apa. Dan yang ketiga adalah deadlock, yaitu tidak adanya kemajuan dalam perundingan sehingga membuat kedua belah pihak frusasi dalam menentukan kesepakatan.

Dawson memiliki solusi untuk memecahkan beberapa masalah di atas, diantaranya dalam kasus impasse, Dawson menyarankan untuk mengesampingkan isu mayor dan memfokuskan isu minor pada permasalahan. Untuk kondisi stelemate, Dawson menyarankan untuk mengubah dinamika negosiasi. Sedangkan untuk deadlock,

Dawson menyarankan untuk menghadirkan mediator atau arbitrator sebagai pihak ketiga dalam perundingan. Dalam menyelesaikan sebuah konflik dibutuhan sebuah perundingan atau musyawarah untuk mencapai sebuah keputusan tertentu.

Untuk mempermudah penyelesaian konflik dibentuklah sebuah metode untuk menyelesaikan konflik. Salah satu metodenya adalah arbitrasi. Arbitrasi adalah sebuah penyelesaian masalah di luar pengadilan. Terdapat beberapa contoh arbitrasi dalam beberapa penyelesaian masalah yang sering dijumpai.

Arbitrasi Adalah Sebuah Cara Menyelesaikan Masalah Tanpa Pengadilan

contoh arbitrasi
Apa itu arbitrasi? ya arbitrasi adalah sebuah cara penyelesaian masalah tanpa melalui proses pengadilan. Pada metode ini, kedua belah pihak dalam perselisihan akan menyetujui apa yang akan disampaikan pihak ketiga yang disebut arbitrator dan memenuhi apa yang menjadi keputusannya.

Akan tetapi seorang arbitrator tidak memiliki wewenang seperti hakim di pengadilan. Sesi pertama dalam arbitrasi adalah pertukaran informasi dan sesi mendengarkan pendapat. Pada sesi ini mirip dengan sesi di pengadilan, namun tanpa adanya audiens di ruangan.

Hanya terdapat pihak menuntut, pihak yang dituntut, dan seorang arbitrator di dalam ruangan. Kedua belah pihak dapat menghadirkan pengacara masing-masing dan membuat sebuah pernyataan pembuka.

Baca Juga  4 Pengertian Wawasan Nusantara, Fungsi dan Asas-Asasnya

Kemudian saksi-saksi akan dipanggil dan disumpah, saksi-saksi juga akan diperiksa. Masing-masing pihak juga berhak dalam mengajukan keberatan atas pernyataan saksi.

Arbitrator akan bertugas menanyakan pertanyaan-pertanyaan kepada saksi-saksi serta kedua belah pihak untuk memperoleh kejelasan. Arbitrator akan mendengarkan secara teliti pertanyaan pertanyaan para saksi dan kedua belah pihak. Proses ini akan berlangsung selama satu bulan, sampai akhirnya tercipta pendapat final. Setelah itu, arbitrator akan membuat sebuah keputusan tertulis bagi kedua belah pihak.

Dalam dokumen tertulis tersebut, arbitrator akan menuliskan sampai sejauh mana kedua belah pihak menggunakan gugatan atau bahkan gugatan tersebut dibatalkan. Biasanya keputusan tersebut dibawa ke pengadilan, agar nampak seperti sebuah keputusan pengadilan. Biasanya ada salah satu pihak yang tidak menerima keputusan dan benar-benar membawa perkara tersebut ke pengadilan.

Keuntungan Metode Arbitrase

keuntungan arbitrasi
Metode Arbitrase adalah metode yang biasa digunakan oleh banyak pengusaha. Sebagai contoh arbitrasi adalah proses penyelesaian sengketa komersial para pengusaha. Metode ini disukai para pengusaha karena memiliki beberapa kelebihan diantaranya.

• Kedua pihak yang bersengketa berhak menentukan Arbitration pilihannya. Mereka dapat memilih pihak yang mereka percaya, serta memiliki nilai integritas, profesionalitas, kejujuran serta keahlian pada bidang mereka masing-masing.

• Proses metode arbitrase bersifat konfidensial, sehingga menjamin kerahasiaan dan publikasi yang tidak dikehendaki kedua belah pihak.

• Keputusan pada metode arbitrase bersifat final dan sesuai dengan niat kedua belah pihak dan mengikat kedua belah pihak bagi sengketanya. Hal ini berbeda dengan pengadilan yang memakan waktu lama.

Baca Juga  3 Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Online dan Syaratnya

• Keputusan arbitrasi yang bersifat final dan mengikat hanya memakan waktu singkat dan dilakukan secara cepat. Hal ini mampu meminimalisir biaya yang digunakan.

Biaya pada proses arbitrase pun terbilang cukup murah. Berbeda dengan di pengadilan yang harus memakan waktu lama. Bahkan dapat mengeluarkan biaya yang sangat besar, apalagi apabila pengacara yang digunakan tidak kompeten sehingga menghabiskan waktu yang cukup lama.

• Tata cara pada proses arbitrase bersifat informal dan berbeda dengan tata cara di pengadilan. Tata cara pada arbitrasi pun dapat dibilang cukup memiliki rasa kekeluargaan yang damai.

Dengan metode arbitrasi sebuah konflik persengketaan dapat dilakukan secara mudah dan hemat biaya. Metode ini sangat cocok diterapkan dalam permasalahan-permasalahan kecil yang kerap terjadi di masyarakat.

Dika Permana

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *