Apa Itu Apatis: Pengertian, Penyebab, Ciri dan Dampaknya

Apa Itu Apatis – Emosi adalah reaksi yang ditunjukkan kepada seseorang atau suatu kejadian. Pengertian emosi merujuk pada perasaan intens yang ditujukan oleh seseorang kepada orang lain atau sesuatu.

Emosi merupakan respon yang wajar ditunjukkan oleh manusia. Namun, terdapat suatu kondisi di mana seseorang kekurangan emosi yaitu apatis.

Apa itu Apatis?

apa itu apatis

Apatis merupakan istilah psikologi untuk menggambarkan sikap cuek dan acuh tak acuh. Istilah apa itu apatis merujuk pada seseorang yang cuek atau tidak tanggap terhadap berbagai aspek seperti aspek emosional, sosial maupun kehidupan fisik.

Apatis adalah suatu sikap yang dapat berpusat pada objek tertentu, orang, aktivitas atau lingkungan. Apa itu apatis merupakan reaksi yang umum saat seseorang merasa stress. Apatis juga dapat merefleksikan kurangnya minat seseorang terhadap sesuatu karena seseorang menganggap suatu hal tidak penting.

4 Pengertian Apatis Menurut Ahli

pengertian apatis

Pengertian apatis berbeda-beda menurut para ahli. Berikut pengertian apa itu apatis menurut beberapa ahli seperti Luis Rey, Albertine Minderop, Fritz Solmitz, serta Littre dan Robin.

1. Menurut Luis Rey

Apatis dalam ilmu psikologi adalah suatu kondisi kejiwaan suatu individu yang ditandai dengan ketidaktertarikan, ketidakpedulian, atau ketidakpekaan terhadap kehidupan sosial, fisik atau emosional.

2. Menurut Albertine Minderop

Apatis adalah sikap seseorang yang menarik diri dan seakan pasrah pada keadaan.

Baca Juga  Lebih Mengenal ASMR, Temukan 3 Manfaatnya Sekarang

3. Menurut Fritz Solmitz

Apatis merupakan ketidakpedulian individu yang disebabkan karena tidak adanya minat khusus terhadap aspek tertentu seperti aspek emosional, fisik serta kehidupan sosial.

4. Menurut Littre dan Robin

Arti apatis dalam ilmu kedokteran adalah suatu kondisi psikologis individu yang memiliki ketumpulan moral, tidak sensitif terhadap rasa sakit, kesenangan serta malas bergerak.

Ciri-ciri Apatis

ciri ciri apatis

Orang atau individu yang apatis menunjukkan ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri orang atau individu yang apatis secara umum sama di antaranya tidak peka atau tidak peduli terhadap orang lain dan keadaan lingkungan sekitarnya, kehilangan minat atau ketertarikan terhadap banyak hal dalam hidupnya, kehilangan motivasi dan gairah terhadap hal-hal yang dulunya dianggap menarik dan menyenangkan.

Selain beberapa ciri tersebut, orang yang apatis umumnya juga menunjukkan sikap tidak peduli pada aspek-aspek penting dalam kehidupan manusia mulai dari aspek emosional, aspek fisik hingga aspek sosial.

Penyebab Apatis

penyebab apatisSikap apatis yang ditunjukkan seseorang dapat disebabkkan oleh berbagai hal yang terjadi dalam hidupnya. Salah satu penyebab timbulnya sikap apatis adalah ketidakpercayaan kepada orang lain. Seseorang tidak percaya kepada orang lain salah satunya karena terlalu sering dikecewakan oleh orang lain atau merasa dikhianati oleh orang-orang terdekat atau orang yang dipercaya.

Selain ketidakpercayaan kepada orang lain, apatis juga dapat disebabkan oleh tekanan emosional yang dialami seseorang. Tekanan emosional ini dapat muncul salah satunya karena seseorang mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari orang-orang di lingkungan sosialnya misalnya dirundung secara terus menerus.

Baca Juga  Otonomi Daerah: Pengertian, Prinsip dan Tujuan

Seseorang juga dapat menunjukkan sikap apatis karena kekurangan fisik yang dimiliki. Kekurangan fisik tersebut dapat membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri, terlebih jika kekurangan fisik tersebut mengundang cibiran dari orang lain di lingkungan sekitar.

Sikap apatis juga dapat disebabkan karena kurangnya kasih sayang yang diterima seseorang. Orang yang kekurangan kasih sayang dan perhatian dalam hidupnya cenderung menjadi apatis. Ini karena kondisi kurang kasih sayang tersebut memungkinkan seseorang untuk bersikap pasrah terhadap keadaan atau membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri.

Dampak Sikap Apatis

dampak apatis

Sikap apatis memberikan berbagai dampak pada kehidupan karena sikap ini dapat terjadi dalam berbagai kehidupan mulai dari kehidupan pribadi, kehidupan sosial, politik, negara dan sebagainya.

Dampak sikap apatis secara umum adalah merugikan diri sendiri maupun orang lain yang ada di sekitarnya. Sikap apatis membawa banyak dampak negatif sebagai berikut.

1. Sulit berkembang

Orang atau individu yang bersikap apatis serta orang-orang yang ada di sekitarnya memiliki kecenderungan untuk sulit berkembang. Hal ini sangat wajar terjadi karena pada dasarnya orang yang apatis kurang peduli pada orang lain atau keadaan di sekitarnya, atau bahkan kurang peduli kepada diri sendiri.

Jika seseorang tidak memiliki kepedulian terhadap dirinya sendiri, orang lain maupun lingkungan, orang tersebut tidak akan memiliki motivasi untuk melihat hal-hal baik dari diri sendiri, orang lain maupun lingkungan. Saat hal itu terjadi, seseorang tidak akan memiliki motivasi untuk memperbaiki maupun mengembangkan dirinya menjadi pribadi yang jauh lebih baik.

2. Kurang kontrol sosial

Orang yang apatis umumnya tidak peduli serta tidak berminat pada berbagai hal. Aspek sosial mungkin menjadi salah satu sasaran dari ketidakpedulian orang apatis. Dengan adanya sikap ketidakpedulian terhadap aspek kehidupan sosial tersebut, orang apatis akan kekurangan kontrol sosial karena tidak memiliki hubungan yang baik dengan orang-orang di lingkungan sekitarnya.

Baca Juga  Sarana dan Prasarana: Pengertian, Contoh dan Perbedaan

3. Menimbulkan individualisme

Masyarakat merupakan suatu kelompok orang yang seharusnya dapat berinteraksi dan berhubungan dengan baik satu sama lain, saling peduli dan saling membantu saat salah satu anggotanya mengalami
kesulitan. Namun, sikap tersebut tidak akan terbangun pada orang yang apatis.

Sikap apatis tersebut akan meningkatkan potensi timbulnya sikap individualisme di dalam masyarakat yang menyebabkan tiap bagian masyarakat yang harusnya saling membantu menjadi tidak peduli terhadap satu sama lain.

Salah satu penyebab individualisme dalam masyarakat adalah maraknya media sosial dan internet. Dengan maraknya media sosial dan internet, kini semakin banyak orang yang menunjukkan sikap apatis karena masing-masing hanya peduli dengan aktivitasnya di dunia maya.

Bahkan tidak sedikit orang-orang yang hanya memfokuskan perhatiannya pada media sosial dan justru mengabaikan orang-orang di sekitarnya. Karena hal tersebut, hubungan sosial seseorang dalam suatu masyarakat akan semakin renggang.

4. Menimbulkan masalah yang lebih besar

Sikap apatis yang memicu ketidakpedulian dan rasa acuh dalam masyarakat dapat menimbulkan masalah yang lebih besar seperti perselisihan dan perpecahan. Dengan sikap ketidakpedulian, individualisme, serta kurangnya toleransi di dalam masyarakat, suatu perselisihan atau perpecahan dapat berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Ini karena sikap tidak peduli dan acuh tak acuh tersebut akan menjauhkan seseorang dari orang lain. Permasalahan kecil dalam masyarakat seharusnya dapat didiskusikan agar dapat menemukan jalan keluar dengan cepat. Namun, dengan adanya sikap apatis, permasalahan tersebut dapat berlarut-larut karena sikap tidak peduli sehingga permasalahan cenderung membesar.

Sikap apatis membawa banyak dampak buruk sehingga harus dihindari. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak akan bisa hidup tanpa orang lain dan selalu membutuhkan bantuan satu sama lain. Karena itulah sikap tidak peduli yang menghalangi interaksi sosial dalam suatu masyarakat harus dihindari dan dicegah.

Apatis berkaitan dengan berbagai hal salah satunya adalah kepribadian seseorang. Karena itulah sikap apatis dapat dihindari atau dicegah dengan bantuan keluarga atau orang-orang terdekat dengan memberikan support dan dukungan sehingga seseorang dapat melalui masa-masa sulit dalam hidupnya.

Dika Permana

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *