Pengertian Seni Rupa 3 Dimensi: Unsur, Teknik dan Contohya

Pengertian Seni Rupa 3 Dimensi – Seni sudah menjadi bagian yang penting dalam kehidupan manusia sejak zaman kuno, terlebih seni rupa. Seni rupa merupakan salah satu cabang seni yang dapat dinikmati oleh indera penglihatan dan dapat dirasakan oleh indera peraba. Maksudnya, seni ini memiliki ciri dapat dilihat, juga dapat diraba keberadaannya.

Berdasarkan bentuknya, pengertian seni rupa dibagi menjadi 2 golongan, yaitu seni rupa 2 dimensi dan seni rupa 3 dimensi. Jika pada seni rupa 2 dimensi hanya memiliki dua sisi, yaitu panjang dan lebar. Maka, pada seni rupa 3 dimensi memiliki sisi yang lebih kompleks lagi dan apat dilihat dari berbagai perspektif.

Bisa dikatakan, pengertian seni rupa 3 dimensi adalah karya seni yang tidak hanya dibatasi pada sisi panjang dan lebar saja, melainkan juga dibatasi oleh kedalaman dan juga ketinggian. Dalam bahasa sederhananya, yaitu memiliki volume dan menempati ruang. Dengan memahami hal tersebut, bisa dikatakan karya seni rupa 3 dimensi memiliki perspektif yang lebih menarik karena kompleksitasnya tersebut.

Inilah yang menjadi pembeda antara seni rupa 2 dimensi dengan pengertian seni rupa 3 dimensi. Untuk itu, mari kita bahas mengenai seni rupa 3 dimensi yang kompleks. Ada beberapa pokok yang perlu dibahaskan untuk memahami seni rupa 3 dimensi, yaitu jenis-jenisnya, unsur-unsur, teknik-tekniknya, hingga berbagai aplikasinya pada benda di sekitar. Semua akan diulas pada pembahasan berikut.

Pengertian Seni Rupa 3 Dimensi Berdasarkan Jenis dan Fungsinya

jenis karya seni rupa 3 dimensi

Setelah memahami pengertian seni rupa 3 dimensi, penting untuk diketahui perihal jenis-jenisnya. Pembuatan karya seni rupa 3 dimensi terbagi menjadi dua bagian yang dibedakan berdasarkan fungsi dan tujuannya, yaitu ada seni rupa 3 dimensi murni dan seni rupa 3 dimensi terapan.

Keduanya memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Lantas, apa perbedaan jenis karya seni rupa 3 dimensi tersebut?

* Seni Rupa Murni

Telah sama-sama dipahami, bahwa seni mengandung arti sebuah hasil pekerjaan manusia yang memiliki nilai estetika atau keindahan untuk dinikmati. Sedangkan, kata murni sendiri, yaitu sesuai dengan kondisi yang sebenar-benarnya. Oleh karenanya, seni rupa 3 dimensi murni bisa diartikan sebagai hasil pekerjaan manusia yang dibuat dengan mengedepankan nilai keasliannya.

Merujuk pada pengertian seni rupa 3 dimensi murni tersebut, maka dapat kita pahami bersama, bahwa seni rupa jenis ini hanya mengedepankan nilai estetika dibandingkan dengan nilai gunanya atua sama sekali tidak memandang nilai gunanya. Jadi, memang fungsinya hanya untuk dipajang dan dipandangi saja keindahannya, bukan untuk didayagunakan.

Contoh jenis karya seni rupa 3 dimensi murni adalah relief. Memang secara nilai guna, relief tidak bisa digunakan. Hanya saja, relief bisa dinikmati keindahannya dan maknanya.

Contoh lainnya adalah patung yang biasanya memang hanya dibuat untuk dipajang atau memori. Patung tidak bisa digunakan untuk hal lain. Hal inilah yang membuat keduanya digolongkan ke dalam seni rupa murni.

Masih banyak lagi contoh jenis karya seni rupa 3 dimensi yang lainnya, seperti relief, fotografi, topeng, kaligrafi, grafis, ukiran, mozaik, dan lain sebagainya. Ini menunjukkan, bahwa seni rupa murni hanya dibuat untuk menyalurkan kreativitas seniman, menyampaikan pesan penting atau bermakna dalam, hingga sekadar memperindah sebuah media yang awalnya terlihat monoton.

Baca Juga  Warna Pelangi: Pengertian, dan Arti Pelangi dalam Kehidupan

* Seni Rupa Terapan

cara membuat seni 3 dimensi

Jenis karya seni rupa 3 dimensi yang lainnya adalah seni rupa terapan. Apa pengertian dan perbedaannya dengan jenis lain?

Pengertian seni rupa terapan pada seni rupa 3 dimensi sebetulnya cukup sederhana, yaitu seni rupa yang menitikberatkan bukan hanya pada nilai estetika atau keindahannya semata, melainkan juga pada nilai gunanya atau fungsi dari karya yang dibuat tersebut.

Seni rupa terapan memiliki dua jenis fungsi, yaitu yang berdasarkan pemenuhan praktis dan berdasarkan pemenuhan estetis. Berdasarkan konsep pemenuhan praktis, seni rupa 3 dimensi terapan memiliki fungsi sebagai pelengkap keindahan dari sebuah benda. Artinya, kegunaannya lebih penting dan diutamakan dibandingkan dengan keindahannya.

Contohnya adalah sebuah tas yang memiliki banyak hiasan. Pada dasarnya, fungsi tas yang lebih diutamakan sebagai tempat menyimpan dan membawa barang, bukan hiasannya. Namun, sebuah tas tentu lebih nyaman dipandang dan digunakan, apabila memiliki hiasan tertentu. Inilah yang dimaksud dengan fungsi pemenuhan praktis.

Sedangkan, fungsi seni rupa terapan berdasarkan konsep pemenuhan estetisnya adalah sebaliknya. Dalam fungsi ini, yang lebih diutamakan dan ingin ditampilkan adalah nilai estetika atau keindahannya dibandingkan dengan nilai gunanya. Contohnya, perhiasan.

Perhiasan adalah sebuah karya seni yang memiliki nilai keindahan sekaligus nilai guna. Namun, tetap saja nilai estetikanya yang lebih tinggi.

Nah, contoh umum lainnya yang termasuk jenis karya seni rupa 3 dimensi tentu ada banyak sekali dan pasti ada di setiap lini kehidupan manusia. Contohnya, peralatan rumah tangga, arsitektur bangunan, pakaian, senjata tradisional yang memiliki banyak ukiran, sepatu, dan masih banyak lagi contoh lainnya yang dekat dengan kehidupan manusia.

Adanya seni rupa terapan yang telah ada sejak zaman prasejarah manusia, sekaligus juga membuktikan bahwa manusia tidak bisa lepas dari seni. Dari sini kita juga bisa melihat, seni memiliki fungsi yang sangat vital dalam kehidupan manusia. Fungsi inilah yang membuat manusia terus berinovasi dan mengembangkan bentuk seni.

Unsur-unsur dalam Seni Rupa 3 Dimensi

Unsur-unsur dalam Seni Rupa 3 Dimensi

Setelah memahami jenis karya seni rupa 3 dimensi, penting juga untuk memahami unsur-unsurnya.Seni rupa 3 dimensi memiliki beberapa unsur penting untuk membentuk suatu kesatuan yang menjadikannya sebuah karya.

Unsur-unsur ini penting, karena akan membentuk dan menjadikan seni rupa 3 dimensi menjadi karya yang indah dan utuh. Berikut ini adalah 5 unsur penting dalam karya seni 3 dimensi:

1. Titik

Titik merupakan unsur terkecil dalam desain maupun gambar, baik itu 2 dimensi atau 3 dimensi. Unsur titik adalah pembentuk unsur-unsur lainnya dalam mendesain suatu karya seni rupa.

Melalui unsur titik, akan tercipta berbagai macam bentuk, seperti garis, bidang, rangka, simbol, dan lain sebagainya. Hal ini bisa digambarkan pada saat pertama kali kita menorehkan tinta, pasti dimulai dengan titik.

2. Garis

Garis merupakan goresan yang membentuk arah tertentu dan dapat menghubungkan satu unsur dengan unsur yang lainnya yang lebih besar lagi, seperti bidang dan ruang.

Dimensi garis adalah memanjang dan dapat dimodifikasi menjadi berbagai macam bentuk. Hal ini karena garis memiliki sifat, diantaranya panjang, pendek, tebal, tipis, miring, lengkung, dan sebagainya.

Baca Juga  Pengertian Seni Tari: Manfaat, Motif Dasar dan Fungsinya

3. Bidang

contoh seni 3 dimensi

Sebelumnya telah disebutkan, bahwa unsur garis pada seni rupa bisa membentuk unsur yang lebih besar lagi, yaitu bidang.

Bidang juga merupakan salah satu unsur seni rupa 3 dimensi yang merupakan bentuk dari kesatuan tiap-tiap garis yang dikombinasikan. Dimensi dari bidang ada panjang dan lebar atau dalam bentuknya sering dikatakan pipih.

4. Bentuk

Bentuk adalah sebuah bangun ruang tertentu yang dikombinasikan dari unsur bidang. Bentuk juga merupakan unsur yang menjelaskan tentang bangun ruang itu sendiri,seperti kubus, tabung, balok, dan lain sebagainya. Bentuk bersifat polos dan hanya diartikan sebagai wujud dari satu kesatuan garis yang memiliki struktur.

Ada juga yang menyebutnya bangunan. Jika kita menyebutnya sebagai bangunan, maka selain mengandung unsur bentuk, di dalamnya juga terdapat makna dan nilai yang dikandungnya tersendiri. Artinya, bukan serta merta sebuah bentuk yang tidak bermakna.

5. Tekstur

Tekstur merupakan unsur yang mendukung karakteristik permukaan pada suatu bangunan. Tekstur dapat dilihat dan dirasakan melalui indera mata dan indera peraba. Ada beberapa sifat tekstur yang paling umum, yaitu kasar, halus, mengkilap, licin, lembut, dan lain sebagainya. Tekstur juga terbagi dalam dua jenis.

Dua jenis tekstur tersebut adalah tekstur nyata dan tekstur semu. Ciri tekstur nyata adalah adalah teksturnya memiliki kesesuaian kandungan dari apa yang ditangkap oleh indera mata dengan indera peraba. Sedangkan, tekstur semu memiliki ciri, yaitu tidak memiliki kesesuaian antara apa yang dilihat dengan apa yang dirasa pada indera peraba.

Simbol dalam Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Simbol dalam Karya Seni Rupa 3 Dimensi
Kita tentu paham, bahwa simbol bukan hanya penghias semata. Simbol merupakan lambang yang mengandung makna atau arti khusus dari apa yang digambarkan.

Kata simbol sendiri berasal ari bahasa latin symbolium dan berasal dari bahasa Yunani Symbolon (Symballo) yang memiliki arti menarik kesimpulan, bermakna, atau memberi kesan. Jadi, secara konsep simbol memiliki beberapa arti, yaitu:

* Suatu tanda yang terlihat atau menggantikan ide dan objek tertentu.

* Suatu kata, tanda, atau sinyal yang digunakan untuk mewakili hal yang lain mengenai makna, abstraksi, ide, kualitas, dan objek.

* Apa saja yang diberi makna berdasarkan kesepakatan umum atau berdasarkan kebiasaan. Contohnya, lampu merah pada lampu lalu lintas mengandung makna berhenti.

* Tanda yang dibangun oleh komunitas atau masing-masing individu dengan makna tertentu yang disepakati bersama oleh anggota masyarakat. Ini disebut juga tanda konvensional.

Inilah yang dijelaskan pada kaitan antara simbol dan karya seni. Dalam berbagai jenis karya seni rupa 3 dimensi, simbol memiliki makna khusus yang terkandung di dalamnya, baik berwujud objek maupun hanya sebuah unsur saja.

Misalnya, warna merah yang merupakan simbol keberanian, warna putih yang merupakan simbol kesetiaan, warna hitam merupakan simbol duka, dan sebagainya.

Patung, monumen, dan tugu merupakan jenis karya seni rupa 3 dimensi yang secara khusus dan kuat digunakan sebagai simbol dengan makna-makna tertentu. Biasanya, makna-makna yang terkandung pada karya seni rupa 3 dimensi tersebut begitu penting, dalam, dan berarti.

Di berbagai negara, kebiasaan memperingati momen menggunakan media seni 3 dimensi seperti patung, monumen, ataupun tugu merupakan suatu hal yang telah dilakukan sejak zaman kuno. Karya ini ada yang dibentuk dari batu, logam, semen, dan sebagainya.

Di Indonesia sendiri ada banyak sekali jenis karya seni rupa 3 dimensi yang digunakan sebagai simbol penting. Misalnya, tugu Proklamasi di Jakarta yang merupakan simbol kemerdekaan dan perjuangan rakyat Indonesia, tugu khatulistiwa di Pontianak yang merupakan penanda tempat yang dilintasi oleh garis khatulistiwa, hingga patung-patung tokoh yang memainkan peran penting dalam sejarah bangsa.

Macam-macam Teknik Seni Rupa 3 Dimensi

Macam-macam Teknik Seni Rupa 3 Dimensi
Merujuk pada pengertian seni rupa 3 dimensi, pembuatan seni rupa 3 dimensi hingga menghasilkan karya terdiri dari beberapa teknik yang bisa digunakan.

Masing-masing teknik memiliki konsepnya sendiri dan hasilnya tentu akan berbeda-beda. Nah, berikut ini adalah beberapa teknik seni rupa 3 dimensi yang bisa diterapkan untuk membuat karya seni rupa 3 dimensi:

1. Teknik Mozaik

Teknik mozaik adalah sebuah teknik menggambar yang menggunakan bentuk geometris tertentu. Penggunaan seni mozaik pada teknik ini bertujuan sebagai pengganti bahan utama pewarna.

Dengan menggunakan teknik mozaik, media seni terlihat tidak polos. Coraknya pun menjadi lebih menarik dan unik.

2. Teknik Aplikasi

Teknik aplikasi biasanya ada pada jenis karya seni rupa 3 dimensi seperti menjahit. Misalnya, dengan cara menempelkan beberapa macam potongan kain yang digunting atau menempelkan hiasan lainnya dalam sebuah bahan. Tujuan teknik ini adalah untuk membuat pakaian lebih indah dan menarik dipandang.

3. Teknik Merakit

Teknik merakit dilakukan dengan cara menyambungkan potongan-potongan bahan tertentu dengan tujuan membentuk suatu karya seni yang utuh.

Proses menyambung inilah yang dinamakan teknik merakit, sedangkan hasil rakitannya bisa disebut sebuah jenis karya seni rupa 3 dimensi. Tentu saja, teknik merakit ini juga bisa diterapkan untuk membuat suatu karya seni yang lebih kompleks.

Baca Juga  Seni Kriya Ragam Karya Cipta Anak Bangsa, Ini 8 Jenisnya

4. Teknik Pahat

Teknik pahat adalah salah satu cara pembuatan karya seni rupa 3 dimensi dengan membuang bahan-bahan yang tidak perlu digunakan hingga menghasilkan suatu bentuk yang diinginkan.

Alat yang biasa digunakan untuk mempraktikkan teknik pahat, yaitu martil, pahat, kikir, dan sebagainya. Biasanya teknik pahat digunakan untuk menghasilkan jenis karya seni rupa 3 dimensi, seperti patung.

5. Teknik Cor

Teknik yang satu ini digunakan untuk menghasilkan jenis karya seni rupa 3 dimensi yang kuat. Pengaplikasiannya dengan cara menuangkan zat cair tertentu dengan cetakan khusus.

Bahan cair yang digunakan ini adalah bahan-bahan cair yang bisa mengeras, seperti semen, logam, emas, dan lain sebagainya. Teknik ini juga biasa dipakai untuk membuat bangunan.

Contoh Seni Rupa 3 Dimensi

Contoh Seni Rupa 3 Dimensi
Seperti yang sudah banyak diketahui, ada banyak sekali jenis karya seni rupa 3 dimensi dalam kehidupan sehari-hari. Masing-masing karya seni rupa 3 dimensi ini memiliki konsep bangun ruang yang berbeda-beda dengan fungsi yang berbeda-beda pula tentunya. Nah, berikut ini akan kami berikan beberapa contoh karya seni rupa 3 dimensi secara keseluruhan:

1. Patung

Patung merupakan salah satu karya seni cabang seni rupa 3 dimensi murni yang hanya menekankan pada keindahan karyanya saja dan mengesampingkan nilai gunanya. Zaman dulu memang patung dijadikan sebagai berhala yang disembah. Namun, pada saat ini, patung lebih dipandang dari sisi nilai estetikanya saja, yaitu sebagai karya seni.

Patung juga dianggap sebagai jenis karya seni rupa 3 dimensi yang diakui secara khusus, dimana seniman patung disebut juga sebagai pematung. Sebab, memang biasanya patung dijadikan simbol suatu peristiwa penting atau tokoh penting dalam suatu wilayah.

2. Relief

Relief termasuk dalam jenis karya seni 3 dimensi yang menggunakan teknik pahat dan dituangkan dalam suatu bidang tertentu. Relief biasanya dibuat di batu atau logam yang banyak dijumpai pada bangunan-bangunan sejarah, seperti candi, goa, kuil, monumen, dan tempat sejarah kuno lainnya. Oleh karenanya, banyak yang menilai relief merupakan karya dengan nilai sejarah tinggi.

Pada bangunan kuno atau candi, relief biasanya digunakan dengan tujuan menggambarkan sejarah yang terjadi pada masa lampau. Namun, dalam perkembangannya, relief kerap dimanfaatkan sebagai salah satu jenis karya seni rupa 3 dimensi untuk memperindah suatu lokasi. Sehingga, ada lebih banyak orang lagi yang bisa menikmati keindahan dari karya seni ini.

3. Keramik

Keramik menjadi salah satu jenis karya seni rupa 3 dimensi yang cukup populer dan pasti ada di kehidupan sehari-hari. Karya seni rupa yang satu ini ada yang sifatnya tradisional, kontemporer, hingga modern. Keramik termasuk dalam jenis karya seni rupa terapan yang bukan hanya dibuat untuk nilai estetika, melainkan juga nilai gunanya yang tinggi.

Fungsi dari keramik berdasarkan wujudnya ada bermacam-macam, ada yang berfungsi sebagai lantai sebuah bangunan, sebagai peralatan makan, peralatan masak, dan lain sebagainya. Pembuatannya menggunakan bahan dasar tanah liat dan dengan melalui tahapan cukup panjang. Kualitas keramik tergantung dari proses dan kualitas bahan pembuatnya atau bahan dasarnya.

4. Arsitektur

Arsitektur merupakan salah satu karya seni rupa 3 dimensi yang bukan hanya mengutamakan keindahan, namun juga nilai guna. Arsitektur adalah karya seni yang kompleks karena juga berkaitan dengan perancangan bangunan mulai dari level makro, seperti perencanaan kota dan arsitektur lanskap hingga ke level mikro, seperti desain bangunan, juga desain produk.

Secara singkat, arsitektur bisa dilihat sebagai karya seni yang menekankan pada kesatuan bangun ruang, keseimbangan, keserasian, hingga irama sebagai satu jenis seni rupa yang utuh. Sebab, karya seni rupa yang satu ini, bukan hanya memperhatikan wujud bangunan saja, namun juga menitikberatkan pada kekokohan pondasi, volume tampung, dan lain sebagainya.

5. Kriya

Seni kriya adalah salah satu cabang seni rupa yang mengandalkan keterampilan tangan dan memperhatikan betul dari segi keindahan, serta fungsinya. Jenis karya seni rupa 3 dimensi yang satu umumnya diaplikasikan dalam bentuk dekorasi atau benda terapan, seperti furniture untuk interior rumah, mainan anak-anak, anyaman, dan lain sebagainya.

Anyaman adalah salah satu bentuk seni kriya dalam bentuk 3 dimensi yang cukup banyak diminati. Bukan hanya dari sisi fungsinya saja, keindahan anyaman juga tidak ada tandingannya. Hingga kini zaman berkembang, anyaman masih menjadi salah satu karya seni rupa yang begitu diminati banyak orang. Kreativitas anyaman bahkan kini merambah ke dunia fashion.

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian seni rupa 3 dimensi berikut juga penjelasan seputar karya seni rupa ini.

Pembahasan ini tentunya penting untuk diketahui dan dipahami, karena pengertian seni rupa 3 dimensi sejatinya sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Unsur-unsur dan contoh dari seni rupa 3 dimensi membantu kita mengenal apa saja bentuk seni rupa 3 dimensi yang ada di sekitar.

Dika Permana

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *