Mengenal Perbedaan Oktan Pertalite, Pertamax dan Premium

Oktan Pertalite – Jika dulunya bahan bakar kendaraan yang dikenal adalah solar dan bensin kini tidak lagi. Ketika pergi ke pompa bensin ada banyak pilihan bahan bakar seperti pertamax, pertalite, solar, Dexlite, Pertadex, dan masih banyak lagi.

Apa beda dari masing-masing bahan bakar dan apakah bahan yang tepat digunakan untuk mobil atau motor? Pertanyaan ini sering muncul dipikiran ketika pertama kali membeli kendaraan baru dan bingung untuk menggunakan bahan bakar.

Banyak yang mengatakan bahwa oktan Pertalite lebih hemat dibandingkan Pertamax bahkan sebaliknya. Sebenarnya mana yang benar? Apa maksud oktan yang sering disebutkan dan mana yang sebaiknya digunakan?

Daripada bingung, sebaiknya kenali secara jelas dari masing-masing oktan bahan bakar tersebut di sini.

Apa Itu Oktan dan Ron dalam Bahan Bakar?

Apa Itu Oktan

Sebelum mengenali perbedaan dari masing-masing bahan bakar, kenali dulu apa itu oktan dan RON. Kedua istilah inilah yang nantinya akan menjadi pembeda bahan bakar dan menentukan manakah yang lebih baik digunakan.

Bensin memiliki dua kandungan molekul yaitu oktan dan heptana. Oktan berasal dari kata Oktana yang merupakan molekul yang menyusun bensin bukan solar. Angka dari oktan pada bensin menggambarkan berapa tekanan udara yang dapat diberikan sebelum bensin terbakar.

Oktana dipilih karena sifat kompresinya yang paling bagus. Sifatnya mampu ditekan hingga menjadi molekul terkecil saat terjadinya pembakaran dan inilah yang membuatnya lebih awet. RON sendiri adalah Research Octane Number yaitu nilai oktan.

RON merupakan hasil pengukuran kinerja bahan bakar bensin dan dalam bentuk angka. Semakin tinggi angkanya maka semakin baik untuk mesin dengan kompresi tinggi. Ada beberapa akibat yang harus diketahui jika salah memilih oktan.

Setiap mobil biasanya memiliki nilai minimal dari RON yang sebaiknya digunakan. Angka inilah yang menjadi standar untuk memilih bahan bakar. Ketika mesin dengan kompresi tinggi menggunakan bbm yang nilai RON di bawah standar maka akan muncul knocking.

Baca Juga  Ini Syarat Bayar Pajak Mobil Tahunan, Yuk Segera Lengkapi

Knocking terjadi karena pembakaran bensin terjadi bukan karena percikan api busi tetapi tekanan. Hasilnya tentu mesin mobil akan mudah rusak karena terjadi pembakaran yang tak stabil. Ditambah lagi akan tertinggal residu yang merusak mesin.

Bisa dibilang penggunaan oktan yang sesuai standar bukan sekedar menghemat bahan bakar tetapi juga untuk memelihara mesin kendaraan. Inilah alasan utama mengapa memilih bbm dengan nilai oktan sesuai standar atau di atasnya perlu dilakukan.

Penggunaan oktan hanya pada bahan bakar berupa bensin, sedangkan solar yang menjadi bahan bakar mesin diesel berbeda. Soal menggunakan Cetane dan cara mengukur kualitasnya sama seperti oktan yakni semakin tinggi semakin baik.

Perbedaan Oktan Pertalite, Pertamax dan Premium

Perbedaan Oktan Pertalite, Pertamax dan Premium
Image: otosia.com

Setelah mengetahui apa itu oktan lalu berapa nilai RON yang dimiliki bahan bakar keluaran Pertamina? PT. Perusahaan Minyak Nasional telah memproduksi beberapa jenis bensin seperti Premium, Pertalite dan juga Pertamax.

Upaya dari Pertamina ini dilakukan demi bersaing dengan perusahaan bahan bakar asing seperti Shell, Total dan Vivo yang ada di Indonesia. Seperti apakah bensin yang diproduksi oleh Pertamina dan berapa angka oktannya? Berikut penjelasannya :

1. Oktan Premium

Nilai yang dimiliki oleh premium adalah 88 dan merupakan yang paling rendah dibandingkan bahan bakar bensin lainnya. Produk yang sejajar dengan premium keluaran Vivo adalah Revvo 89.

Apa yang dimaksud dengan oktan 88? Artinya adalah jumlah kandungan oktan sebesar 88% dan 12% adalah heptana. Karena kandungan oktan yang rendah inilah, jenis mesin kendaraan yang cocok menggunakannya memiliki kompresi rendah.

Kompresi rendah biasanya memiliki rasio 9:1 dan terdapat pada jenis kendaraan lama. Premium saat ini menjadi bensin yang sudah jarang ditemukan di Indonesia.

2. Oktan Pertalite

Saat ini masyarakat menengah lebih sering untuk membeli bbm pertalite. Alasan utamanya karena harganya lebih lebih murah namun kualitasnya masih ada di atas premium. Benar saja, angka oktan dari Pertalite keluaran Pertamina adalah 90.

Itu artinya iso oktan Pertalite adalah 90% dengan heptana berjumlah 10%. Pertalite juga menjadi standar kebanyakan mobil dan juga motor di Indonesia. Dan ternyata kadar oktan pertalite sangat cocok digunakan untuk kendaraan yang memiliki kompresi 10:1.

Baca Juga  Overhaul : Pengertian, Fungsi, dan Ciri-Cirinya

3. Oktan Pertamax

Terakhir adalah jenis bensin yang memiliki harga paling tinggi keluaran Pertamina dan banyak digunakan untuk mobil yaitu Pertamax. Angka oktan yang dimiliki adalah 92 artinya iso oktan 92% dan heptana hanya 8%.

Dilihat dari angka oktannya yang tinggi, pertamax sangat cocok digunakan untuk kendaraan berkompresi tinggi dengan rasio 10:1 sampai 11:1. Kebanyakan mobil modern membutuhkan bahan bakar ini karena kompresinya yang tinggi.

Produk Pertamax keluaran Pertamina sama dengan bahan bakar yang dikeluarkan Shell yaitu Shell Super. Sedangkan Total mengeluarkan bahan bakar Total Performance 92.

Perbandingan ketiganya sangat mudah dipahami, jadi untuk memilih mana yang tepat untuk kendaraan di rumah bisa dilihat dari jenis kompresi kendaraan tersebut. Kemudian barulah memilih mana bahan bakar yang sebaiknya digunakan.

Berbicara soal bahan bakar keluaran Pertamina, sebenarnya masih sangat jauh dari standar di luar negeri. Angka RON di Indonesia adalah 88 sampai 92, sedangkan di luar negeri standarnya adalah 91, 95 dan 97.

Melihat angka RON tersebut maka Pertamax adalah bahan bakar yang bisa dipilih jika memiliki kendaraan Completely Built Up (CBU). Mobil-mobil ini seperti Audi, Mini Cooper, BMW, dan mobil sejenisnya.

Tips Menjaga Kendaraan agar Tetap Irit

Tips Menjaga Kendaraan agar Tetap Irit

Memilih bahan bakar mobil adalah salah satu cara untuk menjaga mesin kendaraan bisa bertahan lama. SAlah memilih tentunya akan berakibat fatal, dan untuk memilihnya bisa dilihat dari RON atau angka oktannya.

Lalu bagaimana supaya penggunaan kendaraan bisa irit? Pemilihan oktan yang tepat tidak menjamin irit, namun penggunanya yang harus mengendarai dengan benar. Apalagi ketika harga bahan bakar yang terus naik, tentunya tak ingin bukan boros soal bahan bakar?

Supaya berkendara tetap nyaman dan hemat bahan bakar, berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan.

1. Mengatur Kecepatan dan Rute Perjalanan

Laju kendaraan akan sangat menentukan boros tidaknya bahan bakar. Ketika menginjak akselerasi terlalu dalam dan mobil melaju kencang maka bahan bakar otomatis digunakan sangat banyak.

Hal yang sama terjadi ketika melakukan pengereman secara mendadak. Biasanya hal ini sering sekali terjadi di jalanan macet. Supaya tidak sering mengerem mendadak selalu atur jarak dengan mobil yang ada di depan.

Sebaiknya tetapkan kecepatan standar ketika mengendarai. Supaya tidak terlalu lama berkendara tentukan juga rute perjalanan yang memiliki perjalanan lancar dan jalan datar.

2. Mengatur Penggunaan Gigi

Kinerja mesin akan semakin berat dan menghabiskan banyak bahan bakar ketika digunakan untuk berkendara ke jalan tanjakan. Jika mengalami perjalanan di wilayah pegunungan sebaiknya atur ke gigi rendah ketika menggunakan mobil manual.

Aturlah posisi gigi mobil pada 1 atau 2, walaupun berjalan pelan namun tenaga mesin masih kuat untuk mendorong.

Baca Juga  Fungsi Alternator Pada Mobil dan Indikasi Terjadinya Masalah

3. Mematikan Mobil ketika Berhenti Lama

Inilah yang seringkali diabaikan oleh pengguna mobil ketika berhenti ke suatu tempat. Entah itu ketika membeli makanan atau menunggu penumpang lainnya. Walaupun kendaraan tidak melaju, mesin tetap menyala dan bahan bakar akan terbuang percuma.

Biasakan untuk selalu mematikan mesin ketika sedang berhenti bahkan dalam waktu yang cukup lama. Selain itu, setidaknya akan mengurangi emisi gas yang dibuang ke udara.

4. Service Mobil secara Berkala

Jarang service bukan hanya membuat mesin rusak tetapi juga mengakibatkan borosnya bahan bakar. Ketika sering digunakan, saluran dan ruang bakar akan terdapat kotoran yang menurunkan kinerja mesin.

Mesin yang kinerjanya menurun akan menjadi faktor utama borosnya bensin. Untuk itu penting untuk servis secara berkala seperti nosel tersumbat atau karburator. Filter udara juga perlu dibersihkan serta diganti ketika sudah digunakan pada jarak tertentu.

5. Hindari Mengganti Jenis Bensin

Seringkali mengganti bahan bakar karena alasan harga atau ketersediaan dilakukan para pemilik kendaraan. Hal ini justru salah kaprah karena sebaiknya tidak digunakan. Salah mengganti bahan bakar akan mempengaruhi mesin.

Ketika biasanya menggunakan Pertamax dengan RON 98 kemudian ditambah dengan Pertalite yang memiliki RON 90 maka Pertamax tidak bekerja secara optimal. Akibatnya mesin tetap bisa rusak.

Baik oktan Pertalite, Pertamax dan Premium memiliki RON yang berbeda. Sahabat Tedas.id tentunya harus cermat dalam memilih bahan bakar untuk menjaga mesin kendaraan tetap awet.

Yuliarti Swan

Yuliarti Swan

Pecinta kuliner, traveling yang ingin berbagi cerita dari kota budaya di Indonesia.