Berapa Denda Telat Bayar Pajak Motor ? Simak Cara Hitungnya

Denda Telat Bayar Pajak Motor – Hayo siapa yang belum membayar pajak motor tahunan? Sebuah kewajiban bagi pemilik kendaraan bermotor baik itu mobil atau sepeda motor baik itu tahunan dan juga pajak lima tahun.

Pembayaran pajak nantinya akan dipergunakan untuk pembangunan daerah karena akan masuk ke dana pemerintah daerah. Undang Undang yang mengatur soal pajak kendaraan bermotor (PKB) adalah UU no. 28 Tahun 2009 mengenai pajak daerah dan retribusi daerah.

Di dalam UU tersebut dijelaskan bahwa pajak dibebankan oleh pemilik atau penguasaan kendaraan bermotor. Bukti pembayaran nantinya akan terlihat dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Apabila terlambat maka ada denda telat bayar pajak motor yang harus dibayarkan.

Besaran biaya denda ini tentu berbeda-beda tergantung dengan jumlah PKB. Berapakah biaya denda yang harus kamu bayarkan? Yuk ikuti cara hitungnya berikut ini.

Cara Menghitung Denda Pajak Motor Sendiri

Cara Menghitung Denda Pajak Motor Sendiri

Peraturan mengenai denda pajak keterlambatan pajak motor diatur dalam UU nomor 22 Tahun 2009. Dijelaskan dalam UU tersebut bahwa denda kendaraan yang tidak dibayarkan selama 2 tahun akan dihapus datanya dari daftar registrasi kepemilikan serta identifikasi.

Tidak ada alasan yang akan diterima ketika lupa membayarkan pajak, jika terlambat maka ada resikonya. Sedangkan untuk perhitungan denda sendiri, jika terlambat satu hari dari tanggal seharusnya maka akan dihitung denda satu bulan yang jumlahnya sebesar 25%.

Baca Juga  Ini Syarat Bayar Pajak Mobil Tahunan, Yuk Segera Lengkapi

Ada dua hal yang perlu diperhatikan soal denda telat pajak motor dan keterangannya terdapat pada STNK. Pertama adalah PKB yang jumlah besarannya ini berbeda-beda tergantung jenis dan keluaran sepeda motor dan kepemilikan.

Kepemilikan yang dimaksud adalah apakah kendaraan tersebut adalah kendaraan pertama, kedua dan seterusnya. Jika dihitung jumlah pajaknya maka ada aturan yang diterapkan sebagai berikut.

1. Pajak motor pribadi untuk kepemilikan pertama sebesar 2%.

2. Pajak motor pribadi untuk kepemilikan kedua sebesar 2,5%.

3. Pajak motor pribadi untuk kepemilikan seterusnya bertambah 0,5% per unit.

4. Pajak motor pemerintah daerah atau pusat adalah 0,5%.

5. Pajak untuk perusahaan adalah 2%.

6. Pajak motor alat berat adalah 0,20%.

Jika tidak ada keterlambatan maka biaya normal dengan jumlah pajak tersebut harus dibayarkan. Namun karena terlambat satu atau dua hari maka PKB harus dikalikan dengan dendanya yakni 25%.

Kedua adalah jumlah Sumbangan Wajib dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) yang juga tertera pada STNK. Besaran biaya SWDKLLJ ini sesuai dengan jenis kendaraan baik itu mobil, sepeda motor hingga truk.

Sama seperti PKB, denda dari SWDKLLJ ini juga sebesar 25% per tahunnya. Jumlah SWDKLLJ yang tercantum di STNK biasanya sama dengan jenis kendaraan. Khusus untuk motor jumlahnya 35 ribu rupiah sedangkan mobil 100 ribu.

Apabila sudah memperhatikan besaran biaya PKB dan SWDKLLJ di STNK bisa mengikuti cara menghitung denda pajak motor berikut ini.

1. Denda PKB

Denda terlambat 2 bulan = PKB X 25% X 2/12
Denda terlambat 6 bulan = PKB X 25% X 6/12
Denda terlambat 1 tahun = PKB X 25% X 12/12

2. Denda SWDKLLJ

Denda terlambat 2 bulan = SWDKLLJ X 25% X 2/12
Denda terlambat 6 bulan = SWDKLLJ X 25% X 6/12
Denda terlambat 1 tahun = SWDKLLJ X 25% X 12/12

Hasil penghitungan denda PKB dan denda SWDKLLJ ini nantinya akan dijumlahkan dan menjadi jumlah denda denda telat bayar pajak motor yang harus dibayarkan. Jumlah denda ini nantinya akan ditambahkan dengan biaya lain yang tertera dalam STNK seperti administrasi.

Simulasi dan Pembayaran Denda Pajak Kendaraan

Simulasi dan Pembayaran Denda Pajak Kendaraan

Apabila telat tidak membayar pajak selama 2 tahun apakah data kepemilikan langsung dihapus sesuai UU? Penghapusan ini tidak dilakukan serta merta karena ada proses yang diberikan seperti denda dan tilang baru penghapusan data menyeluruh.

Pemilik kendaraan yang terlambat membayar pajak motor lebih dari dua tahun akan mendapat surat peringatan tiga bulan sebelumnya. Jika tidak dibayarkan juga lewat dari jatuh tempo baru dilakukan penghapusan sementara.

Baca Juga  7 Cara Menghilangkan Baret Mobil Biaya Murah Tanpa ke Bengkel

Karena sifatnya sementara maka harus segera dibayarkan untuk bisa diregistrasi ulang. Proses pembayarannya pun sama seperti membayar pajak pada umumnya. Hanya sja jumlahnya harus dihitung sesuai denda.

Berikut ini simulasi denda pajak motor telat 3 tahun dengan PKB sebesar 100 ribu dan SWDKLLJ 35 ribu rupiah.

1. Penghitungan denda PKB

Tahun terlambat X PKB X (25% X 12/12)
3 X Rp. 100.000 X (25% X 12/12) = Rp. 75.000

2. Penghitungan denda SWDKLLJ

Tahun terlambat X SWDKLLJ X (25% X 12/12)
3 X Rp. 35.000 X (25% X 12/12) = Rp. 26.250

Maka jumlah denda yang harus dibayarkan adalah denda PKB + denda SWDKLLJ : Rp. 75.000 + 26.250 = 101.25 ribu rupiah.

Proses pembayaran bisa dilakukan langsung ke kantor Samsat, e-samsat, kecamatan (khusus Jakarta), dan samsat keliling. Syarat yang harus dipersiapkan sama seperti membayar tahunan yaitu KTP, STNK asli dan fotokopi, BPKB fotokopi serta biaya denda dan pajak.

Serahkan semua berkas kepada petugas samsat di liket pertama kemudian menunggu panggilan untuk membayar. Selesai membayar dan mendapatkan bukti pembayaran, menunggu lagi untuk dipanggil pengambilan STNK.

Pengambilan STNK harus disertai dengan bukti pembayaran telah lunas. Proses ini tidak membutuhkan waktu yang lama jika dilakukan pagi hari sehingga bisa mendapat nomor antrian pertama.

Jika tidak ingin repot dengan urusan denda yang semakin membengkak, maka bayar lah pajak tahunan secara rutin ya Sahabat Tedas.id.

Yuliarti Swan

Yuliarti Swan

Pecinta kuliner, traveling yang ingin berbagi cerita dari kota budaya di Indonesia.