Cara Membaca Ukuran Baut Semua Jenis dengan Mudah

Ukuran Baut – Mur dan baut adalah dua alat yang fungsinya tidak dapat dipisahkan dalam berbagai keperluan. Khususnya untuk rumah tangga serta pembangunan bahkan beberapa jenis mesin membutuhkan kedua alat ini untuk menyatukan dua barang terpisah.

Ada begitu banyak tipe mur dan baut. Baut sendiri atau yang dikenal dengan Bolt adalah benda yang berbentuk tabung atau batang dengan alur tangga spiral di permukaannya. Sedangkan mur atau yang disebut dengan nut merupakan pasangan baut.

Apabila dilihat dari fungsinya adalah menggabungkan dua hingga lebih komponen menjadi satu yang sifatnya tidak permanen. Penyambungan yang dilakukan tidak akan menimbulkan kerusakan sehingga mudah dibongkar pasang. Akan tetapi perlu pemilihan ukuran baut yang tepat.

Ada banyak ukuran baut yang harus disesuaikan juga dengan ukuran komponen. Terlalu besar atau terlalu kecil membuat baut tidak dapat dipasang dengan kencang. Supaya tidak salah membeli, ikuti cara membaca ukuran pada baut dengan benar berikut ini.

Cara Mengetahui Spesifikasi Ukuran Baut yang Tepat

macam macam baut

Cara menggunakan baut dan juga mur ada dengan memutar searah jarum jam dan disebut ulir kanan. Ada juga yang diulir ke arah kiri atau berlawanan dengan arah jarum jam. Selain cara menggunakannya yang berbeda, ukurannya juga bervariasi dari kecil sampai besar.

Baca Juga  Fungsi Alternator Pada Mobil dan Indikasi Terjadinya Masalah

Sayangnya tidak ada tanda ukuran pada setiap baut yang tersedia, oleh karena itu perlu tahu bagaimana cara membaca ukuran baut tersebut. Nah untuk mengetahui ukurannya langkah pertama yang harus diketahui adalah soal spesifikasi.

Ada lima bagian dari baut yang perlu diketahui untuk mengenali ukurannya berikut ini.

1. Diameter lingkaran baut

2. Panjang baut

3. Panjang uliran baut

4. Lebar kepala baut

5. Jarak setiap ulir baut

Dari kelima spesifikasi macam-macam baut tersebut kemudian akan dilakukan pengukuran. Dalam pengukuran dibutuhkan beberapa alat seperti jangka sorong, penggaris, screw pitch gauge, micrometer luar, dll.

Sudah siap mengukurnya? Berikut ini cara pengukurannya yang bisa dilakukan.

1. Mengukur Diameter Lingkaran Baut

Apa yang dimaksud diameter lingkaran baut adalah bagian yang berlawanan dengan kepala baut. Bagian batang baut di bawah ini yang harus diukir. Untuk bisa mengetahuinya dibutuhkan jangka sorong.

Letakan jangka sorong di bagian batang baut tersebut kemudian lihat ukuran diameternya yang terdapat pada jangka.

2. Mengukur Panjang Baut

Yang dimaksud dengan panjang baut adalah panjang secara keseluruhan mulai dari ujung kepala baut hingga bagian bawah. Untuk mendapatkan ukurannya yang tepat, juga bisa menggunakan jangka sorong.

Tempelkan jangka pada bagian ujung kepala baut kemudian tarik hingga bagian bahwa. Maka akan terlihat berapa ukuran panjangnya.

3. Mengukur Panjang Uliran Baut

Setiap baut memiliki panjang uliran berbeda-beda. Ada yang jarak ulir menyeluruh pada batang baut namun ada juga yang tidak. Panjang ulir ini disesuaikan dengan penggunaannya karena ketebalan komponen berbeda-beda.

Untuk mengukur panjang ulir baut bisa menggunakan jangka sorong dan letakan pada ujung ulir kemudian ditarik ke ujung satunya. Ingat hanya diukur bagian ulir saja bukan batang baut. Maka akan muncul ukuran berapa panjang ukuran baut hanya bagian ulir.

Baca Juga  Ini Syarat Bayar Pajak Mobil Tahunan, Yuk Segera Lengkapi

4. Mengukur Lebar Kepala Baut

Kepala baut perlu diukur lebarnya secara sejajar. Salah mengukur akan berakibat fatal khususnya untuk komponen kendaraan seperti motor dan mobil. Untuk bisa mengukurnya gunakanlah jangka sorong.

Gunakanlah cara yang sama ketika mengukur diameter baut dan setelah mengetahui hasilnya bisa digunakan untuk menentukan kunci apa yang digunakan. Salah memilih kunci untuk mengencangkan baut akan merusak komponen nantinya.

5. Mengukur Jarak Ulir Baut

Khusus untuk pengukuran uliran ini tidak bisa dilakukan dengan penggaris bahkan jangka sorong. Karena ukuran uliran sangat kecil maka dibutuhkan screw pitch driver. Alat ini memiliki berbagai ukuran baik untuk pengukuran uliran besar dan kecil.

Cara menggunakannya adalah letakkan screw pitch driver pada bagian uliran baut. Cocokkan pada alat tersebut manakah yang ukurannya pas. Maka akan terlihat berapa ukuran antar uliran tersebut.

Standar Ukuran pada Baut

Standar Ukuran pada Baut

Ukuran pada baut memiliki dua standar yang berbeda yaitu Matrix dan Inci. Skala inilah yang dijadikan standar ketika pengukuran.

Untuk tahu manakah standar yang digunakan pada baut, ada ciri-ciri yang bisa dicermati. Berikut ini ciri-ciri baut yang menggunakan skala pengukuran berbeda.

1. Standar Pengukuran Baut dengan Skala Matrix

Untuk skala Matrix pada bagian kepala baut akan terlihat simbol M dilanjutkan dengan kode berupa angka. Kode ini adalah diameter dari baut. Jadi jika terdapat simbol M8 maka pengukuran dengan Matrix dan ukuran diameternya 8mm.

Baut dengan skala Matrix juga memiliki ciri sudut puncaknya selalu 60 derajat dan pengukurannya adalah milimeter.

2. Standar Pengukuran Baut dengan Skala Inci

Sama seperti Matrix, baut dengan skala Inci juga memiliki simbol yaitu W yang artinya Witworth. Setelah simbol maka dilanjutkan dengan kode diameter baut. Contohnya saja kode W1/2 artinya diameter baut adalah ½ inci.

Perbedaan juga terdapat pada sudut alpha atau sudut puncak, dalam skala ini adalah 55 derajat.

Di Indonesia sendiri kebanyakan baut memiliki pengukuran menggunakan skala Matrix. Jadi jika ingin tahu standar ukurannya maka Sahabat Tedas.id bisa dilihat pada bagian kepala baut yah.

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *