Spare Parts

Mengenal Motor Listrik dari Jenis Hingga Cara Kerjanya 

Listrik menjadi bahan yang sekarang sedang dicanangkan untuk menggantikan bahan bakar bensin.

Motor listrik adalah salah satu contoh penerapan penggunaan listrik sebagai bahan bakar. 

Jauh sebelum adanya mobil listrik, mobil yang mengandalkan tenaga listrik sudah ada. 

Saat ini penggunaan motor dengan tenaga listrik sudah cukup sering dan penjualan produknya pun meningkat. 

Membawa begitu banyak kelebihan dibandingkan motor berbahan bakar bensin, berikut ini penjelasan soal motor yang memanfaatkan listrik. 

Apa Itu Motor Listrik?

pengertian Motor Listrik

Listrik kini manfaatnya bukan hanya untuk mengalirkan tenaga yang bisa menyalakan lampu tetapi juga menjadi energi mekanik,

Energi tersebut nantinya dialirkan dan diubah untuk bisa menggerakan fan, blower, kompresor hingga impeller pompa. 

Dalam kasus motor, listrik yang digunakan biasanya menghabiskan beban sebanyak 70% dari total di industri.

Jadi bisa dibilang perlu listrik yang cukup tinggi untuk bisa menggerakan mesin motor. 

Namun untungnya listrik kini bisa didapatkan dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah tenaga surya.

Bahkan disinyalir, di masa depan setiap rumah akan memiliki listrik sendiri dengan mengandalkan matahari. 

Fungsi motor listrik sebagai sumber penggerak bisa terjadi karena adanya perubahan tenaga listrik menjadi magnet atau elektromagnet.

Kutub-kutub magnet yang senama akan saling tolak dan tarik menarik. 

Berkat adanya hal tersebut maka bisa didapatkan gerakan apabila magnet diletakan dalam poros yang bisa berputar.

Sedangkan magnet yang lain ada dalam kedudukan yang tetap. 

Sebuah motor dengan tenaga listrik setidaknya memiliki enam bagian yaitu Brushes, Axle, Armature atau rotor, Commutator, DC power supply dan field magnet. 

Jenis-Jenis Motor Listrik 

Ada beberapa jenis motor listrik yang dibedakan berdasarkan sumber tenaganya.

Untuk lebih dalam mempelajarinya kenali jenis-jenis berikut ini. 

  • Motor yang Memiliki Arus Searah 

Disebut juga dengan DC Direct Current yaitu mesin akan dapat mengubah energi listrik arus searah menjadi energi gerak atau mekanis.

Prinsipnya mirip dengan generator arus searah. 

Biasa digunakan secara khusus ketika torque tinggi dinyalakan dalam kisaran kecepatan yang luas.

Nantinya kumparan medan pada motor dan kumparan jangkar akan terjadi putaran. 

Saat kumparan jangkar berputar maka akan menimbulkan tegangan yang berubah-ubah dalam setengah kali putaran. Tegangan bolak balik pun akan terjadi berkat gerakan ini. 

Soal prinsip kerjanya akan membalik phasa tegangan dari gelompang nilai positif dan memanfaatkan komutator.

Hasilnya arus yang berbalik arah dan kumparan jangkar berputar dalam medan magnet. 

Motor yang paling sederhana dan memanfaatkan arus searah ini biasanya memiliki kumparan satu lilitan.

Kumparan ini akan berputar bebas di antara kutub magnet yang permanen. 

  • Motor yang Memiliki Arus Bolak Balik 

Memiliki istilah AC Alternating Current yaitu motor yang memiliki fungsi untuk mengubah energi listrik arus bolak balik menjadi energi mekanik.

Energi mekanik yang dimaksud adalah putaran rotor. 

Ada dua jenis motor ini yang biasa digunakan yaitu motor sinkron.

Motor ini akan mengubah energi listrik dengan kumparan jangkar pada stator dan kumparan medan di rotor. 

Bagian kumparan jangkar memiliki bentuk yang sama dengan mesin induksi dan kumparan medan berbentuk kutub salient di mana celah udara sama rata.

Nantinya arus searah yang menghasilkan fluks pada kumparan medan akan dialirkan ke cincin dan sikat dan berakhir di rotor. Konstruksi motor ini sama dengan generator sinkron. 

Perbedaannya adalah pada generator sinkron, bagian rotor diputar supaya menghasilkan tegangan.

Sedangkan motor sinkron memiliki stator yang diberikan tegangan dengan tujuan rotor dapat berputar. 

Jenis yang kedua adalah motor asinkron atau induksi di mana motor AC tidak menerima energi listrik langsung tetapi induksi seperti pada kumparan transformator. 

Motor AC dikenal sebagai motor induksi dan lebih sederhana dengan konstruksi yang kuat serta kokoh.

Karakteristiknya adalah kinerja lebih baik dan paling banyak digunakan di industri. 

Cara Kerja Motor

Lalu selanjutnya adalah bagaimana cara kerja motor listrik yang benar?

Soal mekanisme ini ada beberapa penjelasan umum yang bisa dipahami sebagai berikut:

  1. Pertama arus listrik dalam medan magnet akan menciptakan gaya. Apabila kawat yang membawa arus listrik tersebut dibengkokkan menjadi lingkaran maka kedua sisinya akan mendapat gaya dalam arah yang berlawanan. 
  2. Pasangan gaya tersebut akan menghasilkan tenaga putar dalam memutar kumparan. Motor dengan beberapa lingkaran di bagian dinamo, maka medan magnet akan dihasilkan oleh susunan elektromagnetik yang dikenal dengan kumparan medan. 

Baru setelah proses tersebut motor akan bergerak sesuai dengan jenis-jenis di atas. Beda jenis mesin maka cara kerja motor tidaklah sama. 

Secara umum, dua jenis motor di atas yang paling banyak digunakan pada saat ini. 

Beban Motor yang Mempengaruhi Kecepatan 

Beban Motor yang Mempengaruhi Kecepatan

Tidak jauh berbeda dengan mesin motor bertenaga bensin, setiap motor memiliki beban tersendiri.

Beban inilah yang akan berpengaruh kepada kecepatan motor untuk bergerak. 

Berikut ini beberapa jenis beban motor yang perlu dikenali. 

  • Torque Konstan 

Beban ini berhubungan dengan kecepatan torque yang tidak bervariasi. Sehingga menimbulkan kecepatan yang lebih lambat. Contohnya sendiri adalah rotary kilns dan displacement. 

  • Variabel Torque 

Merupakan beban yang bervariasi dan mempengaruhi kecepatan torque. Misalnya sana pompa sentrifugal dan fan yang memiliki kuadrat kecepatan. 

  • Energi Konstan 

Beban energi konstan adalah beban di mana permintaan torque akan berubah dan berbanding terbalik dengan kecepatan.

Misalnya saja peralatan mesin yang berat akan membuat kecepatan menurun. 

Tips Merawat Motor agar Lebih Awet 

Tips Merawat Motor agar Lebih Awet 

Keawetan motor akan tergantung dengan bagaimana perawatan yang benar dilakukan.

Jika ingin motor lebih awet beberapa perawatan berikut bisa dilakukan. 

  • Menghindari Area Banjir 

Mesin motor yang mengandalkan listrik sama sekali tidak boleh terkena air.

Oleh karena itu sebaiknya hindari berkendara di area banjir. 

Air yang masuk ke dalam mesin akan merusaknya. Biasanya motor sudah dirancang memiliki soket pengisian di bagian yang lebih tinggi.

Namun jika tidak diikuti dengan cara berkendara yang benar hal tersebut akan percuma. 

  • Melepaskan Baterai 

Supaya lebih aman, sebaiknya lepaskan baterai ketika motor tidak digunakan.

Pasalnya baterai yang terpasang akan tetap habis karena self discharge. 

Apabila baterai sudah penuh dan motor tidak digunakan akan lebih aman untuk melepaskan baterainya.

Baru pasang kembali ketika motor hendak digunakan. 

  • Mengganti Van Belt secara Rutin 

Gantilah van belt dengan rutin ketika motor sudah mencapai jarak 3.000 km. Apalagi jika tarikan motor sudah semakin berat. 

Tujuannya adalah agar van belt tidak putus ketika motor sedang digunakan. Hal tersebut akan cukup merepotkan pengemudi. 

Selalu cek jarak tempuh motor agar tidak mengalami kerusakan yang lebih parah lagi. 

Kegunaan motor listrik tidak jauh berbeda dengan motor bertenaga bensin. Motor ini segera menggantikan kendaraan berbahan bakar bensin. 

Tidak hanya motor, saat ini sudah banyak diproduksi mobil listrik di berbagai negara dan pemasarannya cukup gencar

Jadi sudah siapkah Anda beralih ke transportasi listrik? 

Setiamah Setya

Setiamah Setya, merupakan lulusan jurusan teknik informatika dari Universitas IAIN Tulungagung di Jawa timur, mendalami dunia tulis sejak masih duduk di semester satu, pernah menulis selama 3 tahun di perusahaan internet service provider dan juga copywriting untuk berbagai project freelance untuk berbagai produk Kini setelah . Tertarik dengan penulisan konten SEO dengan gaya penulisan yang nyaman dibaca dengan spesialis topik tentang dunia teknologi seperti tutorial tips, komputer hingga berbagai macam pembahasan seputar tips android.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button