Fungsi Relay : Cara Kerja dan Komponen-komponennya

Fungsi Relay – Mungkin sebagian dari Sahabat Tedas.id sudah pernah mendengar kata “Relay”, untuk Anda yang sering melakukan berbagai aktivitas yang berhubungan dengan kelistrikan pastinya sudah tidak asing dengan kata Relay. Namun apa sih sebenarnya relay?

Relay atau dapat dikenal juga sebagai saklar yang biasanya dapat dioperasikan dengan energi listrik, komponen utama pembangun perangkat tersebut adalah elektromagnet coil dan bagian mechanical.

Relay pada awalnya memiliki prinsip dari kombinasi elektromagnetik yang nantinya hal tersebut berfungsi sebagai penggerak komponen yang terdapat pada saklar, hal tersebut pula juga terdapat arus listrik dengan low power, tetapi walaupun berarus listrik kecil nantinya akan dapat menghasilkan listrik mencapai tegangan yang sangat optimal hingga mencapai tegangan yang sangat tinggi.

Bagaimana Cara Kerja Relay?

Cara Kerja Relay

Prinsip cara kerja relay sebenarnya sangat sederhana dimana merupakan suatu medan magnet yang umumnya dibangkitkan oleh gulungan kawat yang memiliki inti besi dan diberikan arus tegangan listrik, medan magnet tersebut digunakan untuk menarik tuas yang berupa saklar atau kontak.

Untuk dapat kalian asumsikan dengan menggunakan relay saja yang hanya berdaya 50 mA dan 5V yang berjenis elektromagnetik akan dapat menjadi penggerak yang sangat dominan pada Armature Relay, yang dapat sebagai penghantar listrik mencapai 220V dan 2A.

Agar kalian lebih mengenal dalam tentang apa itu relay alangkah baiknya kalian harus mengetahui bagaimana prinsip kerja relay hingga dapat memaksimalkan kinerjanya dengan sangat maksimal.

Komponen Dasar Relay

Komponen Dasar Relay

Terdapat 4 komponen pembangun yang dapat menjadikan sebuah perangkat relay diantaranya, spring, contact point saklar, armature, dan elektromagnet.

Semua hal tersebut akan dapat menjadi satu kesatuan dengan peran yang saling menyeimbangkan oleh satu sama lain, terdapat pula komponen pembantu yang digunakan untuk setiap bagian dapat bekerja memenuhi fungsi dan peran-nya masing-masing.

Baca Juga  Sudah Idealkah Ukuran Garasi Mobil Anda? Cek Dulu Di Sini

Terdapat besi atau biasa disebut dengan iron core, hal ini digunakan sebagai pengendali besi dengan dililit kumparan coil.

Jika diberikan arus listrik akan menimbulkan sebuah gaya jenis elektromagnet, yang nantinya gaya tersebut akan dapat memperdekat jarak pada armature hingga dapat berpindah dari posisi awal yang dapat dinamai dengan NC.

Lalu bergerak ke NO, nah disitulah peran NO yang sudah dapat menghantarkan arus listrik, tetapi posisi akan kembali pada awal mula jika tegangan listrik sudah mulai padam, yang artinya status menjadi open.

Throw & Pole Pada Relay

Istilah tersebut dapat mengacu pada berapa banyak komponen maupun kondisi yang terdapat pada contact, agar lebih singkatnya throw yang berarti banyaknya sebuah kondisi pada sebuah contact sedangkan pole adalah banyaknya contact pada sebuah set relay.

Hal itu dapat dianalogikan pole adalah sebuah komponen dari relay, sedangkan throw adalah sebuah elemen pada pole.

Mengenal Fungsi Relay

Mengenal Fungsi Relay

Terdapat pula fungsi relay yang tentunya dapat memudahkan suatu aktivitas agar dapat menjadi lebih mudah untuk dilakukan, hal ini pula lah yang mendasari relay dapat mempermudah aktivitas dalam kinerja dan umumnya dapat diaplikasikan pada peralatan elektronik.

Berikut fungsi relay secara spesifik yaitu, agar dapat menjalankan logic function, hal ini sangat berperan penting dalam perangkat elektronik apapun jenisnya yang biasanya tidak asing terdapat pada komponen seperti komputer, hanya bermodalkan 0 dan 1 akan dapat menciptakan logika yang dapat dimengerti oleh perangkat mesin.

Terdapat pula fungsi yang digunakan untuk time delay, short atau konslet, dan sebagai pengendali sirkuit.

Fungsi Relay Untuk Modifikasi Kendaraan Bermotor

Salah satu modifikasi yang biasanya dilakukan oleh para bikers terhadap kendaraan motornya adalah biasanya pada penggantian klakson dan penggantian lampu kendaraan tersebut. Biasanya klakson akan diganti dengan suara yang lebih keras dan untuk lampu biasanya akan diganti dengan lampu depan jenis HID atau LED.

Ketika kita ingin mengganti klakson atau lampu kendaraan, sebaiknya harus diiringi juga dengan pemasangan relay. Relay klakson dan relay lampu kendaraan bisa menjaga kestabilan daya listrik yang ada pada klakson serta lampu-lampu kendaraan motor kita.

Baca Juga  Morris Mini dari Masa ke Masa hingga Menjadi Mini Cooper

Karena pada dasarnya dalam motor, fungsi relay adalah untuk mengontrol beban arus besar menjadi lebih kecil. Secara sederhana, relay pada kendaraan bekerja sama seperti saklar yang berguna untuk memutus atau menghubungkan arus listrik kendaraan.

Dalam relay terdapat dua komponen yang mendukung kinerja dari relay itu sendiri yaitu elektromagnet dan bagian kotak saklar. Jika kontak poin terhubung, maka arus listrik bisa mengalir sementara jika kontak poin terbuka aliran arus listrik akan terputus.

Untuk kegiatan modifikasi motor, biasanya relay yang dipakai adalah relay transparan hal ini bertujuan agar saat relay mengalami kerusakan dapat dilihat dari kumparan yang ada di dalamnya tersebut apakah hangus atau tidak.

Anton Wahyu

Anton Wahyu

Nama Saya Anton Wahyu biasa dipanggil Anton. Saya adalah Mahasiswa Teknik Informatika di Universitas Swasta di Solo.Saya juga merupakan penulis artikel, punya hobi mendengarkan musik, di website ini Saya mencoba membagikan informasi yang semoga bermanfaat untuk Anda.