Senam Lantai: Sejarah, Gerakan dan 12 Manfaatnya

Senam Lantai – Menjaga kesehatan merupakan salah satu hal yang harus dilakukan manusia. Banyak hal yang bisa anda lakukan untuk menjaga kesehatan. Seperti, olahraga yang teratur dan makan makanan sehat dan bergizi.

Apalagi di tengah pandemi COVID-19 saat ini, anda harus selalu menjaga kesehatan anda supaya imunitas tubuh anda terjaga. Salah satu olahraga yang bisa dilakukan dari rumah di tengah Pandemi Covid-19 ini adalah senam lantai.

Anda bisa melakukan olahraga dirumah tanpa perlu menyediakan peralatan khusus. Salah satu olahraga yang bisa anda lakukan di rumah adalah senam lantai. Senam lantai kian digemari oleh banyak orang karena praktis untuk dilakukan dan tentunya bisa di lakukan dirumah.

Senam lantai juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Salah satunya adalah membantu membakar lemak. Lalu, apa sih senam lantai itu?

Pengertian Olahraga Senam Lantai

pengertian senam lantai

Senam lantai adalah suatu latihan senam yang biasa dilakukan di matras. Ketika melakukan senam lantai, anda harus menggerakkan badan dengan gaya tertentu. Seperti, melompat, berguling, meloncat, berputar di udara, menumpu badan dengan kaki atau tangan supaya menghasil kan sikap yang seimbang.

Banyak orang yang menyebutkan kalau olahraga ini dengan latihan bebas. Karena gerakan senam lantai dilakukan tanpa menggunakan perlengkapan tertentu. Banyak manfaat yang dihasilkan ketika anda sering melakukan senam lantai.

Secara sederhana pengertian senam lantai adalah salah satu jenis senam artistik yang mengkombinasikan berbagai bentuk keterampilan tubuh, senam lantai juga termasuk senam yang mementingkan keindahan gerak, kekuatan gerak, keluwesan gerak, kerumitan gerak, kelenturan dan juga keseimbangan gerak yang dilakukan di lapangan senam lantai.

Pada pertandingan senam lantai, malah hampir sama dengan seperti pertunjukan. Oleh sebab itu senam lantai memiliki nama lain sebagai senam artistik karena mementingkan keindahan gerak. Keindahan gerak juga menjadi patokan dari penilaian juri.

Seorang atlet dari senam lantai bebas ingin meramu berbagai gerakan tubuh, misalnya seperti melenting, meroda, roll, salto, jatuhan dan masih banyak lagi gerakan yang bebas diramu oleh atlet senam lantai.

Artinya gerakan dari senam lantai bisa dibilang tidak terbatas. Selama atlet melakukan performa atau gerakannya tanpa bantuan alat. Oleh sebab itu, atlet dari senam lantai harus sering melatih tubuh. Bahkan latihan tubuh dari atlet senam lantai bisa melebihi atlet tari balet, atau tari jalanan. Sebab, atlet senam lantai harus benar-benar memiliki tubuh yang lentur.

Sejarah Senam Lantai di Indonesia

sejarah senam lantaiSetelah mengetahui pengertian senam lantai, kini saatnya kita belajar tentang sejarah senam lantai khususnya di Indonesia. Olahraga senam lantai sendiri mulai dikenal pertama kali di Indonesia sekitar tahun 1912. Saat itu bertepatan dengan masa penjajahan Belanda di Indonesia.

Masuknya olahraga senam lantai sendiri bersamaan dengan ditetapkannya pendidikan jasmani menjadi pelajaran wajib yang harus diajarkan yang dipelajari di sekolah. Karena senam lantai adalah bagian dari mata pelajaran penjaskes, maka senam lantai juga ikut diajarkan dalam pelajaran di sekolah dengan sendirinya.

Senam lantai yang pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia saat itu adalah senam lantai versi Jerman, sistem pada senam lantai versi Jerman ini lebih menekankan pada gerakan yang kaya sebagai alat pendidikan. kemudian pada tahun 1916 materi senam lantai kini digantikan dengan Senam Lantai dari Swedia yang lebih fokus pada manfaat dari gerakan senam lantai itu sendiri.

Sistem atau gerakan dari senam lantai ini pertama kali diperkenalkan oleh perwira kesehatan yang berasal dari angkatan laut kerajaan Belanda, perwira tersebut adalah dokter Dr. H. F. Minkema. Hingga akhirnya saat ini olahraga senam lantai mulai menyebar ke seluruh daerah di Indonesia.

Ketika beralih ke masa penjajahan Jepang, pemerintah Jepang malah melarang rakyat Indonesia untuk melakukan senam.

Kemudian pemerintah jepang menggantikan senam dengan Taiso. Dimana Taiso sendiri merupakan senam pagi yang wajib dilakukan di sekolah sebelum pembelajaran dimulai, dengan menggunakan iringan radio yang ada, para peserta senam mengikuti gerakan dari instruktur senam. Namun pada akhirnya masyarakat Indonesia menentang Taiso dan lebih memilih untuk melakukan senam.

Karena kepopuleran dari senam ini, maka dibuatlah organisasi yang bergerak dalam bidang olahraga. Organisasi yang diberi nama Persani ini dibentuk pada tahun 1963 yang merupakan singkatan dari Persatuan Senam Indonesia. Oleh sebab itu mulai banyak penggiat dari olahraga senam termasuk senam lantai di Indonesia.

Gerakan Dasar Senam Lantai Yang Wajib Dikuasai

gerakan senam lantai

Ada berbagai macam gerakan senam lantai yang melibatkan beberapa gerakan tubuh. Namun diantara banyak gerakan senam lantai, berikut merupakan beberapa gerakan senam lantai yang paling dasar dan umum digunakan.

1. Rol Depan

Gerakan senam lantai yang pertama adalah rol depan atau berguling ke depan. Rol depan adalah gerakan menggerakan tubuh ke arah depan dengan cara berguling, dimulai dengan penekuk punggung, pinggang dan juga panggul pada bagian belakang.

Gerakan rol depan ini mempunyai beberapa variasi diantaranya adalah rol depan dengan kaki lurus, rol depan dengan kaki ditekuk, rol depan lenting dan masih banyak lagi. Bagaimana cara melakukan gerakan senam lantai rol depan?

* Pertama anda harus mengambil dulu posisi jongkok, kemudian kedua telapak tangan diletakan di matras dan dagu anda arahkan menunduk ke dada.
* Berikutnya anda meluruskan kedua tungkai, berat badan anda tumpukan pada tangan.
* Kemudian anda letakan pundak di atas matras, dan tolakan kedua tungkai sampai tubuh menggelundung.
* Sebelum kedua kaki kita mendarat, anda letakkan kedua tangan pada lutut.
* Sikap akhir dari gerakan rol depan adalah jongkok untuk kemudian berdiri.

2. Rol Belakang

Gerakan senam lantai berikutnya adalah rol belakang. Jadi bisa dibilang rol belakang adalah kebalikan dari gerakan rol depan. Rol belakang adalah gerakan berguling yang dimulai dari pinggang, pinggul dan punggung bagian belakang ke arah belakang.

Macam-macam dari gerakan senam lantai rol belakang adalah seperti guling belakang dengan kaki ditekuk, guling belakang dengan akhiran kaki lurus, guling belakang dengan awalan kaki lurus dan juga guling belakang stut. Bagaimana cara melakukan gerakan senam lantai rol belakang?

* Pertama anda ambil dulu posisi jongkok, dengan kedua tangan dibengkokkan dan juga telapak tangan menghadap ke atas diletakan di samping telinga
* Kemudian anda arahkan dagu ke dada dan juga lengkungkan tubuh.
* Berikutnya adna gulingkan tubuh ke belakang mulai dari tumit, panggul, kemudian pinggang, punggung, pundak.
* Saat pundak mulai menyentuh matras, kemudian langsung tolak badan sampai menggelundung.
* Posisi akhir gerakan senam lantai rol belakang ini adalah jongkok kemudian berdiri.

Baca Juga  Kebugaran Jasmani: Pengertian, Manfaat dan Tujuan

3. Lompat Harimau

Berikutnya ada gerakan senam lantai lompat harimau. Sebenarnya lompat harimau ini tidak jauh berbeda dengan gerakan rol depan, namun yang membedakannya adalah proses menggulingkan badan tersebut dilakukan sehabis melompati sesuatu. Bagaimana cara melakukan gerakan senam lantai lompat harimau?
* Pertama sikap jongkok dengan posisi tangan berada di depan badan, kemudian tekuk siku dan panjangkan ke depan
* Berikutnya anda alihkan pandangan ke atas bersamaan melakukan gerakan loncat.
* Saat kedua tangan berhasil menyentuh matras, kemudian segeralah tekuk kedua siku tersebut dan masukan kepala di antara kedua tangan tersebut.
* Setelah berhasil melompat, kemudian anda lakukan gerakan rol depan dan akhiri dengan sikap jongkok kemudian berdiri.

4. Handstand

Sesuai dengan namanya, gerakan senam lantai yang satu ini bertumpu pada kedua telapak tangan. Gerakan ini bisa melatih kelincahan, kekuatan dan juga kelenturan tubuh. Bagaimana cara melakukan gerakan senam lantai handstand ini?
* Pertama anda mulai dengan sikap berdiri
* Kemudian anda letakkan telapak tangan di atas matras
* Berikutnya anda tarik kaki ke belakang ke bagian atas dengan mengayun, anda bisa memulainya dengan kaki kanan kemudian diikuti dengan kaki sebelah kiri, atau juga bisa sebaliknya.
* Kemudian pertahankan gerakan ini selama beberapa detik.

Manfaat Dan Tujuan Melakukan Senam Lantai

senam lantai adalahPada dasarnya senam lantai sama seperti kegiatan olahraga lainnya yaitu untuk menyehatkan tubuh. Selain itu, manfaat senam lantai ternyata masih ada banyak lagi loh. Berikut adalah beberapa manfaat dari senam lantai yang wajib anda ketahui.

1. Tubuh menjadi fleksibel

Manfaat senam lantai yang pertama adalah bisa membuat tubuh menjadi lebih fleksibel. Hal ini karena secara perlahan otot-otot di tubuh anda akan menjadi lentur ketika anda seiring melakukan senam lantai.

Selain meningkatkan kemampuan senam lantai anda, hal ini dapat membantu anda terhindar dari cedera. Semakin sering kita latihan senam lantai, maka akan semakin kecil juga kita mengalami resiko cedera saat melakukan gerakan senam lantai tersebut

2. Membentuk otot dan membakar kalori

Senam lantai memiliki gerakan yang bisa membentuk otot anda. Ketika kita melakukan gerakan senam lantai, otot-otot di tubuh anda akan bergerak, seperti otot di lengan, kaki, punggung, bahu dan lainnya. Selain itu, dengan melakukan senam lantai secara rutin dapat membantu anda membakar kalori di tubuh anda.

Baca Juga  Nomor Lari Jarak Menengah: Manfaat, Aturan dan Tekniknya

3. Meningkatkan kesehatan tulang

Manfaat senam lantai berikutnya adalah bisa meningkatkan kesehatan tulang. Dengan gerakan yang menahan beban, dapat membantu tulang untuk terbentuk dan tidak mudah rapuh. Jika anda sudah melakukan senam lantai sejak muda, maka kepadatan tulang ditubuh anda akan semakin meningkat. Melakukan senam lantai secara rutin tentu saja bisa membuat kita agar terhindar dari berbagai masalah tulang seperti tulang yang keropos.

4. Melatih koordinasi tubuh

Semakin sering anda melakukan senam lantai, maka koordinasi tubuh anda akan semakin meningkat. Seperti yang kita tahu bahwa senam lantai memerlukan koordinasi tubuh yang tinggi untuk menghasilkan gerakan yang tepat dan tidak menyakiti diri kita.

Memang sih saat pertama kali kita melakukan senam lantai, tubuh akan terasa sakit karena tidak terbiasa melakukan gerakan-gerakan yang ada pada senam lantai. Tapi jika sudah terbiasa, tentu saja tubuh tidak akan merasakan rasa sakit lagi ketika melakukan gerakan senam lantai.

5. Mencegah resiko penyakit

Manfaat senam lantai berikutnya adalah bisa membuat tubuh menjadi sehat dan mencegah resiko datangnya penyakit. Perlu anda ketahui jika senam lantai dapat membantu menjaga kesehatan jantung

Dengan melakukan senam lantai secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan tubuh anda sehingga terhindar dari resiko penyakit seperti penyakit jantung, kanker, obesitas, diabetes, asma dan lainnya.

6. Memperbaiki postur tubuh

Melakukan senam lantai secara rutin dapat membantu tubuh menjadi lebih kuat. Dengan begitu, keseimbangan untuk mengontrol diri pun semakin membaik dan menyebabkan postur tubuh anda akan jadi lebih baik lagi.

7. Membuat Tubuh Menjadi Kuat

Manfaat senam lantai berikutnya adalah bisa membuat tubuh menjadi lebih kuat. Jelas tubuh kita bisa bertambah kuat dengan melakukan latihan atau gerakan senam lantai secara rutin. Otot dalam tubuh akan terbentuk ketika kita melakukan beberapa gerakan yang sulit pada senam lantai.

Tubuh yang kuat ini tentu saja akan membawa manfaat dan juga dampak positif pada kehidupan kita kedepannya. Misalnya saja kita tidak akan merasa berat ketika membawa beban-beban seperti tas ransel atau benda berat lainnya.

8. Meningkatkan Metabolisme Tubuh

Selain bisa membantu melatih dan membentuk otot, senam lantai juga dikenal dengan kemampuannya dalam meningkatkan metabolisme dalam tubuh.

Kemampuan dari gerakan senam lantai yang kita lakukan ini dengan cepat bisa meningkatkan metabolisme sebab senam lantai adalah latihan atau gerakan senam yang berhubungan dengan anaerob. Anaerob adalah gerakan yang sangat efektif dilakukan jika ingin meningkatkan metabolisme dalam tubuh lebih cepat.

Baca Juga  Lari Estafet: Pengertian, Sejarah, Manfaat dan Aturannya

9. Menurunkan Berat Badan

Manfaat senam lantai yang satu ini pasti disukai sama wanita-wanita. Sebenarnya manfaat dari senam lantai ini masih berhubungan dengan manfaat sebelumnya yaitu metabolisme tubuh.

Semakin cepat dan meningkatnya metabolisme dalam tubuh maka berat badan akan menurun dalam waktu yang sangat cepat.

Hal ini karena kunci dari turunnya berat badan kita adalah pada meningkatnya sistem metabolisme tubuh. Oleh sebab itu bagi anda yang ingin menurunkan berat badan dengan cepat, anda bisa melakukan olahraga senam lantai ini di rumah.

10.Membentuk Tubuh Yang Indah

Banyak juga orang yang melakukan senam lantai untuk memiliki bentuk tubuh yang indah. Hal ini wa
ar saja sebab senam lantai memang bisa digunakan untuk membentuk tubuh dengan indah. Biasanya sih yang memiliki tujuan senam lantai untuk membentuk tubuh indah adalah wanita, wajar saja sih wanita mana yang tidak ingin memiliki bentuk tubuh indah? Untuk itu lakukan gerakan senam lantai dengan teratur dan rutin

Mulailah dengan gerakan yang mudah dilakukan, setelah anda menguasai gerakan yang mudah tersebut, baru anda bisa mulai beralih ke gerakan yang lebih beresiko dan susah.

11.Tubuh Menjadi Lebih Sehat

Manfaat senam lantai berikutnya adalah bisa membuat tubuh menjadi lebih sehat. Keringat yang keluar ketika kita melakukan olahraga termasuk juga senam lantai tentu saja bisa membuat tubuh mengalami peningkatan daya tubuh.

Dalam melakukan senam lantai, dibutuhkan waktu dan juga bimbingan dari orang yang sudah ahli untuk menghindari hal yang tidak diinginkan seperti cedera atau kesalahan gerakan yang bisa berbahaya.

12.Meningkatkan Kebugaran Tubuh

Tujuan senam lantai berikutnya adalah kita bisa meningkatkan kebugaran tubuh setelah melakukan beberapa gerakan-gerakan dalam senam lantai.

Memiliki tubuh yang bugar tentu saja bisa membuat tubuh menjadi lebih segar, tidak mudah lelah dan lesu. Penampilan kita akan menjadi terlihat lebih bagus karena tubuh yang bugar ini.

Alat Yang Dibutuhkan Untuk Melakukan Senam Lantai Profesional

macam macam senam lantai

Dalam melakukan senam lantai di rumah mungkin kita hanya membutuhkan matras dan lantai yang empuk saja. Namun apakah anda tahu jika ada beberapa alat yang harus dipersiapkan terlebih dahulu untuk melakukan gerakan senam lantai profesional. Berikut adalah beberapa alat untuk melakukan senam lantai profesional.

1. Lantai

Tentu saja peralatan pertama yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan senam lantai adalah lantai. Hal ini karena setiap gerakan yang dilakukan akan dilakukan di lantai. Lantai yang dipakai untuk melakukan senam lantai juga bukan lantai biasa, melainkan lantai yang sudah memenuhi syarat dan standar yang berlaku.

Lantai untuk melakukan olahraga senam lantai ini memiliki ukuran 12 x 12 meter. Selain itu, lantai yang dipakai juga bukan lantai yang licin. Hal ini untuk menghindari atlet mengalami cedera atau terjatuh ketika sedang melakukan gerakan senam lantai.

2. Matras

Peralatan berikutnya yang dibutuhkan untuk melakukan senam lantai adalah matras. Hal ini berlaku untuk beberapa kegiatan atau gerakan senam lantai yang memang memerlukan matras untuk melakukan gerakan tersebut

Matras yang dipakai untuk senam lantai ini juga bukan matras yang sembarangan. Dibutuhkan matras yang empuk, tidak licin untuk mengurangi resiko cedera para atlet yang sedang melakukan gerakan senam lantai.

Baca Juga  Serba-Serbi Nomor Lari Jarak Pendek

3. Kuda-Kuda

Alat berikutnya yang dibutuhkan untuk melakukan senam lantai adalah kuda-kuda. Kuda-kuda yang dimaksud disini bukan sikap yang ada pada ilmu silat atau bela diri loh.

Dinamakan kuda-kuda karena alat yang dipakai dalam kegiatan senam lantai ini memiliki bentuk yang hampir sama dengan punggung kuda. Latihan senam lantai dengan alat ini bisa dilakukan dengan melompat hingga ujung tanpa mengenai dudukan dari alat kuda-kuda tersebut.

4. Gelang-Gelang

Jika anda pernah melihat kejuaraan atau perlombaan senam lantai, tentu saja anda pernah melihat alat berbentuk lingkaran yang mirip seperti gelang raksasa, Nah alat inilah yang diberi nama gelang-gelang. Biasanya seorang atlet dari senam lantai akan menggantung pada gelang tersebut yang telah diikatkan pada tali, kemudian atlet akan melakukan beberapa gerakan senam lantai seperti bertumpu dan juga mengayun.

5. Palang Tunggal

Berikutnya ada palang tunggal yang dipakai dalam gerakan atraktif dan menantang di senam lantai. Palang tunggal yang biasa dipakai dalam turnamen dunia memiliki ketinggian yang beragam.

Para atlet senam lantai tersebut akan melakukan beberapa gerakan yang atraktif dan menantang serta rumit seperti melakukan pull over, run under single, back hip circle, back mill, single knee mount dan masih banyak gerakan senam lantai lainnya yang bisa dilakukan pada palang tunggal ini.

6. Palang Sejajar

Alat yang dipakai untuk kegiatan senam lantai profesional yang terakhir adalah palang sejajar. Palang sejajar memiliki panjang kira-kira 3,3 meter dengan tinggi 1,75 meter dan lebar 50 cm. Palang sejajar paling sering digunakan pada senam lantai, dimana alat ini dapat diatur dengan mudah sesuai dengan keinginan kita.

Gerakan senam lantai yang bisa dilakukan menggunakan alat yang satu ini adalah seperti mengayunkan bagian lengan, tangan, bahu dan yang terpenting tidak boleh menggunakan gerakan badan lainnya.

Peraturan Pada Senam Lantai

tujuan senam lantai

Berbeda dengan senam lantai yang biasa, jika sudah memasuki kejuaraan atau turnamen senam lantai maka ada beberapa aturan-aturan yang berlaku.

Nah namun tentang saja sebab aturan yang berlaku pada senam lantai ini sangat sederhana. Yang penting adalah atlet tidak boleh keluar melewati arena pertandingan sebelum penampilan dari artis tersebut selesai.

Artinya performa atau pertunjukan artis tersebut hanya bisa ditampilkan dan juga disahkan dalam arena yang sudah ditentukan dan juga batas waktu yang sudah ditentukan sebelumnya.

Baca Juga  Sejarah Tenis Meja: Ukuran, Peraturan dan Cara Memainkannya

Jadi atlet tidak bisa keluar dari arena pertandingan sebelum waktu yang ditentukan selesai, selama waktu itu atlet harus melakukan gerakan-gerakan pada senam lantai untuk dinilai juri.

Bagaimana jika ada bagian tubuh dari atlet yang keluar dari arena pertandingan? jika ada bagian tubuh dari atlet yang keluar, seperti kaki atau tangan saat melakukan gerakan-gerakan, dan wasit mengetahuinya maka wasit akan langsung memberikan bendera merah pada sang atlet.

Lalu apa pengaruhnya pada atlet? atlet yang mendapatkan bendera merah maka skornya akan dikurangi.

Bukan hanya itu saja, tapi jika atlet mengalami ketidakseimbangan sedikit saja maka juga bisa membuat skornya menjadi berkurang.

Misalnya saja atlet mengalami oleng setelah melakukan beberapa gerakan flip maka hal tersebut bisa membuat skor atau poin menjadi berkurang. Dari semua aspek atau gerakan yang hadir dari atlet senam lantai maka nanti juri akan melakukan akumulasi, dan atlet yang mendapatkan skor tertinggi lah yang akan menang.

Unsur Gerakan Senam Lantai

gerakan senam lantai

Dalam melakukan senam lantai, terdapat beberapa unsur yang ada dan terkandung di dalamnya. Berikut adalah beberapa unsur dari senam lantai yang sudah saya rampung untuk Anda.

1. Unsur Keindahan

Unsur senam lantai yang pertama adalah keindahan. Keindahan bisa saja ditumbuhkan dengan membuat berbagai variasi dari gerakan-gerakan yang dipakai dari senam lantai tersebut.

Misalnya menggunakan berbagai gestur dalam tari balet dan juga gerakan kecil yang mengandung unsur dari tari, yang terpenting adalah gerakan tersebut bisa meningkatkan unsur keindahan dalam senam lantai.

2. Unsur Kekuatan

Selain unsur keindahan, senam lantai juga memiliki unsur kekuatan. Unsur kekuatan tentu saja juga menjadi salah satu unsur yang cukup penting dalam senam lantai

Hal ini karena dalam beberapa gerakan, terutama gerakan yang ekstrim hanya bisa dilakukan jika atlet tersebut memiliki kekuatan yang ekstra. Kekuatan tersebut bisa didapatkan jika atlet sering-sering melakukan latihan dasar dari senam lantai.

3. Unsur Keberanian

Dalam melakukan senam lantai tentu saja dibutuhkan keberanian dari sang atlet untuk bisa melakukannya. Sebab, dalam olahraga senam lantai ini atlet dituntut untuk bisa mengalahkan rasa takut yang ia miliki.

Dengan begitu para atlet senam lantai bisa melakukan beberapa gerakan yang ekstrim, berbahaya tapi masih bisa menjaga keluwesan, keseimbagnan dan juga keindahan gerakan yang dilakukan.

Baca Juga  Lempar Cakram: Sejarah, Teknik, Gaya dan Lapangannya

4. Unsur Kelenturan

Berikutnya ada unsur kelenturan dalam gerakan senam lantai. Tubuh yang mempunyai kelenturan atau fleksibilitas yang tinggi tentu saja dapat melakukan berbagai jenis gerakan senam lantai yang sulit, mulai dari kayang, meroda, salto roll dan masih banyak gerakan senam lantai yang lainnya.

Untuk bisa memiliki tubuh yang lentur tentu saja dibutuhkan ketekunan dalam latihan senam lantai, semakin sering melakukan senam lantai maka semakin lentur juga tubuh atlet tersebut.

5. Unsur Keseimbangan

Unsur terakhir dalam melakukan senam lantai adalah unsur keseimbangan. Karena tanpa keseimbangan yang baik, tentu saja akan mustahil bagi atlet dalam melakukan berbagai gerakan senam lantai. Apalagi untuk gerakan senam lantai yang ekstrim dan berbahaya.

Anton Wahyu

Anton Wahyu

Nama Saya Anton Wahyu biasa dipanggil Anton. Saya adalah Mahasiswa Teknik Informatika di Universitas Swasta di Solo.Saya juga merupakan penulis artikel, punya hobi mendengarkan musik, di website ini Saya mencoba membagikan informasi yang semoga bermanfaat untuk Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *