Sejarah, Pengertian Atletik Hingga 3 Cabang Olahraganya

Pengertian Atletik – Sejak balita, kita sudah diperkenalkan dengan yang namanya gerak motorik untuk melatih otot-otot yang bisa melancarkan aktivitas. Setelah otot-otot ini mulai bisa dipergunakan sebagaimana mestinya, anak-anak balita melancarkan gerakan-gerakan refleks seperti berjalan, melempar, berlari, hingga melompat. Itulah cikal bakal atletik yang kini kita kenal sebagai serangkaian olahraga membugarkan tubuh.

Namun demikian, atletik bukan hanya aktivitas yang dilakukan manusia secaara lahiriyah, tapi sudah dijadikan salah satu cabang olahraga bergengsi nasional dan internasional. Nah, kali ini kami akan membahas tentang olahraga cabang altetik itu sendiri, mulai dari pengertian, sejarahnya, hingga macam-macam cabangnya. Untuk itu, mari kita simak bersama apa yang dimaksud dengan atletik

Pengertian Atletik

sejarah atletik
Atletik kini kita kenal merupakan salah satu cabang olahraga yang sering sekali dilombakan dalam PON, SEA Games, ASEAN Games, hingga Olimpiade. Namun, sejarah atletik sebetulnya sangat panjang, jauh sebelum ia masuk ke berbagai macam perlombaan.

Pengertian atletik dan kata atletik sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu “Athlon” atau “Athlum” yang memiliki arti pertandingan, perjuangan, pergulatan, atau perlombaan.

Kemudian, pengertian atletik berkembang seiring dengan perkembangan dari kegiatan “Athlon” itu sendiri. Muncul kata “Pentathlon” yang berasa dari kata Penta dan Athlon yang artinya adalah Lima dan Lomba. Sehingga, Pentathlon dapat diartikan sebagai lomba yang terdiri dari lima nomor atletik, yaitu jalan, lari, lompat, lempar, dan gulat.

Sejarah Atletik

atletik adalah
Cabang olahraga atletik dikenal sebagai cabang olahraga tertua. Menurut para ahli, bahkan olahraga Atletik pertama kali dipopulerkan oleh orang-orang Yunani kuno, kita-kira sekitar abad ke-6 SM. Pendapat ini bukan tanpa alasan, banyak lukisan yang terdapat pada zaman itu dan beberapa tulisan dari ahli filsafat bernama Xenophenes tentang hal ini.

Mulanya, atletik yang dikenal hanya berlari (Marathon). Sebab, pada zaman Yunani Kuno, berlari merupakan kegiatan yang sakral. Hal ini berkaitan dengan kisah meninggalnya Pheidippides, seorang pembawa pesan kemenangan Yunani atas Persia pada Pertempuran Marathon. Dia berlari dari medan perang, dekat Marathon, hingga ke Athena untuk mengabarkan kemenangan pada seluruh rakyat Athena.

Sepanjang 37 km ia berlari sambil berteriak “Kita telah menang!” sehingga seluruh rakyat Athena bahagia mendengar kabar itu. Hal ini dilakukan prajurit asal Athena itu agar semua rakyat Athena bersuka cita atas kemenangan tersebut. Sayangnya, saat tiba di tengah kota Athena, Pheidippides terjatuh dan kemudian meninggal dunia. Sejak saat itu, Yunani Kuno rutin mengadakan pesta olahraga lari.

Pesta olahraga ini mulanya bukan dimaksudkan sebagai perlombaan olahraga, melainkan sebagai upacara peringatan untuk memperingati orang-orang yang telah meninggal, termasuk penghormatan pada Pheidippides yang telah berjasa bagi bangsa Yunani. Bangsa Yunani percaya, bahwa mereka yang telah meninggalkan dunia ini, rohnya masih mengembara kemana-mana termasuk ke kediamannya.

Mereka juga percaya, roh akan merasa gembira jika melihat hal-hal yang menyenangkan hatinya selama hidup, masih dijalankan. Oleh karena itulah, setiap 4 tahun sekali, bangsa yunani mengadakan pesta berbentuk perlombaan lari untuk menghormati para leluhur dan dewa-dewanya hingga kemudian perlombaan ini berkembang menjadi lima nomor lomba.

Beberapa tahun setelahnya, Iccus dan Herodicus adalah dua orang yang berjasa mempopulerkan kegiatan ini hingga menjadi perlombaan penting bagi bangsa Yunani dan sekitarnya kala itu. Mereka juga berperan sebagai peletak dasar dari latihan yang mengkhususkan satu per satu nomor perlombaan. Bahkan, gerakan-gerakannya menjadi dasar dari semua cabang olahraga.

Baca Juga  Senam Aerobik: Pengertian, Gerakan dan 8 Manfaatnya

Hingga abad ke-12, atletik masih belum juga dikenal oleh banyak masyarakat di dunia. Hingga pada tahun 1154 tanah-tanah di Eropa, tepatnya di Kota London, mulai dibuka untuk penduduknya guna kegiatan atletik. Meski sempat dilarang untuk dilakukan, lambat laun Kerajaan Inggris mulai memperbolehkan rakyatnya untuk melakukan atletik.

Pada 1817, terbentuklah perkumpulan atletik pertama yang didirikan oleh Captain Mason bernama Necton Guild. Menyusul pada tahun-tahun berikutnya, syarat minimum untuk mengikuti perlombaan atletik mulai diciptakan dan terbitlah buku atletik mengenai lari cepat untuk pertama kalinya. Barulah setelah itu perkumpulan atletik lainnya mulai terbentuk, salah satunya di San Fransisco pada 1860.

Di Indonesia, sejarah atletik pertama kalinya diperkenalkan pada zaman Hindia-Belanda. Pada saat Belanda selaama 3,5 tahun menjajah tanah air, Pemerintahan Belanda mewajibkan setiap sekolah dan kemiliteran untuk latihan atletik. Pada waktu itu mulai berkembang pula organisasi atletik di Indonesia bernama Nederlands Indische Athletiek Unie (NIAU) atau Perserikatan Atletik Hindia-Belanda.

Meski baru seumur jagung, namun dari organisasi ini lahirlah atlet-atlet profeional, seperti Harun Al Rasyid, Effendi Saleh, M. Nur Bambang, Mohd. Abdullah, dan masih banyak lagi. M. Nur Bambang sendiri berhasil memecahkan rekor lari jarak pendek dalam durasi 10.8 detik. Sejak saat itu, cabang olahraga atletik mulai berkembang di Indonesia hingga berhasil menyumbangkan emas pada ajang perlombaan.

Macam-macam Cabang Atletik

macam-maca atletik
Atletik yang dikenal sekarang tentunya sudah lain daripada yang dilakukan oleh bangsa Yunani pada masa lampau. Kini, ada beberapa cabang olahraga atletik yang diperlombakan pada ajang-ajang olahraga nasional hingga internasional. Berikut ini kami akan memberikan beberapa informasi mengenai macam-macam cabangnya, di antaranya sebegai berikut:

1. Cabang Lari

Seperti yang sudah dijelaskan dalam sejarah perkembangan cabang olahraga atletik, bahwa cabang lari merupakan cikal bakal dari atletik. Cabang lari kini berkembang atas lari sprint, lari jarak pendek, lari jarak menengah, lari jarak jauh, lari estafet, hingga lari gawang. Atletik dalam cabang lari terbagi atas beberapa jenis yang menjadikan jarak sebagai acuan perbedaannya. Berikut ini ini enis-jenisnya:

• Lari Sprint, yaitu cabang olehraga atletik lari yang memiliki jarak lintasan 100 meter, hampir serupa dengan lari jarak pendek. Hanya saja perbedaannya berada dari jangkauan lintasannya.

Jika lari sprint hanya sampai 100 meter, jarak pendek bisa mencapai 300 hingga 400 meter.

• Lari Jarak Pendek, yaitu memiliki lintasan sepanjang 50 sampai 400 meter. Tujuan dari lari jarak pendek adalah untuk mengoptimalkan kecepatan horizontal dari seseorang. Ada beberapa level lari jarak pendek, yaitu reaksi dan drive, transisi, dan kecepatan fase.

Baca Juga  Selain Menyehatkan, Ini 11 Manfaat Skipping Lainnya

• Lari Jarak Menengah, yaitu lari yang memiliki panjang lintasan 800 sampai 1500 meter.

• Lari Jarak Jauh, yaitu lari yang memiliki panjang lintasan hingga 3000 meter, 5000 meter, dan Marathon sejauh 42195 meter atau 42,2 km.

• Lari Estafet atau lari sambung, yaitu cabang olahraga atletik lari yang dilakukan oleh satu tim dengan cara bersambung membawa sebuah tongkat estafet. Artinya, dari pelari satu membawa tongkat pada pelari kedua, pelari kedua membawa tongkat ke pelari ketiga, dan seterusnya hingga garis finish.

• Lari Gawang merupakan cabang olahraga atletik lari yang memiliki ciri khas tersendiri, yaitu berlari dengan melompati rintangan di sepanjang lintasan yang menghalangi pelari. Lari gawang biasanya memiliki panjang lintasan hingga 3000 meter.

2. Cabang Lempar

Cabang olahraga atletik lempar ada beberapa jenis, yaitu lempar cakram, lempar lembing, tolak peluru, dan lontar martil. Lempar cakram dilakukan dengan teknik memutar, baru kemudian cakram dilemparkan. Cakram yang digunakan berukuran diameter 220 mm, serta berat sebesar 2 kg untuk pria, 1 kg untuk wanita.

Lempar lembing dilakukan dengan lintasan dan lapangan, di mana atlet harus berlari terlebih dahulu sebelum melempar. Kemudian, tolak peluru dilakukan hampir mirip dengan lempat cakram, hanya saja yang dilemparkan adalah peluru yang mirip bola. Sedangkan, lontar martil melemparkan alat lontar dengan mengayunkannya berputar terlebih dahulu.

3. Cabang Lompat

Cabang olahraga atletik lempar, meliputi lompat tinggi, lompat jauh, lompat galah, dan lompat jangkit. Lompat tinggi dilakukan dengan melompat melewati bar dengan ketinggian tertentu, yaitu minimal 2,5 meter. Sedangkan, panjang bar minimal 3,15 meter. Kemudian, lompat jauh dilakukan dengan cara melompat dan mendarat sejauh mungkin dari tempat pertama atlet melompat.

Sedangkan, lompat galah berbeda dengan lompatan lainnya, di mana olahraga atletik ini harus dilakukan dengan menggunakan alat bantu. Atlet melompati bar dengan ketinggian tertentu dengan bantuan galah berbahan fiber yang fleksibel. Terakhir, lompat jangkit hampir mirip dengan lompat jauh, hanya saja ancang-ancang dalam lompat jangkit dilakukan sebanyak 2 sampai 3 kali lompatan.

Sekianlah pembahasan mengenai pengertian atletik hingga contoh-contoh olahraganya, selamat berolahraga Sahabat Tedas.id semoga bermafaat.

Dika Permana

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *