Lempar Cakram: Sejarah, Teknik, Gaya dan Lapangannya

Lempar Cakram – Olahraga merupakan salah satu mata pelajaran wajib di setiap jenjang pendidikan. Ada banyak cabang olahraga yang diajarkan kepada para siswa. Masuknya mata pelajaran olahraga ke dalam kurikulum pendidikan tentu terjadi bukan tanpa alasan. Mata pelajaran olahraga dipilih karena termasuk bagian dalam kehidupan sehari-hari manusia.

Di dalam mata pelajaran olahraga, terdapat banyak sekali cabang olahraga yang harus dipelajari. Salah satunya adalah cabang olahraga atletik. Olahraga yang satu ini mempunyai banyak sekali jenisnya.

Untuk kali ini jenis cabang olahraga atletik yang akan dijelaskan antara lain adalah lempar cakram. Mulai dari sejarah, teknik, hingga gaya dari olahraga atletik tersebut. Terdapat sembilan poin yang nantinya akan dibahas mengenai olahraga lempar cakram ini. Berikut ini adalah penjelasannya.

Pengertian Lempar Cakram

Lempar cakram merupakan satu dari sekian banyak cabang olahraga atletik di nomor lempar, dimana secara tekniksnya si atlet diwajibkan untuk melempar cakram sebanyak tiga kali untuk satu pertandingan supaya mendapatkan jarak lempar yang paling jauh sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Cakram mempunyai bentuk yang mirip dengan UFO dan memiliki diameter 22 cm untuk atlet putra serta diameter 18 cm untuk atlet putri. Cakram inilah yang nantinya akan dilemparkan sejauh-jauhnya oleh para atlet.

Sejarah Lempar Cakram

sejarah lempar cakram

Olahraga atletik yang satu ini sebenarnya bukan lahir sebagai sebuah cabang olahraga, melainkan hanya kegiatan sehari-hari manusia yang digunakan untuk bertahan hidup ketika zaman berburu dan juga meramu.Lempar cakram pertama kali dimainkan sebagai sebuah cabang olahraga sejak abad ke-5 SM.

Di Yunani, lempar cakram menjadi salah satu jenis olahraga paling tua. Adapun bekas peninggalannya adalah patung kuno berbentuk seorang laki-laki yang sedang memegang cakram dengan posisi yang seakan-akan sedang melempar cakram tersebut. Patung tersebut bernama Myron Discobolus.

Patung kuno tersebut tidak hanya ada di Yunani saja, tetapi juga beberapa negara lainnya di Eropa. Melihat banyaknya patung kuno serupa, hal tersebut menandakan jika olahraga atletik yang satu ini menjadi salah satu olahraga yang paling populer di Eropa pada saat itu. Jadi, tidak heran jika olahraga ini masih eksis hingga sekarang.

Olahraga ini muncul di semua ajang pertandingan cabang olahraga di tingkat internasional, seperti olimpiade. Bahkan tidak hanya itu, di beberapa tempat olahraga atletik ini menjadi ikon dalam ajang pertandingan tersebut. Olimpiade modern pertama kali dilaksanakan pada tahun 1896, dimana ikon atlet lempat cakram menjadi ikon dalam ajang tersebut.

Baca Juga  Pengertian, Sejarah Lompat Jauh Sampai Cara Melakukannya

Gambar atlet serupa juga muncul pada ikon poster olimpiade di tahun 1920 dan tahun 1948. Namun, sejak runtuhnya kejayaan Eropa kuno pada saat itu, olahraga ini menghilang dari kehidupan masyarakat sekitar dan hanya diceritakan dalam narasi sejarah. Kemudian pada tahun 1870, Christian Georg dari Jerman menemukan kembali olahraga ini berdasarkan riset sejarah.

Dalam penelitian yang ia lakukan, Georg tidak hanya meneliti tentang olahraga itu saja, tetapi juga berbagai teknik yang digunakan pada masa lampau. Kemudian hasil penelitian yang dilakukan Georg itu dipublikasikan pada tahun 1880. Pada saat itu olimpiade modern pertama, olahraga ini hanya boleh diikuti oleh laki-laki saja.

Baru kemudian di tahun 1928, atlet perempuan diperbolehkan untuk mengikuti pertandingan dalam ajang olimpiade modern. Hingga saat ini, olahraga atletik tersebut masih masuk ke dalam kategori cabang olahraga yang diperlombakan di berbagai ajang.

Cara Memegang Cakram

teknik dasar lempar cakram

Images By: Doha World Championships

Terdapat dua cara yang paling efektif bagi atlet olahraga atletik ini untuk mendapatkan jarak lempar terjauh. Berikut ini adalah penjelasannya.

A. Cakram dipegang menggunakan tangan kanan (dapat menggunakan tangan kiri bagi atlet kidal)

Posisi cakram pada cara ini adalah telapak tangan dan jari tangan, tepatnya telunjuk hingga kelingking mencengkeram bagian pinggir dari cakram serta posisi ibu jari dibiarkan bebas. Posisi jari terbuka lebar supaya dapat menjangkau permukaan cakram dengan lebih luas.

Setelah itu, posisikan tangan sedikit ditekuk sembari memegang cakram. Hal ini bertujuan agar bagian cakram yang tidak terkena cengkraman jari tetap mendapatkan tumpuan agar tidak mudah jatuh pada saat diayun ataupun dilemparkan.

B. Cakram digenggam dengan posisi jari rapat

Secara umum, cara menggenggam cakram dengan gaya yang kedua ini hampir sama dengan gaya pertama. Untuk atlet kidal juga dapat menyesuaikan. Hanya saja posisi ruas-ruas jari merapat sembari mencengkram permukaan cakram dan posisi ibu jari dibiarkan bebas.

Posisi jari yang rapat ini membuat tidak semua permukaan cakram dapat dijangkau. Tak hanya itu, posisi tangan juga sama seperti gaya pertama.
Itulah dua cara yang paling dasar dan sering digunakan oleh para atlet, baik pemula maupun profesional. Sebenarnya masih ada cara lain, namun cara tersebut sangat jarang digunakan oleh para atlet.

Teknik Dasar Lempar Cakram

teknik lempar cakram

Images By: The Indian Express

Sebelum mencoba cabang olahraga atletik ini, terlebih dahulu Anda harus mengetahui teknik dasar yang digunakan ketika melempar dan memegang cakram.

Teknik dasar lempar cakram merupakan sebuah cara untuk memegang cakram dan gaya yang digunakan dalam melempar cakram. Di bawah ini adalah teknik dasarnya.

1. Persiapan

Proses pertama dan menjadi hal yang paling penting sebelum seorang atlet memasuki lapangan adalah melakukan pemanasan serta peregangan otok agar terhindar dari resiko cidera otot. Seorang atlet dapat melakukan pemanasan selama 30 menit.

Adapun fungsi dari melakukan pemanasan, yaitu membantu meningkatkan suhu tubuh, membuat tubuh tidak kaku, dan menyiapkan otot untuk melakukan peregangan. Proses peregangan yang dilakukan harus meliputi seluruh bagian tubuh karena olahraga ini melibatkan kekuatan seluruh bagian tubuh sehingga membutuhkan energi yang besar.

Anda dapat memberikan fokus lebih ketika peregangan pada bagian lengan, leher, pundak, jari-jari tangan, pergelangan tangan, pinggul, tulang pinggung, dan juga pergelangan kaki.

2. Awalan

Apabila seorang atler telah masuk ke dalam arena, maka ia harus memperhatian dan menentukan posisi tubuh agar sesuai dengan gaya yang akan digunakan nantinya. Atlet harus mengusahakan tubuhnya untuk tetap rileks dan fokus karena olahraga ini sangat membutuhkan ketenangan sebelum melakukannya.

Tidak ada salahnya jika seorang atlet terlebih dahulu melakukan orientasi lapangan agar dapat menentukan target lemparan. Meskipun ia sudah hafal dengan kondisi lapangan, namun hal tersebut bukan berarti ia tidak dapat mengelilingi lapangan untuk melakukan observasi.

Atlet harus memfokuskan pikirannya dengan membuat target terjauh. Kemudian atlet dapat mulai melakukan gerakan guna menciptakan sebuah momentum lemparan yang sesuai dengan gaya yang digunakan.

Baca Juga  Sejarah, Pengertian Atletik Hingga 3 Cabang Olahraganya

3. Melempar

sejarah lempar cakram
Terdapat dua teknik lempar cakram yang bisa Anda gunakan ketika bertanding. Berikut ini adalah penjelasan dari dua gaya pada teknik tersebut.

A. Teknik Gaya Lempar Samping

Teknik gaya lempar samping ini dapat dilakukan tanpa perlu melakukan putaran tubuh. Di bawah ini adalah penjelasan tekniknya.

• Atlet memegang cakram sesuai dengan cara yang telah dijelaskan di atas dan disesuaikan dengan kenyamanan masing-masing.

Jika sudah pada posisi yang tepat, maka tekuk pergelangan tangan ke bagian dalam supaya pegangan cakram menjadi lebih kuat. Anda dapat melakukan pemanasan ringan dengan mengayunnkan cakram ke samping depan, belakang, dengan ketinggian yang beragam.

• Posisi tubuh di posisi siap, yaitu menghadap ke arah samping kanan.

Posisikan kaki hingga selebar bahu. Pada posisi ini, atlet dapat melakukan ayunan tangan sembari melakukan gerakan tubuh yang seirama dengan ayunan selama beberapa kali sampai siap melepas cakram dari genggaman.

• Mengayunkan Cakram ke belakang dan tahan baru kemudian diayun ke arah depan.

Gerakan lengan yang seperti itu diibaratkan dengan ketapel. Sehingga Anda perlu menarik cakram ke arah belakang, baru setelah itu melontarkannya ke arah depan.

• Gerakan kaki dan semua anggota tubuh mengikuti ritme gerak ayunan tangan yang akan melempar cakram.

Gerakan ini sangat dibutuhkan agar ketika cakram terlempar, atlet dapat melepaskan energi yang besar melalui ayunan tangan tersebut. Kemungkinann posisi tubuh akan berubah seiring dengan besarnya energi yang dikeluarkan.

• Cakram dilepas ke depan-atas

Tujuan dari cakram yang dilepaskan ke arah depan-atas in adalah agar cakram dapar jatuh di jarak terjauh. Biasanya cakram akan dilepas pada ketinggian 45-50 derajat. Jika cakram dilepas pada poisis rendah, maka cakram akan jatuh dalam jarak dekat.

B. Teknik Gaya Lempar Belakang

Jika seorang atlet menggunakan teknik ini, maka ia akan melakukan putaran tubuh agar energi yang dilepaskan pada saat melempar cakram semakin besar. Berikut ini adalah penjelasannya.

• Pegang cakram seperti halnya teknik gaya yang pertama.

• Memposisikan tubuh dengan menghadap ke arah belakang atau membelakangi bagian pendaratan cakram.

Posisi kaki ditempat di pinggir garis lingkaran bagian belakang. Kemudian kaki dibuka selebar bahu dan lutut sedikit agak ditekuk. Setelah itu, lakukan ayunan kecil dari samping kiri ke samping kanan yang diimbangi dengan perubahan posisi tumit, dada, lutut, dan pinggul.

Jika sudah dalam posisi yang benar, selanjutnya tahan lengan yang memegang cakram di posisi samping. Hal ini karena proses pelemparan cakram akan dilakukan setelah kaki diputar.

• Pada posisi tersebut, atlet bersiap untuk melakukan gerakan putaran.

Inilah yang membedakan teknik pertama dengan teknik kedua. Bagi sebagian atlet, teknik ini dianggap sulit karena ia harus mempunyai teknik memutar yang baik, cepat, seimbang, dan juga stabil dengan beban cakram di lengan.

Baca Juga  Pengertian, Sejarah Lompat Jauh Sampai Cara Melakukannya

• Pada saat berputar menggunakan kaki kiri untuk tumpuan dan juga poros untuk putaran pertama.

Untuk dapat melakukan teknik tersebut, atlet harus mengayunkan kaki kanannya menuju ke area tengah lingkaran. Pastikan jika hasil akhir dari posisi kaki kanan masih berada di belakang area pendaratan dan bersiap menjadi tumpuan poros.

Sebelum kaki kanan itu menapak ke area tengah lingkaran, kaki kiri diangkat dan kemudian diayunkan dengan membuat gerakan melingkar hingga berakhir dengan kaki kanan yang menjadi poros akhir. Kaki kiri akan berada di belakang kaki kanan yang sejajar dengan bahu dan tubuh berada di posisi serong.

Pada saat kaki kiri jatuh, lengan yang menggenggam cakram segera diayunkan dengan energi penuh ke depan dan diikuti oleh gerakan tumit yang memutar serta pinggul dan dada ke depan untuk memberikan daya dorong. Setelah cakram terlempar, biasanya tubuh akan tetap berputar.

• Arah lemparan cakram dapat disamakan dengan gaya pertama untuk mendapatkan jarak lempar terjauh.

Catatan tambahan untuk teknik lempar cakram ini diperlukan kaki yang lentur dan juga kuat karena kaki disini mempunyai peranan penting dan berfungsi sebagai poros pada saat putaran. Apabila pergelangan kaki atlet kaku, maka hal tersebut juga akan berpengaruh pada bagian tubuh lainnya.

Gaya Lempar Cakram

gaya lempar cakram

Gaya untuk melempar cakram ini tergantung pada awalan yang dipilih oleh atlet. Awalan merupakan posisi yang digunakan oleh atlet ketika persiapan. Di bawah ini adalah dua gaya lempar cakram yang biasa digunakan.

A. Gaya Samping

Gaya samping ini adalah sebuah gaya dimana posisi tubuh si atlet menghadap ke arah samping ataupun searah dengan tangan yang akan digunakan pada saat memegang cakram. Biasanya posisi yang dipilih adalah menghadap ke arah samping kanan dan menggunakan tangan kanan.

Dengan menggunakan gaya ini, maka atlet dapat mengambil posisi ancang-ancang dengan cara, yaitu membuat ayunan ke arah samping depan untuk mengukur sudut kemudian di ayunan kesekian si atlet akan melepaskan cakram sejauh mungkin.

B. Gaya Belakang

Hal yang membedakan gaya pertama dengan gaya kedua ini adalah posisi tubuh ketika akan memulai awalan. Gaya belakang ini banyak memberikan keuntungan pada atlet karena jarak untuk mmebuat momentum lempar lebih luas sehingga menghasilkan lemparan yang lebih jauh.

Akan tetapi, gaya ini mempunyai kesulitan tersendiri karena memiliki resiko, seperti atlet yang tidak dapat menentukan titik lempar karena menghadap belakang. Terdapat dua cara yang dapat digunakan untuk melempar cakram dengan gaya belakang ini.

Pertama, atlet menciptakan gerakan setengah lingkaran dan kemudian melepaskan cakram. Kedua, atlet menciptakan satu putaran penuh baru kemudian melepaskan cakram.

Lapangan Lempar Cakram

ukuran lapangan lemoar cakram

Lapangan untuk olahraga atletik ini tentu berbeda dengan cabang olahraga lainnya. Berikut ini adalah penjelasan lapangan lempar cakram secara detail.

A. Area lempar mempunyai bentuk persegi dengan lingkaran yang berada di bagian tengah. Lingkaran tersebut digunakan sebagai tempat atlet ketika akan melempar cakram.

B. Lingkaran tersebut mempunyai posisi yang lebih rendah sekitar 5 cm dari permukaan dan terbuat dari logal dengan ketebalan 5 mm yang telah dilapisi oleh semen supaya tidak licin. Adapun diameter dari lingkaran tersebut adalah 2,5 meter.

C. Di bagian kanan, kiri, dan juga belakang lingkarang, dipasang jaring tinggi sejauh kurang lebih 75 cm dari lingkaran yang bertujuan untuk menahan cakram jika terjadi kesalahan teknik pada saat proses pelemparan.

Baca Juga  Teknik, Ukuran dan Cara Permainan Rounders yang Benar

D. Pada bagian titik tengah lingkaran adalah poros yang diambil denan menggunakan sudut ke depan sebesar 34,92 derajat dari bagian garis tengah.

E. Garis bagian sudut kiri dan kanan nantinya akan ditarik sejauh minimal 100 meter ke arah depan atau bagian lapangan pendaratan. Tepi garis sudut terseburt akan diberi warna putih sebagai tanda area luar dan dalam.

F. Cakram yang akan dinilai oleh wasit hanya cakram yang terjatuh pada area dalam sudut lapangan pendaratan saja.

Itulah tadi penjelasan mengenai cabang olahraga atletik, yakni lempar cakram. DimulaI dari sejarah, teknik dasar, teknik melempar, gaya yang digunakan, hingga bentuk lapangan dari jenis olahraga ini. Di jenjang pendidikan menengah, biasanya para guru olahraga akan memberikan materi mengenai cabang olahraga atletik ini dan mempraktikannya di lapangan.

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *