Lari Estafet: Pengertian, Sejarah, Manfaat dan Aturannya

Lari Estafet – lari adalah salah satu olahraga yang kini banyak diminati oleh banyak orang. Semakin sadarnya orang akan arti pentingnya kesehatan, mulai banyak bermunculan klub-klub lari yang berkumpul setiap sore setelah jam kerja kantoran selesai.

Anggota klub tersebut biasanya lari bersama-sama di sebuah Gedung Olahraga (GOR) atau juga di sepanjang jalan utama yang telah ditetapkan.

Membicarakan tentang lari, ada banyak jenis lari yang bisa dipraktekkan. Dari lari cepat, maraton hingga lari estafet. Jika lari cepat dan maraton bisa dilakukan secara individu, berbeda dengan lari estafet yang membutuhkan kerja tim yang solid.

Lari estafet sangat bagus tidak hanya menjaga kebugaran, namun juga meningkatkan kerjasama dalam sebuah tim. Jika tertarik mengetahui lari estafet lebih jauh? Yuk, baca lebih lanjut artikel ini!

Pengertian Lari Estafet

lari estafet adalahLari estafet adalah sebuah salah satu bentuk lomba lari yang masuk ke dalam cabang olahraga atletik. Cara memainkan jenis olahraga ini adalah dengan bergantian antara satu pemain dengan pemain lainnya. Satu tim estafet terdiri dari empat orang pelari.

Tak hanya sekedar berlari, dalam lari estafet setiap anggota tim juga harus memindahkan tongkat dari pelari pertama hingga pelari terakhir. Sepertinya seru ya?

Sejarah Lari Estafet

pengertian lari estafet

Ternyata setelah dikulik lebih lanjut lari estafet ini lahir dari budaya suku bangsa yang hidup di zaman lampau. Singkat cerita, dulu ada tiga suku bangsa yang bernama bangsa Inka, Aztec dan Maya, yang memiliki sebuah misi di mana lari bersambung menjadi teknik dalam menyelesaikan misi tersebut.

Tujuan dari misi yang menggunakan teknik lari bersambung itu adalah untuk menyampaikan informasi penting agar sampai kepada pihak-pihak terkait.

Selain diinspirasi dari tiga bangsa di atas, Yunani Kuno juga menjadi inspirator dalam pelaksanaan lari estafet. Bangsa Yunani menggelar lari bersambung tidak menggunakan tongkat sebagai sarana, namun menggunakan obor. Awalnya lari bersambung di Yunani ini digunakan sebagai acara pemujaan spiritual.

Baca Juga  Olahraga Kardio: Pengertian, Manfaat dan Latihan Olahraga Kardio

Secara turun-temurun sejak adanya tradisi spiritual di Yunani inilah, lari estafet mulai diwariskan dari satu generasi ke generasi. Hingga kemudian berkembang menjadi salah satu cabang olahraga.

Bahkan lari estafet biasa digunakan untuk membuka event-event besar ajang olahraga tingkat internasional ataupun nasional.

Misalnya Olimpiade di mana sebelum event dimulai ada lari estafet untuk membawa api olimpiade. Begitu juga pada pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) biasanya diawali dengan pembawaan api PON dengan cara lari estafet.

Lari estafet sendiri mulai ditandingkan sebagai cabang olahraga di olimpiade sejak 1992. Tepatnya saat olimpiade digelar di Stockholm. Pada Olimpiade Stockholm tersebut, lari estafet menggunakan kategori 4 x 100 meter dan pesertanya hanya pelari laki-laki saja. Teknik lari yang digunakan juga sudah menggunakan teknik yang saat ini masih dipakai.

Aturan dalam Lari Estafet

Aturan dalam Lari Estafet

Setiap cabang olahraga pasti memiliki aturannya masing-masing, termasuk juga lari estafet. Jika kita ingin mencoba mempraktekkan lari estafet, yuk kita cari tahu aturan-aturannya terlebih dahulu:

1. Lari estafet dilakukan oleh empat pelari dengan sistem 4 x 100 meter atau 4 x 400 meter.

2. Pergantian tongkat dilakukan setiap jarak 20 meter, dengan lebar 1.2 meter.

3. Start yang digunakan pelari pertama yaitu start jongkok. Sedangkan start yang digunakan pelari kedua, ketiga dan keempat yaitu start berdiri.

4. Saat ada tongkat yang jatuh, para pelari diperbolehkan mengambil tongkat estafet pada saat proses pergantian tongkat di sistem 4×400 meter. Namun kondisi ini akan membuat tim beresiko kalah atau didiskualifikasi.

Teknik-teknik Lari Estafet

Teknik-teknik Lari Estafet

Tidak hanya aturan terkait lari estafet yang harus kita ketahui, ada beberapa teknik yang juga harus menjadi catatan penting untuk dipelajari. Berikut ini adalah teknik-teknik lari estafet tersebut:

A. Teknik Pemberian Tongkat

Ternyata saat proses pemberian tongkat kepada pelari berikutnya, ada teknik tersendiri dan tidak boleh asal karena bisa menyebabkan kesalahan, dan bahkan luka pada pelari jika dilakukan dengan teknik yang tidak tepat. Tongkat harus diberikan menggunakan tangan kanan. Sementara itu pelari yang menerima tongkat harus menggunakan tangan kiri.

Selain penggunaan tangan yang harus diperhatikan. Posisi tongkat pun juga menjadi hal penting. Saat diserahkan, tongkat bagian bawah harus diayun dari posisi belakang menuju ke depan. Penerima harus siap menerima tongkat dengan posisi tangan menghadap ke bawah. Ibu jari dibuka dan jari lain dirapatkan. Tangan si penerima diletakkan tepat di bawah pinggang.

B. Teknik Penerimaan Tongkat

Tidak hanya soal posisi tangan saat memberikan dan menerima yang harus diperhatikan. Ada dua jenis teknik yang harus diperhatikan terkait penerimaan tongkat, yaitu teknik visual dan non visual.

Teknik visual yaitu posisi tubuh penerima saat menerima tongkat melihat atau menoleh ke arah pemberi tongkat. Teknik ini digunakan dalam lari estafet dengan jarak 4 x 400 meter.

Teknik non visual yaitu posisi tubuh penerima saat menerima tongkat tidak melihat atau menoleh ke bagian belakang/ pemberi tongkat. Teknik ini dilakukan dalam lari estafet jarak pendek 4 x 100 meter.

Baca Juga  Sepele Namun Penting, Ini 7 Perbedaan Jalan dan Lari

C. Area Pergantian Tongkat

Hal-hal terkait pergantian tongkat ternyata masih belum selesai, kita juga perlu tahu tentang area pergantian tongkat dan juga bagaimana menempatkan posisi pelari:

1. Pelari pertama menggunakan lintasan tikungan yang ada di area start pertama.

2. Pelari kedua menggunakan lintasan lurus, di area start kedua.

3. Pelari ketiga menggunakan lintasan tikungan, pada area start ketiga.

4. Pelari keempat menggunakan lintasan lurus, pada area start keempat dan kemudian lari menuju garis finish.

Hal-hal Penting Diketahui dalam Lari Estafet

hal penting tentang lari esafet

Lari estafet terlihat mudah jika dilihat, namun dalam prakteknya ternyata banyak hal-hal yang harus kita perhatikan. Berikut ini adalah hal-hal penting yang tak boleh dilewatkan dalam pertandingan lari estafet.

A. Hal-hal Terkait Proses Penggantian Tongkat

Dalam proses penggantian tongkat, ada 4 hal yang harus diperhatikan:

1. Pemberian tongkat harus dilakukan dengan cara bersilang. Artinya pelari pertama dan ketiga harus menggunakan tangan kanan pada saat memberikan tongkat. Pelari kedua dan keempat harus menggunakan tangan kiri pada saat menerima tongkat.

2. Dalam memilih pelari harus melihat kelebihan masing-masing pelari. Untuk pelari pertama dan ketiga yang harus berlari dalam lintasan tikungan, pilihlah para pelari yang jago dalam menguasai lintasan tersebut. Sementara untuk pelari kedua dan keempat pilihlah mereka yang memiliki daya tahan tubuh terbaik untuk lintasan lurus.

3. Jarak menanti setiap pelari harus benar-benar diukur sebaik-baiknya sejak proses latihan.

4. Begitu tongkat sudah diterima, pastikan penerima tongkat segera berlari menuju lintasannya masing-masing. Karena lari adalah masalah kecepatan.

B. Ukuran Lapangan Lari Estafet

Lapangan yang digunakan untuk lari estafet sama dengan yang digunakan cabang olahraga atletik pada umumnya. Adapun dua ukuran lapangan atletik yang paling paling umum yaitu:

1. Lintasan outdoor sepanjang 400 meter dengan jalur berjumlah 6 sampai 10 buah.

2. Lintasan indoor sepanjang 200 meter dengan jalur berjumlah 4 sampai 8 buah dan berbentuk oval.
Area pergantian pemain dalam lari estafet diletakkan pada jarak 10 meter dari depan garis start. Atau juga bisa diletakkan di 10 meter dari belakang garis start.

C. Tongkat Lari Estafet

Tongkat yang digunakan untuk lari estafet bukan tongkat biasa, namun tongkat khusus yang memang disiapkan untuk lari estafet. Tongkat untuk lari estafet pelari dewasa memiliki ukuran panjang 30 cm dengan diameter 4 cm. Tongkat untuk lari estafet pelari anak-anak berdiameter 2 cm dan berat berukuran 50 gram.

Baca Juga  Sejarah Tenis Meja: Ukuran, Peraturan dan Cara Memainkannya

D. Teknik Start Lari Estafet

Untuk pelari pertama harus menggunakan start jongkok sebagaimana dalam ajang balap lari pada umumnya. Dalam posisi start, pelari pertama harus meletakkan tangan berada di belakang garis start. Tongkat yang dipegang oleh pelari pertama juga tidak boleh menyentuh garis start. Jika pelari pertama melakukan hal tersebut bisa terkena diskualifikasi.

E. Jalur yang Tepat untuk Lari Estafet

Ada beberapa latihan yang bisa dilakukan untuk membiasakan ritme lari pada jalur tepat yaitu:

1. Pelari pertama harus berjalan di tepi sebelah dalam jalur lintasan, dan ia harus memegang tongkat pada sebelah kanan.

2. Pelari kedua harus berada tetap di luar lintasan, dan tongkat diterima di tangan kiri.

3. Pelari ketiga tetap harus berada di dalam jalur lintasan, tongkat dipegang dengan tangan kanan.

4. Pelari keempat menerima tongkat di luar lintasan, dan menerima tongkat di tangan kiri.

F. Official pada Pertandingan Internasional

Lari estafet yang dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh tentu saja sedikit berbeda ketika dilakukan untuk pertandingan dengan skala nasional ataupun internasional. Berikut ini istilah-istilah terkait lari estafet yang bisa ditemukan dalam pertandingan internasional:

1. Wasit, memiliki tugas untuk memberikan peringatan menggunakan kartu kuning dan juga memiliki hak untuk melakukan pengusiran menggunakan kartu merah kepada peserta.

2. Juri, memiliki tugas untuk mengawasi urutan waktu para peserta. Para juri memposisikan diri pada sisi di setiap lintasan, minimal 5 cm dari garis finish.

3. Pengawas Lintasan, tugasnya adalah mengawasi peserta dari jarak dekat untuk mencatat adakah kesalahan yang dilakukan oleh peserta. Jika terjadi kesalahan nanti dilaporkan kepada wasit dengan memberikan tanda lewat bendera merah.

4. Pencatat Waktu, duduknya segaris dengan garis finish. Untuk mencatat waktu dibantu dengan stopwatch atau alat penghitung waktu lainnya.

5. Penilaian, sebelum memulai pertandingan, semua yang terlibat dalam pertandingan itu harus menentukan dan menyetujui sistem penilaian, sehingga tidak ada protes yang terjadi di akhir pertandingan.

6. Diskualifikasi, adalah seorang atlet dikeluarkan dalam pertandingan karena melanggar aturan. Surat keterangan tentang pelanggarannya ini akan dibuat pada saat hasil resmi dipublikasikan.

Kesalahan Umum dalam Lari Estafet

Jika kita memang ingin serius belajar tentang lari estafet, ada kesalahan-kesalahan umum yang juga perlu diketahui. Kesalahan-kesalahan ini jika tidak diantisipasi bisa mengakibatkan kekalahan tim, diskualifikasi hingga cedera pemain. Berikut ini kesalahan-kesalahan yang biasa terjadi dalam lari estafet:

1. Adanya keterlambatan pada pelari pertama saat melakukan start sehingga kalah cepat dengan tim lain.

2. Pelari pembawa tongkat terlalu berlari di tengah jalur sehingga pelari yang menerima tongkat merasa kesusahan mengambil tongkatnya.

3. Pelari yang menunggu tongkat datang, tangannya terlalu goyang sehingga kesempatan menerima tongkat dengan baik berkurang.

4. Pelari yang memberikan tongkat kurang berhati-hati sehingga tongkat tidak bisa diterima dengan baik oleh pelari berikutnya.

Baca Juga  Lempar Cakram: Sejarah, Teknik, Gaya dan Lapangannya

5. Posisi pemberi tongkat terlalu ada di belakang penerima, sehingga bisa menciderai kaki penerima dan mengganggu teknik irama berlari. Seharusnya pemberi tongkat berada di sisi samping penerima
tongkat.

6. Pelari yang akan memberikan tongkat tidak memberi tanda atau isyarat, misal berteriak atau mengeluarkan suara, agar pelari penerima tongkat bisa mengetahui.

7. Pelari yang memberi tongkat saat akan mengayun dan memberikan tongkat mengurangi kecepatan larinya.

Ada banyak hal yang harus diketahui tentang lari estafet jika kita ingin melakukannya secara profesional, agar kita bisa melakukannya dengan benar dan tepat. Namun lebih dari itu semua, lari estafet bisa menjadi cara meningkatkan kebugaran dengan teman-teman sekelompok. Selamat mencoba Sahabat Tedas.id.

Marita Ningtyas

Marita Ningtyas

A Writerpreneur, tinggal di kota Lunpia. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *