Pengertian, Sejarah, Teknik dan Lapangan Lempar Lembing

Lapangan Lempar Lembing – Lempar lembing bagi seorang atlit mungkin sudah tidak asing lagi dengan olahraga atletik ini. Tidak banyak yang menguasai olahraga ini, secara kasap mata mungkin terlihat biasa saja hanya mengayunkan tongkat. Namun jika ditelusuri lebih lanjut tentang tekniknya akan cukup sulit.

Pada kali ini akan menjelaskan tentang pengertian lempar lembing itu sendiri, sejarah lempar lembing dan juga teknik serta lapangannya. Olahraga ini termasuk banyak yang meminatinya.

Pengertian Lempar Lembing

pengertian lempar lembing
Lempar lembing merupakan cabang olahraga yang dilakukan dengan cara melemparkan tongkat yang memiliki bentuk seperti tombak dengan ujung yang tajam. Dalam melemparkannya tentu tidak sembarang melempar tongkat biasa namun perlu teknik khusus dan juga tenaga yang cukup. Dengan begitu, tongkat tersebut dapat terlempar dengan jauh atau maksimal.

Sejarah Lempar Lembing

Berdasarkan sejarahnya, tidak terlalu spesifik dan juga otentik tentang asal-usul datangnya olahraga ini. Namun menurut sebagian besar ahli sejarah percaya jika olahraga lempar lembing ini sudah ada sejak zaman Yunani klasik dulu. Kehadirannya turut menyumbang jenis olahraga baru yang beriringan dengan lempar cakram, lari dan juga lompat.

Pada waktu itu, lempar lembing termasuk kategori olahraga yang populer. Berdasarkan pengamatan para ahli sejarah, olahraga yang satu ini penggambaran dari cara berburu orang laki-laki pada zaman purba atau nenek moyang dahulu. Aktivitas ini menjadi sebuah olahraga ketika memasuki fase bercocok tanam.

Aktivitas ini berasal dari suatu kebiasaan berburu dan gaya hidup yang berpindah-pidah atau nomaden. Hingga akhirnya meninggalkan kebiasaan itu dan menciptakan sebuah olahraga yang hingga saat ini banyak orang yang menggelutinya. Tidak hanya itu, terdapat pula turnamen kejuaraan lempar lembing.

Sejak tahun 1908 olahraga ini masuk pada kategori olahraga atlantik yaitu olahraga yang menggunakan seluruh tubuhnya. Dan pada tahun 1932 sudah mulai diperkenalkan di ajang kejuaraan khusus perempuan dalam sebuah olimpiade.

Seperti itulah sejarah lempar lembing yang harus Anda ketahui. Dengan demikian, maka olahraga ini masih mempertahankan gayanya dan alat yang digunakannyapun seperti alat untuk berburu. Hal ini membuktikan bahwa keberadaan nenek moyang sampai kapanpun akan tetap dikenang.

Lapangan Lempar Lembing

teknik dasar lempar lembing
Sebelum mengenal lebih lanjut tentang teknik atau cara serta peraturan dari lempar lembing itu sendiri. Maka perlu diketahui untuk ketentuan dari lapangan lempar lembing dan juga ukuran serta bagian dari lempar lembing tersebut.

Untuk ukuran dan juga berat dari lembing itu sendiri antara putra dan putri berbeda. Pada ukuran lembing putra idealnya adalah 2.6 sampai dengan 2.7 meter panjangnya dengan berat 800 gram. Sedangkan untuk putri, panjangnya hanya sekitar 2.2 sampai 2.3 meter dengan berat mencapai 200 gram.

Bagian-bagain dari lembing itu sendiri secara spesifik terdiri atas tiga bagian, yaitu sebagai berikut:

– Mata lembing. Pada bagian ini terbuat dari bahan metal yang berbentuk runcing.

– Badan lembing. Untuk bagian ini juga terbuat dari metal dan ada pula yang yang terbuat dari kayu.

– Tali pengangan. Tali inilah yang melilit pada badan lembing yang berfungsi untuk pegangan dan berada di tengah badan lembing. Dengan begitu, tali inilah yang menjadi pusat gravitasi
lembing. Lilitan tali tersebut harus merata dan bergerigi tanpa adanya benjolan ataupun sabuk.

Setelah mengetahui ukuran dan juga bagian dari lembing, selanjutnya yaitu lapangan lempar lembing. Lapangan untuk olahraga ini memiliki beberapa lintasan dan setiap bagian lapang memiliki peran yang berbeda-beda.

Pada lintasan lapangan lempar lembing pertama dibatasi untuk jarak lempar maksinal 36.5 meter dan minimal 30 meter. Selain itu dibatasi pula dengan dua garis paralel dengan lebar 5 cm dan juga jarak antar keduanya yakni 4 meter.

Baca Juga  Mengenal Sejarah Bola Basket, Peraturan Sampai Tekniknya

Sedangkan pada lintasan yang berbentuk lengkungan pada lapangan lempar lembing ini memiliki jari-jari 8 cm. Dan biasanya dicat dengan warna putih dengan lebar 7 meter. Atau bisa juga dengan menggunakan bahan seperti kayu dan mental yang dipasang secara merata dengan tanah.

Selain itu terdapat garis lapangan lempar lembing yang terletak dari lintasan awal sampai dengan garis lengkung tadi dengan jarak 1.5 meter. Sehingga membentuk sudut lapangan. Pada garis sudut memiliki titik pusat dan juga titik potong yang masing-masing memiliki ukuran 29 derajat dan dengan tebal garis sektor sebesar 5 cm.

Seperti itulah penjelasan tentang lapangan lempar lembing. Dengan begitu, Anda akan dapat bermain sesuai dengan ketentuan yang ada dan tidak melewati lintasan yang berlaku. Sebab penilaiannya tidak hanya pada sejauh mana Anda dapat melempar namun perhatikan juga batas lapangan.

Selain perlunya mengetahui tentang pengertian lempar lembing, sejarah dan juga lapangan lempar lembing, Anda juga harus mengetahui tentang teknik bermainnya. Teknik lempar lembing ini terdiri dari berbagai teknik dasar lempar lembing sampai dengan cara melempar lembing itu sendiri.

Teknik Lempar Lembing

teknik lempar lembing

Untuk bisa melemparkan lembing secara maksimal, maka perlu teknik khusus mulai dari awalan, cara melempar sampai dengan gaya melempar dan juga sikap yang harus diperhatikan ketika melempar lembing tersebut.

A. Awalan Lempar Lembing

Pada teknik dasar lempar lembing ini, Anda harus berlari sambil membawa tongkat dengan posisi lembing tersebut berada di atas kepala. Selain itu, posisi lengan Anda harus ditekuk serta arahkan ke depan. Untuk telapak tangan mengarah ke bagian atas.

Antara garis paralel dan juga tanah, posisi lembing harus seimbang pada dua tempat tersebut. Kemudian di bagian akhir teknik ini, Anda harus melakukan dengan cara cross step atau yang sering disebut dengan langkah silang.

Selain cross step, Anda juga bisa melakukan dengan cara Jingkat atau Hop Step ataupun dengan langkah silang ke belakang yang disebut dengan rear cross step.

Tidak hanya itu pada bagian lain seperti bahu harus diputar secara perlahan ke arah kanan sedangkan untuk lengan kanan gerakanlah ke arah belakang dengan posisi lurus. Untuk posisi badan sendiri lebih condong ke belakang dan pandangan harus tetap tertuju ke arah depan tanpa harus menghiraukan orang lain serta tetap fokus.

B. Cara Memegang Lembing

Terdapat ketentuan khusus untuk teknik memegang lembing yang baik dan benar. Ada dua hal yang perlu diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan. Sebab lemparan yang sempurna akan sangat dipengaruhi oleh teknilk memegang lembing yang baik. Berikut ini dua teknik yang digunakan dalam memegang lembing, diantaranya adalah sebagai berikut:

– Cara Amerika.

Dinamakan teknik Amerika karena memang berasal dari peraturan permainan olahraga lempa lembing dari Amerika. Dimana cara memegang lembing meraka ibu jari dan juga kedua jari telunjuk berada pada bagian belakang. Tepatnya pada balutan lembing bagian belakang.

– Cara Finlandia

Tidak jauh berbeda dengan cara yang dilakukan Amerika bedanya, jari telunjuk bukanlah acuan ataupun tumpuan. Melainkan boleh diletakkan sewajarnya saja.

Kedua cara tersebut boleh saja dilakukan dan pilihannya tergantung pada Anda. Sebenarnya masih ada satu cata yakni cara menjepit atau Tang, namun yang sering digunakan adalah kedua cara di atas.

Baca Juga  Sepele Namun Penting, Ini 7 Perbedaan Jalan dan Lari

C. Cara Membawa Lembing

Selain memegang, cara membawanyapun berbeda, hal ini hampir sama dengan proses awalan hanya saja cara membawa ini sampai akhir lemparan. Cara membawa lembing ini terdapat 3 cara yang bisa Anda gunakan, diantaranya adalah sebagai berikut:

– Acuan utamanya adalah kekuatan tangan kanan. Oleh karennya, tangan kanan harus ditekuk dan lembing dipegang hingga sejajar dengan telingga Anda. Kemudian arahkan mata lembing ke arah bawah dan sedikit menyerong.

– Cara kedua juga sama dengan cara yang pertama, bedanya yakni mata lembing lebih diarahkan ke arah bagian atas dan agak diserongkan.

– Cara yang terakhir yakni, tangan diletakan ke arah belakang. Kemudian, mata lembing lebih di arahkan ke bagian atas dan sedikit di serongkan.
Selain tiga hal tersebut, adapula pendapat lain yang mengatakan tentang cara membawa lembing dengan posisi lembing di atas pundak, di bawah dan juga di depan dada.

D Cara Melempar Lembing

Teknik lempar lembing oleh sebagian di anggap susah, namun jika Anda menyukainnya tentu akan terasa ringan. Gerakan untuk melempar lembing juga tidak boleh sembarangan. Ada teknik dasar melempar lembing seperti tarik bahu ke arah sebelah kanan. Kemudian gerakan lemparan tersebut dengan pangkuan dan kekuatan bahu ke depan dan diarahkan ke bagian atas.

Setelah itu, atur posisi badan seperti yang telah di jelaskan di atas dengan bergerak pada kaki bagian depan. Selanjutnya lemparkan lembing sekuat tenaga sampai batas yang telah ditetukan.

Seperti itulah teknik dasar dalam melempar lembing. Di samping harus mahir dalam berbagai teknik, olahraga atlentik ini juga harus menguasai beberapa gaya melempar lembing sehingga pas sasaran.

Gaya Melempar Lembing

sejarah lempar lembing

Pada daasarnya, gaya melempar lembing hanya ada dua yaitu gaya langkah jingkat atau yang disebut dengan Hop Step dan juga gaya langkah silang atau Cross Step. Gaya-gaya inilah yang akan membuat lemparan Anda menjadi lebih efektif dan juga sempurna. Tidak semudah yang dibayangkan, karena itu perlu adanya latihan khusus dan tidak menimbulkan cidera nantinya.

– Gaya langkah Jingkat

Gaya ini biasanya dilakukan oleh seorang atlet dengan awalan dan teknik membawa lembing yang sejajar dengan kepala. Dengan begitu posisi lengan dibengkokan dan siku menghadap ke arah atas. Setelah itu, atlit juga harus berlari dengan kecepatan yang tepat. Setelah sampai pada posisi yang ditentukan atau check mark, tangan kanan harus diluruskan dan dihadapkan ke arah bagian bawah.

Kaki kanan yang melangkah pertama sebagai awlaan dan kaki kanan pula yang yang harus mendarat. Sebagai tumpuan ketika melangkah menggunakan tumpuan dengan gerakan hop step.

Untuk gerakan ini, kaki awal yakni kaki kanan sebagai tumpuan untuk mendarat dan kaki kiri menyusul dan keduanya menghadap ke arah kiri. Pada bagian bahu diputar ke arah sebelah kanan dan pada lengan kiri lebih diayunkan dengan santai ke arah kanan hingga nanti sama tingginya dengan bahu Anda. Untuk pandangan mata tetap fokus ke depan.

Untuk gaya ini jauh lebih cepat dan singkat jika dibandingkan dengan cara yang satunya. Hal tersebut terjadi karena alat lembing harus dilemparkan dengan cepat dan kuat. Dengan begitu sebelum melalukan kegiatan ini alangkah lebih baik jika Anda perhitungkan terlebih dahulu.

Baca Juga  Selain Menyehatkan, Ini 11 Manfaat Skipping Lainnya

– Gaya Silang

Sesuai dengan namnya, ketika berlari maka disertai dengan gerakan bentuk silangan. Posisi kaki kanan berada di depan dan posisi kaki kiri berada di belakang. Ketika awalan untuk gaya melempar lembing yang ini, maka Anda harus berlari dengan cepat. Setelah mendapatkan posisi maka secara bersamaan lengan kanan Anda berada pada posisi yang lurus ke arah samping dan putar badan ke depan.

Setelah itu disertai pula dengan gerakan angkat lengan kiri ke samping bahu. Baru kemudian, kaki kiri Anda langkahkan ke arah bagian depan dan kaki kanan ke arah ke arah bagian depan kaki kiri secara bersamaan. Setelah kaki kanan Anda menyilang pada bagian depan kaki kiri dan Anda belum melakukan pendaratan, maka kaki kiri Anda menjauhi ke samping kiri dan rendahkan.

Catetan pada gaya yang satu ini yakni jangan sampai ketika melakukan gerakan menyilang Anda tersandung, karena hal tersebut akan berakibat fatal. Selain berbahaya juga akan mengurangi poin penilaian Anda. Dengan begitu akan sangat sia-sia apa yang sudah Anda persiapkan.

Di Indonesia sendiri, para atlit olahraga lempar lembing gaya yang sering dilakukan adalah dengan jingkat atau hop step. Sebab dinilai lebih efktif dan terhindar dari kesalahan yang dilakukannya sendiri. Selain itu juga lebih cepat namun perkiraannyapun harus lebih cerdas dan tepat agar tidak salah sasaran.

Seperti itulah gaya lempar lembing yang harus Anda kuasai jika posisi Anda sebagai atlet. Untuk pemula, harus dengan latian khusus agar lebih terbina dan dapat menguasainya secara benar. Selain itu ada pula peraturan-peraturan olahraga lempar lembing yang perlu untuk dipahami.

Peraturan Melempar Lembing

gaya lempar lembing

Berikut ini peraturan-peraturan yang berlaku diantaranya adalah sebagai berikut ini:

1. Ketika memegang lembing harus sesuai dengan tempat pegangan lembing. Di luar itu maka dikatakan tidak sah dan teknik yang salah.

2. Lemparan yang dikatakan sah dan mendapatkan nilai lebih yakni jika lemparan tersebut benar-benar menancap atau menggores tanah. Oleh karennya mata lembing harus tajam dan fokusnya tidak hanya sampai tapi benar-benar menancap. Maka dari itu perlu tenaga yang kuat agar bisa melakukan dengan sempurna.

3. Lemparan dikatakan tidak sah kembali apabila menyentuh lengkungan sesuai batas ketentuan yang ada di atas yakni 1.5 meter di depan lengkungan melempar.

4. Peraturan selanjutnya yaitu tidak boleh melempar dengan cara memutarkan badan sepenuhnya, sebab hal tersebut bisa mengakibatkan pelempar menghadap pada lengkungan lemparan.

5. Lemparan yang baik harus melewati atas bahu sehingga nantinya posisi melempar tepat dan sasaran mendarat dengan sempurna.

6. Jumlah lemparan diperbolehkan artinya perhitungannya sama seperti tolak pluru dan juga lempar cakram.

Demikianlah beberapa peraturan yang harus diperhatikan oleh para atlit ataupun Anda sebagai pemula. Sebab jika melanggar maka akan berpengaruh pada point yang Anda dapatkan.

Seperti itulah penjelasan mengenai lempar lembing mulai daripengertian lempar lembing, sejarah sampai dengan lapangan lempar lembing. Tidak hanya itu, dijelaskan pula teknik-teknik yang digunakan dalam lempar lembing. Dengan begitu akan lebih tepat sasarannya.

Pada intinya yang dibutuhkan adalah kekuatan pada lengan dan ketepatan dalam melempar. Layaknya berburu, olahraga ini juga perlu dengan kecepatan dan kecermatan.

Dengan begitu Anda dapat memulainnya dengan latihan khusu yang dibimbing para ahli. Sehingga dapat lebih fokus dan Anda dapat menikmatinya dengan penuh rasa percaya diri tampa mimikirkan lawan.

Dika Permana

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *