Olah Raga

Ini Gerakan Pemanasan yang Benar Sebelum Mulai Olahraga 

Sejak di bangku sekolah, olahraga selalu menjadi mata pelajaran yang ada di setiap minggunya.

Praktek olahraga selalu dimulai dengan gerakan pemanasan. 

Pemanasan sebelum olahraga ini tidak boleh dilewatkan sama halnya gerakan pendinginan selesai olahraga.

Apa pentingnya pemanasan dan apa saja gerakan yang bisa diikuti? 

Kamu yang ingin melakukan olahraga sendiri tanpa instruktur harus tahu gerakan yang benar. 

Manfaat Pemanasan Sebelum Olahraga

Manfaat Pemanasan Sebelum Olahraga

Olahraga teratur akan membuat tubuh jadi lebih sehat dan lentur. Imun tubuh akan meningkat dengan tubuh yang terlatih.

Setiap guru olahraga pasti menyarankan melakukan pemanasan sebelum memulai. 

Bukan tanpa alasan, gerakan pemanasan bertujuan untuk mempersiapkan tubuh melakukan gerakan yang lebih intens lagi. Selain itu ada beberapa manfaat yang dihadirkan sebagai berikut:

  • Membuat Otot, Sendi dan Tulang Lebih Rileks 

Manfaat yang pertama adalah untuk menciptakan otot lebih fleksibel dan rileks.

Ketika olahraga dengan otot yang rileks maka semua jenis gerakan tidak akan terasa berat. 

Memaksakan gerakan saat otot kaku akan menimbulkan rasa nyeri yang parah.

Rasa sakit bisa timbul usai melakukan olahraga. Selain otot bagian tubuh lain seperti sendi dan tulang juga ikuti rileks. 

Rentang gerak sendi akan meningkat dan muncul cairan dalam tubuh yang bekerja sebagai pelumas. Performa sendi dan tulang pun jadi lebih kuat. 

  • Membuat Detak Jantung Lebih Stabil 

Meskipun kamu ingin melakukan gerakan olahraga ringan sekalipun, pemanasan tetap diperlukan. Karena pemanasan akan membuat detak jantung menjadi lebih stabil. 

Sistem jantung dan pembuluh darah akan meningkat perlahan. Apalagi jika kamu berencana melakukan olahraga kardio yang notabene membutuhkan gerakan cepat. 

Sangat fatal jika melakukan gerakan intens secara langsung atau mendadak. Detak jantung akan naik drastis. Jika Anda memiliki riwayat gangguan jantung, bisa menimbulkan serangan jantung yang berbahaya. 

  • Mengurangi Risiko Cedera 

Selain itu, pemanasan sebelum olahraga juga bermanfaat untuk mengurangi risiko cedera.

Setiap jenis olahraga memiliki risiko cedera yang berbeda-beda sehingga fokus gerakan saat pemanasan harus disesuaikan. 

Sendi, otot, dan tulang yang tadinya sudah melalui pemanasan akan menjadi lebih fleksibel. Hal inilah yang dapat mengurangi risiko cedera saat olahraga. 

Jika kamu ingin mengurangi risiko cedera maka pilihlah olahraga seperti berenang. Olahraga air memiliki tingkat risiko cedera yang paling rendah. 

  • Memperlancar Aliran Darah 

Manfaat terakhir adalah untuk memperlancar aliran darah yang membawa oksigen.

Dengan begitu saat tubuh bergerak dengan intens, aliran darah ikut meningkat. 

Oksigen yang dibutuhkan seluruh tubuh khususnya otak pun akan terpenuhi.

Jika otak kekurangan oksigen karena aliran darah tidak lancar bisa menimbulkan efek pingsan. 

Oleh karena itulah untuk menghindarinya kamu perlu melakukan gerakan pemanasan yang benar. 

Contoh Gerakan untuk Pemanasan sebelum Olahraga 

Contoh Gerakan olahraga pemanasan

Rata-rata gerakan dalam pemanasan di semua jenis olahraga itu sama.

Hanya saja beberapa jenis olahraga biasanya melakukan pemanasan di area tubuh yang akan ditumpu dengan kuat. 

Misalnya saja untuk olahraga lari, maka pemanasan paling lama atau banyak dilakukan pada bagian kaki.

Begitu juga dengan olahraga lempar lembing atau berenang sekalipun. 

Berikut ini beberapa contoh gerakan pemanasan yang bisa kamu ikuti setiap sebelum berolahraga. 

  • Gerakan Memutar Kepala 

Setiap pemanasan selalu dimulai dari gerakan pada bagian atas tubuh yakni kepala.

Gerakan memutar kepala dimulai dari searah jarum jam selama 8 detik. 

Kemudian ulangi gerakan berlawanan dengan arah jarum jam juga selama 8 detik.

Lakukan gerakan yang berulang kali selama 5 sampai 10 kali. 

Fungsi dari gerakan ini adalah untuk membuat otot di bagian leher jadi lebih fleksibel.

Selain itu juga meningkatkan fungsi otak pada saat melakukan gerakan. 

Selain memutar kepala, tambahkan juga gerakan tengok kanan dan kiri. Bisa juga dengan memiringkan kepala ke kiri dan ke kanan dengan hitungan waktu yang sama. 

  • Gerakan Memutar Lengan 

Setelah area leher selesai, kamu bisa beralih ke gerakan di bagian sendi lengan.

Mulailah dengan posisi kaki terbuka selebar bahu dan tangan direntangkan. 

Baru gerakan kedua tangan bersamaan ke depan dan berputar. Hitung sampai 10 kali kemudian balik ke arah berlawanan juga selama 10 detik. 

Lakukan ulang gerakan tersebut ya Sahabat Tedas selama 3 hingga 5 menit saja.

Gerakan ini akan membuat bagian sendi lengan jadi lebih rileks. 

Yuliarti Swan

Yuliarti Swan, lulusan jurusan televisi dari ISI Jogja yang mendalami dunia tulis menulis sejak awal kuliah. Pernah menjadi staf marcomm selama 4 tahun dan kini berprofesi sebagai freelance Content dan Copywriter. Topik yang sering tulis saya sehari-hari saat ini antara lain teknologi, gaya hidup, dan keuangan. Saat ini saya bekerja sebagai freelance content di salah satu portal teknologi yang membahas secara detail mengenai tutorial, tips dan gadget.

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button