Tanaman Pucuk Merah, Tanaman Pagar Kaya Akan Manfaat

Tanaman Pucuk Merah – Apabila melewati jalan tol, pasti tidak asing dengan tanaman pucuk merah. Tanaman ini sering ditanam di pinggir jalan tol maupun jalan raya oleh Dinas Pertamanan. Daunnya yang rimbun dan warnanya yang eksotis mampu menjadikan tanaman ini menjadi salah satu tanaman favorit untuk ditanam di pinggir jalan besar.

Kerimbunan daunnya pun dapat memberikan efek kesejukan ditempat tanaman ini ditanam. Ternyata tanaman ini memiliki banyak keunggulan yang berbeda dengan tanaman-tanaman lain.

Ciri Ciri Pohon Pucuk Merah

pohon pucuk merah

Pohon pucuk Merah memiliki nama latin Syzgium Oleana. Pohon tersebut dapat berumur puluhan tahun dan mencapai tinggi 7 meter. Selain itu, ini juga termasuk dalam famili Myrtaceae yang satu famili dengan tanaman juwet, jambu air dan jambu batu.

Tanaman pucuk merah memiliki ciri berdaun tunggal dan memiliki tulang daun yang menyirip. Warna daunya berubah, saat masih muda ia berwarna merah, lalu menjadi coklat, dan saat sudah tua menjadi berwarna hijau.

Baca Juga  Cantik, Ini Jenis dan Ciri Ciri Bunga Mawar yang Mempesona

Daun pohonnya apabila diremas maka akan menimbulkan aroma khas. Buah yang dihasilkan berbentuk bulat pipih. Sedangkan buah yang dihasilkan memiliki rasa manis seperti buah jambu. Bunga pucuk merah termasuk bunga majemuk. Bunganya memiliki ciri tangkai putiknya yang lebih pendek dari benang sari.

Selain itu, bunga dari pohon ini juga memiliki putik berwarna putih. Letak putik pada bunga berada di tengah, sedangkan benang sari pada bunga memiliki jumlah yang banyak. Bunga pucuk merah berperan dalam perkembangbiakan pohon pucuk merah. Selain itu, bunganya juga menambah kesan indah pada pohon pucuk merah itu sendiri.

Manfaat Pohon Pucuk Merah

pucuk merahBukan hanya untuk mempercantik sisi jalanan, namun tanaman ini memiliki kegunaan sendiri. Tanaman pucuk Merah bukan tanpa alasan ditanam di sisi jalan tol, karena ternyata tanaman ini mampu menyerap polusi kendaraan. Pucuk merah menyerap karbon dioksida lebih baik dari tanaman lain.

Hal ini telah diuji oleh salah satu mahasiswi jurusan pendidikan biologi, fakultas MIPA, Universitas Ahmad Dahlan, Wiwi Rahayu Ningsih.

1. Menyerap Karbon Dioksida

Menurut penelitiannya, tanaman pucuk merah dapat menyerap karbon dioksida pada polusi dikarenakan kandungan timbal pada tanaman pucuk merah. Selain itu proses fotosintesis memiliki laju yang sangat cepat, sehingga mempercepat proses penyerapan karbon dioksida. Dikarenakan kandungan timbal yang tinggi dan penyerapan karbon dioksida yang cepat, tanaman pucuk merah diakui sebagai tanaman penyerap polusi yang sangat baik.

Selain di jalan sisi jalan tol, pucuk merah sering kali dijumpai di lingkungan perkantoran maupun pabrik atau sekolah. Selain mampu menyerap karbon dioksida, pohon ini juga memiliki nilai estetika tersendiri. Pohon pucuk merah dapat dikreasikan karena mudah dipangkas. Hal ini menjadikan pohon ini sebagai pagar alami. Daun pucuk merah yang rimbun menjadi daya tarik bagi para pecinta tanaman.

2. Memiliki Nilai Estetika

Selain itu warna daun pohon pucuk merah juga menjadi daya tarik, daun pohon pucuk merah berwarna merah saat baru tumbuh lalu lama kelamaan menjadi cokelat dan yang terakhir menjadi berwarna hijau.

Perubahan warna daun pada pohon pucuk merah menimbulkan kesan warna gradasi yang tambah mempercantik tanaman ini.

Baca Juga  Mengenal Bagian-Bagian Bunga dan Fungsinya Bagi Tumbuhan

3. Akar yang Kuat

Keunggulan lain dari tanaman ini adalah akarnya yang kuat. Akar dari tanaman pucuk merah merupakan akar tunggang. Hal ini membuat tanaman pucuk merah dapat mencegah tanah longsor. Untuk orang-orang yang tinggal di dataran tinggi tanaman ini akan sangat membantu untuk selamat dari bencana longsor yang mungkin saja terjadi.

Selain itu akar yang kokoh pada tanaman mampu menyimpan cadangan air yang cukup banyak. Tentu ini sangat membantu, apabila musim kemarau datang.

4. Bermanfaat bagi Kesehatan

Khasiat lain yang tak kalah bermanfaat adalah kegunaan di bidang kesehatan. Ternyata jenis tanaman ini mampu mengatasi gangguan kesehatan, seperti diabetes. Kandungan flavonoid pada daun tanaman pucuk merah dipercaya dapat membantu menyembuhkan penyakit diabetes.

Hal ini terbukti dengan didukung penelitian yang diakukan tim peneliti dari fakultas MIPA, Universitas Syah Kuala, Aceh. Mereka menyimpulkan bahwa sifat anti hiperglikemik pada ekstrak metanol pada daun pucuk merah dapat mengatasi diabetes tipe 2 penggunaannya, cukup dengan mengeringkan daun tanaman pucuk merah, kemudian menyeduhnya dengan air panas seperti membuat teh.

Selain untuk penyakit diabetes, ekstrak daun dapat berperan sebagai agen anti bakteri. Hal ini dibuktikan oleh tim peneliti laboratorium Kimia Organik, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA Universitas Mulawarman Samarinda dengan cara menguji daun pucuk merah terhadap bakteri StaphylococusAureus dan Escherchia Coli dengan uji toksisitas dan aktivitas anti bakteri pada ekstrak daun.

Baca Juga  Lucu, Ini 3 Jenis Kelinci Anggora Berikut Kisaran Harganya

Sedangkan, Tim peneliti dari departemen Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Riau melakukan penelitian terkait minyak atsiri dari daun pucuk merah. Penelitian ini dilakukan dengan cara menyuling daun muda dan daun tua menggunakan distilasi Jenis Clevenger. Pengamatan dilakukan pada hasil penyulingan daun, yaitu minyak atsiri.

Minyak atsiri diamati mulai dari warna, esensial aroma, dan kelarutan dalam etanol. Pengamatan tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa minyak atsiri lebih banyak dihasilkan oleh daun muda daripada daun tua dari tanaman pucuk merah. Dalam angka hasil penyulingan menghasilkan 0,18 persen pada daun tua dan 0,118 persen pada pucuk muda.

Dika Permana

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *