Eceng Gondok: Ciri-ciri, Habitat dan 5 Manfaatnya

Eceng Gondok – Salah satu jenis tanaman air yang banyak dijumpai adalah eceng gondok. Tanaman ini merupakan salah satu tumbuhan yang sering ditemui di sungai. Tanaman ini pada umumnya tumbuh mengapung di air.

Setiap daerah memiliki sebutan lain untuk tanaman ini. Misalnya saja di Kalimantan, tanaman ini lebih dikenal dengan nama ilung-ilung. Lalu, sebenarnya seperti apakah tanaman ini? Apa saja ciri dan juga manfaatnya bagi manusia? Simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu Eceng Gondok?

Tanaman eceng gondok mempunyai nama ilmiah Eichhornia crassipes. Tanaman ini pertama kali ditemukan oleh Carl Friedrich Philipp Von Martius yang merupakan salah satu asli tumbuhan asal Jerman. Tanaman ini pertama kali ditemukan olehnya saat perjalanan ke Brazil.

Sekarang, tanaman air satu ini mudah ditemui di sungai yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal di berbagai daerah sekalipun. Kegunaan tanaman ini di setiap daerah pun juga berbeda-beda. Jenis tanaman air yang satu ini termasuk sudah terkenal di berbagai daerah.

Ciri Khusus Eceng Gondok

ciri khusus eceng gondok
Tumbuhan air ini memiliki karakteristik yang khas. Salah satu ciri khusus eceng gondok adalah bentuknya yang tergolong unik. Tumbuhan yang mengapung di air ini memiliki jenis akar serabut yang berfungsi untuk menyerap nutrisi.

Tanaman tersebut memiliki warna hijau terang yang menyejukkan mata. Daunnya berbentuk oval dan berjenis tunggal. Uniknya lagi, daun tanaman ini berbentuk menggelembung dengan ujung yang runcing. Di samping itu, tanaman air yang satu ini bisa tumbuh hingga mencapai hampir 1 meter.

Baca Juga  Cantik, Ini Jenis Jenis Bunga Putih Indah dan Artinya

Salah satu jenis tumbuhan air ini semakin indah dilihat saat berbunga. Bunga tanaman ini mempunyai warna putih keunguan. Kelopak bunga ini berbentuk tabung dan bisa menghasilkan biji berwarna hitam. Bunga ini akan semakin indah dilihat saat mekar secara bersamaan.

Habitat Eceng Gondok

Habitat Eceng Gondok
Tanaman eceng gondok pada umumnya hidup di air tawar. Ia sering dianggap sebagai gulma karena perkembang biakkannya yang sangat cepat. Tumbuhan ini biasanya tumbuh di sungai, rawa, kolam, danau, dan penampungan air yang airnya tenang.

Tumbuhan yang satu ini tergolong bisa beradaptasi dengan mudah di segala lingkungan. Keunggulan tersebut membuatnya bisa menyesuaikan diri di cuaca ekstrem sekalipun. Hebatnya lagi tanaman ini bisa bertahan hidup meskipun terserang zat kimia berbahaya maupun yang mengandung racun.

Di samping segala kelebihan yang dimiliki, tumbuhan air ini juga mempunyai kelemahan. Salah satu kelemahan tersebut adalah tidak tahan terhadap air dengan kandungan garam berlebih. Hal ini karena kandungan garam berlebih pada air akan menghambat pertumbuhan tanaman tersebut.

Jenis tanaman air yang satu ini lebih cocok hidup di air tawar yang kaya akan kandungan fosfat, nitrogen dan potasium. Kandungan ini akan membantu tumbuhan tersebut untuk berkembang biak. Banyaknya kandungan nutrisi di air tentu akan berpengaruh pada perkembangan tumbuhan ini.

Dampak Negatif Tanaman Eceng Gondok

Dampak Negatif Tanaman Eceng Gondok

Dari berbagai keunggulan yang dimilikinya, ternyata tanaman ini tetap memiliki dampak negatif untuk lingkungannya. Apabila tumbuhan air ini mengalami perkembangbiakan terlalu pesat, dapat mengganggu lingkungan sekitar. Berikut adalah beberapa dampak negatif tanaman ini.

* Tempat Perkembangbiakan Bakteri

Tumbuhan air ini hidup di air tawar dengan sangat pesat. Apabila tumbuhan ini memenuhi tempat tumbuhnya, misalnya saja sungai, maka akan menimbulkan dampak yang tidak baik. Dampak negatif yang ditimbulkan salah satunya adalah tumbuhan ini menjadi tempat berkembangnya bakteri.

* Menyebabkan Pendangkalan

Tumbuhan yang satu ini juga tergolong cepat mati. Saat tumbuhan ini mati, bangkainya akan tenggelam di air. Bangkai yang tenggelam ini menimbulkan dampak buruk, yaitu mempercepat sedimentasi. Akibatnya akan terjadi pendangkalan dan mengganggu ekosistem air.

Baca Juga  Cara Membuat Bonsai Kelapa untuk Koleksi Taman di Rumah

* Mengganggu Jalannya Transportasi Air

Tanaman ini biasa tumbuh di berbagai tempat penampungan air, misalnya saja sungai dan danau. Dengan karakter yang bisa tumbuh di hampir segala tempat penampungan air ini, maka ia bisa mengganggu jalannya transportasi air.

* Mengurangi Intensitas Cahaya Dan Larutan Oksigen

Tumbuhan ini pada umumnya hidup dengan bergerombol, kemudian berkembang biak. Hidupnya yang secara bergerombol ini akan memenuhi Permukaan perairan. Akibat dari hal ini adalah, intensitas cahaya akan berkurang karena minimnya sumber cahaya matahari yang masuk ke air.

* Meningkatkan Penguapan Air

Daun tanaman ini memiliki ukuran yang besar dan lebar. Ini bisa memberikan dampak negatif pada lingkungan. Dampak negatif tersebut adalah penguapan air terjadi lebih cepat. Akibatnya air sungai yang ditumbuhi tanaman ini akan berkurang drastis airnya.

* Mengurangi Estetika

Tanaman air yang satu ini biasa hidup di tempat yang sembarangan. Tempat tersebut salah satunya adalah danau. Apabila tumbuhan ini berkembang biak secara berlebihan di tempat hidupnya, maka akan mengurangi estetika. Hal ini karena permukaan danau yang indah tertutupi oleh tanaman ini.

Solusi Pencegahan Masalah Eceng Gondok

Solusi Pencegahan Masalah Eceng Gondok
Tanaman yang tumbuh secara liar ini harus bisa dikendalikan dengan baik agar tidak menimbulkan masalah bagi lingkungan. Ada beberapa solusi yang bisa digunakan untuk mencegah masalah yang disebabkan tumbuhan ini. Simak ulasannya berikut.

* Pengambilan Secara Langsung

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa tanaman ini memiliki waktu tumbuh lebih cepat. Oleh sebab itu, tumbuhan ini tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menjadi semakin banyak.

Sebagai orang yang tinggal di daerah dekat sumber air, Anda harus mau mengambil tanaman ini secara manual. Dengan begitu intensitas efeknya untuk lingkungan akan berkurang.

* Penggunaan Herbisida

Perkembangan tumbuhan air yang satu ini secara berlebihan tentunya akan merusak ekosistem lingkungan sekitarnya. Sebab itu, harus segera ditemukan solusi penanganan yang tepat, salah satunya dengan penyemprotan herbisida atau obat anti gulma untuk memangkas perkembangannya.

Baca Juga  Tak Disangka, Ternyata Ini Ciri & Manfaat Pohon Kelapa

* Dilakukan Pengolahan

Ini bisa disebut solusi terbaik dalam penanganan permasalahan tumbuhan air yang satu ini, yaitu dengan mengolahnya. Dengan memanfaatkan kreatifitas, Anda bisa mengolah tanaman ini menjadi barang bernilai ekonomis dan memiliki harga jual.

* Memanfaatkan Predator Alami

Apabila Anda bingung bagaimana untuk menerapkan ketiga cara diatas, maka coba biarkan dulu tanaman ini. Manfaatkan predator asli yang ada di lingkungannya untuk bisa mengurangi tanaman ini secara perlahan. Salah satu predator yang bisa dimanfaatkan adalah ikan grass carp.

Kegunaan Dan Manfaat Eceng Gondok

Apa Itu Eceng Gondok
Pengurangan enceng gondok dengan cara memanfaatkannya adalah solusi terbaik. Tanaman ini pada dasarnya memiliki manfaat yang besar apabila diolah dengan benar. Berikut adalah ulasan mengenai manfaat dari tanaman air yang satu ini.

1. Diolah Menjadi Makanan

Pengolahan tumbuhan ini sebagai makanan tujuannya adalah untuk dijadikan sebagai obat. Berdasarkan kepercayaan orang Taiwan, tanaman ini kaya akan karoten yang bermanfaat bagi kesehatan. Cara pengolahannya sendiri biasanya dijadikan sebagai salad.

Bagi masyarakat Jawa, tanaman ini diyakini bisa menyembuhkan masalah kulit serta radang. Bagian yang dimanfaatkan adalah daun dari tanaman ini.

2. Bioenergi

Hamparan tumbuhan ini bisa diolah menjadi biogas yang berguna bagi kehidupan manusia. Kandungan biogas yang ada pada tumbuhan ini setara dengan metana murni. Namun, untuk pembuatan biogas ini diperlukan biaya yang lumayan besar.

Biaya yang dibutuhkan digunakan untuk proses pengeringan tumbuhan ini. Sebab, karena hidup di air, tanaman ini memerlukan waktu yang lama untuk bisa kering. Tumbuhan ini juga bisa diolah para petani untuk dimanfaatkan sebagai pupuk.

Baca Juga  Serba Serbi Merangkai Tanaman Aquascape

3. Herbisida

Tumbuhan air berwarna hijau ini ternyata bisa diolah menjadi herbisida. Manfaat dari herbisida alami pada tumbuhan ini berguna untuk membasmi gulma yang menempel pada tumbuhan putri malu. Pengendalian gulma menggunakan herbisida alami tersebut pasalnya juga cukup ampuh.

4. Mengurangi Polusi Air

Air sungai maupun danau saat ini sudah banyak yang tercemar akan limbah rumah tangga ataupun industri. Kehadiran tanaman yang anti zat kimia ini sangat berguna untuk mengurangi polusi air. Tumbuhan tersebut bisa digunakan sebagai sarana pembersih polusi yang ada di air.

Akar tanaman ini menyerap makanan dari dalam air. Secara tidak langsung, zat kimia tersebut juga ikut terserap dalam tanaman ini. Daya hisap polusi pada tanaman ini juga cukup tinggi, yaitu sekitar 60 hingga 80 persen pada zat potasium dan nitrogen.

5. Dijadikan Sebagai Kerajinan Tangan

Kreativitas manusia kian hari semakin bertambah unik. Pemanfaatan sumber daya yang ada di sekitar untuk dijadikan sebagai kerajinan sangat menguntungkan. Salah satunya adalah tanaman air tawar ini yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Manfaat yang juga bisa memperbaiki ekonomi masyarakat ini yaitu bisa diolah menjadi kerajinan tangan. Jenis kerajinan tangan yang bisa dihasilkan dari tanaman ini adalah tas, tali, serta perabotan rumah tangga. Di samping itu, tumbuhan ini juga bisa diolah menjadi bahan baku kertas.

Sudah paham bukan mengenai ciri serta manfaat tanaman air yang cukup menarik ini? Melaui ulasan di atas kini Anda memiliki lebih banyak wawasan mengenai tumbuhan tersebut.

Tumbuhan yang hidup di air tawar ini memang memiliki kelebihan dan keuangan yang harus disikapi dengan bijak untuk bisa dimanfaatkan. Segala manfaat yang terdapat dalam tanaman tersebut bisa terus dikembangkan dengan baik.

Setiamah Setya

Setiamah Setya

Perkenalkan nama saya Setiamah. Pada dasarnya bermain kata adalah bagian hoby saya sejak lama. Seiring berjalannya waktu, akhirnya jadilah dia bagian dari hidup saya sejak beragam wawasan baru saya dapatkan dari menulis berbagai tema.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *