Cara Membuat Bonsai Bunga Kertas dan Cara Perawatannya

Bunga Kertas – Bunga bougenville atau di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan bunga kertas adalah salah satu jenis tanaman yang sangat populer di kalangan pecinta tanaman hias. Disebut bunga atau kembang kertas karena bagian seludang bunganya tipis seperti bahan kertas. Tanaman ini begitu digemari karena perawatannya yang cukup mudah.

Selain itu, bentuknya yang kecil dan sukar tumbuh tegak dengan warna cerah pada seludang bunganya, membuat tanaman ini begitu dicintai banyak orang. Seludang bunga pada tanaman bougenville ini seringkali dianggap sebagai bunganya, padahal bunga yang sebenarnya ada pada bagian dalam yang terlindungi oleh seludang bunga. Bentuk bunganya begitu kecil dan saat mekar berwarna putih bersih.

Bunga indah yang berasal dari Amerika Selatan ini biasanya banyak ditanam di kawasan perumahan atau villa untuk mempercantik eksterior bengunan. Uniknya lagi, pada waktu tanaman ini berbunga, ia memiliki kebiasaan merontokkan beberapa daunnya dan seludangnya. Sehingga, jika ditempatkan pada eksterior bangunan, pemandangannya akan seperti musim semi di luar negeri.

Jika tumbuh di alam, bunga bougenville ini bisa tumbuh seperti pohon dan bisa mencapai ketinggian beberapa meter. Namun, bunga ini bisa juga dijadikan sebagai tanaman hias yang hanya tumbuh hingga 1 meter saja. Pilihan lain untuk menjadikannya tanaman hias adalah dengan menjadikannya tanaman bonsai bougenville yang membentuk bunga mungil dan rimbun.

Mengapa Harus Menanam Bonsai Bunga Kertas?

bunga bougenville
Pada dasarnya, bonsai merupakan teknik mempercantik tanaman hingga membuatnya memiliki nilai estetika yang tinggi dan fungsional. Teknik bonsai cukup disukai banyak pecinta tanaman hias, karena dapat mempercantik ruangan. Tanaman hias yang bisa dijadikan bonsai juga tidak terbatas pada satu tanaman saja. Metode ini bisa diaplikasikan untuk berbagai tanaman, bahkan tanaman sayur dan buah.

Namun, biasanya metode ini hanya bisa digunkan untuk tanaman hias atau tanaman sayur dan buah yang memiliki jangka waktu hidup yang panjang. Untuk tanaman buah yang diaplikasikan dalam metode bonsai juga sering disebut dengan istilah tabulampot atau singkatan dari tanaman buah dalam pot. Istilah ini sudah cukup banyak dikenal orang, terutama mereka yang mencintai seni menanam.

Baca Juga  Mengenal Bagian-Bagian Bunga dan Fungsinya Bagi Tumbuhan

Nah, jika metode ini diterapkan pada tanaman bunga bougenville, maka nilai estetika untuk mendukung interior sebuah ruangan akan semakin tinggi. Tanaman bougenville yang dibuat tanaman bonsai memang sedang naik daun, karena keindahannya. Apalagi, jika tanaman ini diletakkan di sudut ruangan atau di meja tempat meletakkan foto keluarga, pastinya akan menambah keasrian ruangan di tempat tinggal kita.

Bukan hanya itu, tanaman bonsai bougenville memiliki nilai jual yang tinggi dibandingan tanaman bougenville yang belum dijadikan bonsai. Jadi, selain dijadikan tanaman hias untuk menghiasi ruangan di dalam rumah, tanaman ini bisa juga dijadikan ladang bisnis segar. Sangat bermanfaat sekali, bukan? Untuk itu, pastikan para pemilik bonsai ini bisa melakukan penanaman hingga perawatan dengan baik dan benar.

Dengan penyiraman dan pemupukan, serta asupan sinar matahari yang baik, tanaman bonsai bunga kertas ini akan tumbuh subur dan memiliki bunga-bunga juga seludang yang begitu indah. Bukan hanya daun, bunga, dan seludangnya saja yang indah, tanaman ini juga memiliki batang bernuansa klasik yang selalu menjadi daya tarik para pecinta tanaman bonsai unik.

Bagaimana Cara Menanam Bonsai dari Bunga Kertas?

kembang kertas
A. Persiapan Penanaman

1. Pilih bibit tanaman bougenville yang bentuk dan teksturnya baik, sekaligus sehat. Untuk mengetahuinya, lihatlah dari warna daunnya yang cerah dan segar, serta kondisi batangnya yang kokoh.

Dalam pemilihan bibit ini, usahakan pula mengambil bibit vegetative (cangkok/stek) agar memiliki akar lateral yang kuat dan bukan akar tunggang.

Kemudian, saat memilih bibit, pangkaslah sedikit batang yang tidak diperlukan agar terlihat estetikanya. Pemangkasan ini berfungsi juga untuk mengurangi penguapan yang berhubungan juga dengan tingkat stress pada tanaman. Sehingga, tanaman menjadi lebih subur dan mampu tubuh lebih kokoh.

2. Siapkan pot yang kokoh untuk pemindahan bibit bonsai. Sebaiknya, sebelum meletakannya bonsai, cuci bersih pot dan melakukan sterilisasi dari hama penyakit. Hal ini dilakukan agar tanaman
tumbuh subur. Caranya dengan menyiramkan insektisida secukupnya dan menjemurnya di bawah sinar matahari langsung selama 7 hingga 10 hari.

3. Saat ingin memasukan bonsai ke pot, buang tanah asli dari pembibitan, karena kurang baik bagi tanaman bonsai. Kemudian, basahi sedikit polybag agar bibit mudah dikeluarkan. Buang tanah dari bagian bawah dan rapikan akarnya. Gunakanlah tanah baru untuk menanam bonsai guna memastikan pertumbuhannya sempurna.

4. Kemudian, tanam bonsai dengan bagian alas pot dimasukkan kerikil secukupnya terlebih dahulu. Letakkan bibit bonsai tepat ditengah pot sambil dirpikan akarnya. Setelah rapi, masukkan media tanam disela-sela perakarannya dan padatkan secukupnya hingga pot terisi penuh. Media tanam yang digunakan terdiri atas campuran tanah, pupuk kompos, dan pasir dengan perbandingan 5:3:2.

5. Setelah bibit tertanam, siram secukupnya dan jangan sampai air yang masuk ke tanah terlalu banyak. Sebab, penyiraman ini hanya dilakukan untuk menjaga kelembaban media tanam. Bisa juga ditambahkan moss di bagian atasnya sebagai pelindung untuk media tanamnya.

6. Terakhir, pangkas dahan-dahan yang tidak diperlukan untuk merapikan bentuk tanaman bonsai ini. Pemangkasan ini juga dilakukan untuk membuat kerangka dasar bonsai, sehingga pada saat
bertumbuh akan lebih teratur pertumbuhannya.

B. Proses Pembuatan bonsai

bonsai bougenville
1. Saat bakal bonsai sudah menunjukkan pertumbuhan yang baik, maka segera siapkan bakal bonsai tersebut dan media tanam yang baik berupa campurah tanah humus dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.

2. Siapkan pula pot dengan ukuran ideal 35 sampai 40 cm untuk membatasi pertumbuhan yang berlebihan pada akarnya. Usahakan untuk menghindari pot yang terlalu dalam, karena bonsai akan tumbuh subuh dan akan lebih sulit menata bentuk daunnya. Selain itu, pot yang terlalu dalam akan menyebabkan ukuran bunga bonsai jadi terlalu kecil.

3. Ikatkan selembar kawat pada pangkal pot sebagai alat bantu pembentukkan bonsai. Kawat ini juga digunakan untuk penopang tanaman, sebelum sistem perakaran bonsai menjadi lebih kuat dan agar tidak merusak tanaman.

4. Saat bonsai bunga kertas telah menunjukkan pertumbuhan yang baik, maka sudah bisa mulai didesain sesuai dengan keinginan. Siapkan alat berkebun untuk membentuknya, seperti alat semprtot, gunting tanaman, tang potong, penjepit, dan alat berkebun lainnya untuk persiapan membentuk bonsai sesuai keinginan.

5. Metode yang biasanya dilakukan untuk membentuk bonsai adalah dengan melilitkan kawatnya pada batang bunga atau ranting bonsai yang kokoh. Hal ini dilakukan guna mengubah bentuk cabang atau batang bunga kertas dari bentuknya yang alami menjadi bentuk bonsai yang sesuai dengan kenginan pemiliknya.

Cara Perawatan Bunga Kertas

bonsai bunga kertas
1. Untuk membuat tanaman bonsai subur memang diperlukan kelembaban tanah yang cukup. Tanah lembab bukan berarti sangat basah. Karenanya, letakkan tanaman bonsai pada tempat yang memiliki drainase cukup demi terjaganya kelembaban media tanam, namun juga tidak terlalu basah.

2. Sebenarnya, tanaman bougenville memiliki kecenderungan menyukai kondisi tanah yang kering dan tidak membutuhkan air yang banyak. Penyiraman ini hanya bisa dilakukan sekali dalam sehari atau pada saat tanah sedang benar-benar kering. Jika tanah terlalu basah, tanaman bougenville justru akan cepat membusuk, terutama pada bagian akarnya.

3. Lakukan pemupukan secara rutin dalam batas yang sesuai, serta siram secara teratur. Hal ini dilakukan guna menjaga ketersediaan unsur hara pada media tanam. Sehingga, tanaman bonsai dalam keadaan selalu segar dan subur.

4. Berikan pula pupuk yang rendah nitrogen sebanyak 2 sampai dengan 3 kali setahun. Pemberian pupuk rendah nitrogen dapat memberikan tambahan nutrisi yang baik bagi tanaman. Dengan begitu, tanaman bisa tumbuh subur.

Baca Juga  Tanaman Pucuk Merah, Tanaman Pagar Kaya Akan Manfaat

5. Tambahkan bahan-bahan organik untuk merangsang petumbuhan bonsai. Bahan-bahan organik yang digunakan bisa berupa bahan organik yang padat maupun yang cair. Hanya saja, perlu diperkirakan penggunaannya. Jangan terlalu banyak, jangan juga terlalu sedikit.

6. Lakukan pula penyemprotan dengan peptisida organik sesekali jika diperlukan untuk menjaga kelembaban tanaman. Hal ini juga bisa dilakukan untuk mencegah bonsai terinfeksi penyakit yang dapat dengan mudah merusak tanaman.

7. Pangkas daun dan ranting yang tidak dibutuhkan untuk menjaga tanaman bonsai tetap pendek. Pemangkasan pada ranting dan daun tanaman ini juga menjaga agar tanaman terus “bernafas” dan subur.

Begitulah proses budidaya tanaman bonsai bougenville. Dalam proses pembuatan bonsai tanaman bougenville, usahakan untuk tidak menggunakan bahan-bahan yang membuat bonsai terpaksa jadi kerdil. Sebaiknya bonsai dibiarkan betumbuh hanya dengan cara-cara yang alami atau natural. Sebab, jika menggunakan bahan kimia atau dipaksa kerdil, justru akan merusak pertumbuhannya yang alami.

Tidak susah sebetulnya melakukan proses budidaya tanaman, namun memang membutuhkan ketelitian dan ketelatenan dalam perawatannya. Tanaman hias ini sangat cocok bagi mereka yang sangat menyukai estetika ruang. Selamat mencoba!

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *