Cara Membuat Bonsai Kelapa untuk Koleksi Taman di Rumah

Bonsai merupakan salah satu seni bercocok tanam yang dilakukan dengan tujuan untuk mengkerdilkan tanaman. Bagi para pecinta tanaman hias ada banyak jenis tanaman yang bisa dijadikan bonsai.

Masyarakat bisa membuat bonsai untuk pohon beringin, sakura, hingga pohon kelapa.

Bonsai kelapa merupakan salah satu yang paling populer di Indonesia. Cara membuat bonsai kelapa cukup mudah karena pohon kelapa tidak sulit ditemukan.

Bonsai kelapa banyak menarik perhatian karena pohon ini identik dengan pohon yang tumbuh menjulang hingga 3 meter atau lebih.

Pohon kelapa dapat ditanam dengan teknik bonsai sehingga menjadi pohon mungil. Selain untuk hobi, bonsai kelapa juga bisa menjadi bisnis yang cukup menjanjikan.

Pohon kelapa dapat dibudidayakan dengan teknik bonsai menggunakan pot kecil yang langkah-langkahnya adalah sebagai berikut. 

harga bonsai kelapa

1. Pemilihan Jenis Pohon Kelapa untuk Bonsai

Bonsai menjadi salah satu teknik penanaman asal Jepang yang banyak digemari masyarakat tanah air. Bonsai kelapa merupakan satu dari sekian banyak tanaman yang bisa dijadikan bonsai.

Selain mudah didapatkan, pohon kelapa untuk bonsai juga cocok dengan iklim di Indonesia.

Pohon bonsai kelapa bisa dibuat kerdil sesuai dengan keinginan. Bentuknya yang unik membuat bonsai kelapa ini banyak diminati.

Selain itu, harga bonsai kelapa yang cukup tinggi dibanding pohon biasa membuat bonsai kelapa banyak dibuat bisnis yang menjanjikan.

Hal pertama yang perlu dilakukan untuk membuat bonsai kelapa adalah menentukan jenis pohon kelapa.

Beberapa jenis pohon kelapa yang bisa ditanam dengan teknik bonsai antara lain adalah kelapa gading susu, kelapa gading merah, dan kelapa gading albino. 

  • Kelapa gading susu

Jenis pohon ini sering tumbuh di wilayah dengan iklim subtropis dan warna pohonnya adalah putih. Bonsai kelapa gading susu dapat menjadi tanaman hias untuk di taman sebagai pengganti pohon palem. 

  • Kelapa gading merah
Baca Juga  Pohon Mahoni: Manfaat dan Kisaran Harganya

Pohon kelapa jenis ini dapat tumbuh menjadi bonsai kelapa gading yang paling unik dari jenis lainnya. Tanamannya sangat indah dengan warna merah kekuning-kuningan.

Perawatannya membutuhkan pupuh yang lebih dan diberikan secara rutin agar warnanya tetap cantik dengan warna kemerahannya.

image: pertanianku.com
  • Kelapa gading albino

Jenis pohon yang satu ini juga akan menjadi bonsai kelapa yang sangat unik. Bentuknya menarik ditambah lagi dengan warnanya yang sangat putih. Kelapa albino lebih terang dibandingkan pohon kelapa gading susu. 

2. Memilih Bibit Bonsai Unggul

Bibit bonsai yang baik adalah pilihan tepat untuk mendapatkan tanaman yang cepat bertunas. Tips untuk memilih bibit pohon kelapa yang unggul untuk bonsai antara lain adalah sebagai berikut.

  • Pilih buah kelapa tua

Cara bonsai kelapa agar bisa tumbuh dan bertunas dengan cepat adalah memilih buah yang sudah tua. Buah kelapa yang tua dengan batok yang kecil dapat menjadi bibit bonsai yang paling bagus. 

  • Petik langsung dari pohon

Kelapa tua yang dipetik langsung dari pohon adalah bibit bonsai yang bagus. Sedangkan kelapa yang sudah jatuh kurang baik untuk bibit bonsai.

Kelapa yang sudah jatuh biasanya juga memiliki batok kelapa yang lebih rapuh untuk dijadikan bonsai.

  • Buah kelapa dengan batok kecil

Pilihlah bibit bonsai kelapa dengan batok yang tidak terlalu besar. Batok kelapa yang lebih kecil akan memudahkan untuk proses pembibitan bonsai dan pembentukan tanamannya nanti. Anda juga bisa meletakan bibit bonsai dengan lebih mudah di dalam pot kecil.

image:kabartani.com

3. Menyiapkan Buah Kelapa yang Bertunas

Setelah memilih bibit pohon kelapa untuk bonsai, perlu beberapa minggu membiarkan buah kelapa tersebut bertunas. Apabila ingin buah cepat bertunas, maka tanah yang lembab dan mengandung banyak air bisa digunakan. Meletakan buah kelapa perlu diperhatikan karena mempengaruhi posisi tunas.

Buah kelapa yang diletakkan berdiri atau vertikal biasanya akan bertunas dengan akar yang mengelilingi batok kelapa.

Berbeda lagi dengan tunas yang muncul pada batok kelapa yang diletakkan horizontal. Tunas akan muncul di bagian samping sehingga batok kelapa terlihat seperti rumah siput. 

4. Menyiapkan Batok Kelapa untuk Bonsai

Cara membuat bonsai kelapa selanjutnya adalah menyiapkan batok kelapa yang sudah bertunas. Buah kelapa dikupas untuk melepaskan sabut kelapa dari batok kelapa. Kupas dari bagian ujung atas ke ujung bawah. Gunakan pisau yang tajam dengan hati-hati tanpa mengenai tunas dan akar.

Batok kelapa harus dibersihkan hingga tidak ada sabut kelapa yang tersisa. Selanjutnya kerok dengan pisau agar batok kelapa lebih bersih dan licin. Jika perlu, Anda bisa menggunakan amplas untuk membuat batok kelapa terlihat lebih mengkilap. 

5. Menyiapkan Pot Bonsai Kelapa

Media tanam untuk bonsai kelapa dapat menggunakan pot berukuran kecil. Wadah tersebut kemudian diisi dengan tanah, pupuk kandang, dan air dengan perbandingan 2:1:1.

Sebelum menanam batok kelapa, lindungi bagian tunasnya agar bisa lebih cepat tumbuh. 

Lakukan dengan baik agar pohon dapat tumbuh cepat dan bagus. Semakin bagus bentuknya, maka harga bonsai kelapa akan semakin tinggi.

Tunas kelapa dapat ditutup dengan plastik atau botol bekas. Beri lubang di setiap ujungnya agar tunas bisa untuk tunas masuk dan tumbuh. 

bonsai dari kelapa
image:bertaniorganik.com

6. Menanam Bibit Bonsai di Pot

Bibit bonsai kelapa gading yang sudah dibersihkan, siap untuk dipindahkan ke media tanam atau pot. Bibit tersebut dimasukan ke dalam pot yang sudah diisi dengan tanah dan pupuk. 

Letakkan bibit bonsai ke dalam pot dengan hati-hati dan posisinya adalah horizontal. Selanjutnya masukan akar ke dalam tanah dan jangan sampai terputus. 

Membentuk Tanaman Bonsai

Penanaman dan perawatan pohon bonsai berbeda dengan pohon kelapa biasa. Setelah bibit kelapa ditanam, maka selanjutnya adalah membentuk tanaman bonsai. 

  • Membentuk akar bonsai
Baca Juga  Jangan Tertukar, Ini 6 Perbedaan Kucing Persia dan Anggora

Teknik dan cara bonsai kelapa agar akarnya bisa melingkar batok kelapa dengan unik dapat dilakukan menggunakan tali atau kawat. Ikat ujung ranting atau akar yang keluar dari batok kelapa dengan tali tersebut. Setelah diikat arahkan mengikuti pertumbuhan batang ranting.

Pembentukan dengan tali ini dapat disesuaikan dengan keinginan seperti bentuk mendatar atau melengkung.

Jangan lupa untuk selalu memotong ranting yang arahnya tidak sesuai tali atau kawat yang dibentuk. Potong dengan bentuk melengkung sehingga bekasnya dapat tertutup lebih cepat. 

  • Membentuk daun bonsai

Daun kelapa yang akan tumbuh dari tunas-tunas di batok kelapa. Sebelum daun terbuka, daun tersebut harus segera dipotong agar tumbuhnya tidak ke atas seperti pohon kelapa biasa. Pemotongan daun ini perlu dilakukan agar tanaman bonsai mungil dan tetap terlihat menarik. 

Harga bonsai kelapa dengan bentuk yang menarik dan mungil ini pastinya tinggi. Tanaman bonsai perlu dirawat terutama bagian daunnya.

Biasanya saat tunas sudah mencapai tinggi sekitar 20 cm, akan tumbuh tunas-tunas baru. Potong tunas-tunas tersebut dengan hati-hati agar tidak menggores bonsai. 

Perawatan Tanaman Bonsai

Mulai dari penanaman bibit, buah kelapa akan bertunas dan tumbuh seperti biasa. Perawatan yang baik dengan rajin memotong tunas-tunas dan daun-daunnya membuatnya menjadi tanaman kerdil.

Pohon bonsai tumbuh dengan tinggi sekitar 25 hingga 100 cm dan usianya  bisa lebih dari 10 tahun. 

Setelah penanaman bonsai kelapa gading selesai dan bentuknya sempurna, maka perawatan selanjutnya adalah penyiraman dan pemberian pupuk. Berikut beberapa tips untuk merawat tanaman bonsai.

  • Menyiram bonsai

Tanaman bonsai mudah dirawat dengan penyiraman yang teratur. Siram bonsai setiap pagi dan sore hari. Anda bisa menambahkan garam untuk menyirami bonsai agar bonsai tumbuh dengan baik. 

Jangan lupa untuk menyiram bonsai agar tidak mati kekeringan. Namun jangan terlalu sering atau berlebihan dalam menyiraminya karena bisa membuat akarnya membusuk. 

  • Pemberian pupuk
Baca Juga  Cantik, Ini Jenis dan Ciri Ciri Bunga Mawar yang Mempesona

Selain disiram, bonsai juga perlu dirawat dengan pemupukan. Beri pupuk kandang setiap dua minggu sekali. Pupuk akan menjaga tanahnya gembur untuk memberi nutrisi pada tanaman bonsai. Sisa pelepah pada tanaman bonsai juga jangan lupa dibuang dengan pisau sayat agar tampilannya tetap menarik. 

  • Penyemprotan obat hama

Hama seperti semut dan kutu putih adalah ancaman yang paling sering terjadi pada bonsai kelapa. Jadi jangan lupa untuk menyemprotkan obat seperti insektisida maupun herbisida. Penyemprotan tersebut dapat mencegah batok kelapa terkena penyakit atau hama.

Itulah beberapa cara membuat bonsai kelapa yang mungil dan menarik. Anda bisa menjadikan bonsai kelapa sebagai koleksi taman atau untuk bisnis yang menguntungkan.

Dika Permana

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *