Hati-Hati, 5 Jenis Ular Sawah ini Perlu Diwaspadai

Jenis Ular Sawah – Sawah merupakan salah satu ekosistem buatan yang dibuat manusia untuk menanam padi.

Sawah termasuk ekosistem buatan manusia yang dibuat dengan cara membajak tanah yang telah digenangi air sehingga tanah sawah menjadi berlumpur. 

Dengan cara itu, sawah dapat ditanami padi yang membutuhkan banyak air. Walaupun termasuk ekosistem buatan, namun ekosistem sawah akan semakin terbentuk dengan kehadiran berbagai flora dan fauna lain pada lingkungan sawah tersebut.

Salah satu fauna atau hewan yang dapat dijumpai di areal sawah adalah ular. 

Jenis Ular yang Sering Muncul di Sawah

Makhluk hidup manapun akan berpindah ke tempat yang memiliki banyak persediaan makanan, termasuk ular yang merupakan hewan pemangsa tikus maupun katak yang sering ditemukan di sawah.

Jenis ular yang sering ditemukan di sawah cukup beragam mulai dari ular yang tidak berbisa hingga ular berbisa yang akan diuraikan sebagai berikut.

ular jali
image: ularindonesian.blogspot.com

1. Ular jali

Ular jali atau Ptyas korros adalah salah satu jenis ular sawah yang dapat tumbuh hingga 2,5 meter. Ular yang biasa disebut sebagai ular tikus ini tersebar luas di Indonesia yaitu di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Bali.

Ular ini memiliki kontribusi yang besar di dalam ekosistem sawah karena mampu mengontrol populasi tikus di Indonesia. 

Selain berperan sebagai pemangsa tikus, ular jali juga memangsa hewan kecil lain seperti burung, katak dan ular kecil.

Ular jali termasuk jenis ular yang tidak berbisa sehingga tergolong aman bagi manusia. Ular ini memang dapat bersikap agresif apabila diganggu dan dapat menggigit. Namun, gigitan ular jali tidak memberikan dampak yang fatal bagi manusia. 

Ular jali umumnya berwarna abu-abu, perak, atau coklat oranye dengan ukuran mata yang besar dan bulat. Ular jenis ini tidak hanya dapat ditemukan di sawah tetapi juga di tempat-tempat yang populasi tikusnya banyak termasuk daerah pemukiman. 

2. Ular sanca kembang

Baca Juga  Ikan Koi: Karakteristik, Jenis dan Cara Memeliharanya

Jenis ular sawah dari marga Phyton salah satunya adalah ular sanca kembang atau sanca batik.

Ular yang satu ini termasuk jenis ular yang tidak berbisa, namun dikenal dengan lilitannya yang mampu melumpuhkan mangsanya dalam sekejap. Ular ini mampu tumbuh hingga mencapai panjang 10 meter. 

Ciri khas dari ular sanca kembang adalah sisiknya yang membentuk pola atau motif yang unik dan mencolok, yaitu pola berliku berwarna hitam dengan yang diselingi bercak berwarna coklat gelap atau abu-abu dan bercak putih berukuran kecil. 

Ular sanca kembang memiliki daya adaptasi yang tinggi sehingga dapat hidup di berbagai tempat mulai dari alam liar hingga daerah pemukiman atau perkotaan. Ular ini memangsa hewan berukuran besar seperti babi, rusa dan hewan pengerat saat di alam liar, tetapi memangsa tikus dan kucing liar saat di area pemukiman. 

Ular ini dapat menggigit kapanpun dan gigitannya tidak mudah terlepas.

Ular sanca kembang juga memiliki otot-otot yang sangat kuat sehingga cekikan atau lilitannya sangat berbahaya dan berpotensi membunuh mangsa serta musuhnya. 

ular sapi
image: ularindonesian.blogspot.com

3. Ular sapi

Ular sapi atau terkadang disebut juga dengan nama ular lanang sapi merupakan salah satu jenis ular sawah yang tersebar di daerah tropis seperti India dan Indonesia.

Ular yang dapat ditemukan di Jawa, Sumatera, Bangka dan Kalimantan ini memiliki tubuh yang agak pipih dengan warna tembaga atau coklat muda serta corak hitam yang memanjang mengikuti bentuk tubuhnya. 

Ular yang sering ditemukan di kandang sapi ini memiliki ekor yang pendek dan termasuk jenis ular yang agresif.

Ular sapi akan mengembangkan kepalanya saat menghadapi mangsa atau pengganggunya. Ular ini termasuk jenis ular yang tidak berbisa namun memiliki bakteri pada air liurnya sehingga gigitannya dapat menimbulkan infeksi. 

Ular sapi dapat ditemukan di ladang terbuka, pedesaan, perkebunan, atau di dekat pemukiman. Mangsa utama ular sapi adalah tikus, tetapi ular ini juga memangsa hewan lain seperti kadal, katak, kelelawar, tupai dan burung. Ular sapi membunuh mangsanya dengan cara melilit tubuh mangsanya. 

ular pucuk
image: monaconatureencyclopedia.com

4. Ular pucuk

Baca Juga  Serba-serbi Kucing Persia Himalaya dan Kisaran Harganya

Ahaetulla prasina atau ular pucuk adalah salah satu jenis ular sawah yang unik. Ular jenis ini persebarannya lebih luas dibanding ular jali dan ular sapi. Ular pucuk selain tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Bali juga dapat ditemukan di Sulawesi, Natuna, Sumbawa, Ternate serta berbagai kepulauan yang tersebar di sekitar Sumatera. 

Ular pucuk dapat tumbuh hingga 2 meter dan memiliki bentuk kepala yang unik, yaitu lancip atau meruncing dengan tubuh yang berwarna hijau cerah.

Ular jenis ini biasa ditemukan bertengger di pohon ditambah dengan warna tubuhnya yang hijau membuat ular ini disebut ular pucuk. 

Habitat ular pucuk adalah hutan, perkebunan, maupun tempat-tempat yang sedikit terganggu manusia seperti sawah, vegetasi atau pepohonan di pinggir jalan, bahkan taman-taman di perkotaan. 

Ular pucuk memiliki taring belakang dan termasuk jenis ular sawah yang memiliki bisa rendah. Artinya, bisa ular ini dapat membunuh mangsanya tetapi hanya menyebabkan pembengkakan pada manusia. Ular ini memangsa kadal, katak, cicak dan terkadang memangsa burung. 

 

5. Malayan banded wolf snake

 

Malayan banded wolf snake atau Lycodon subcinctus merupakan jenis ular sawah yang bertubuh ramping. Ular ini saat sudah dewasa panjangnya dapat mencapai 90 cm.

Ular yang termasuk golongan ular tak berbisa ini berwarna hitam dengan ciri khas cincin berwarna putih pada tubuhnya. Motif cincin pada ular ini akan semakin memudar seiring dengan bertambahnya usia ular.

Dika Permana

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *