8 Jenis Kucing Hutan: Ketahui Ciri-Ciri dan Sifatnya

Kucing Hutan – Jenis binatang yang saat ini cukup menarik perhatian banyak pecinta binatang untuk dijadikan hewan peliharaan. Sifatnya yang liar dengan bentuk badan yang menggemaskan tampaknya menjadi salah satu faktor pencuri hati

Dikutip dari IUCN Red List, kucing hutan ternyata memiliki banyak jenis. Bahkan hampir di berbagai penjuru dunia, memiliki jenis kucing hutannya masing-masing.

Tak sedikit pula dari jenis kucing hutan mulai punah dan langka. Semua itu dikarenakan makanan menipis, habitatnya berkurang dan juga timbulnya perburuan liar terhadap kucing hutan.

Saat ini tercatat ada sekitar 28 spesies kucing hutan. Mau tahu seperti apakah penampakan jenis-jenis kucing yang tinggal di hutan itu?

8 Jenis Kucing Hitam Lucu

kucing hutan norwegia
Image: Simomot.com

Di artikel ini, tim Tedas.id akan membagikan 8 diantaranya kepada para sahabat. Sudah siap?

1. Macan Dahan Benua

Kucing yang memiliki nama latin Neofelis Nebulosa ini termasuk dalam kucing berukuran sedang. Wajahnya mirip macan, sehingga banyak masyarakat yang menyebutnya sebagai Macan Dahan Benua.

Kucing hutan yang satu ini habitatnya tersebar hampir di seluruh Asia Tenggara, India, Indocina, di semenanjung Melayu dan juga di daerah gunung Republik Rakyat Tiongkok.

Saat ini, Macan Dahan Benua telah dimasukkan sebagai salah satu kucing hutan yang telah punah. Di Indonesia, kucing hutan jenis ini pernah ditemukan di daerah Sumatera dan Kalimantan.

Namun saat ini, kucing yang pernah ditemukan tersebut ternyata dianggap tidak sama dengan spesies Dahan Benua.! Setiap kucing hutan memiliki ciri dan sifatnya masing-masing, Yuk, cari tahu sifat dan ciri dari Si Dahan Benua

Baca Juga  Serba-serbi Kucing Persia Himalaya dan Kisaran Harganya

Ciri-ciri Macan Dahan Benua

* Ukuran tubuhnya bisa mencapai 95 cm.
* Memiliki bulu dengan warna abu-abu kecoklatan. Pada bulunya bisa ditemukan bintik hitam.
* Pada bagian kepala. Kita bisa menemukan bintik hitam kecil-kecil.
* Dahan Benua berkaki pendek dengan telapak kaki besar.
* Ekor berukuran panjang, dan memiliki garis serta bintik hitam.

Sifat Macan Dahan Benua

* Dahan Benua termasuk dalam kategori hewan nocturnal alias hewan yang lebih aktif di malam hari.
* Hobinya adalah menghabiskan waktu bercengkrama di atas pohon.
* Gerakan Dahan Benua sangat lincah. Ia juga memiliki kemampuan dapat melompat dari pohon ke pohon.

2. Kucing Hutan Jawa

Dari namanya saja sahabat pasti sudah bisa menebak kalau habitat kucing hutan yang satu ini ada di Pulau Jawa. Di Indonesia, kucing hutan Jawa telah dianggap sebagai satwa liar yang dilindungi undang-undang. Peraturan tersebut bisa ditemukan pada Lampiran PP No. 7 Tahun 1999 dan juga Undang-undang No. 5 Tahun 1990.

Meskipun bernama kucing hutan, hewan liar ini tak hanya bisa ditemui di hutan. Terkadang hewan ini juga bisa ditemukan di kebun milik masyarakat.

Buat yang tak paham, seringkali salah mengira kucing hutan sebagai kucing kampung. Nah, biar sahabat Tedas.id tidak salah terka, kita kenali dulu ciri-ciri dan sifatnya ya!

Ciri-ciri Kucing Hutan Jawa

* Tubuh kucing hutan tak jauh berbeda dengan kucing kampung. Bedanya, ukuran tubuh kucing hutan Jawa agak lebih besar dibandingkan kucing kampung.
* Warna bulu abu-abu agak gelap dan memiliki corak bulat-bulat pada bagian bulu di tubuhnya.
* Kucing hutan Jawa sangat pintar memanjat pohon, meloncat dan berenang.

Sifat Kucing Hutan Jawa

Karena kucing hutan jawa terlampau ganas dan liar, tidak banyak sifat yang bisa dipelajari. Oleh karenanya hewan ini juga tidak cocok dan sangat berbahaya untuk dipelihara karena sifat liar dan ganasnya tersebut.

3. Kucing Bengal atau Blacan

kucing hutan jawa
Image: infocatdog.com

Kucing hutan yang satu ini memiliki nama latin Leopard Cat Iaitu Felinebengalenis. Karena terlalu panjang, lebih sering disebut dengan Bengal Tiger Cat. Berasal dari Amerika Serikat, tepatnya dari California.

Kucing ini merupakan keturunan level ketiga atas proses kawin silang kucing American Shorthair dengan kucing Asian Leopard. Kawin silang tersebut dilakukan atas ide dr. Centerwall, seorang ahli genetik, yang menghasilkan kucing berpola spotted wild cat.

Awalnya hasil kawin silang pertama menghasilkan kucing betani. Kucing betani ini kemudian dikawinkan lagi dengan ayahnya, yang menghasilkan kucing bengal ini.

Kucing bengal ini membutuhkan cara perawatan yang khusus, terutama di bagian kuku. Sementara untuk bagian bulu, kita bisa menggosoknya dengan perlahan memakai sikat lembut. Sebagaimana jenis kucing hutan lainnya, kucing bengal juga memiliki ciri dan sifat tertentu. Mau tahu?

Baca Juga  Jangan Tertukar, Ini 6 Perbedaan Kucing Persia dan Anggora

Ciri-ciri Kucing Bengal atau Blacan

* Badan si Bengal memiliki ukuran yang panjang.
* Otot-otot tubuh si Bengal sangat kuat.
* Memiliki tubuh berukuran besar dan gagah.
* Bulu-bulu kucing Bengal sangat halus dan rapat.
* Berat tubuh kucing Bengal jantan kurang lebih 10 kg, sementara kucing Bengal betina bisa mencapai 4-5 kg.
* Warna bulu kucing bengal didominasi warna cokelat dan hitam.

Sifat Bengal atau Blacan

Si Bengal termasuk dalam kategori yang sangat pemberani. Kucing ini juga sangat aktif. Memiliki kecerdasan di atas rata-rata dibandingkan jenis kucing lain. Jika yang kita tahu kucing adalah salah satu hewan yang kurang suka mandi, si Bengal ini berbeda. Ia sangat suka mandi.

4. Kucing Emas Asia

Kucing hutan ini memiliki nama latin Pardofelis Catopuma Temmincki, syn. Kucing hutan berukuran sedang ini bisa ditemukan di seluruh Asia Tenggara, dari Tibet, Nepal, India, Bangladesh, Myanmar, dan bahkan Indonesia.

Sayangnya pada 2008, kucing ini sudah diklasifikasikan sebagai kucing langka alias hampir punah oleh IUCN (Uni Internasional untuk Konservasi Alam).

Kucing Emas Asia sangat suka tinggal di daerah hutan yang memiliki wilayah berbatu. Hutan hujan tropis yang hijau dan hutan subtropis adalah habitat favorit dari kucing hutan ini.

Ciri-ciri Kucing Emas Asia

* Ukuran panjang si Kucing Emas kurang lebih 66 – 105 cm. Ukuran tersebut jika diukur dari kepala hingga ke badan.
* Panjang ekor Kucing Emas yaitu 40 hingga 57 cm.
* Berat tubuhnya bisa mencapai tiga kali lipat dari kucing peliharaan, kurang lebih 9 – 16 kg.

Sifat Kucing Emas Asia

* Kucing Emas termasuk dalam hewan nokturnal, yaitu hewan yang lebih aktif di malam hari.
* Memiliki kemampuan untuk naik ke pohon dengan sangat cepat.
* Suka melakukan perburuan terhadap hewan kecil, misalnya reptil, burung, dan tikus yang besar.
* Bisa mengalahkan mangsa dengan ukurannya yang lebih besar dari ukurannya, seperti kerbau dan sapi.
* Memiliki beragam suara yang unik, tidak hanya mengeong, tapi juga bisa mendesis, menggeram dan mendengkur.
* Kucing Emas memiliki teknik berkomunikasi yang khas. Caranya yaitu memberi tanda wilayahnya dengan aroma, menyemprotkan urin, dan juga menggaruk pohon dengan mencakar. Selain itu kucing hutan ini juga senang menggosokkan kepala dengan berbagai barang.

5. Kucing Batu

Kucing Batu bernama latin Pardofelis Marmorata. Habitat dari kucing ini bisa ditemukan di antara Asia Selatan hingga Asia Tenggara. Oleh IUCN, kucing ini dimasukkan dalam kategori langka, karena jumlahnya tak lebih dari 10.000 kucing dewasa.

Batu diduga memiliki hubungan dengan kucing besar atau yang biasa disebut dengan Pantherine. Namun setelah dilakukan analisis genetik yang lebih mendalam, ternyata Kucing Batu lebih berkaitan dengan Kucing Emas.

Ciri-ciri Kucing Batu

* Tubuh Kucing Batu berukuran 46 – 62 cm.
* Panjang ekornya bisa mencapai 35 hingga 55 cm.
* Berat kucing hutan bisa mencapai angka 5 kg.
* Memiliki bulu yang mirip dengan Kucing Dahan. Warnanya banyak didominasi coklat abu-abu, kuning dan hitam.

Sifat Kucing Batu

Kucing Batu juga termasuk hewan nokturnal yang lebih senang berkegiatan di malam hari. Memiliki hobi melakukan perburuan terhadap hewan-hewan berukuran kecil, seperti tikus, burung, reptil dan tupai.

6. Macan Dahan Kalimantan

sifat kucing hutan
Image: kalteng.tribunnews.com

Coba sahabat tebak dari manakah asal kucing hutan ini? Benar sekali! Dari namanya saja kita sudah bisa mengenali kalau kucing ini hidup di pulau Kalimantan. Meski begitu Macan Dahan Kalimantan juga bisa ditemukan di wilayah Sumatera.

WWF (World Wide Fund for Nature) pada 14 Maret 2007 memberi nama kucing ini Borneo Clouded Leopard alias Macan Dahan Kalimantan. Sementara bahasa latin untuk si Macan Dahan asal Kalimantan ini yaitu Neofelis Diardi. Arti namanya sendiri yaitu kucinganya Diardi.

Diardi adalah seorang penjelajah asal Perancis yang menyukai kucing dan melakukan penjelajahan hingga ke Kalimantan. Nama tersebut diberikan pada si kucing sebagai bentuk penghormatan terhadap si penjelajah.

Meski terlihat mirip seperti macan, namun kucing ini berbeda dengan spesies macan tutul. Ukuran kucing hutan ini termasuk dalam ukuran sedang.

Baca Juga  7 Makanan Kucing Anggora dan Cara Merawat Anaknya

Ciri-ciri Macan Dahan Kalimantan

* Termasuk dalam kategori kucing pemangsa yang berjumlah besar di Kalimantan.
* Meski termasuk dalam kategori kucing hutan berukuran sedang, namun dibandingkan kucing peliharaan ukurannya termasuk besar. Bahkan cenderung kekar dan tangguh.
* Tubuh Macan Dahan Kalimantan sangat berat, konon bisa mencapai 25 kg.
* Ukuran panjang tubuh Kucing Dahan Kalimantan ini bisa mencapai 90 cm.
* Taring gigi yang dimiliki Kucing Dahan berukuran sepanjang 2 inchi.
* Bentuk bulunya oval dan tidak beraturan. Bagian tepi dan tengahnya berwarna
* Hal yang unik dari si Macan Dahan yaitu ekornya bisa tumbuh sepanjang tubuhnya. Hal tersebut sangat membantu si kucing dalam menjaga keseimbangan .

Sifat Macan Dahan Kalimantan

Macan Dahan Kalimantan memiliki kebiasaan-kebiasaan yang tak banyak diketahui. Bisa dikatakan jika jenis kucing hutan ini memiliki sifat introvert alias penyendiri, sehingga banyak rahasia dari si kucing yang belum terungkap.

Macan Dahan saat melakukan perburuan akan menggunakan jalan darat. Sesekali juga memakai keahlian memanjatnya untuk menghindari bahaya.

7. Kucing Kuwuk

Kucing Kuwuk memiliki nama latin Prionailurus Bengalensis. Sementara dalam bahasa Inggris, kucing ini disebut dengan Leopard Cat. Hal ini dikarenakan di tubuhnya bisa ditemukan bintik-bintik layaknya macan tutul. Kucing hutan ini termasuk dalam kategori dengan ukuran tubuh yang kecil.

Habitat kucing hutan yang satu ini termasuk sangat luas. Kita bisa menemukan si kucing dari daerah Amur di Timur Rusia, Asia Selatan, Asia Timur, Semenanjung Korea, Cina, dan bahkan Kepulauan Sunda di Indonesia. Sayangnya di beberapa titik, Kucing Kuwuk sudah terancam punah karena banyak diburu.

Oleh IUCN pada 2002, kucing Kuwuk telah dimasukkan dalam spesies beresiko rendah karena jumlahnya yang semakin sedikit.

Ciri-ciri Kucing Kuwuk

* Ukuran tubuhnya tak banyak berbeda dengan ukuran kucing kampung pada umumnya, namun tubuhnya jauh lebih ramping.
* Ukuran kaki Kuwuk juga lebih panjang daripada kucing kampung. Selain itu di antara jari-jari kakinya, terdapat terdapat selaput seperti bebek.
* Bulu di bagian kepala Kucing Kuwuk terdapat dua garis-garis warna gelap.
* Kucing Kuwuk memiliki banyak ragam warna bulu. Di wilayah selatan, kucing ini lebih banyak yang berwarna coklat kekuningan. Sementara populasi kucing Kuwuk di bagian utara, warna bulunya lebih banyak didominasi abu-abu dan perak pucat.

Sifat Kucing Kuwuk

* Cara hidupnya lebih banyak dengan berburu.
* Termasuk dalam kategori hewan nokturnal yang lebih sering berkegiatan secara aktif di malam hari.
* Fisiknya sangat kuat sehingga bisa berburu di dalam kegelapan malam.

8. Kucing Hutan Norwegia

Jika kucing hutan lain memiliki kesan liar dan ganas, kucing hutan Norwegia terkenal dengan sifatnya yang ramah, lembut dan menyukai keluarga. Sejarah kucing ini jika dirunut cukup panjang, meski tidak ada satupun yang bisa memastikan kebenarannya. Ada yang menduga jika kucing Norwegia ini merupakan keturunan kucing berbulu panjang yang berasal dari Turki dan dibawa ke Byzantium oleh para Prajurit Skandinavia.

Beberapa orang lainnya mengatakan kalau kucing Norwegia merupakan keturunan kucing Siberia dari Rusia. Tak sedikit pula yang menyebutkan kalau kucing ini merupakan satu dari ribuan barang rampasan Viking.

Namun satu hal yang pasti selama berabad-abad lalu, kucing hutan Norwegia yang di negeri asalnya disebut Skogkatt ini telah dikenal sebagai sahabatnya para petani atau ibu rumah tangga. Si Skogkatt ini sangat pandai mengusir tikus. Karena kepintarannya ini, si kucing banyak dipelihara di rumah dan diberi makanan yang teratur.

Pada 1938, sebuah pertunjukan di Oslo menampilkan kucing-kucing ini sebagai salah satu bintangnya. Sayangnya karena peristiwa Perang Dunia II, proses pengembangbiakan kucing hutan Norwegia menjadi terhambat.

Bersyukur karena kucing-kucing tersebut bisa diselamatkan dari perang. Meski begitu setelah terjadinya perang, keberadaan kucing hutan ini sempat terganggu.

Pada 1977, kucing hutan Norwegia pada akhirnya resmi masuk dalam daftar breed pada Federasi Feline Internasional Eropa. Perlahan, kucing ini semakin moncer di wilayah Eropa dan Amerika Serikat.

Ciri-ciri Kucing Hutan Norwegia

* Ukuran tubuhnya sangat jumbo.
* Berat tubuh hingga 10 kg, namun untuk kucing betinanya memiliki ukuran yang sedikit lebih kecil.
* Tumbuh kembang kucing semakin melesat pada usia 5 tahunan.
* Kucing Norwegia sangat suka memanjat.
* Bulunya unik dan tahan dengan air.
* Termasuk kucing yang mandiri dan cerdas. Terbukti jika dilatih, ia akan sangat cepat belajar.
* Memiliki tingkat kewaspadaan yang baik.

Sifat Kucing Hutan Norwegia

* Kucing Norwegia termasuk cerewet dan manja. Sangat suka mendapat perhatian manusia.
* Memiliki kemampuan untuk menghibur diri ketika suasana sedang sepi.
* Meski manja, kucing Norwegia tidak begitu suka dipangku.
* Ia sangat menikmati disentuh di bagian bawah dagu dan antara telinga.
* Untuk menunjukan rasa suka, kucing ini seringkali menggesekkan pipinya.
* Suara kucing Norwegia cukup tenang, bahkan hanya akan bersuara ketika mereka memerlukan sesuatu.
* Jika merasa diabaikan dan tidak mendapat makan tepat waktu, mereka akan mengeong dengan cukup keras.

8 jenis kucing hutan di atas baru sebagian kecil dari spesies kucing hutan yang ada di dunia ini. Meski begitu cukup mewakili ciri-ciri dan sifat dari kucing hutan lainnya.

Untuk yang tertarik memelihara kucing hutan, harga untuk mengadopsi jenis kucing ini berkisar antara 400 ribu hingga 100 jutaan tergantung jenisnya. Cukup fantastis bukan? Jadi, sahabat Tedas.id tertarik nggak nih untuk mengadopsi salah satu dari kucing hutan di atas?

Marita Ningtyas

Marita Ningtyas

A Writerpreneur, tinggal di kota Lunpia. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *