8 Fakta Menarik Ikan Arapaima yang Berukuran Raksasa

Ikan Arapaima – Pernah dengar ikan bernama arapaima? Jika kamu pernah pergi ke kebun binatang, ikan ini pasti sudah tidak asing lagi. Ikan ini sempat menimbulkan kehebohan di sungai Brantas pada tahun 2018. Seseorang melepaskan 8 ekor ikan ke sungai Brantas.

Apa yang membuat heboh? Karena menurut undang-undang ikan arapaima membahayakan sumber daya dan lingkungan ikan bahkan kesehatan manusia di Indonesia. Arapaima adalah satu dari 152 jenis ikan berbahaya.

Seperti apakah berbahayanya arapaima hingga tak boleh dilepaskan di sungai? Simak selengkapnya mengenai morfologi dan fakta menarik dari arapaima hanya di Tedas.id.

Morfologi Ikan Arapaima

ikan arapaima gigas
Image: id.wikipedia.org

Arapaima Gigas merupakan jenis ikan air tawar yang memiliki ukuran raksasa dan menjadi ikan terbesar di dunia. Jika diklasifikasikan termasuk sebagai ikan purba yang masih bertahan hidup sampai sekarang.

Asalnya adalah dari Amerika tepatnya di sungai Amazon dan termasuk keluarga Arowana. Panjangnya sendiri bisa mencapai 3 meter dengan berat lebih dari 200 kilogram. Ikan jenis ini paling diminati oleh kolektor ikan sebagai peliharaan pribadi.

Di Amazon, arapaima sangat mudah ditangkap karena mereka memiliki kebiasaan naik ke permukaan air untuk bernapas setiap 5 hingga 15 menit. Karena penangkapan besar-besaran yang dilakukan oleh manusia, kini arapaima jumlahnya menurun drastis.

Pemerintah Brazil pun kini mengeluarkan aturan untuk melarang perburuan arapaima. Jika dilihat dari morfologinya, arapaima memiliki sisik tipe cikoid dan bentuknya sangat rapi. Pada bagian belakang tubuhnya dari perut sampai ekor memiliki warna merah menyala.

Baca Juga  Ikan Guppy : Manfaat, Jenis dan Cara Merawatnya

Warna bagian depan dari kepala hingga perut adalah hijau keperakan. Sirip yang terdapat di kanan dan kirinya berukuran kecil dan berbentuk bulat. Bagian sirip punggung panjangnya hampir ⅓ tubuh dari bagian tengah dan hampir menyatu dengan ekor.

Bentuk kepalanya lonjong serta memanjang yang menambah panjang tubuhnya. Mereka disebut sebagai ikan berbahaya karena akan memangsa ikan kecil lainnya yang merupakan makanannya. Masa bertelur ikan sampai berbulan-bulan dari air rendah hingga tinggi.

Sarang ikan ini cukup besar yaitu sepanjang 50 cm dengan lebar 15 cm dan didaerah yang berlumpur. Apabila dipelihara membutuhkan aquarium yang sangat besar mengingat bentuk tubuhnya yang raksasa.

Fakta Menarik dari Ikan Arapaima si Ikan Raksasa

fakta Ikan Arapaima
Image: id.wikipedia.org

Selain dari ukurannya yang sangat besar, ikan arapaima memiliki banyak fakta menarik lainnya. Berikut ini beberapa fakta yang meliputi arapaima.

1. Merupakan makhluk prasejarah

Hampir semua jenis makhluk prasejarah tidak hidup lagi di zaman sekarang. Peristiwa alam seperti gempa bumi, hujan meteor, gunung meletus dan masih banyak lagi membuat makhluk prasejarah tak semuanya dapat bertahan hidup.

Hanya beberapa saja yang hingga kini masih dapat kita olah salah satunya adalah arapaima. Disebut sebagai makhluk prasejarah karena morfologinya. Mulai dari ukuran tubuh, bentuk dan perilakunya.

Arapaima yang merupakan makhluk prasejarah ini sudah ada sejak zaman dinosaurus. Merupakan keberuntungan besar bagi kita karena masih bisa menyaksikan jenis satwa prasejarah yang hingga kini masih hidup.

2. Mulai dikenal tahun 1822

Ikan raksasa arapaima baru mulai terkenal di tahun 1822. Terkenalnya arapaima di masyarakat berkat tulisan dari Prof. Dr, Heinrich Rudolf Schinx yang merupakan seorang dokter dari negara Swiss.

Dalam karya tulisannya tersebut, ia mendeskripsikan mengenai jenis arapaima gigas sebagai ikan air tawar endemik dari sungai Amazon. Semenjak terkenalnya arapaima, banyak orang yang berusaha memburunya untuk dikoleksi.

3. Memiliki nama lain Pirarucu

Masyarakat lokal memberi nama arapaima sebagai Pirarucu. Arti dari istilah tersebut dari penduduk setempat adalah ikan merah. Benar saja nama tersebut diberikan mengingat terdapat sisik kemerahan di bagian perut hingga ekor.

Selain warna dari tubuhnya yang terlihat merah, daging arapaima juga berwarna orange kemerahan seperti ikan salmon.

4. Ikan kuat yang rakus

Dilihat dari bentuk tubuhnya yang sangat besar sudah bisa ditebak bahwa ikan ini sangat kuat. Bobot tubuhnya yang berat tidak membuat ia menjadi ikan pemalas, justru karena bentuk tubuhnya yang ramping membuat kemampuan renangnya sangat tinggi.

Pada saat mereka sering mengambil nafas ke permukaan air, arapaima juga mengincar berbagai jenis mangsa di atas. Misalnya saja katak, burung atau hewan lain di atas air. Jadi bukan hanya ikan kecil saja yang menjadi makanannya.

Karena sifatnya yang rakus inilah, arapaima tidak cocok tinggal di perairan Indonesia. Ikan arapaima gigas akan mengganggu ekosistem dengan menghabiskan populasi ikan air tawar. Kekuatannya pun sangat mengerikan, layaknya buaya, arapaima mampu membalikan perahu nelayan.

Baca Juga  Ikan Aligator: Profil, Fakta dan Jenis-Jenisnya

5. Musuh piranha

Pasti sudah sering dengar tentang ikan piranha dari sungai Amazon. Piranha adalah jenis ikan karnivora yang sangat ganas walaupun ukuran tubuhnya kecil. Sesama jenis ikan karnivora, arapaima adalah musuh bebuyutan dari piranha.

Sirip dari arapaima yang sangat keras bekerja sebagai perisai pelindung dari tajamnya gigi piranha ketika menyerang. Jadi walaupun bentuk tubuhnya besar, ikan piranha tidak memiliki kesempatan melukai arapaima.

Kemampuan dari sisiknya inilah yang membuatnya hingga kini masih bisa bertahan hidup di sungai Amazon bersama ikan karnivora lainya.

6. Mampu bertahan di air minim oksigen

Kebiasaan arapaima adalah sering muncul ke permukaan untuk bernapas, mereka melakukannya setiap 5 hingga 10 menit sekali. Hal ini dilakukan karena kandung kemih (swim bladder) yang mereka miliki dimanfaatkan sebagai paru-paru.

Jadi kebiasaan menghirup udara di atas permukaan diperlukan. Namun karena inilah yang membuat ikan mampu bertahan di air yang minim oksigen. Bahkan mereka bisa bertahan tanpa air selama 24 jam lebih.

7. Dagingnya lezat dikonsumsi

Sama seperti ikan air tawar lainnya, arapaima merupakan jenis ikan yang dapat dikonsumsi. Penduduk di sepanjang sungai Amazon sering menangkap ikan ini karena dagingnya yang lezat dan bergizi. Ditambah lagi hanya perlu satu ikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi satu desa.

Sisa daging pun bisa dikeringkan supaya awet dan menjadi persediaan makanan berbulan-bulan. Manfaat arapaima selain daging adalah lidah yang berfungsi untuk membunuh cacing usus.

Bagian lain yang sering dimanfaatkan adalah sisik. Warna sisik dan teksturnya yang sangat keras sangat bagus untuk dijadikan perhiasan.

8. Telurnya mencapai 50 ribu butir

Pada saat berkembang biak, arapaima betina mampu menghasilkan 50 ribu telur. Telur ini akan diletakkan di dalam sarang berlumpur yang dibuat. Penjagaan dan pembuahan akan dilakukan oleh arapaima jantan.

Baik arapaima jantan dan betina akan bekerja sama untuk melindungi telur di dalam sarang mereka. Pada saat telur menetas, kepala ikan jantan akan berubah menjadi lebih gelap, namun ketika anak-anak mereka selesai menetas dan beranjak dewasa sang jantan akan pergi dan warna kepala berubah kembali normal.

Ingin Memelihara Ikan Arapaima? Persiapkan Hal Berikut

Ikan Arapaima
Image: id.wikipedia.org

Walaupun disebut sebagai ikan yang berbahaya, ikan arapaima tidak berbahaya bagi manusia. Mereka hanya menyerang ikan kecil yang merupakan makanannya. Karena alasan ini jugalah yang membuat ekosistem menjadi rusak dan masuk dalam kategori bahaya di Indonesia.

Belum lagi ikan ini sangat cepat berkembang biak dengan 50 ribu telur serta masa hidup yang cukup lama. Bahaya arapaima sama seperti ikan predator lainnya seperti aligator dan piranha.

Masih tetap ingin memelihara aligator? Sebagai kolektor ikan pastinya tidak akan melewatkan ikan ini. Bisa saja untuk memeliharanya, namun ketentuan utama yang harus diperhatikan adalah tidak melepasnya di alam seperti sungai. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memelihara arapaima.

1. Persiapan akuarium

Bentuk tubuhnya yang besar dan panjang membutuhkan akuarium yang sangat besar. Akuarium juga tidak perlu diberikan hiasan namun cukup berbentuk polos yang akan membuat ruang gerak ikan lebih leluasa.

Supaya akuarium tidak tampak sepi, cukup pilih akuarium yang memiliki gambar latar belakang pemandangan. Perlu juga diberikan filter supaya air tetap bersih.

Baca Juga  Ingin Memelihara Ikan Komet? Pahami Hal Berikut

2. Persiapan pakan

Makanan arapaima adalah daging baik itu ikan yang masih hidup atau udang. Jenis ikan bisa seperti ikan mas, siapkan juga tikus putih atau jangkrik. Untuk tetap mengasah insting berburunya, berikan makanan yang masih hidup.

Arapaima dewasa mampu menghabiskan sampai 2 kg daging, jadi siap-siap saja dengan jumlah makanan yang sangat banyak.

3. Harga arapaima

Kelangkaan membuat ikan ini sangat dilindungi, jadi bagi yang ingin memeliharanya perlu merogoh kocek agak dalam. Ikan yang masih anakan dengan berat 10 gram bisa dijual dengan harga 900 ribu rupiah.

Jadi kalikan saja bobot ikan dengan harga tersebut. Untuk harga ikan arapaima yang memiliki berat 2 kg saja bisa hampir 3 jutaan.

Ikan ini memiliki empat varian jenis yaitu arapaima gigas, arapaima agassizii, arapaima mapay, dan arapaima leptosoma. Di antara keempat jenis ini,arapaima giga adalah yang ukurannya paling besar.

Yuliarti Swan

Yuliarti Swan

Pecinta kuliner, traveling yang ingin berbagi cerita dari kota budaya di Indonesia.