Selain Orangutan, Ini 16 Hewan Langka di Indonesia Lainnya

Hewan langka  – Hewan langka di Indonesia, seiring berjalannya waktu semakin berkurang. Indonesia dengan ragam biodiversitasnya memiliki kekayaan alam dari segi flora dan fauna.

Hanya saja, sangat disayangkan terjadi eksploitasi tak terkendali pada sumber daya biodiversitasnya, terlebih lagi pada fauna.

17 Hewan Langka di Indonesia

hewan langka di indonesia

Pemanfaatan dari eksploitasi ini memang menawarkan harga tinggi yang menggiurkan. Penangkapan hewan secara ilegal adalah salah satu faktor penyebab terjadinya kepunahan hewan yang seharusnya dilindungi. Lalu, apa saja hewan langka yang kini mengalami kepunahan di Indonesia? Ini daftarnya.

1. Orangutan Sumatera dan Kalimantan

Kedua jenis orangutan endemik Indonesia yaitu orangutan Sumatera dan Kalimantan termasuk ke daftar spesies yang terancam punah. Hal ini karena habitatnya yang semakin sempit, sehingga ia pun semakin sulit bertahan hidup.

Berdasarkan laporan dari IUCN pada 75 tahun terakhir ini populasi orangutan sumatera mengalami penurunan yang signifikan yaitu sebesar 80%. Tentu ini adalah angka yang cukup mengkhawatirkan.

Sedangkan pada tahun 2004, para peneliti memprediksi bahwa jumlah populasi orangutan di pulau Kalimantan berjumlah kurang lebih 54.000 ekor. Terdapat fakta bahwa tahun 1998-1999 laju kepunahan tercatat mencapai angka 1000 orangutan per tahun.

Morfologi orangutan Sumatera yang memiliki kantung pipi yang panjang pada orangutan jantan merupakan pembeda dengan orang utan yang hidup di Pulau Kalimantan. Taman Nasional Batang Ai merupakan bentuk upaya pelestarian pada kawasan konservasi dari orangutan Kalimantan.

2. Badak Sumatera dan Badak Jawa

Badak jawa yang lebih terkenal dengan nama badak bercula satu juga merupakan salah satu jenis hewan langka di Indonesia. Keberadaan populasinya sangat sedikit dan memerlukan perhatian dalam upaya pelestarian.

Begitu juga dengan badak Sumatera. Hewan dengan nama latin Dicerorhinus sumatrensis termasuk satwa yang menjadi perhatian pemerintah dan pecinta satwa liar. Kedua badak ini masuk status kelompok terancam punah sejak tahun 1996.

Kini badak jawa hanya dapat ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon sebagai satwa dilindungi dalam kawasan konservasi.

Baca Juga  Hati-Hati, 5 Jenis Ular Sawah ini Perlu Diwaspadai

3. Komodo

Sebagai maskot fauna endemik yang hanya dimiliki Indonesia, komodo merupakan salah satu hewan langka yang dilindungi di Indonesia. Spesies kadal monitor yang terbesar dan terpanjang di dunia memiliki ukuran mencapai 3 meter dan berat hingga 70 kilogram.

Kegiatan manusia merupakan faktor utama penyusutan spesies yang memiliki nama latin Varanus komodoensis. Biawak raksasa ini sekarang mendapat perlindungan di taman nasional di bawah peraturan pemerintah. Tempat tinggal utama Varanus komodoensis sekarang ini hanya berada di Pulau Komodo Rinca Flores Gili matang dan Gili dasami di Nusa Tenggara Timur.

Dokumentasi komodo pertama kali dilakukan oleh orang Eropa pada 1910. Twitter Anthony Ouwens yaitu seorang direktur museum zoologi di buitenzorg (saat ini Bogor) mengeluarkan paper pada 1912. Hal ini kemudian menjadikan nama binatang karnivora ini terkenal.

4. Gajah Sumatera

Elephas maximus atau yang lebih akrab dikenal dengan gajah Sumatera sekarang ini tergolong ke dalam jenis hewan langka di Indonesia. Berdasarkan daftar merah spesies terancam punah yang dikeluarkan oleh lembaga internasional IUCN spesies ini membutuhkan perhatian khusus dalam pelestariannya.

Hal tersebut terjadi akibat habitat populasinya semakin menyempit dan perburuan liar terus terjadi. Menurut data yang dihimpun dalam 25 tahun terakhir, populasi gajah sumatera telah kehilangan 70% habitatnya.

Data tersebut juga menunjukkan populasi hewan ini mengalami penurunan sampai lebih dari setengah habitat aslinya. Pada tahun 2007, perkiraan populasinya mencapai kisaran antara 2.400 sampai 2.800 ekor. Mungkin saat ini kondisinya lebih menurun lagi dari angka tersebut.

5. Harimau Sumatera

piramida makanan

Saat ini total populasi harimau sumatera tidak lebih dari 300 ekor. Menurut WWF jenis harimau ini merupakan salah satu dari 6 subspesies yang masih bertahan hidup hingga sekarang. Tentu saja salah satu hewan langka di Indonesia ini sangat penting untuk dijaga.

Ciri morfologi yang paling khas dari harimau Sumatera adalah memiliki warna kulit yang paling gelap dibandingkan semua jenis harimau, yaitu kuning kemerahan dan oranye tua.

Ciri khas lainnya adalah ukuran tubuhnya cenderung lebih kecil dibandingkan sub spesies harimau lain yang masih hidup sekarang ini.

Maraknya pembukaan lahan menyebabkan bertambah sempitnya habitat hewan ini. Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena berdampak pada sulitnya spesies harimau Sumatera bertahan hidup sehingga perlu dilindungi dan dilestarikan.

Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan wujud dari upaya perlindungan yang dilakukan agar harimau Sumatera tetap bertahan dan terhindar dari kepunahan.

6. Kanguru Wondiwoi

Tak hanya di Australia, Indonesia juga memiliki hewan berkantung dengan sebutan kanguru wondiwoi. Spesies ini hidup di pulau Papua. Menariknya, hewan tersebut beratnya diprediksikan sekitar 9.25 kg.

Spesies ini identik dengan ciri morfologi bulunya berwarna hitam, dengan beberapa bagian yang berwarna kekuningan. Hewan ini memiliki warna kemerahan pada pantat dan tangannya. Ekornya yang berwarna putih menjadikannya ciri khas dari kanguru wondiwoi.

Jumlah populasi hewan ini tidak pernah diketahui secara akurat. Akan tetapi berdasarkan data IUCN, total populasi kanguru jenis ini kurang lebih berjumlah 50 ekor saja. Hal tersebut menjadikan spesies ini tergolong sebagai critically endangered species.

7. Pesut Mahakam

Terdapat banyak aspek yang mempengaruhi populasi pesut mahakam. Salah satunya adalah menurunnya jumlah pasokan makanan di habitatnya.

Tak hanya itu, lalu lalang kapal di ponton, di wilayah tempat tinggalnya dan penggunaan zat beracun oleh nelayan menjadi faktor menurunnya populasi pesut.

Ikan pesut mahakam atau dalam bahasa latin disebut dengan nama Orcella brevirostris merupakan salah satu mamalia yang dikenal sebagai lumba-lumba air tawar. Hewan ini dinyatakan hampir punah berdasarkan data yang didapatkan pada tahun 2007.

Data tersebut menyatakan bahwa keberadaan pesut mahakam hanya tersisa 50 ekor saja. Hewan ini berada pada posisi tertinggi pada peringkat fauna Indonesia yang terancam punah.
Habitatnya hanya ditemukan pada aliran Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Ilmuwan dunia mengelompokkan pesut mahakam termasuk dalam status sangat terancam punah.

8. Burung Jalak Bali

Tahun 1910 adalah waktu pertama kali ditemukan burung Jalak Bali. Spesies ini tergolong hewan langka dan hanya dapat ditemukan di pulau Bali terutama pada area hutan bagian barat.

Burung tersebut juga termasuk salah satu spesies khas Bali dan dinobatkan sebagai spesies khas pada 1991. Keberadaan hewan endemik ini mendapat perlindungan undang-undang untuk mencegah terjadinya ancaman kepunahan.

9. Anoa

Anoa merupakan spesies terkenal khas dari Pulau Sulawesi, khususnya daerah provinsi Sulawesi Tenggara. Spesies ini merupakan fauna peralihan asiatis dan australis. Statusnya yang harus dilindungi karena terancam punah ini telah didapatnya sejak tahun 1960.

Dalam 10 tahun terakhir, populasi Anoa mengalami penurunan yang signifikan. Berdasarkan data, sekarang jumlah anoa pada populasinya diprediksi sekitar 5000 ekor di alam liar. Ancaman kepunahan ini tidak terlepas dari akibat kegiatan manusia yang sering memburunya.

Perburuan liar ini bertujuan untuk mengeksploitasi bagian tubuh anoa yang memiliki nilai jual tinggi. Pemanfaatannya biasanya diambil dari kulit, tanduk, dan dagingnya. Secara umum spesies ini terdapat dua jeni, yaitu anoa dataran dan anoa pegunungan.

10. Monyet Hitam Sulawesi

Monyet hitam sulawesi yang memiliki nama latin Macaca nigra sering juga dikenal dengan sebutan monyet jambul. Spesies ini termasuk salah satu dari beberapa jenis primata yang termasuk hewan langka terancam punah.

Macaca nigra adalah satwa khas Pulau Sulawesi khususnya di daerah Sulawesi Utara. Ciri khas yang paling menonjol dari spesies ini adalah jambul yang berada di atas kepalanya. Semakin lama populasinya semakin langka dan terancam punah.

International the Conservation Natural Resources memasukkannya dalam daftar merah dengan status konservasi critically endangered. Hal ini merupakan upaya perlindungan yang diberikan agar penangkapan dan eksploitasi dapat dihindari.

Baca Juga  Ingin Memelihara Ikan Komet? Pahami Hal Berikut

11. Katak Pohon Mutiara

Katak pohon mutiara merupakan jenis spesies amfibi yang terdapat di Indonesia. Keberadaannya kini memasuki status terancam punah.

Jenis katak endemik pulau jawa ini memiliki kulit berwarna oranye dengan bintik-bintik berwarna putih bagaikan dihiasi mutiara. Spesies langka ini rupanya mengalami penurunan jumlah populasi akibat kegiatan penebangan kayu dan tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

12. Macan Tutul Jawa

Harimau Jawa pada dasarnya sudah terancam akan kepunahan sejak lama. Namun, kini masih ada spesies sejenis yang masih bertahan hingga. Diantaranya adalah yaitu macan tutul jawa. Hewan yang memiliki nama latin Panthera pardus melas digolongkan dalam kategori hewan langka di Indonesia.

Berkaitan dengan itu, International Conservation Nature and Natural Resources, melakukan riset dan mendapatkan data bahwa populasi macan tutul jawa yang masih hidup tak lebih dari 300 eor pada daerah habitatnya.

Sesuai dengan namanya, macan tutul jawa merupakan hewan endemik pulau Jawa. Hewan ini termasuk ke dalam 9 subspesies macan tutul yang ada.

Terdapat dua varian macan tutul jawa yaitu, macan tutul berwarna terang dan macan tutul berwarna hitam yang lebih dikenal dengan macan kumbang. Walaupun memiliki warna yang berbeda kedua macan ini masih termasuk ke dalam satu subspesies yang sama.

13. Merak

hewan langka yang ada di indonesia

Merak adalah burung yang memiliki ukuran cukup besar. Spesies ini terkenal dengan keindahan bulunya. Kombinasi berbagai warna dengan corak alami dari spesies merak menjadikannya fauna yang cantik dan terkenal.

Sayangnya, keindahannya tak mendukung keberadaan populasinya pada habitat alam. Burung merak sering diburu hanya untuk diambil bulunya yang indah. Kondisi memprihatinkan ini menarik perhatian pemerintah dan pecinta satwa untuk mengamankan kelestarian merak.

Saat ini, burung merak masih bisa kita temui di habitat alamnya. Taman Nasional Baluran dan Alas Purwo yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, tepatnya di Kabupaten Banyuwangi menjadi daerah konservasi sebagai habitat untuk melindungi populasi merak dari ancaman kepunahan.

14. Burung Cendrawasih

Spesies yang terkenal memiliki ekor yang cantik ini hanya dapat ditemui di Pulau Papua. Karakteristik utama burung ini adalah warna bulunya yang cerah seperti kuning, hijau, merah dan biru. Ciri morfologinya ini membuatnya sangat menarik perhatian.

Namun, hal tersebut tidak mendukungnya untuk bertahan pada habitatnya di alam. Spesies yang kerap dijuluki burung surga ini menjadi komoditas perdagangan sehingga cenderawasih menjadi sasaran perburuan liar.

Spesies yang memiliki nama latin Paradisaea minor ini hanya mampu bertelur sekitar 2 hingga 3 telur dalam satu kali proses fertilisasi. Pada jenis besar, mungkin hampir selalu hanya satu butir.

Dengan kemampuan reproduksi demikian dan penangkapan tak terkendali, mengakibatkan hewan langka yang satu ini semakin rawan akan kepunahan.

Baca Juga  30+ Jenis Anjing Yang Patut Kamu Ketahui

15. Kura-kura leher Ular Rote

Sesuai namanya, spesies ini dapat dijumpai di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Kura-kura leher ular rote memiliki keunikan pada morfologi tubuhnya. Spesies ini memiliki karakteristik yang khas yaitu lehernya panjang bagaikan ular.

Sejak tahun 2018, spesies ini resmi menjadi bagian dari kelompok satwa yang dilindungi. Kura-kura leher ular rote memiliki habitat yang semakin menyempit. Kondisi ini menyebabkannya terancam kepunahan.

16. Penyu

daftar hewan langka

Indonesia merupakan negara konservasi penyu terbesar dalam rangka membangun upaya pencegahan kepunahan penyu. Hewan ini dibagi menjadi tujuh spesies berbeda antara lain penyu hijau, tempayan, sisik, belimbing, kemp’s ridley, lekang, dan pipih.

Nah, enam dari tujuh spesies tersebut dapat ditemui di Indonesia. Sebagai negara dengan tingkat biodiversitas yang tinggi, Indonesia sangat peduli dengan keberadaan faunanya sebagai bentuk kekayaan alam.

Tidak semengerikan hewan yang memiliki corak kulit indah, catatan perburuan penyu menunjukkan data yang sedikit. Ada banyak tempat di Indonesia yang memiliki penangkaran penyu di mana salah satunya adalah Turtle Park Serangan yang ada di Pulau Bali.

17. Elang Flores

Spesies elang flores merupakan satwa endemik yang hanya dapat ditemui di wilayah Nusa Tenggara Timur, tepatnya di pulau Flores. Jenis elang ini berstatus langka karena populasinya diprediksi hanya berkisar 100 hingga 240 ekor burung berusia dewasa, dan jumlahnya cenderung menurun.

Menurunnya populasi elang flores diakibatkan oleh kondisi biologis yang mungkin terjadi akbiat kurang mampunya spesies beradaptasi dengan lingkungannya. Selain itu, ketersediaan habitat yang sangat minim bagi spesies ini menyebabkannya berstatus terancam punah.

Mengingat ragam fauna di Indonesia adalah suatu bentuk kekayaan alam yang harus kita jaga, memperhatikan keberadaan dan mengupayakan pelestarian hewan langka di Indonesia perlu dilakukan. Kepunahan satwa tidak akan terjadi ketika manusia memiliki rasa peduli dan menahan eksploitasi.

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *