Ternyata Banyak, Yuk Mengenal Jenis Burung Elang

Alam dan seluruh isinya menyimpan keberagaman yang begitu menarik untuk diamati dan dibahaskan, terutama perihal fauna yang memiliki tingkah beragam.

Apalagi, Indonesia dikenal sebagai negara tropis yang memiliki ragam fauna yang beberapa di antaranya tidak akan ditemui di negara mana pun. Salah satu fauna unik yang ada di Indonesia adalah burung elang.

Burung elang memang sangat terkenal memiliki karakteristik yang unik. Jumlahnya cukup banyak dan keberadaannya cukup mudah ditemukan di seluruh Indonesia.

Elang memiliki postur yang gagah dengan mata yang tajam, serta memiliki kemampuan terbang lebih tinggi dari jenis burung lainnya. Karakteristik ini membuatnya terlihat lebih menonjol dengan jenis burung lainnya.

Karena postur ini pula, elang seringkali dijadikan simbol kegagahan dan keberanian. Terlebih lagi, beberapa bagian pada fisik elang cukup menunjukkan betapa gaharnya jenis burung yang satu ini, khususnya pada bagian mata dan paruhnya yang begitu khas.

Seperti apa ciri burung elang yang membuatnya berbeda dengan jenis burung yang lainnya? Mari simak ulasan berikut!

harga burung elang

Ciri-ciri Burung Elang

Meski cukup banyak ditemukan di Indonesia, namun elang tidak selalu tampak terbang. Sebab, ia kerap kali terbang tinggi dan jarang sekali terbang rendah, sehingga tidak banyak yang memiliki kesempatan melihatnya.

Bagi yang belum pernah melihat dan penasaran seperti apa ciri burung elang yang membedakannya dengan jenis burung lain, berikut ini kami berikan beberapa poin mengenai cirinya.

  • Sorot mata tajam

Ciri yang paling membedakan burung elang dengan jenis burung lainnya ada pada matanya. Burung ini memiliki mata dengan sorot yang tajam.

Hal ini semakin dipertegas pula dengan bentuk matanya yang menukik ke dalam dan memiliki bagian dahi yang lebih menonjol ke luar. Penglihatannya yang tajam berfungsi untuk mencari mangsa dari jarak yang jauh.

  • Paruh melengkung ke bawah

Selain matanya yang begitu khas, elang juga sangat identik dengan paruhnya yang panjang dan melengkung ke bawah.

Paruh yang melengkung tersebut sangat kokoh dan tajam pada bagian ujungnya. Sehingga, meski tidak memiliki gigi  pada paruhnya, elang mampu mengoyak mangsanya dengan menggunakan paruhnya dengan sangat mudah. 

  • Kaki yang kokoh

Burung elang disebut-sebut sebagai burung pemangsa. Maka tak heran, jika ia memiliki ciri kaki yang sangat kuat dan kokoh.

Kaki-kakinya yang kuat ini digunakan untuk mencengkram mangsanya. Ditambah lagi, kaki-kakinya yang kuat ini dilengkapi dengan kuku yang melengkung, tajam, dan kuat. Sehingga, mampu merobek bagian tubuh mangsanya dengan sangat mudah.

  • Sistem pernapasan baik

Sebagai hewan vertebrata yang dapat terbang (Aves), burung elang memiliki sistem pernafasan yang sangat baik. Bahkan sebelum terbang, burung ini selalu mempersiapkan dan membekali dirinya dengan asupan oksigen yang sangat banyak dan disimpan dalam pundi-pundi udara elang yang memiliki volume besar. Sehingga, ia mampu terbang tinggi dan mengatur pernafasan dengan baik.

  • Cara kerja jantung serupa manusia

Setiap burung memiliki jantung yang juga memerlukan darah sebagai daya pacunya. Namun, jantung yang dimiliki burung elang serupa dengan yang dimiliki manusia.

Jantung burung elang memiliki empat bilik. Bilik bagian atas disebut atrium dan bilik bagian bawah disebut ventrikel, serupa dengan organ jantung yang dimiliki manusia. 

  • Termasuk hewan Ovipar

Burung elang termasuk ke dalam golongan unggas. Pada umumnya, setiap unggas berkembang biak dengan cara bertelur.

Setelah mengeluarkan telur-telurnya, burung elang mempersiapkan rasa aman dan nyaman bagi anak-anaknya dengan membuat cangkang yang keras di sarangnya yang hangat. Hal ini dilakukan induk elang agar anak-anaknya dapat terhindar dari segala bahaya hingga bisa terbang.

uniknya elang

Keunikan Burung Elang

Dari ciri-ciri yang telah disebutkan di atas, semakin tergambar jelas mengapa burung elang dapat dengan mudah dikenali. Dari ciri tersebut pula, elang memiliki sejumlah keunikan yang tidak dimiliki oleh jenis burung lainnya.

Berikut ini beberapa keunikan yang dimiliki elang dan menjadikannya begitu spesial menurut banyak pasang mata.

  • Penglihatan tajam

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa burung elang memiliki ciri khas mata yang tajam. Ini juga menjadi keunikan tersendiri bagi elang.

Ketajaman mata elang seringkali disebutkan berkali-kali lipat lebih tajam dibandingkan dengan ketajaman mata manusia. Penglihatannya yang tajam ini bisa dirasakan saat ia sudah terbang setinggi 100 kaki.

Bahkan, dengan ketajaman matanya ini, ia jarang sekali gagal dalam memburu dan menangkap mangsanya.

Elang akan terbang setinggi yang dia mampu untuk memantau mangsanya dari jauh dan langsung memburunya. Sehingga, bisa dikatakan, mata elang merupakan modalnya untuk ketepatan memperoleh mangsa yang diburunya.

  • Kecepatan terbang tinggi
Baca Juga  Hati-Hati, 5 Jenis Ular Sawah ini Perlu Diwaspadai

Kemampuan elang dalam memperoleh mangsanya, didukung oleh kecepatan terbangnya yang relatif tinggi. Apalagi, saat ia terbang dengan tujuan memburu mangsanya, kecepatannya bisa mencapai 300 kilometer per jam.

Dengan kecepatan ini dan kemampuannya terbang tinggi hingga ribuan meter, elang mampu berpindah negara. Sungguh menakjubkan.

  • Dijuluki hewan predator

Cukup jarang ada hewan unggas yang mendapatkan julukan sebagai hewan predator. Tapi burung elang, mendapatkan julukan itu, sehingga ini menjadi keunikan elang selanjutnya.

Burung ini memangsa hewan-hewan mamalia bertubuh kecil, seperti tikus, ayam, ikan, hingga serangga, dan beberapa hewan kecil lainnya.

  • Hanya bertelur satu kali dalam setahun

Meski cukup mudah ditemukan di Indonesia, beberapa jenis burung elang termasuk dalam kategori hewan langka.

Berbanding terbalik dengan kekuatan dan kecepatan terbangnya, elang memiliki perkembangbiakan yang lamban. Ia hanya mampu bertelur satu kali saja dalam satu tahun, itu pun jika situasi dan kondisinya memungkinkan. Jika tidak, maka elang tidak akan bertelur sama sekali.

Bukan hanya lamban dalam perkembangbiakannya, burung elang juga membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mengerami telurnya hingga bisa menetas. Masa elang untuk mengerami telurnya biisa berkisar antara 40 hingga 50 hari. Jumlah telur yang dierami pun hanya beberapa butir saja dalam setiap tahunnya.

  • Hewan yang setia

Seperti hewan reptil buaya dan merpati yang dikenal begitu setia, burung elang juga memiliki sifat kesetiaan dengan pasangan yang tidak bisa diragukan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya elang yang monogami atau memiliki hanya satu pasangan saja. Pembuktian ini didasarkan dari penelitian pada DNA elang.

  • Dapat bertransformasi

Keunikan yang tidak banyak orang ketahui dan membuat takjub adalah kemampuannya dalam bertransformasi. Ya, burung elang merupakan hewan yang pandai bertransformasi. Hal ini dilakukannya agar dapat terhindar dari kematian. Bagaimana bisa hal ini dilakukan?

Elang akan bertransformasi dengan cara melakukan perjalanan jauh ke wilayah pegunungan dan kemudian membuat sarang baru di sana. Perjalanan transformasi ini sangat panjang, yaitu bisa mencapai ratusan tahun. Apalagi, cara yang dilakukannya untuk bertransformasi tidak mudah dan bisa dikatakan amat menyakitkan. 

Dalam proses bertahun-tahun transformasi itu, burung elang akan mematahkan paruhnya sendiri yang nantinya dapat tumbuh kembali, mencabut bulu-bulunya, dan mencabut semua kuku cakarnya.

Jika semua sudah dilakukannya, maka hanya dalam hitungan bulan, elang akan mampu terbang dan hidup seperti semula.

  • Masa hidupnya panjang

Elang dikenal sebagai hewan yang sangat tangguh. Hal ini karena selain ia sangat ditakuti oleh berbagai jenis hewan, elang juga dapat bertahan hidup hingga mencapai 70 tahun atau lebih.

Kemampuannya dalam bertransformasi, seperti yang disebutkan sebelumnya, menjadi salah satu alasan hewan ini memiliki masa hidup yang panjang. 

Serupa dengan makhluk hidup lainnya, saat sudah memasuki masa tua, kemampuan elang akan menurun.

Pada usia 40 tahunan ia akan mengalami perubahan fisik. Sayapnya pun akan semakin susah dikepakkan. Alhasil, mangsanya pun semakin sulit didapatkan.

Namun, proses transformasi yang telah dijelaskan tadi menjadi salah satu cara untuk membantunya memiliki masa hidup yang panjang.

Jenis-jenis Burung Elang

Berikut ini beberapa burung elang yang ada di Indonesia dan perlu diketahui.

Elang Jawa

Sebagian besar masyarakat Indonesia mungkin jarang melihat jenis elang yang satu ini karena memang jenis burung elang Jawa termasuk burung endemik Pulau Jawa yang sudah semakin langka.

Saat ini, diperkirakan jumlahnya kurang dari 600 ekor saja. Namun, Elang Jawa bisa dilihat rupanya pada lambang Garuda Pancasila yang memiliki karakteristik serupa. 

Elang Jawa memiliki ciri sayap yang membulat dan agak menekuk ke atas saat terbang. Kepalanya proporsional dengan bagian ekornya.

Jambulnya yang mekar ketika hinggap merupakan ciri yang khas dari Elang Jawa. Warnanya dominan cokelat merah, bagian dadanya berwarna putih dengan coretan melintang pada burung dewasa dan coklat polos pada burung muda.

Jenis elang yang satu ini jarang sekali terdengar bersuara dan cenderung pendiam dari jenis elang lainnya. Pada saat terbang, ia memiliki postur yang sangat anggun dan bisa membuat takjub banyak pasang mata.

Seperti jenis elang pada umumnya, ia kerap memangsa tikus, tupai, kadal, ayam hutan, dan hewan kecil lainnya.

image : wikipedia

Elang Hitam

Baca Juga  Pencinta Kucing Masuk, Ini 7 Cara Merawat Kucing Persia

Elang Hitam umumnya memiliki ukuran sedang, yaitu sekitar 70 cm, namun pada saat terbang ia akan tampak lebih besar.

Terutama karena sayapnya yang memiliki bentuk serupa trapesium pada saat melebar. Elang ini biasa terbang pada ketinggian 300 hingga 2000 mdpl dan biasanya ditemukan di pinggir hutan atau daerah perkebunan. 

Selain sayapnya yang lebar dan bulunya yang hitam pekat, elang jenis ini memiliki ciri khas pada jari kelingkingnya yang pendek dan kurang proporsional dengan jari lainnya.

Burung elang hitam biasa aktif pada pagi hingga siang hari. Kadang, ia kerap terbang rendah untuk mencari mangsa yang sama dengan jenis elang lainnya.

 

Elang Ular atau Bido

 

Elang Ular atau biasa juga dikenal dengan nama Elang Bido merupakan jenis elang dengan ukuran 50 sampai 60 cm.

Burung ini memiliki sifat yang adaptif, sehingga mudah ditemui di berbagai macam habitat, mulai dari hutan primer, hutan sekunder, perkebunan, savanna, dan kadang muncul di pemukiman penduduk. 

Elang jenis ini juga memiliki jambul mekar serupa dengan elang jawa. Namun, ia memiliki keunikan pada sayapnya yang membusur membentuk huruf “C”, ada garis tebal berwarna putih pada tepi sayapnya, memiliki ekor pendek yang kadang mengipas, memiliki paruh dengan warna unik. Elang ini biasa terbang di ketinggian dan memiliki siulan yang sangat berisik.

Elang Laut Perut Putih

Elang Laut Perut Putih, merupakan salah satu jenis elang yang terkenal dengan ukurannya yang sangat besar, yaitu berkisar antara 70 hingga 85 cm.

Dengan ukurannya yang spektakuler ini, jenis elang ini kerap dijuluki sebagai raja lautan. Sebab, elang ini memang lebih sering ditemukan di pesisir pantai, hanya sesekali saja masuk ke hutan dataran rendah.

Ciri khas elang ini tergambar jelas pada namanya, yaitu memiliki sayap yang panjang, lebar, dan kokoh, serta memiliki warna dominan putih, terutama pada bagian perutnya.

Elang ini terbiasa terbang tinggi dan hanya terbang rendah jika akan menyambar mangsanya. Elang Laut Perut Putih biasa memangsa hewan laut, seperti ikan atau kadang burung jenis lainnya.

Elang Ular Jari Pendek

Mungkin elang jenis ini tidak akan ditemui di sembarang tempat. Elang ini lebih banyak ditemukan di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa TImur.

Pada musim dingin, burung berukuran 65 cm ini jarang sekali terlihat. Memang jenis elang ular jari pendek lebih senang berada di daerah dengan suhu panas.

Elang jenis ini memiliki ciri tubuh yang kekar dengan warna bagian atas tubuhnya berwarna keabuan, bagian bawah putih dengan coretan gelap, dan memiliki warna kecoklatan pada bagian dadanya.

Keunikan elang ular jari pendek, yaitu pada saat terbang sayapnya terlihat begitu lebar dan panjang. Terlihat juga garis panjang mencolok pada penutup sayap dan bulu terbangnya.

elang gondol
image : kanalkalimantan.com

Elang Bondol

Meski jumlahnya cukup mengenaskan di kota, elang bondol dikenal sebagai maskot Kota Jakarta, selain Ondel-Ondel. Karakteristiknya mirip dengan elang botak asal Amerika, namun ukurannya jelas lebih kecil. Elang ini juga termasuk dalam golongan Kite yang memiliki keahlian terbang melayang seperti Helikopter yang jarang dimiliki jenis elang lainnya.

Ukurannya hanya sekitar 45 cm saja. Saat dewasa, bulunya akan berwarna putih di sepanjang kepala hingga bagian dadanya dan coklat pirang pada bagian sayapnya.  Namun, pada saat remaja, bulunya berwarna coklat seutuhnya. Barulah pada tahun kedua, warna bulu-bulunya akan berubah menjadi putih keabu-abuan dan akan mencapai bulu dewasa pada tahun ketiga. 

Uniknya, elang bondol gemar terbang dan hinggap menyendiri. Tetapi jika terbang di daerah dengan makanan yang melimpah, ia bisa membentuk kelompok hingga mencapai puluhan individu.

Burung ini gemar terbang naik cepat, kemudian akan menukik tajam dengan sayap terlipat saat akan mendarat. Inilah yang disebut dengan terbang melayang.

Keunikan lainnya pada elang bondol ada pada mangsanya. Tidak seperti jenis elang lainnya, mangsa elang bondol sangat beragam.

Kadang ia bertengger di perairan untuk memangsa kepiting, udang, ikan, hingga memakan sisa hasil tangkapan nelayan. Kadang, ia juga kerap ditemukan berjalan di permukaan tanah untuk memangsa hewan kecil, seperti rayap, semut, anak ayam, hingga burung lain.

Elang Alap-alap Jepang

Baca Juga  30+ Jenis Anjing Yang Patut Kamu Ketahui

Burung ini memang habitatnya bukan di Indonesia, namun ia kerap “bertamu” ke Indonesia pada akhir tahun, sekitar bulan September hingga Desember.

Elang alap-alap Jepang menjadi salah satu jenis elang dengan ukuran paling kecil dari ukuran elang lainnya, yaitu hanya sekitar 27 cm. Bahkan, ukurannya lebih kecil dari dua saudaranya, yaitu elang alap besra dan elang alap jambul.

Elang alap-alap Jepang memiliki ciri tubuh berbeda antara yang jantan dan yang betina.

Ciri elang alap-alap Jepang jantan, yaitu memiliki tubuh bagian atas berwarna dan ekor abu-abu dengan beberapa garis melingkar gelap. Pada bagian dada dan perutnya terdapat warna merah karat pucar dengan strip hitam tipis.

Sedangkan, pada elang alap-alap betina, warna tubuh bagian atasnya cokelat, bukan abu-abu. Bagian bawah elang alap-alap Jepang betina tidak memiliki warna karat seperti elang alap-alap Jepang jantan, namun terdapat corak garis-garis coklat yang melintang rapat.

Elang alap-alap Jepang biasa berburu mangsanya di sepanjang hutan sekunder dan area terbuka.

Elang Ikan Kepala Kelabu

Di Pulau Jawa, elang jenis ini biasa terlihat di kawasan Jawa Barat. Namun, pernah tercatat juga terbang di sekitar Jawa Timur.

Pada saat terbang, elang ini begitu anggun dan menakjubkan. Ia memiliki sayap yang membulat berbeda dengan elang laut perut putih yang sama-sama berburu di daerah perairan.

Pada saat remaja, elang ini memiliki warna bagian atas coklat kekuningan dengan bagian bawahnya bercorak coklat dan putih. Ekornya yang pendek begitu mengkilap dengan ujungnya yang bergaris hitam. Sedang, pada saat dewasa, kepala dan leher elang jenis ini menjadi kelabu dengan bagian dada yang coklat. Sayap dan punggung pun berwarna coklat gelap.

Serupa dengan elang laut perut putih, elang jenis ini juga lebih sering terbang rendah di daerah perairan, seperti pantai, sungai, danau, dan hutan dengan dataran rendah. Ia akan menukik tajam dan menerkam mangsanya pada saat terbang atau pada saat posisinya bertengger di pohon. Hewan ini jarang sekali terlihat terbang melayang.

Elang Tikus

Elang Tikus berukuran 30 hingga 45 cm saja serupa elang bondol Jakarta. Sepintas karakternya mirip dengan elang alap-alap, hanya saja ia memiliki sayap yang lebih bulat dan warna mata yang lebih terang.

Elang tikus banyak ditemui di dataran rendah, area perbukitan, hingga dataran dengan ketinggian 2000 mdpl.

Ciri fisiknya yang cukup menonjol adalah memiliki bercak hitam pada bahunya dan bulu primernya berwarna hitam panjang yang begitu khas.

Pada saat dewasa, elang tikus memiliki warna abu-abu, mulai dari mahkota, punggung, sayap pelindung, hingga pangkal ekornya. Sementara, bagian muka, leher, dan perutnya memiliki warna putih. Tetapi saat remaja, bagian ini terdapat bercak coklat.

Itulah tadi beberapa jenis elang yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat awam. Keunikan dan kemolekan fisiknya, membuat banyak orang tertarik untuk memiliki dan merawat hewan predator ini. Namun, harga burung elang memang bisa dikatakan sangat tinggi dan beragam tergantung dengan jenis dan ukurannya.

Misalnya saja, elang jawa yang cukup langka, kisaran harganya sekitar Rp. 500 ribu hingga Rp. 800 ribuan. Sedangkan, elang bondol yang memiliki karakteristik lebih unik, bisa dibanderol mulai Rp. 500 ribu hingga Rp. 900 ribuan.

Untuk elang ular – bido basa dibanderol mulai harga Rp. 400 ribu hingga 700 ribuan. Sedangkan, jenis elang paling tinggi harganya, yaitu elang putih yang dibanderol mulai Rp. 1 jutaan.

Jika tertarik membeli dan memiliki hewan langka ini, sebaiknya jangan lupa untuk dirawat dengan baik dan dikawinkan agar elang memiliki keturunan.

Hal ini dilakukan agar jumlah elang tidak semakin langka dan tetap akan lestari. Sebab, memang kini elang jumlahnya sudah semakin langka. Buatlah kandang yang luas dan tinggi, juga selalu jaga kebersihannya.

Dika Permana

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *