20 Jenis Burung Cendrawasih & Manfaatnya Bagi Ekosistem

Indonesia dianugerahi oleh keanekaragaman flora dan fauna yang luar biasa nan mempesona.  Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki hutan yang subur dan hijau.

Keasrian hutan Indonesia membuat berbagai jenis burung nyaman untuk tinggal di dalamnya. Salah satunya adalah burung cendrawasih yang merupakan satwa langka yang dilindungi di Indonesia.

Burung Cendrawasih berasal dari bagian timur Indonesia. Terdapat 43 spesies dalam famili burung Cendrawasih.

Terdapat 30 spesies yang terdapat di Indonesia dan sisanya tersebar di hutan hujan Papua Nugini dan Australia Timur Laut. 

Di bagian timur Indonesia burung Cendrawasih dapat ditemukan di daerah Papua dan sekitarnya.

Burung Cendrawasih memiliki klasifikasi dari filum Chordata, kelas Aves, ordo Passeriformes, dan famili Paradisaeidae. 

burung cendrawasih berasal dari
image: wajibbaca.com

Ciri-Ciri Burung Cendrawasih 

Burung yang hampir punah ini memiliki panjang tubuh 15 cm hingga 110 cm dengan berat 50 gram hingga 430 gram.

Ciri dari Burung Cendrawasih adalah keindahan bulu-bulunya yang berwarna menarik, terutama di bagian ekornya dengan bulu yang menjuntai panjang. Burung ini merupakan salah satu burung paling indah di Indonesia. 

Burung Cendrawasih memiliki habitat asli di sekitar Papua Nugini, Pulau Selat Flores, dan Australia Timur. Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi habitat asli burung langka yang indah ini.

Masyarakat Papua memberi sebutan ‘Burung Surga’ karena keindahan bulunya.

Burung Cendrawasih jantan memiliki ciri bulu yang lebih panjang dari betina. Warna dari burung Cendrawasih jantan juga lebih beragam dan indah. Hal ini karena burung Cendrawasih Jantan membutuhkan bulu-bulu yang cantik untuk menarik burung betina.

Jenis Burung Cendrawasih

Burung Cendrawasih tinggal di dalam hutan tropis dataran rendah. Jenis makanan yang mereka makan adalah buah-buahan, serangga, dan juga biji-bijian.

Ciri khas lain dari burung Cendrawasih adalah terdapat ekor kabel tipis berbentuk melengkung sepanjang 30 cm.

Burung Cendrawasih memiliki suara melengking yang Indah. Terdapat beberapa jenis burung Cendrawasih yang tersebar di semua habitat aslinya. Berikut beberapa jenisnya.

Lesser Bird of Paradise / Cendrawasih Kuning Kecil

Cendrawasih jenis ini berukuran sedang dengan panjang sekitar 32 cm. Burung ini memiliki bulu berwarna merah kecoklatan pada bagian depan. Sementara bulu bagian belakangnya berwarna kuning kecoklatan.  

Cendrawasih Kuning Kecil jantan memiliki bulu berwarna hijau di area tenggorokannya dan ekor bulunya yang panjang memiliki warna putih dan kuning. Cendrawasih Kuning kecil betina memiliki kepala berwarna coklat dan bulu putih di area dadanya. Makanan mereka adalah serangga dan buah-buahan.

Raggiana Bird of Paradise
image: alchetron.com

Raggiana Bird of Paradise / Cendrawasih Raggiana

Burung khas Pulau Irian tenggara ini memiliki panjang 2 cm lebih panjang dari jenis Cendrawasih Kuning Kecil, yaitu 34 cm.

Ciri-ciri Cendrawasih Raggiana adalah warna bulu merah-coklat keabu-abuan, sedangkan kakinya berbulu coklat keabuan, dan bermata kuning. 

Postur tubuh betina lebih kecil dibandingkan Cendrawasih Raggiana jantan dan berbulu coklat. Sedangkan pada jantan terdapat mahkota kuning dan bulu berwarna hijau di area tenggorokannya.

Ribbon Tailed Astrapia / Astrapia Ekor Pita

Jenis burung Cendrawasih yang satu ini sangat unik. Bagaimana tidak, ia memiliki ekor yang sangat panjang yang berukuran 3 kali lebih panjang dari panjang tubuhnya yang kira-kira berukuran 32 cm. Hal ini berarti burung ini memiliki ekor yang panjangnya hampir 1 meter. 

Ekor bulunya tersebut dinobatkan sebagai yang terpanjang dalan jenis burung Cendrawasih. Astrapia Ekor Pita betina memiliki bulu berwarna coklat, sedangkan si jantan memiliki bulu berwarna hitam-hijau. 

Blue Bird of Paradise / Cendrawasih Biru

Baca Juga  Serba Serbi Merangkai Tanaman Aquascape

Burung asli Papua ini dapat tumbuh hingga berukuran 31 cm. Pada umumnya Cendrawasih Biru memiliki bulu berwarna hitam, kaki coklat, dan mata coklat gelap. Perbedaannya terletak pada burung jantan yang memiliki bulu sayap berwarna biru sehingga dijuluki sebagai Blue Bird.

Red Bird of Paradise / Burung Cendrawasih Merah

Jika jenis sebelumnya merupakan burung Cendrawasih berwarna biru, maka pada jenis ini merupakan burung Cendrawasih berwarna Merah. Cendrawasih jenis ini dapat memiliki panjang tubuh hingga 33 cm.

Sesuai dengan namanya burung ini memiliki bulu berwarna merah.

Ciri-ciri lain dari burung Cendrawasih Merah adalah paruhnya berwarna kuning dan terdapat bulu berwarna hijau pada kedua matanya.

Sementara ekornya yang panjang juga merupakan ciri khas burung ini. Biasanya Cendrawasih Merah memangsa Arthropoda dan buah-buahan sebagai makanannya.

king of saxony bird of paradise
image: mazmuzie.blogspot.com

King of Saxony Bird of Paradise / Cendrawasih Panji

Berbeda dengan burung Cendrawasih lain yang biasanya berukuran sekitar 30 cm. Cendrawasih Panji hanya memiliki panjang tubuh 22 cm.

Namun pada jantan memiliki bulu panjang di kepalanya yang berukuran 42 cm yang berfungsi menarik perhatian betina. 

Ciri lainnya dari Cendrawasih Panji adalah bulu pada tubuhnya berwarna hitam dan kakinya abu-abu, serta bermata kuning. Pada betina ukuran tubuh burung lebih kecil yaitu sekitar 19 cm. Habitat mereka di sekitar pegunungan Jayawijaya.

Wilson’s Bird of Paradise / Burung Cendrawasih Botak

Sama halnya dengan Cendrawasih Panji, ukuran tubuh Cendrawasih botak juga mungil yaitu sekitar 21 cm dan yang betina lebih kecil dari 21 cm. Makanan mereka adalah serangga dan buah-buahan.

Ciri-ciri fisik dari Cendrawasih Botak adalah memiliki bulu berwarna hitam pada tubuhnya dan terdapat garis merah dan kuning pada punggungnya, kakinya biru, paruhnya hijau dan sepasang ekornya berwarna ungu. Perpaduan warna tersebut membuat Cendrawasih jenis ini terlihat sangat indah.

Goldie’s Bird of Paradise / Cendrawasih Goldi

Burung yang berasal dari daerah Papua Nugini ini memiliki panjang tubuh sekitar 33 cm. Warna bulu pada Cendrawasih Goldi sangat eksotik yaitu berwarna coklat zaitun.

Ciri lainnya yaitu, mulut, paruh, dan kaki berwarna abu-abu, sedangkan dadanya berwarna abu-abu lavender. Mereka biasa memakan berbagai jenis buah-buahan.

magnificent bird of paradise
image: flickr.com

Magnificent Bird of Paradise / Cendrawasih Belah Rotan

Burung Cendrawasih berukuran imut lainnya adalah Cendrawasih Belah Rotan yang memiliki panjang 26 cm. Pada Cendrawasih betina memiliki bulu berwarna coklat dan telur berwarna krem. 

Sedangkan pada burung jantan memiliki bulu berwarna hijau, sayap kuning terang, leher kuning, dan kaki biru.

Burung Cendrawasih Belah Rotan memiliki sepasang ekor panjang berwarna biru-hijau. Habitat asli mereka adalah di sekitar bukit dan hutan di daerah Papua Nugini

Victoria’s Riflebird / Burung Cendrawasih Toowa Viktoria

Baca Juga  8 Fakta Menarik Ikan Arapaima yang Berukuran Raksasa

Burung Cendrawasih Toowa Viktoria juga memiliki sebutan burung Duwuduwu. Ia menempati habitat di daerah Queensland, Australia. Postur tubuh mereka kecil yaitu hanya berukuran 23 sampai 25 cm saja. 

Ciri-ciri pada burung jantan adalah bulu yang berwarna ungu berkilauan, sedangkan dadanya berwarna perunggu, dan kepalanya berwarna biru-hijau.

Pada burung betina, ciri cirinya adalah alis pucat dan bagian bawah tubuhnya berwarna gelap kecoklatan. Kehebatan yang menjadi ciri khas burung ini adalah ia dapat mengupas kulit buah-buahan dengan paruhnya.

Princess Stephanie’s Astrapia

Pada 1884, Ontologis asal Jerman, Carl Hunstein menemukan burung jenis ini. Nama burung ini diambil dari nama Putri Stephanie asal Belgia. Burung ini berhabitat asli di hutan pegunungan bagian timur-tengah Papua Nugini. 

Burung ini memiliki ukuran sebesar 37 cm. Kepala burung jenis ini berwarna ungu dan hijau-biru. Sementara betina pada jenis ini berwarna coklat tua dan hitam kebiru-biruan di kepalanya.

Twelve-wired Bird of Paradise / Cendrawasih Mati-Kawat

Burung Cendrawasih berbulu hitam dan kuning ini memiliki panjang sekitar 33 cm. Ciri-ciri burung Cendrawasih Mati-Kawat jantan yaitu matanya berwarna merah dan paruhnya berwarna hitam, sedangkan yang betina berbulu coklat dengan  warna hitam di bagian bawahnya. 

Kaki Cendrawasih jenis ini berwarna pink, dengan ukuran yang besar dan kuat. Pada Cendrawasih Mati-Kawat memiliki 12 filamen berwarna kehitam-hitaman seperti kawat pada ekornya.

paradise crow
image: hbw.com

Paradise Crow / Cendrawasih Gagak

Panjang ukuran Cendrawasih Gagak berukuran 34 cm dengan bulu yang gelap dan halus. Paruh burung jenis ini berwarna hitam, suaranya khas seperti gonggongan anjing.

Ciri-ciri betina dan jantan pada burung ini hampir sama, namun betina memiliki tubuh yang lebih mungil. Mereka hidup di dataran rendah di Maluku Utara. 

Glossy-mantled Manucode

Burung Cendrawasih tipe ini memiliki panjang 42 cm. Warna bulu mereka adalah hijau-ungu-dan biru mengkilap. Ciri-ciri lainnya adalah paruh berwarna hitam, mata merah dan ekor panjang.

Mereka banyak menghabiskan waktu di dahan- dahan pohon untuk mencari makanan. Santapan favorit mereka adalah arthropoda dan buah-buahan. 

Jobi Manucode / Burung Cendrawasih Manucode

Mirip dengan Cendrawasih Gagak, Jobi Manucode juga memiliki penampilan seperti burung Gagak, dengan warna dominan hitamnya.

Panjang burung ini sekitar 34 cm. Jantan dan betina jenis ini hampir sama penampakannya, hanya saja betina lebih kecil dan berwarna kusam. Habitat mereka di sekitar Pulau Jobi, Papua Nugini Utara.

Crinkle-collared Manucode / Manucodia Leher Keriting

Burung Cendrawasih yang berhabitat di dataran rendah di Papua Nugini dan Pulau Misool, Papua Barat. Panjang burung Cendrawasih jenis ini sekitar 36 cm.

Warna bulu burung ini sangat eksotis dengan warna khas birunya. Warnanya biru kehijau-hijauan dengan kombinasi warna hitam dan ungu yang kemilau. 

Ciri-ciri lainnya dari Manukodia Leher Keriting, matanya berwarna merah, ekornya berukuran panjang, dan bulu pada dadanya berwarna hijau. Burung betinanya lebih kecil dan memiliki warna ungu yang sedikit daripada jantan.

Superb Bird of Paradise / Cendrawasih Kerah

Cendrawasih Kerah berasal dari genus Lophorina. Panjang tubuh Cendrawasih Kerah sekitar 26 cm.

Burung Cendrawasih Kerah jantan berbulu hitam dan memiliki mahkota berwarna hijau kebiruan. Sementara pada burung betina bulunya berwarna coklat kemerahan. 

Populasi Cendrawasih jenis ini terbilang rendah. Hal ini disebabkan betina dari jenis ini sangat pemilih dalam memilih pasangan. Ia dapat menolak 15-20 pejantan, sebelum benar-benar melakukan perkawinan. Ciri khas lain adalah pejantan dari jenis ini suka menari-nari untuk menarik hati betina.

king bird of paradise
image: flickr.com

King Bird Of Paradise / Cendrawasih Raja

Baca Juga  8 Jenis Kucing Hutan: Ketahui Ciri-Ciri dan Sifatnya

Cendrawasih Raja ini memiliki nama latin cicinnurus regius. Panjang tubuh dari Cendrawasih jenis ini memiliki panjang tubuh sekitar 16 cm.

Warna bulu dari Cendrawasih ini adalah bulunya berwarna merah tua terang dengan kaki berwarna biru terang. Pada ekornya terdapat berhias bulu berwarna hijau zamrud.

Magnificent Riflebird / Toowa Cemerlang 

Lophorina magnifica adalah nama lain dari burung Cendrawasih Toowa Cemerlang. Cendrawasih jenis ini berasal dari famili Paradisaeidae. Habitat burung jenis ini tersebar di bagian barat Papua Nugini Warna bulu mereka berwarna biru-hitam kemilauan.

Semioptera Wallaci / Bidadari Halmahera

Cendrawasih jenis ini merupakan satu-satunya yang memiliki genus Semioptera. Dengan warna coklat-zaitunnya, burung ini terlihat sangat indah.

Ciri paling khas dari burung jenis ini adalah dua pasang bulu putih memanjang yang terdapat pada sayapnya. Ukuran tubuh Bidadari Halmahera bisa mencapai 28 cm. 

manfaat burung cendrawasih
image: jalaksuren.net

Manfaat Burung Cendrawasih Bagi Ekosistem Kehidupan

Setelah mengetahui jenis-jenis burung Cendrawasih, ada baiknya kita mengetahui manfaat burung Cendrawasih bagi keanekaragaman hayati.

Burung Cendrawasih saat ini terancam populasinya. Hal ini disebabkan beberapa oknum melakukan banyak hal yang tidak bertanggung jawab. 

Burung Cendrawasih kerap kali ditangkap dan diburu, lalu dijual secara ilegal. Beberapa burung Cendrawasih bahkan dibunuh hanya untuk dijadikan pajangan.

Tentu hal ini dapat merusak ekosistem alam, yang dampaknya juga dapat merugikan kehidupan manusia. Terdapat beberapa manfaat bagi ekosistem kehidupan.

1. Menambah Keanekaragaman Satwa

Indonesia merupakan negeri yang memiliki banyak keanekaragaman satwa, salah satunya adalah burung Cendrawasih.

Oleh karena itu penting untuk melestarikan burung Cendrawasih karena akan menambah keanekaragaman satwa Indonesia.

2. Menjaga Ekosistem Hutan

Dalam kehidupan di hutan, keberadaan satwa sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Hutan dan satwa, termasuk burung Cendrawasih saling memiliki hubungan timbal balik.

Hutan memberikan makanan bagi satwa yang tinggal di dalamnya, sedangkan satwa akan mengeluarkan kotoran yang akan menjaga suburnya hutan.

3. Sebagai media edukasi

Dengan menjaga keseimbangan ekosistem alam, kita dapat mewarisi keindahan flora dan fauna Indonesia bagi anak cucu kita kelak.

Oleh karena itu melestarikan satwa langka, seperti burung Cendrawasih sangat penting. Burung Cendrawasih dapat menjadi objek edukasi untuk mempelajari ekosistem alam.

Dengan banyaknya jenis burung Cendrawasih dan juga beberapa manfaat burung Cendrawasih bagi ekosistem alam, maka sangat penting bagi kita untuk melestarikan burung indah khas Indonesia ini.

Selalu menjaga ekosistem alam sebagai habitat burung Cendrawasih dan tidak melakukan perburuan terhadap burung indah ini adalah salah satu upaya menjaga keanekaragaman hayati Indonesia.

Dika Permana

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *