Pengertian Asumsi Dalam Berbagai Aspek dan Penyampaiannya

Asumsi Adalah – Asumsi adalah salah satu istilah yang sangat familiar diucapkan berbagai kalangan. Namun, tampaknya tidak semua orang memahami apa sebenarnya pengertian dari kata tersebut.Sebelum membahas mengenai asumsi lebih jauh Anda perlu mengerti asumsi secara mendasar. 

Pemahaman mengenai asumsi ini bisa Anda mulai dengan memahami pengertiannya dari berbagai aspek keilmuan. Lalu, sebenarnya seperti apa informasi lebih jauh terkait istilah asumsi? Berikut sedikit ulasan untuk mengenal pengertian asumsi dari berbagai aspek, 

Pengertian Asumsi Secara Umum Adalah Sebagai Berikut

pengertian asumsi

Apa itu asumsi? Menurut pemahaman secara umum asumsi merupakan suatu bentuk pendapat atau pemikiran yang muncul namun belum ada yang membuktikan kebenarannya. Dalam hal ini dapat dikatakan jika asumsi membutuhkan pembuktian secara langsung untuk menemukan kebenarannya. 

Akan tetapi, ada juga yang beranggapan jika asumsi merupakan suatu kegiatan dalam melakukan perkiraan pada sesuatu. Bentuk perkiraan yang dimaksud dalam kalimat ini merujuk pada sesuatu yang belum jelas akan terjadi. 

Baca Juga  Komitmen: Pengertian, Arti, Manfaat dan 6 Tips Menjaganya

Pendapat berikutnya mengenai pengertian asumsi merupakan prosedur yang dilakukan untuk menyelesaikan tahap pada satu situasi yang mungkin saja terjadi. Dalam hal ini juga perlu memperhatikan beberapa faktor yang lengkap dan sempurna karena asumsi kerap dihubungkan dengan aturan praktis.

Asumsi Dalam Ekonomi

Dalam dunia ekonomi asumsi adalah suatu istilah yang merujuk pada suatu proses dalam jual beli dan berhubungan dengan harga serta barang. Secara umum sebenarnya yang dimaksud asumsi pada bidang ekonomi ini sama dengan pengertian sebelumnya. 

Perbedaan dari asumsi yang lainnya dengan asumsi ini yaitu, pada ranah ekonomi dipakai untuk mengungkapkan suatu hubungan harga dengan jumlah barang atau ceteris paribus. Melalui pemahaman asumsi yang satu ini, dalam dunia ekonomi seorang ekonom bisa menurunkan berbagai faktor kompleks. 

Setelah faktor-faktor tersebut diturunkan maka formula dalam ekonomi yang bermacam-macam juga dapat disederhanakan. Mengutip dari ulasan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan jika asumsi dalam konteks ekonomi ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses jual beli.

Asumsi Dalam Penelitian

Selain pembahasan asumsi secara umum dan dalam bidang ekonomi, ada juga asumsi dalam dunia penelitian. Pengertian asumsi pada dunia penelitian sering kali disebut sebagai seluruh pernyataan yang bisa diuji kebenarannya. 

Pengujian yang dilakukan untuk membuktikan asumsi dalam penelitian sendiri melewati percobaan. Keperluan menggunakan asumsi dalam penelitian ini sangat penting untuk membentuk suatu hipotesis. 

Hipotesis dalam suatu penelitian sendiri berguna untuk merangsang peneliti memunculkan sebuah penelitian baru. Menurut beberapa ulasan tersebut dapat dikatakan jika asumsi dalam penelitian merupakan pancingan untuk melakukan suatu penelitian.

Asumsi Dalam Filsafat

arti asumsi

Dalam bidang filsafat Arti asumsi sering kali dianggap sebagai suatu spekulasi yang nyata serta hakikat yang benar adanya. Pada dunia filsafat sendiri asumsi sering kali dianggap sebagai suatu bentuk abstrak maupun berbentuk konkret. 

Dalam hal ini dapat dikatakan jika asumsi merupakan bagian kecil dari antologi. Antologi merupakan suatu aspek dalam filsafat yang dimanfaatkan untuk memperoleh pengetahuan. Selain itu antologi juga dipakai sebagai dasar penelitian. 

Antologi dalam filsafat juga memerlukan pembenaran sehingga harus dibuktikan. Sampai di sini, dengan beberapa pendapat tersebut dalam bidang filsafat asumsi juga bisa dianggap sebagai sebuah pemancing munculnya suatu pemikiran-pemikiran baru untuk dibenarkan.

Mengenal Penyampaian Asumsi

apa itu asumsi

Beberapa pengertian mengenai asumsi dari berbagai aspek diatas mungkin bisa menjelaskan kepada Anda perbedaanya dan menarik kesimpulannya secara umum. 

Melalui beberapa aspek tersebut asumsi adalah suatu pemikiran atau pernyataan yang di suatu waktu atau suatu hari akan dilakukan pengujian kebenarannya. Pada prakteknya asumsi juga diterapkan dalam berbagai bidang. 

Penyampaian asumsi sendiri jdapat dilakukan melalui beberapa hal, mulai dengan cara gamblang maupun dengan cara tertutup. Walaupun pada kenyataanya, asumsi bisa diungkapkan lewat sebuah ucapan melalui maksud-maksud yang disebutkan dengan penuh makna dan tujuan.

Asumsi yang disampaikan bisa berhubungan dengan bidang keilmuan, yakni asumsi tentang objek yang empiris. Bisa juga berkaitan dengan pendapat perubahan benda maupun terkait peristiwa tertentu. Sedangkan beberapa penyampaiannya adalah sebagai berikut. 

 

  • Asumsi Pertama

 

Penyampaian asumsi yang pertama dalam suatu hal empiris yaitu  mengenai beberapa objek tertentu yang mempunyai kesamaan. Hal ini dapat dicontohkan seperti sifat benda, struktur benda, bentuk benda dan juga faktor lainnya.

Melalui beberapa contoh ini dengan adanya asumsi pada suatu objek akan didapatkan suatu kesamaan dan dapat dikelompokkan dengan baik.

Baca Juga  Arti Hibernasi Pada Manusia Demi Menembus Waktu

 

  • Asumsi kedua

 

Penyampaian asumsi yang berikutnya berhubungan dengan perubahan benda. Maksudnya adalah asumsi ini berkaitan dengan sebuah pendapat bahwa suatu benda tidak akan menemukan atau melakukan perubahan dalam jangka waktu tertentu. 

Meski demikian, pada kenyataanya tidak ada kelanjutan yang pasti. Penyampaian asumsi yang satu ini didasarkan pada sebuah anggapan jika segala benda dapat berubah. Bisa juga mengalami perubahan setelah menempuh suatu proses tertentu atau melewati beberapa periode waktu

 

  • Penyampaian Asumsi Terkait Peristiwa

 

Penyampaian sebuah asumsi yang terakhir bisa dikaitkan pada sebuah peristiwa. Pada jenis penyampaian ketiga ini asumsi berupa anggapan yang berisi pendapat jika apa yang terjadi dalam satu kesatuan kejadian atau peristiwa bukanlah hal yang berjalan kebetulan.

Melalui pendapat tersebut asumsi dari sebuah peristiwa merupakan suatu kejadian yang hadir atau muncul karena adanya hubungan antara sebab dan akibat. 

Dengan begitu, hal ini bisa menjadi pendukung ungkapan jika sebuah asumsi harus dilakukan pembuktian secara empiris melalui percobaan. Baik itu penelitian secara langsung maupun lewat study konsep terkait. 

Menurut beberapa ulasan di atas sebuah asumsi dapat dicontohkan dalam sebuah percobaan. Misalnya, suatu hari dalam sebuah sekolah dilakukan percobaan pada katak dan air panas. Percobaan tersebut bertujuan untuk mengetes gerak refleks yang ada pada katak. 

Sudah pasti ada dua bahan yang digunakan disini, yakni katak dan air panas. Melihat bahan tersebut, sebelum percobaan berakhir, akan memunculkan beberapa asumsi dari siswa yang ikut dalam kelas. 

Salah satu asumsi yang muncul adalah katak akan mati setelah kena air panas. Namun demikian, karena ini hanya membuktikan gerak refleks pada katak, maka yang dilihat hanya respon katak ketika mendekati air panas. 

Contoh ini menunjukan bahwa sebuah percobaan dapat mematahkan suatu asumsi yang muncul tersebut. Selebihnya, perlu Anda ketahui asumsi yang muncul secara spontan sehingga bisa dibenarkan dan juga bisa dipatahkan.

Setiamah Setya

Setiamah Setya

Perkenalkan nama saya Setiamah. Pada dasarnya bermain kata adalah bagian hoby saya sejak lama. Seiring berjalannya waktu, akhirnya jadilah dia bagian dari hidup saya sejak beragam wawasan baru saya dapatkan dari menulis berbagai tema.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *