Arti Posesif: Ciri-ciri dan 3 Cara Menghilangkannya

Arti Posesif – Istilah posesif sangat lekat dengan kecemburuan dalam menjalani suatu hubungan. Namun, posesif dan cemburu merupakan dua hal yang berbeda. Tidak seperti cemburu yang sering dianggap sebagai ‘bumbu’ dalam sebuah hubungan, sifat posesif terhadap pasangan justru dianggap mengganggu.

Posesif sering diartikan sebagai rasa memiliki yang berlebihan terhadap pasangan hingga mengurangi atau merenggut kebebasan suatu individu. Arti posesif dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah ‘sifat yang membuat seseorang merasa menjadi pemilik’.

Posesif adalah sikap yang tidak disukai dalam suatu hubungan karena sifat posesif cenderung mengarah pada hal-hal yang negatif.

Apakah Arti Posesif Itu?

Apakah Arti Posesif Itu
Meskipun memiliki hubungan erat dengan sifat atau perasaan cemburu, namun posesif adalah rasa cemburu berlebihan yang disertai dengan rasa tidak aman.

Karena itulah orang yang posesif umumnya membatasi pasangannya dalam melakukan aktivitas yang diinginkan. Tidak jarang pula orang posesif menjaga pasangannya dengan ketat dan melarangnya untuk bertemu dengan orang lain.

Baca Juga  Clingy Adalah Hasrat Untuk Dekat, Ini 12 Cara Mengatasinya

Arti posesif juga dapat disebut sebagai tindakan mengatur yang berlebihan terhadap pasangan. Seringkali orang yang posesif beralasan bahwa tindakan mengatur yang dilakukannya berdasarkan rasa cinta. Namun, akar sifat posesif yang sesungguhnya adalah rasa takut dan tidak percaya diri. Berikut ciri-ciri sifat posesif:

1. Menjauhkan dari keluarga dan teman

Orang yang posesif pada umumnya menginginkan perhatian lebih. Karena itulah jika pasangan Anda mengeluh saat Anda menghabiskan banyak waktu untuk menelpon anggota keluarga atau teman, itu adalah ciri pasangan posesif.

Awalnya pasangan Anda hanya mengeluhkan tindakan Anda yang menghabiskan waktu lama untuk berinteraksi dengan keluarga atau teman, tapi lama-kelamaan perilaku yang ditunjukkan mungkin akan semakin ekstrim mulai dari mengatakan tidak suka pada teman hingga melarang Anda untuk menghabiskan waktu terlalu lama dengan orang lain selain dirinya.

2. Cemburu yang berlebihan

Ciri lain dari pasangan posesif adalah rasa cemburu berlebihan yang dapat berujung pada tindakan mengancam Anda atau orang-orang yang dicemburui. Rasa cemburu yang berlebihan juga membuatnya menyalahkan Anda.

Misalnya jika ada orang lain yang merasa peduli dengan Anda ia akan mengatakan bahwa Anda terlalu ramah atau berpakaian terlalu ‘mengundang’.

3. Memberikan pujian bersyarat

Pasangan yang posesif juga dapat diketahui dari kata-katanya yang manis. Ia akan memuji Anda dengan kata-kata yang manis dengan syarat tertentu yang harus Anda penuhi. Tindakan itu dilakukan sebagai caranya mengatur kehidupan Anda.

Jika pasangan Anda sering memuji Anda dengan bersyarat, maka sebaiknya Anda mengenalinya sebagai pasangan yang posesif.

4. Rasa ingin tahu yang berlebihan

ciri Posesif

Pasangan yang posesif menganggap bahwa ia berhak untuk mengetahui apapun tentang Anda. Ia tak akan segan untuk mengintip obrolan di handphone Anda secara diam-diam, membaca semua email di akun Anda, bahkan mengecek riwayat pencarian di komputer Anda.

5. Mengkritisi hal kecil

Pasangan yang posesif akan merasa bahwa Anda adalah miliknya sehingga ia berhak melakukan apapun yang ia inginkan kepada Anda termasuk mengatur hidup Anda hingga hal-hal terkecil. Mulai dari cara berpakaian, cara makan hingga cara bicara.

Dengan mengkitisi serta mengatur hal-hal kecil dalam hidup Anda, pasangan yang posesif tidak menghargai Anda dan tidak menganggap posisi Anda setara dengan posisinya dalam hubungan tersebut.

Baca Juga  Pengertian Asumsi Dalam Berbagai Aspek dan Penyampaiannya

6. Merendahkan pemikiran pasangan

Dalam sebuah hubungan, memiliki pandangan yang berbeda dan berdebat dengan satu sama lain merupakan hal yang wajar. Namun, hubungan yang sehat seharusnya dapat menerima perbedaan pandangan tersebut.

Memaksakan pandangan adalah ciri lain dari pasangan yang posesif. Karena itulah jika pasangan Anda memaksakan pandangannya terhadap Anda, itu adalah pertanda bahwa pasangan Anda merupakan orang yang posesif. Hubungan yang Anda jalani bersama pasangan yang posesif juga merupakan hubungan yang tidak sehat.

7. Membuat pasangan merasa berhutang

Pasangan yang posesif mungkin akan tampak sebagai pasangan yang romantis di awal hubungan. Ia mungkin terlihat memberikan segalanya kepada Anda dengan memberikan barang-barang mahal dan bernilai.

Namun, pasangan yang posesif melakukan itu semua untuk membuat Anda merasa berhutang agar Anda mau menuruti kemauannya.

8. Menggunakan rasa bersalah pasangan sebagai senjata

Orang yang posesif akan membuat Anda merasa bersalah terus-menerus. Dengan membuat Anda serba salah, orang yang posesif memanipulasi perasaan Anda sehingga Anda mau menuruti keinginannya.

Bagaimana Cara Menghilangkan Sifat Posesif?

Cara Menghilangkan Sifat Posesif

Hubungan yang dilandasi dengan sifat posesif merupakan hubungan yang tidak sehat. Betapa tidak, Anda atau pasangan akan merasa sangat terkekang sehingga ingin lari dari hubungan yang sedang dijalani.

Akhirnya, hubungan yang terbentuk bukan hubungan yang nyaman di antara kedua belah pihak, tetapi justru hubungan penuh kekhawatiran dan teror.

Jika Anda merasa telah dihinggapi sifat posesif atau pasangan Anda menunjukkan tanda-tanda pasangan posesif, tidak perlu khawatir karena sifat posesif masih dapat dihilangkan.

Tentunya,cara menghilangkan sifat posesif harus dimulai dari diri sendiri, karena pada dasarnya akar dari sifat posesif adalah rasa takut serta tidak percaya diri. Berikut beberapa cara menghilangkan sifat posesif yang bisa dilakukan:

Baca Juga  Komitmen: Pengertian, Arti, Manfaat dan 6 Tips Menjaganya

1. Telusuri masa lalu

Sifat posesif terhadap pasangan bisa saja dipicu karena kejadian di masa lalu. Mungkin saja Anda atau pasangan pernah mengalami kejadian buruk. Misalnya ditinggalkan pasangan karena membiarkan pasangan terlalu bebas bermain media sosial.

Kejadian tersebut mungkin menyebabkan trauma pada diri Anda atau pasangan. Rasa takut serta tidak percaya diri yang timbul akibat luka masa lalu dapat menyebabkan timbulnya sifat posesif seperti ingin membatasi pergaulan pasangan, ingin mengatur dan ingin tahu segala aktivitas yang dilakukan oleh pasangan dan lain-lain.

Dengan menelusuri masa lalu, Anda akan mengetahui dari mana asal sifat posesif tersebut. Untuk mengatasinya, Anda bisa bersikap terbuka dengan pasangan agar pasangan mau mengerti dan membantu Anda untuk menghilangkan sifat posesif tersebut.

2. Catat pemicu sifat posesif

Setelah menemukan penyebab atau pemicu munculnya sifat posesif, sebaiknya Anda catat pemicu tersebut. Misalnya jika pemicu rasa posesif adalah karena rasa takut diduakan dan ditinggal pergi oleh pasangan, sebaiknya Anda mencatat pemicu tersebut termasuk hal lain yang mungkin menjadi pemicu sifat posesif.

Dengan mencatat pemicu tersebut, Anda bisa memprediksi atau menyadari kapan rasa posesif itu muncul sehingga Anda dapat mempersiapkan diri untuk melawan sifat posesif tersebut. Dengan cara itu, Anda akan mampu mengurangi kemunculan sifat posesif secara perlahan-lahan.

3. Jangan menuruti emosi

Emosi Anda dapat dipengaruhi oleh pemicu sifat posesif. Saat hal itu terjadi, sebaiknya Anda mengambil jeda dan tidak bertindak gegabah untuk menuruti sisi posesif dalam diri Anda karena menuruti sisi posesif akan membuat Anda melukai perasaan pasangan.

Dengan mengambil jeda, Anda akan dapat mengendalikan emosi dengan lebih baik. selain itu, Anda juga bisa melakukan meditasi untuk menghilangkan pikiran-pikiran negatif

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *