Apa Itu Posesif? Ini Ciri-ciri dan 4 Cara Mengatasinya

Apa Itu Posesif – Perasaan saling memiliki satu sama lain dalam menjalani hubungan romantis adalah hal yang wajar. Namun, jika perasaan tersebut berlebihan justru akan menimbulkan hal negatif. Salah satu sikap yang sebaiknya dihindari dalam menjalani suatu hubungan dengan pasangan adalah sikap posesif.

Apa itu Posesif? dan Apakah Artinya?

cara menghilangkan sifat posesif

Istilah apa itu posesif dalam suatu hubungan berarti rasa memiliki yang tinggi terhadap pasangan. Sikap posesif berbeda dengan cemburu dan dampak akibat sikap posesif umumnya lebih besar. Makna posesif dengan cemburu memang serupa, tetapi sebenarnya kedua kata tersebut memiliki makna yang berbeda.

Arti posesif dalam hubungan merujuk pada perasaan memiliki pasangan yang berlebihan dan menimbulkan sikap yang ekstrem seperti larangan kepada pasangan untuk berinteraksi dengan lawan jenis lain, bahkan dapat juga menjurus pada timbulnya ancaman apabila pasangan tidak menghiraukan larangan tersebut.

Tindakan ekstrem yang disebabkan oleh sikap posesif di era modern salah satunya adalah mengecek handphone pasangan secara terus menerus bahkan menghubungi orang-orang terdekat agar menjauhi pasangannya. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa posesif merupakan sikap pengekangan yang berlebihan terhadap pasangan.

Dengan kata lain, seseorang yang memiliki sikap posesif merasa bahwa pasangannya adalah miliknya sehingga dirinya berhak melakukan hal-hal yang dia inginkan terhadap pasangannya termasuk mengekang dan membatasi interaksi pasangannya dengan orang lain secara ekstrem.

Baca Juga  Ternyata Ini 2 Aturan Minum Susu Bear Brand yang Benar

Meskipun serupa dengan perasaan cemburu, namun reaksi yang ditimbulkan dari pasangan yang cemburu dengan pasangan yang posesif sangat berbeda. Umumnya, pasangan yang cemburu akan menanyakan kegiatan apa yang akan Anda lakukan dan terkadang mengawasi diam-diam jika ingin mengetahui kegiatan apa yang Anda lakukan.

Namun, pasangan yang posesif akan melakukan hal-hal yang ekstrem karena pada dasarnya dia ingin mengekang pasangannya. Karena itulah umumnya pasangan yang posesif akan mengatur pasangannya agar melakukan apapun yang dia inginkan mulai dari mengatur jadwal kegiatan pasangannya hingga mengatur langkah-langkah yang harus dilakukan pasangannya.

Rasanya sangat tidak nyaman jika Anda memiliki pasangan yang posesif. Ini karena gerak-gerik Anda akan selalu diawasi oleh pasangan. Anda juga akan menerima banyak sekali tekanan serta pengekangan dari pasangan sehingga Anda akan merasa seperti tidak memiliki kebebasan.

posesif
Ciri-ciri Pasangan Posesif

Posesif adalah perasaan yang sangat mengganggu dan dapat merusak hubungan. Ini karena sebuah hubungan tidak akan bertahan lama dengan adanya pengekangan yang merupakan hasil dari sikap posesif.

Hubungan yang sehat adalah hubungan yang dilandasi rasa saling percaya terhadap satu sama lain tanpa memberikan batasan interaksi yang berlebihan atau pengekangan.

Berikut beberapa ciri ciri pasangan posesif yang dapat Anda gunakan sebagai referensi apakah pasangan Anda termasuk pasangan posesif atau tidak:

1. Cemburu berlebihan

Pasangan yang posesif akan menunjukkan reaksi cemburu yang berlebihan yang berujung pada pengekangan terhadap pasangan. Pengekangan yang dilakukan dapat berupa larangan untuk bertemu teman-teman Anda, cemburu tanpa alasan yang jelas, memantau dan mengecek media sosial Anda secara terus menerus, bahkan meminta password akun pribadi.

2. Tidak menghargai pasangan

Sifat posesif terkadang ditunjukkan dengan ucapan kasar, ucapan kritis atau panggilan tidak sopan yang ditujukan kepada pasangan. Perlakuan tidak menghargai pasangan tersebut dilakukan agar Anda merasa tidak berdaya dalam mencari hubungan lain yang lebih baik. Selain kepada pasangan, sikap tidak menghargai tersebut juga ditujukkan kepada mantan atau orang-orang terdekat Anda.

Baca Juga  Apa Itu Vinegar? Berikut 9 Jenis Vinegar dan Manfaatnya

3. Selalu mengontrol

Ciri lain dari pasangan posesif adalah selalu mengontrol Anda dan selalu mengambil keputusan untuk Anda dalam segala hal serta memberikan aturan yang seringkali tidak masuk akal. Dengan kata lain, kegiatan apapun yang ingin Anda lakukan bahkan hingga detil terkecil seperti baju apa yang akan Anda pakai harus melalui persetujuan pasangan terlebih dahulu.

4. Selalu mengancam

Pasangan yang poseseif umumnya akan mengancam Anda jika keinginannya atau aturan yang dia buat tidak dipenuhi. Dengan kata lain, pasangan yang posesif akan melakukan apapun untuk membuat Anda menurut seperti mengancam akan meninggalkan Anda atau bahkan bunuh diri.

5. Emosi tidak stabil

Emosi pasangan yang posesif umumnya tidak stabil karena rasa takut, rasa tidak percaya diri atau pikiran negatif yang berlebihan. Emosi tersebut seringkali ditunjukkan dengan berbagai cara termasuk dengan tindakan kekerasan fisik.

4 Cara Menghilangkan Sifat Posesif

hubungan

Pada dasarnya setiap orang memiliki potensi untuk bersikap posesif terhadap pasangan. Sifat posesif ini dapat timbul karena kurangnya rasa percaya diri dalam diri seseorang atau bisa juga disebabkan karena pengalaman buruk yang pernah dialami.

Meskipun setiap orang berpotensi untuk menunjukkan sifat posesif, namun sifat posesif sebaiknya dihindari karena akan mengganggu hubungan baik dengan pasangan. Terlebih jika sifat posesif yang ditunjukkan sudah parah dan berlebihan yang membuat hubungan Anda dengan pasangan menjadi tidak nyaman.

Sifat posesif dapat dikurangi atau dihilangkan. Caranya adalah dengan mencari tahu sumbernya,menghilangkan pikiran negatif, menghilangkan ketergantungan terhadap pasangan serta membuang rasa takut dan rasa tidak percaya diri.

1. Mencari sumber rasa posesif

Rasa posesif tidak akan muncul begitu saja tanpa sebab. Karena itulah jika Anda merasa diri Anda atau pasangan adalah seseorang yang posesif, jangan langsung mengeluh dan menghakiminya. Carilah sumber atau alasan kenapa rasa posesif tersebut muncul. Rasa posesif dapat muncul karena berbagai hal seperti trauma kegagalan hubungan di masa lalu atau munculnya saingan cinta.

Jika penyebab munculnya rasa posesif telah ditemukan, cobalah untuk mengintrospeksi diri dan lupakan pengalaman buruk tersebut perlahan-lahan. Jika perlu, cobalah bicarakan dengan pasangan agar pasangan mengerti kondisi tersebut. Dengan begitu, pasangan dapat membantu memberikan motivasi dalam mengurangi atau menghilangkan rasa posesif tersebut.

2. Menghilangkan pikiran negatif

Pikiran negatif terhadap pasangan terkadang timbul karena rasa tidak percaya pada diri sendiri maupun pada pasangan sehingga memicu munculnya rasa posesif. Namun, akan lebih baik bila pikiran negatif terhadap pasangan maupun terhadap diri sendiri tersebut dihilangkan sehingga Anda dapat menjalani suatu hubungan dengan lebih santai.

Baca Juga  Arti Hibernasi Pada Manusia Demi Menembus Waktu

3. Menghilangkan rasa ketergantungan terhadap pasangan

Perasaan yang dalam terhadap pasangan seringkali menimbulkan rasa ketergantungan yang dapat memicu timbulnya rasa posesif. Karena itulah menghilangkan rasa ketergantungan pada pasangan dapat mengurangi atau menghilangkan sifat posesif.

Cara menghilangkan sifat posesif Anda hanya perlu meluangkan lebih banyak waktu untuk bergaul dengan teman-teman. Dengan begitu, Anda akan menyadari bahwa dunia Anda lebih luas dan tidak hanya ‘berputar’ di sekitar pasangan Anda.

4. Membuang rasa takut dan rasa tidak percaya diri

Rasa takut serta tidak percaya diri kerap kali menjadi penyebab munculnya rasa posesif. Padahal, dengan menghargai diri sendiri dan membuang jauh-jauh rasa takut dalam diri Anda, Anda akan menemukan kembali kepercayaan diri Anda bahwa Anda memiliki kelebihan yang membuat pasangan Anda memilih Anda dan bukan orang lain.

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *