cara agar kacamata tidak berembun
Tips

Cara agar Kacamata Tidak Berembun saat Mengenakan Masker

Artikel terakhir diperbaharui 24-09-2021 oleh Aldy Amrillah

Hadirnya virus corona memaksa setiap orang untuk menggunakan masker setiap kali keluar rumah.

Memang cukup mengganggu, tapi cara ini cukup efektif untuk mencegah penularan. 

Hanya saja bagi Sahabat Tedas.id yang menggunakan kacamata pasti sering terganggu pandangannya karena kacamata sering berembun.

Bagaimana cara agar kacamata tidak berembun ketika kamu menggunakan masker? Kamu bisa ikuti tipsnya. 

Cara agar Kacamata Tidak Berembun Ketika Menggunakan Masker

Mengapa muncul embun pada kacamata saat menggunakan masker? Penyebabnya adalah nafas hangat dari hidung keluar melalui bagian atas masker.

Hal ini karena bagian wajah tertutup dengan masker, sehingga udara mencari celah untuk keluar. 

Karena hal ini maka terjadilah proses kondensasi atau embun, di mana udara hangat menempel pada kaca yang materialnya lebih dingin.

Memang sangat mengganggu ketika embun muncul menutup kacamata. Kamu akan kehilangan penglihatan karena embun yang menutup pandangan.

Khususnya ketika berkendara menggunakan sepeda motor, tentu cukup berbahaya jika kamu harus menghapus embun terus menerus. 

Untungnya ada cara agar kacamata tidak berembun meskipun kamu telah menggunakan masker. Berikut ini beberapa cara mudah yang bisa diikuti. 

  • Merekatkan Masker dengan Selotip

Nafas keluar melalui celah pada bagian atas masker yang tidak tertutup secara maksimal.

Oleh karena itu solusi yang bisa kamu lakukan adalah dengan menutup celah tersebut sehingga nafas tidak keluar melalui celah tersebut lagi. 

Salah satu cara aman dan mudah untuk merekatkan masker adalah menggunakan selotip.

Kamu juga bisa menggunakan plester luka sehingga tidak menyakiti kulit nantinya. 

Rekatkan selotip pada bagian atas masker setelah dikenakan, maka tidak ada celah lagi pada bagian atasnya.

Nafas pun akan keluar melalui celah lainnya seperti di bagian samping atau bawah masker. 

  • Menyesuaikan Posisi Masker

Jika kamu tidak ingin menggunakan selotip maka cara satu-satunya adalah dengan memperbaiki posisi masker.

Beberapa jenis masker memiliki tambahan kawat pada bagian atas sehingga bisa ditekuk menyesuaikan bentuk hidung. 

Pada saat menggunakan masker, tekuk bagian tersebut sehingga menempel dengan baik.

Biasanya fitur ini hanya terdapat pada masker medis saja yang dijual di pasaran.

Lalu bagaimana jika kamu hendak menggunakan masker buatan sendiri? 

Tips agar kacamata tidak berembun saat memakai masker buatan sendiri adalah menyesuaikan terlebih dahulu dengan bentuk wajah.

Sebelum membuat, ukur wajah dan sesuaikan dengan bentuknya sehingga masker yang dibuat lebih pas. 

Jangan lupa sesuaikan juga dengan loop masker di telinga sehingga tidak kedodoran.

Jika masker terlalu longgar pada bagian kanan dan kir, droplet yang mengandung virus bisa saja tetap masuk. 

  • Menambahkan Tisu pada Masker

Ada satu lagi cara agar kacamata tidak berembun saat mengenakan masker yaitu dengan menambahkan lapisan tisu di dalamnya.

Beberapa masker bahkan memiliki lubang di bagian tengahnya sehingga kamu bisa meletakan tisu di sana. 

Tambahan tisu pada masker ini memiliki dua fungsi. Pertama adalah untuk mempertebal masker sehingga droplet tidak tembus masuk ke wajah.

Kedua tisu juga akan langsung menyerap nafas hangat yang dikeluarkan oleh hidung. 

Fungsi yang kedua ini akan membuat udara hangat tidak lagi keluar melalui celah di atas masker.

Setelah menambahkan tisu ini jangan lupa juga untuk sering menggantinya. Setidaknya setiap hendak pergi ganti lapisan tisunya. 

  • Mengunci Masker dengan Kacamata

Cara agar kacamata tidak berembun ini membutuhkan ukuran masker yang lebih besar karena kamu akan memanfaatkan beban kacamata untuk mengunci.

Pertama-tama adalah pakai masker kemudian tarik sampai ke atas di bagian bawah kacamata. 

Baru setelah itu kamu mengenakan kacamata dan kunci di atas masker sehingga tidak ada celah lagi yang keluar.

Hanya saja metode ini bisa dilakukan jika bingkai kacamata berukuran besar begitu juga dengan jenis kaca yang digunakan. 

Semakin berat kacamata yang digunakan maka akan semakin bagus karena otomatis akan menutup celah masker dengan maksimal.

Jika kamu menggunakan kacamata yang ringan apalagi berukuran kecil tanpa bingkai maka akan sulit penerapannya. 

  • Memanfaatkan Semprotan Kacamata Khusus

Alternatif cara yang kelima adalah memanfaatkan semprotan khusus kacamata anti embun.

Semprotan ini adalah cara yang paling efektif dibandingkan keempat cara yang lainnya. 

Sayangnya untuk membeli semprotan ini kamu harus mengeluarkan biaya yang cukup tinggi.

Mahalnya harga semprotan kacamata anti embun membuat banyak orang jadi berpikir ulang. 

Selain itu tidak semua jenis kacamata cocok menggunakan semprotan ini karena beberapa bahan justru akan menjadi rusak.

Misalnya saja kacamata anti silau atau anti noda. Adanya lapisan tambahan tersebut kurang cocok dengan semprotan anti embun ini. 

  • Mencuci Kacamata 

Tahukah kamu bahwa kacamata pun perlu dicuci sehingga tetap bersih digunakan dan bisa juga mencegah masalah embun.

Kacamata yang berembun pada dasarnya adalah masalah umum yang kerap kali dialami. 

Tidak hanya saat menggunakan masker, misalnya saja saat makan makanan panas yang beruap.

Maka uap tersebut akan mengenai kacamata dan menciptakan embun. Tentu sangat mengganggu aktivitas makan bukan? 

Nah cara agar kacamata tidak berembun yang disarankan adalah rajin mencucinya dengan air sabun.

Khusus untuk material dari kaca, cucilah kacamata dengan air sabun kemudian diamkan sampai mengering sendiri. 

Tidak perlu di lap karena hanya akan menimbulkan goresan. Air sabun yang mengering sendiri akan membuat kaca semakin jernih selain itu juga membantu untuk tidak mudah berembun ketika digunakan. 

Hanya saja kamu perlu rutin mencucinya karena cara ini tidak bisa bertahan lama. Bisa juga memanfaatkan bahan seperti pasta gigi atau shampo bayi. 

Sangat mudah bukan membuat kacamata tidak berembun lagi ketika kamu menggunakan masker. Tinggal pilih saja mana cara yang paling praktis. 

Yuliarti Swan
Pecinta kuliner, traveling yang ingin berbagi cerita dari kota budaya di Indonesia.

    Leave a reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *