Rumah

KPR: Pengertian, Keuntungan, Jenis dan Syarat Pengajuannya

KPR adalah salah satu metode pembayaran atau pembelian rumah yang terkenal ringan, apakah benar?

Banyak bank yang menyediakan fasilitas KPR bagi para nasabahnya. 

Masing-masing bank menyediakan berbagai suku bunga dan sistem yang berbeda. 

Bahkan beberapa developer telah bekerja sama dengan bank tertentu untuk memudahkan calon pembeli rumah. 

Bahkan pemerintah pun yang menyediakan perumahan subsidi juga mempermudah siapa saja yang ingin membeli dengan cara KPR. 

Sebenarnya apa itu KPR dan bagaimana cara untuk bisa menggunakan layanan ini? Simak penjelasan lengkapnya. 

Apa Itu KPR?

Apa Itu KPR

KPR adalah singkatan dari Kredit Kepemilikan Rumah, yaitu sistem atau layanan kredit yang disediakan perbankan bagi nasabah perorangan. Baik itu yang ingin membeli rumah atau renovasi. 

Apabila dilihat dari sejarahnya, KPR bukanlah hal yang baru lagi karena sudah dicanangkan pertama kali oleh Bank Tabungan Negara (BTN) pada tahun 1976. 

Pada saat itu BTN melepaskan dana 325 triliun ke konsumen perumahan dan berhasil membiayai hingga 5 juta keluarga di Indonesia.

Saat ini perbankan yang menyediakan layanan KPR bukan hanya BTN. 

Beberapa bank swasta seperti Mandiri, BCA pun sudah menyediakan layanan KPR ini.

Hadirnya layanan rumah KPR adalah untuk meringankan keluarga di Indonesia dalam kepemilikan rumah. 

Nantinya keluarga yang ikut KPR hanya perlu mengangsur ke bank sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan.

Calon pembeli rumah hanya perlu menyediakan uang muka yang jadi syarat utamanya. 

Inilah sistem KPR rumah yang ada di Indonesia. Jika berencana untuk membeli rumah secara KPR tentu harus mengecek apa saja jenis dan juga syaratnya. 

Keuntungan Membeli Rumah dengan KPR 

Melihat sistem dari KPR tentu ada beberapa keuntungan yang didapatkan oleh pembeli rumah.

Beberapa keuntungannya adalah sebagai berikut:

  • Bisa Beli Rumah Meskipun Tabungan Tidak Cukup 

Tidak memiliki tabungan yang cukup untuk membeli rumah dengan uang tunai tidak masalah.

Siapa saja bisa langsung membeli rumah dengan sistem KPR. Apalagi mengingat rumah-rumah di kota besar memiliki harga yang terus meroket. 

Anda mungkin harus menghabiskan puluhan tahun lagi untuk bisa mengumpulkan uang.

Namun dalam beberapa tahun ke depan harga rumah tentu akan terus naik. 

Semakin sulit untuk bisa membeli rumah dengan tabungan yang dimiliki.

Jika nominal tabungan sudah bisa digunakan untuk dp rumah tentu hal ini harus dimanfaatkan. 

  • Rumah Bisa Langsung Ditempati 

Kelebihan KPR lainnya adalah Anda tidak perlu menunggu rumah lunas baru bisa menempatinya.

Sambil mencicil rumah Anda masih bisa langsung menggunakannya. 

Jika saat ini Anda sudah berkeluarga maka tidak perlu lagi mencari rumah kontrakan atau tinggal bersama dengan orang tua. Anda bisa menjadi lebih independen. 

Tinggal di rumah sendiri tentunya akan menjadi lebih nyaman karena bebas.

Selama biaya di awal sudah dipenuhi maka Anda bisa langsung pindah ke rumah baru. 

  • Menyediakan Legalitas yang Pasti 

Manfaat lain KPR adalah berhubungan dengan legalitas. Banyak sekali dokumen yang harus diurus untuk mengeluarkan sertifikat rumah. 

Pengurusan ini seringkali tertunda khususnya jika Anda membeli rumah sendiri dengan uang tunai.

Berbeda dengan KPR, sertifikat rumah akan menjadi jaminan selama Anda membayar cicilan. 

Ketika lunas sertifikat ini akan diserahkan kepada pemilik rumah.

Oleh karena itulah sertifikat rumah akan diurus langsung oleh bank yang menjanjikan legalitasnya jelas. 

  • Kerjasama dengan Pengembang yang Terpercaya 

Saat ini tidak sedikit pengembang perumahan yang melakukan penipuan.

Jika Anda mengambil KPR atau pengembang yang sudah bekerja sama dengan perbankan resmi tentu kasus penipuan bisa dihindari.

Pembangunan rumah juga biasanya akan lebih cepat selesai dibandingkan pengembang yang tidak bekerja sama. 

Anda pun tidak perlu menunggu lama lagi untuk bisa menempati rumah.

Biasanya pengembang akan menyelesaikan pembangunan sesuai dengan target. 

  • Bisa Digunakan untuk Renovasi Rumah 

KPR artinya tidak selalu hanya digunakan pada pembelian rumah baru. KPR juga bisa dimanfaatkan untuk mendanai renovasi rumah. 

Misalnya Anda sudah menempati rumah hingga 15 tahun lebih. Tentu sudah banyak beberapa bagian rumah yang harus diperbaiki. 

Sayangnya ketika uang di tabungan tidak mencukupi maka Anda bisa meminta bantuan dari perbankan.

Selama syaratnya dipenuhi maka mendapat pinjaman untuk renovasi adalah hal yang mudah. 

  • Harga Rumah Lebih Murah Khusus Subsidi

Harga rumah KPR yang tipe subsidi juga jauh lebih rumah karena pemerintah telah membantu meringankan biaya pembelian rumah. 

Anda juga akan mendapatkan layanan KPR dari perbankan yang dipercayai oleh pemerintah.

Mengingat berhubungan dengan pemerintah maka tidak akan sulit untuk bisa membelinya bukan. 

Keamanan pembelian rumah pun juga lebih terjamin dibandingkan Anda harus membeli dari pengembang independen lainnya. 

Jenis-Jenis KPR yang Saat Ini Tersedia

Jenis-Jenis KPR

Apabila dilihat dari jenisnya, KPR memiliki dua macam yang harus dipahami sebelum Anda membelinya.

Pertama adalah KPR subsidi dan kedua non subsidi. 

Berikut ini penjelasan dari masing-masing KPR yang bisa Anda pelajari. 

  • KPR Subsidi 

Apa yang dimaksud dengan KPR subsidi adalah kredit yang ditujukan kepada masyarakat dengan penghasilan menengah ke bawah.

Dengan begitu masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya memiliki rumah. 

Disebut dengan subsidi karena berfungsi untuk meringankan kredit. Adanya subsidi menambah dana pembangunan atau perbaikan ini akan diberikan oleh pemertingan. 

Mengingat adanya rumah KPR subsidi dari pemerintah tentu syarat yang ditentukan juga berasal dari pemerintah.

Biasanya syarat paling penting adalah jumlah penghasilan dari pemohon tidak melebihi maksimum kredit. 

  • KPR Non Subsidi 

Non subsidi KPR adalah jenis kredit yang bisa diakses oleh seluruh kalangan masyarakat. Ketentuan kreditnya sudah ditentukan oleh pihak perbankan. 

Kredit dan suku bunga juga disesuaikan dengan kebijakan dari setiap perbankan.

Oleh karena itulah nominalnya akan jauh lebih berbeda dari KPR subsidi. Harga rumah juga akan jauh lebih mahal dibandingkan subsidi. 

Syarat Pengajuan KPR

Setelah mengetahui keuntungan beli rumah dengan KPR, lalu apa saja syarat yang harus dipenuhi oleh pemohon.

Anda yang berencana membeli harus tahu syarat KPR rumah secara umum berikut:

  1. KTP suami dan istri apabila sudah menikah. Jika belum bisa memberikan KTP perorangan. 
  2. Kartu Keluarga 
  3. Keterangan penghasilan atau bisa juga slip gaji. 
  4. Laporan keuangan jika pemohon adalah wirausaha. 
  5. NPWP Pribadi bagi yang ingin mengajukan kredit di atas 100 juta rupiah. 
  6. SPT PPh pribadi bagi yang ingin mengajukan kredit di atas 50 juta rupiah. 
  7. Salinan sertifikat induk atau pecahan yang diberikan ketika membeli langsung dari pengembang. 
  8. Salinan sertifikat apabila melakukan pembelian dari perorangan. 
  9. Salinan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). 

Semua syarat KPR adalah mutlak dan harus dikumpulkan ke pihak perbankan untuk bisa dicek lebih lanjut. Nantinya perbankan akan melakukan BI checking. 

Syarat di atas diterapkan untuk pembelian rumah non subsidi, namun jika Anda membeli rumah subsidi maka beberapa syarat berikut harus dipenuhi. 

  1. Merupakan warga negara Indonesia dan berdomisili di Indonesia. 
  2. Sudah berusia 21 tahun atau sudah menikah. 
  3. Bisa pasangan suami istri yang belum memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemerintah dalam bentuk rumah. 
  4. Memiliki gaji atau penghasilan pokok tidak lebih dari 8 juta rumah. 
  5. Memiliki masa kerja atau usaha minimal selama 1 tahun. 
  6. Menerima NPWP atau SPt tahunan PPh. 

Selain menyerahkan semua syarat tersebut pemohon juga harus mengisi formulir pendaftaran. Lama tidaknya pengecekan ini tergantung kinerja bank. 

Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Melakukan KPR 

Hal yang Perlu Diperhatikan

KPR rumah adalah sistem yang begitu banyak membantu masyarakat dalam mendapatkan kepemilikan rumah. Namun jangan terburu-buru untuk membeli. 

Supaya prosesnya lancar, beberapa hal berikut ini harus diperhatikan. 

  1. Pastikan bahwa tidak ada masalah pada sertifikat dan juga IMB harus sesuai dengan kondisi bank. Perbankan akan melakukan pengecekan untuk memastikan. 
  2. Jika membeli dari pengembang, pastikan tidak ada masalah oleh pengembang terkait dengan izin. Baik itu izin peruntukan tanah, prasarana sudah tersedia, kondisi tanah matang atau siap bangun. 
  3. Mengenali reputasi penjual dengan baik. Hindari melakukan pembelian di bawah tangan atau sertifikat rumah masih dijaminkan ke bank oleh pemilik sebelumnya. 

Selama membeli rumah KPR Anda juga tidak bisa memindahkannya ke orang lain atau menjualnya tanpa persetujuan bank.

Pasalnya selama rumah belum lunas masih menjadi milik bank. 

Aldy Amrillah

Aldy adalah seorang penulis blog yang berasal dari Bogor, Indonesia. Ia merupakan lulusan jurusan Manajemen informatika dari Universitas Bina Sarana Informatika, ketertarikan dengan dunia menulis artikel dimulai ketika pertama kali bekerja untuk sebuah website lifestyle. Kini, Aldy fokus pada penulisan konten SEO yang mengutamakan pembaca bukan mengutamakan bot, karena kenyamanan membaca adalah poin paling penting yang dibutuhkan pembaca saat ini. Ia memiliki spesialisasi topik tentang dunia teknologi, seperti tips, tutorial hingga pembahasan tentang komputer. Dan saat ini ia bekerja sebagai Seo enthusiast di salah satu website yang membahas tentang dunia teknologi di daerah Jakarta

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cek Juga
Close
Back to top button