Bahan Katun: Proses, Ciri, Jenis, dan Cara Perawatannya

Bahan Katun – Untuk sebagian besar masyarakat Indonesia, pemilihan kain untuk pakaian yang digunakan sehari-hari menjadi hal penting. Tinggal di negara yang beriklim tropis, kita membutuhkan bahan yang dingin dan bisa menyerap keringat. Nah, salah satu jenis kain andalan yang sesuai untuk kebutuhan kita sebagai masyarakat tropis adalah kain katun.

Dan tentu saja dibandingkan jenis kain lainnya, bahan katun adalah jenis kain yang paling familiar di telinga kita ya? Namun tahukah kalian kalau ternyata ada banyak ragam katun yang bisa kita temukan di pasaran.

Jika ingin mengenal lebih lanjut tentang ciri-ciri, jenis dan cara perawatan bahan kain katun, silahkan terus membaca artikel ini hingga akhir ya.

Berkenalan dengan Kain Bahan Katun

kain katun
Kain katun yang terkenal dengan kenyamanan saat dikenakan ternyata berasal dari serat asli Gossypium. Ada yang tahu apa itu Gossypium? Itu adalah nama latin dari tanaman kapas. Itulah kenapa kain ini dinamakan katun, penulisan bahasa Inggrisnya yaitu cotton, yang artinya kapas.

Kapas memang merupakan jenis tanaman yang paling banyak dijadikan sebagai bahan dasar tekstil. Saat kita membicarakan kapas, maka teman-teman perlu tahu bahwa benda ini merupakan serabut halus yang bisa kita temukan dari tanaman kapas itu sendiri. Biasanya kapas mulai dipanen saat buahnya mulai mekar dengan sempurna, kering dan telah cukup umur.

Baca Juga  Bahan Fleece: Ciri, Sejarah, Jenis, dan Kelebihannya

Tanaman kapas yang sudah matang, warna kelopaknya juga berubah menjadi sawo matang. Kondisinya juga menjadi rapuh saat disentuh. Saat tanaman kapas berada dalam kondisi seperti ini, maka waktu panen memang telah datang. Meski begitu tak semua jenis kapas bisa digunakan untuk bahan dasar tekstil. Berikut ini jenis-jenis kapas yang biasa digunakan sebagai bahan utama pembuatan serat kain:

* Gossypium hirsutum adalah kapas asli yang berasal dari Meksiko, Amerika Tengah, Florida, dan juga Karibia.

* Gossypium barbadense merupakan kapas asli yang bisa kita temukan di Amerika Selatan Tropika.

* Gossypium arboreum yaitu kapas asli yang bisa didapatkan di lembah Sungai Indus, di wilayah Pakistan dan India.

* Gossypium herbaceum, jenis kapas yang asalnya dari hulu Sungai Tigris (Levantia )

Proses Pembuatan Kain Bahan Katun

katun rayon

Dari benang hingga menjadi pakaian adalah sebuah perjalanan yang cukup panjang. Maukah teman-teman mengetahuinya? Semoga dengan mengetahui proses perjalanan benang menjadi kain, lalu hingga menjadi pakaian, bisa membuat kita lebih bijak dalam membeli dan merawat pakaian dengan sebaik-baiknya.

– Pertama-tama, serat-serat kapas harus dibersihkan terlebih dahulu untuk memisahkan antara serat dan kotoran di dalamnya.

– Kedua, setelah semua serat bersih terpilih. Serat-serat ini harus mengalami proses pemisahan antara serat panjang dan pendek.

– Ketiga, serat-serat itu kemudian dipilin hingga menjadi benang kapas.

Baca Juga  Baju Adat Sumatera Barat dan Jenis-Jenis Aksesorisnya

– Keempat, kapas yang telah menjadi benang kemudian memasuki tahap penenunan hingga menjadi lembaran kain. Selain diolah menjadi kain, benang katun juga biasa diolah menjadi benang rajut. Dari benang rajut ini nanti kita bisa membuat baju, sepatu bayi, taplak, tas, dan lain-lain.

Bahan katun di pasaran pada umumnya dibagi menjadi dua macam, yaitu kain katun yang dipintal dan ditenun dari serat tanaman kapas, dan kain linen yang dipintal dan ditenun dari serat tanaman rami.

Pernah mendengar kain linen? Ya, linen ternyata juga masuk ke dalam keluarga katun, biasa disebut dengan katun linen. Bila dilihat secara seksama, kain linen memiliki kualitas dan daya tahan yang lebih baik. Serat kain linen juga lebih rapat dan kuat dibandingkan katun yang terbuat dari kapas.

Ciri-ciri Istimewa Kain Bahan Katun

katun jepang

Meski terdengar familiar, masih banyak yang belum bisa membedakan katun dengan jenis-jenis kain lainnya. Biar teman-teman pembaca Tedas.id tidak lagi merasa bingung, berikut ini adalah ciri-ciri istimewa kain katun yang perlu kalian ketahui:

1. Tekstur kain katun sangat halus dan lembut sehingga ketika dijahit menjadi baju menjadi sangat nyaman digunakan.

2. Daya tahan kain katun sangat kuat. Pantas saja banyak yang memiliki baju berbahan dasar katun tahan lama hingga belasan atau malah puluhan tahun.

3. Cocok digunakan di segala kondisi karena bahannya sangat adem untuk dikenakan.

4. Kain katun memiliki sifat hypoallergenic, maksudnya kain ini tidak menyebabkan alergi pada kulit.

5. Ada beberapa ragam kain katun yang memiliki permukaan mengkilap.

6. Di beberapa jenis katun, kita bisa melihat beberapa serabut halus yang lembut.

Jenis-jenis Kain Bahan Katun di Pasaran

bahan katun rayon

Hampir sebagian besar kita sepertinya tak banyak tahu kalau ternyata jenis kain katun sangat beragam. Ada sekitar 20an jenis katun yang beredar di pasaran, hayo selain kain katun rayon dan kain katun Jepang, apakah teman-teman tahu jenis lainnya?

Jika belum, maka saatnya berkenalan dengan jenis-jenis katun tersebut. Tentu saja setiap ragam kain katun ini memiliki kualitas yang juga berbeda-beda. Namun pada dasarnya, apapun nama kain katunnya, akan selalu terkenal dengan sifatnya yang adem dan nyaman.

Di bagian ini, kami ingin membagi menjadi dua sub bagian. Sub bagian pertama yaitu jenis-jenis katun yang umum. Sub bagian kedua yaitu jenis-jenis katun berkualitas tinggi dan banyak direkomendasikan oleh para ahli kain.

1. Kain Katun Biasa

Katun ini merupakan jenis katun yang paling sering ditemukan di pasaran. Kualitasnya standar dan harganya pun lebih murah daripada jenis katun yang lain. Katun biasa memiliki ciri-ciri sebagai berikut: motifnya beragam, ada yang polos, bergaris, bunga, abstrak, kotak, dan juga polkadot.

Di tiap gulungan atau pinggiran kain tidak akan ditemukan kode warna. Daya serap kain katun biasa terhadap keringat cukup baik.

2. Kain Katun Rayon

Jenis katun ini terkenal sebagai bahan dasar baju muslim, karena sangat adem. Bahan katun rayon memiliki ciri teksturnya yang licin, ringan dan daya serap keringatnya sangat baik. Sayangnya katun rayon ini sangat mudah kusut, sehingga saat menyetrika harus menggunakan suhu panas yang cukup tinggi.

3. Kain Katun Cina

Lebih populer disebut dengan katun twill. Secara kualitas, kain katun ini setara dengan katun jepang. Ciri-ciri istimewa dari katun Cina yaitu bahannya tipis, warnanya lembut dan tidak mencolok. Sayangnya tidak semua kualitas kain katun Cina baik, jadi berhati-hatilah saat membeli jenis katun ini.

4. Kain Katun Silk Sutera

Dari namanya saja kita bisa menebak ya kalau katun ini memiliki kombinasi dengan kain silk alias kain sutera. Karena dikombinasikan dengan kain sutera, maka kain ini juga memiliki ciri khas yang dimiliki kain tersebut. Licin, tidak panas dan nyaman dipakai, sangat lembut dan halus saat diraba. Meski ringan, kain katun sutra termasuk jenis katun yang paling kuat dan tahan lama.

Baca Juga  Baju Adat Bali: Ketahui 7 Jenis dan 3 Tingkatannya

5. Katun Paris

Banyak yang tak bisa membedakan antara katun Paris dan katun biasa. Secara sekilas, kedua jenis katun tersebut memang terlihat sama. Namun kualitas katun paris jauh di atas katun biasa. Ciri utama dari katun paris yaitu bahannya yang jauh lebih ringan dan tipis daripada katun biasa. Cocok untuk diproduksi menjadi kerudung, jilbab, blus ataupun gamis syari.

6. Kain Katun Bangkok

Nama jenis katun ini diambil dari lokasi pembuatannya, tak lain dan tak bukan, tentu saja ibu kota Thailand, Bangkok. Sesuai dengan namanya, motif yang terlukis di atas permukaannya tentu saja juga berciri khas Thailand. Katun Bangkok biasa digunakan untuk pembuatan blus dan kemeja.

Teksturnya kasar dan bahannya jauh lebih tipis dibanding jenis katun lainnya. Kain katun Bangkok memiliki karakter yang transparan, sehingga biasanya membutuhkan pelapis di bagian dalam agar tidak menerawang. Nama katun bangkok diambil dari nama kota tempat kain ini diproduksi, yaitu kota Bangkok.

7. Kain Katun Satin Jepang

Kain katun satin Jepang juga bisa ditebak dari mana asalnya. Tentu saja berasal dari negara yang memiliki sebutan Negeri Matahari Terbit. Kain katun satin Jepang bertekstur lembut, adem saat dipakai dan warnanya cenderung kuat dan menyala.

8. Kain Katun Minyak

harga kain katun

Di Indonesia, jenis katun ini belum banyak diketahui. Nama katun diambil dari sifat bahannya yang mengkilap seperti minyak.

Ciri-ciri katun minyak hampir sama dengan katun silk sutra; licin, lembut dan adem. Perbedaan di antara keduanya terletak pada permukaan kainnya yang mengkilap. Meski mengkilap, namun daya serap keringatnya masih tetap baik. Efek kilap pada kain katun ini perlahan akan berkurang. Semakin sering digunakan dan dicuci, semakin cepat pudar efek kilapnya.

9. Kain Katun Combed

Dinamakan combed, karena proses pembuatan katun ini dibuat dengan proses combing. Proses combing yaitu serat-serat kapas disisir hingga menghasilkan serat-serat panjang yang kemudian diproses menjadi benang.

Katun ini banyak digunakan di beragam jenis pakaian karena sifatnya yang halus, lembut dan sangat baik dalam menyerap keringat. Kain katun combed memiliki tiga tingkat ketebalan; combed 24s merupakan katun combed yang tebal dan harganya lebih murah, combed 30s yaitu katun combed yang sedang dan biasa diproduksi sebagai kaos, dan combed 40s yang bahannya tipis.

10. Kain Katun Carded

Tak jauh berbeda dengan katun combed, nama katun carded juga diambil dari cara pembuatan kainnya yaitu carding.

Proses carding yaitu serat-serat kapas diproduksi dengan proses garuk, hingga menghasilkan serat-serat pendek yang masih saling melekat satu sama lain. Oleh karenanya benang kain dari katun ini tak selembut dan sehalus katun combed. Namun daya serap keringatnya sama baiknya dengan katun combed.

11. Kain Katun Sateen

Segi bahan kain katun sateen tak berbeda jauh dengan katun biasa. Hanya saja dalam proses pembuatan kain katun jenis ini, diberikan teknik satin sehingga kain katun satin memiliki tampilan yang mengkilap dan berkilau.

Pastinya teman-teman sering ya mendengar kata satin, ternyata satin itu bukanlah jenis kain tertentu. Satin adalah salah satu teknik tenun untuk menciptakan efek kilau nan mengkilap. Bahan satin tak melulu berasal dari katun, bisa saja dari serat lain, seperti sutra, polyester, nylon, dsb.

12. Kain Katun Denim

Punya celana Jeans atau Levi’s? Nah, sebenarnya celana itu terbuat dari katun denim. Sedangkan Jeans dan Levis adalah nama brand atau merek dagang. Seperti yang kita tahu, kain katun berjenis tebal.

Beberapa juga ada yang kaku. Tentu kain katun denim juga memiliki jenis-jenis turunan. Ada denim yang lebih tebal dan lebih tipis, juga ada yang dipadukan dengan bahan lainnya agar menghasilkan denim yang lebih lentur.

13. Kain Katun Flanel

Pernah melihat kain katun dengan motif kotak-kotak dengan sedikit bulu halus di atas permukaannya? Jenis katun yang seperti itu disebut dengan kain katun flanel. Nama populernya yaitu flanel yarn dyed.

Disebut flanel, karena katun ini diproduksi dengan teknik tenun plain weave. Tidak berhenti di situ, prosesnya kemudian berlanjut dengan proses brushed alias penyikatan di salah satu sisi. Proses tersebut menggunakan mesin agar bisa memproduksi tekstur permukaan yang halus.

14. Kain Katun stretch

Katun stretch memiliki sifat khusus yang elastis dan bisa melar. Biasa digunakan sebagai bahan dasar untuk legging, kaos, pakaian dalam, celana dan gamis panjang. Meski bisa melar, katun ini tetap bisa menyerap keringat.

Katun stretch dihasilkan dari paduan dua macam serat; serat kapas dan serat lycra atau spandex. Tak heran jika ada yang berkata kalau bahan dasar katun stretch dan spandex sama.

Jenis Jenis Kain Katun Premium

jenis kain katun
Image: mizutex.com

Jika 14 jenis kain katun di atas belum memuaskan bagi sahabat Tedas.id, maka kini kami bagikan kain-kain katun berkualitas premium yang banyak disarankan oleh para ahli kain.

Namun harga kain-kain katun premium ini tentu saja berbeda dengan kain katun pada umumnya. Mau tahu apa sajakah katun-katun premium tersebut?

1. Katun Supernova

Kain katun premium yang pertama yaitu Supernova. Ciri-cirinya lembut, adem, halus dan sangat ringan untuk dikenakan. Jenis katun ini sangat istimewa.

Kita bisa melihat serat-serat benang halusnya muncul pada permukaan kain dengan begitu indahnya. Biasa diproduksi untuk kemeja formal, baju koko, jilbab dan gamis syari.

2. Katun Ima Polos dan Ima Slub Import

Katun Ima adalah jenis yang sedang naik daun sekarang ini. Kedua jenis katun ini terlihat mirip, namun sebenarnya ada perbedaan tekstur. Ima polos bertekstur mulus dan memiliki motif polos.

Sementara Ima slub tekstur benangnya bersilang-silang, sehingga menghasilkan motif yang unik. Katun ima merupakan jenis produk katun yang diimpor dari Jepang. Ketebalan katun ini tak jauh berbeda dengan supernova. Namun secara kualitas dan keawetan jauh di atas supernova.

Hal tersebut disebabkan katun ima punya kualitas serat benang yang lebih baik dan rapi. Katun ima sangat ringan dan tipis sehingga adem dan nyaman digunakan, tapi tidak transparan. Katun ini banyak digunakan untuk produksi gamis, jilbab, baju koko, dan seragam.

Sobat pembaca tidak akan menemui serabut serat halus pada kain ini seperti yang banyak ditemukan pada jenis supernova.

Jenis katun ini tergolong material yang ringan dan sedikit tipis, akan tetapi tidak bersifat menerawang. Biasanya katun ima digunakan sebagai material untuk produk seragam, gamis syar’i, jilbab, maupun baju koko.

Harga kain katun Ima termasuk tinggi, berdasar info yang kami peroleh, harganya sekitar Rp 35.000 per meter. Saat ini sudah banyak produk lokal dari katun ima yang harganya jauh lebih terjangkau.

Namun tentu saja secara kualitas pun sangat berbeda. Jika teman-teman ingin mendapatkan kualitas terbaik, tanyakan pada pedagangnya apakah katun Ima yang dijual tersebut impor atau lokal.

3. Katun Ima Royal Platinum

Jenis katun premium selanjutnya yaitu katun ima royal platinum. Jenis katun turunan dari ima ini bertekstur kotak-kotak kecil. Kita dapat melihat teksturnya dengan jelas di atas permukaan kain.

Sifat kain ini ringan, tidak menerawang dan juga tidak terlalu jatuh. Ima Royal Platinum (IRP) memiliki kembar identik yang dinamai Ima Platinum (IP). Secara sekilas memang keduanya terlihat sangat mirip, namun jika diperhatikan dengan seksama, kualitasnya sangat jauh berbeda. Maka pastikan untuk mengeceknya terlebih dahulu saat akan membeli kain katun jenis ini.

4. Katun Toyobo Original Import

Kain katun Toyobo saat ini menjadi favorit bagi para hijabers. Kain ini memang sangat bagus sekali diproduksi menjadi gamis syari. Sifatnya yang ringan, tidak kaku, adem, lembut, tidak transparan dan sedikit licin menarik perhatian khalayak.

Selain diproduksi menjadi gamis, kain katun jenis ini juga biasanya dibuat menjadi jilbab, seragam kantor, baju koko dan pakaian sejenis. Kualitas katun ini termasuk berstandar eksklusif dan premium. Setara dengan supernova, bedanya serat halus pada Toyobo tidak nampak jelas.

Harga kain katun toyobo original yang diimpor dari Jepang menurut hasil penelusuran Tedas.id berkisar antara Rp. 45.000 per meternya.

Namun hati-hati saat ingin membeli toyobo, perhatikan kualitasnya dengan seksama, karena semakin banyak toyobo KW yang beredar. Jangan sampai kamu tergiur harga murah dan mendapatkan versi KW yang tentu kualitasnya jauh di bawah standar.

5. Katun Toyobo Fodu Import Premium

Masih berkutat dengan toyobo, kali ini kita akan berkenalan dengan katun toyobo fodu. Jenis katun ini adalah kakak tingkatnya si toyobo original. Artinya kualitasnya lebih tinggi dibandingkan toyobo original. Serat benang pada toyobo fodu lebih rapat dan tebal.

Selain itu permukaannya juga memiliki aksen mengkilap sehingga memberi kesan elegan dan berkelas.

Baik Toyobo original dan Toyobo Fodu adalah jenis produk impor. Maka tak heran jika kini mulai bermunculan tiruannya. Jika kita tidak teliti, maka akan mudah terperosok dengan kain-kain tiruan yang memang sangat mirip aslinya.

Nama kain tiruannya pun beragam, ada yang diberi nama foyobo, toyoboo, foyabo, tooyobo, toyabo, dsb. Jadi jangan sampai kamu salah membeli katun toyobo fodu yang asli ya!

6. Katun Jepang Polos Tokai Senko

Bernama katun Jepang namun bukan berarti kain ini produk impor dari Jepang. Katun ini aslinya produk lokal, namun mendapat lisensi langsung dari Negeri Matahari Terbit. Perusahaan yang memproduksi Tokai Senko ini adalah PT Tokai Texprint Indonesia.

Awalnya perusahaan ini dikenal sebagai penghasil kain-kain bermotif, namun dalam memproduksi Tokai Senko, mereka fokus pada katun Jepang dengan motif polos. Kualitas yang dihasilkan oleh Tokai Senko pun 11-12 dengan katun Jepang yang asli dari Jepang.

Pada kain katun Jepang tokai senko polos, kamu tidak perlu mencari label perusahaan yang bisa ditemui pada katun jepang yang bermotif. Itulah perbedaan mendasar di antara keduanya.
Keunggulan dari jenis katun ini yaitu sifat bahannya yang tebal, memiliki warna tahan lama, halus dan serat benang rapat sehingga tidak mudah koyak meskipun dicuci dan dipakai berulang kali.

7. Katun Madinah

Memiliki serat kain yang hampir sama dengan Supernova, terlihat serabut halus di atas permukaannya. Namun secara kualitas, katun madinah jauh di atas supernova. Bahannya pun lebih ringan, lembut, tidak menerawang, juga jatuh saat dipakai.

Selain itu sifat bahannya juga adem sehingga nyaman digunakan, terutama saat diproduksi menjadi jilbab ataupun gamis syari. Dengan kualitas yang sangat premium, wajar jika harga per meter kain katun ini cukup mahal.

8. Katun Linen Euro

Kain katun premium terakhir yang akan tim Tedas.id rekomendasikan yaitu jenis linen euro. Katun ini memiliki sifat bahan yang agak kaku, serat benang longgar dan besar sehingga cocok untuk diproduksi menjadi pakaian-pakaian berjenis casual.

Meski agak kaku, kain ini tetap memiliki sifat dasar dari katun yaitu adem saat dikenakan. Saat kain ini menyentuh kulit, kamu akan merasa nyaman dan enggan melepaskannya dari tubuhmu.
Kain-kain katun premium tersebut memiliki harga yang memang jauh di atas kain katun biasa.

Harga per meter kain katun premium dimulai dari harga Rp 35.000an, bahkan kadang lebih. Tentu saja harga kain katun tersebut bukanlah patokan harga yang pas. Setiap toko bisa memiliki kebijakan berbeda dan berhak mengubah harga tanpa memberitahu sebelumnya.

Bahkan beda toko bisa jadi memiliki range harga yang berbeda, padahal jenis kain yang dijual dan kualitasnya bisa jadi sama. Perbedaan harga ini bisa terjadi karena mungkin suppliernya berbeda. Intinya sebelum membeli, pastikan untuk mengecek keaslian kain.

Lebih baik daripada beli online, kamu datang langsung saja ke toko kainnya agar bisa mengecek kualitasnya secara langsung, sehingga meminimalisir salah pilih dan kekecewaan bertubi-tubi.

5 Cara Merawat Pakaian Bahan Katun

Cara Merawat Pakaian Bahan Katun

Meskipun kain katun termasuk jenis kain yang awet dan tahan lama, bukan berarti kita bisa seenaknya menggunakan tanpa perawatan yang tepat dan layak. Berikut ini Tedas.id telah mengumpulkan 5 cara merawat pakaian dengan bahan katun :

1. Tak Perlu Banyak-banyak Menggunakan Detergen

Tahukah kamu jika terlalu banyak detergen saat mencuci pakaian justru bisa mengurangi keawetan pakaian. Maka jangan banyak-banyak saat menggunakan detergen, secukupnya saja. Selain itu pilihlah detergen yang sifatnya soft. Selain itu dengan secukupnya menggunakan detergen, artinya kamu bisa menghemat kantong lebih banyak karena tidak perlu beli deterjen sering-sering.

2. Cucilah Secara Manual

Kain katun ternyata lebih awet jika dicuci secara manual. Saat mengucek pun lebih baik tidak menggunakan penyikat, cukup kucek dengan tangan dengan kekuatan sedang. Kalaupun tak memungkinkan mencuci secara manual, pastikan saat mencuci pisahkan pakaian menurut jenis kainnya.

Hanya cuci pakaian berbahan katun dan jangan dicampur dengan bahan lainnya. Hal ini untuk mengurangi kemungkinan adanya kerusakan pada kain katun saat bergesekan dengan kain yang lebih kasar. Kamu tak ingin pakaian berbahan katun kesayanganmu cepat rusak kan?

Baca Juga  5 Cara Memakai Rok Lilit Ini Sangat Mudah Tanpa Ribet

3. Stop Menjemur di Bawah Sinar Matahari Secara Langsung

Sebaiknya dalam proses penjemuran, jangan sampai pakaian dijemur langsung di bawah sinar matahari. Angin-anginkan saja di teras rumah yang atasnya ada atapnya. Selain itu saat menjemur, taruh bagian dalam di luar. Hal ini untuk mencegah warna baju cepat memudar.

4. Gunakan Suhu Khusus saat Menyetrika

Pasti hampir sebagian besar sohib Tedas.id memiliki setrika dengan sistem modern kan? Yaitu setrika yang mode suhunya bisa diatur sesuai kebutuhan.

Nah, saat menyetrika pakaian berbahan katun, pilih mode suhu yang memang khusus disesuaikan untuk bahan katun. Biasanya mode suhu yang cocok untuk mode katun memiliki suhu yang tinggi, apalagi untuk kain katun rayon yang mudah kusut.

5. Gunakan Lapisan Kain Ekstra saat Menyetrika

Tips tambahan lainnya dalam proses menyetrika kain katun yaitu gunakan lapisan kain ekstra yang diletakkan di atas pakaian katun.

Pastikan kain yang digunakan bersih ya. Guna lapisan kain ini yaitu untuk menghindari kain katun mendapat suhu setrika yang terlalu tinggi dan bisa merusak serat kainnya.

Lapisan ekstra ini akan menahan panas setrika langsung ke kain katun. Tentu saja kamu boleh menggunakan tips ini atau tidak. Yang pasti dengan cara ini kamu bisa menghindari pakaian berbahan katun kesayanganmu cepat menipis serat kainnya dan juga mengurangi aksen yang terlalu mengkilap karena kepanasan.

Apakah informasi terkait bahan katun ini bermanfaat untuk sahabat Tedas.id? Semoga bisa menambah pengetahuan dan memberikan secercah wawasan terkait dunia kain ya! Sampai jumpa.

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *