SIUP: Pengertian, Jenis, Syarat dan Prosedurnya

SIUP adalah Surat Izin Usaha Perdagangan yang merupakan salah satu surat izin dari pejabat atau menteri kepada seorang pengusaha yang menjalankan suatu usaha, baik dalam bentuk perorangan atau badan usaha.

SIUP menjadi salah satu dokumen wajib dimiliki oleh pemilik usaha, baik perseorangan maupun badan usaha yang akan atau sedang menjalankan usaha suatu usaha. Dokumen SIUP ini tidak hanya untuk usaha dengan skala besar saja, melainkan juga wajib dimiliki oleh para pemilih usaha berskala kecil.

Berdasarkan peraturan dari kementerian perdagangan, Surat Izin Usaha Perdagangan atau SIUP menjadi surat izin untuk dokumen persyaratan dan legalitas agar perusahaan bisa melaksanakan kegiatan usaha perdagangan.

SIUP menjadi surat izin usaha dagang untuk pengesahan bahwa usaha yang dijalankan adalah legal. Surat yang dikeluarkan pejabat ini menjadi pelengkap bahwa suatu usaha sah dan diakui oleh pemerintah.

Jenis-jenis SIUP Adalah Sebagai Berikut

SIUP

Dokumen SIUP yang diterbitkan pemerintah terbagi menjadi beberapa jenis dan berikut adalah jenis-jenis SIUP.

1. SIUP mikro

Jenis SIUP mikro adalah dokumen perizinan yang bisa diberikan kepada perusahaan perdagangan mikro. Perusahan yang termasuk adalah usaha yang dijalankan dengan modal dan total kekayaan bersih 0 hingga 50 Juta.

2. SIUP Kecil

Jenis SIUP kecil merupakan SIUP yang dikeluarkan khusus untuk perusahaan perdagangan yang memiliki jumlah total kekayaan bersih seluruhnya sebesar 50 Juta sampai dengan 500 Juta. Jumlah tersebut tidak termasuk tanah dan gedung yang digunakan untuk tempat usaha.

Baca Juga  Konsolidasi: Pengertian, Ciri-Ciri dan Kelebihannya

3. SIUP Menengah

Sebuah perusahaan yang mencatatkan nilai kekayaan bersih total mencapai 500 Juta sampai dengan 10 Milyar wajib memiliki jenis SIUP menengah. Nilai kekayaan tersebut adalah tidak termasuk tanah dan bangunan.

4. SIUP Besar

Jenis SIUP yang satu ini merupakan dokumen izin usaha yang wajib dimiliki oleh perusahaan besar yang memiliki total kekayaan bersih mencapai nilai lebih dari 10 Milyar, tidak termasuk untuk tanah dan bangunan tempat usaha.

Manfaat SIUP untuk Perusahaan

surat izin usaha dagang

Berikut adalah beberapa informasi mengenai apa itu SIUP dan apa saja manfaatnya bagi pelaku usaha.

1. SIUP sebagai alat untuk mendata badan usaha

Pemerintah menggunakan SIUP sebagai media untuk mendata semua badan usaha dagang yang ada di Indonesia.

2. SIUP merupakan dokumen izin resmi dari pemerintah untuk perusahaan perdagangan.

Dengan adanya izin resmi dari pemerintah melalui SIUP ini artinya suatu usaha sudah memiliki perlindungan hukum yang kuat. SIUP dapat melindungi suatu usaha dari suatu penertiban usaha liar. Dokumen ini juga menjadi izin resmi yang bisa digunakan apabila ada kasus hukum yang menyangkut legalitas usaha.

3. SIUP merupakan persyaratan menjalankan usaha dagang

Sesuai dengan pengertian SIUP sebagai surat izin, dokumen ini adalah legalitas suatu usaha dagang. Selain itu, SIUP juga bisa digunakan apabila Anda hendak mengajukan pinjaman modal usaha ke sebuah bank. SIUP juga menjadi persyaratan untuk Anda bisa mengikuti lelang atau tender.

Baca Juga  Management Trainee: Simak Tugas dan Kisaran Gajinya

4. SIUP sebagai syarat menjalankan perdagangan skala internasional

SIUP menjadi salah satu persyaratan yang diperlukan untuk mendukung kegiatan ekspor-impor yang hendak dilakukan oleh perusahaan dagang.

5. SIUP untuk kredibilitas perusahaan

Manfaat SIUP untuk kredibilitas perusahaan maksudnya adalah perusahaan yang memiliki izin, akan memiliki kredibilitas yang lebih dipercaya oleh pasar. Usaha dagang yang memiliki SIUP juga bisa mengikuti pameran-pameran yang diselenggarakan pemerintah untuk meningkatkan promosi usaha Anda.

Usaha yang Tidak Wajib Memiliki SIUP

apa itu siup

Kepanjangan SIUP yaitu Surat Izin Usaha Perdagangan yang berarti dokumen ini diterbitkan untuk suatu usaha dagang. Namun terdapat pengecualian untuk usaha-usaha dagang seperti berikut.

1. Usaha yang tidak sesuai dengan lembaga atau kegiatan usaha yang tercantum pada SIUP.

2. Usaha yang mencari dana dari masyarakat luar dan menawarkan keuntungan dengan nilai yang tidak wajar.

3. Usaha dagang yang menggunakan sistem penjualan langsung.

4. Usaha dagang dengan bentuk jasa survey.

5. Usaha dagang dengan jangka komoditi.

Persyaratan Mengurus SIUP

syarat siupSyarat mengurus SIUP berbeda-beda, terutama untuk badan usaha. Masa berlaku SIUP dan persyaratan yang diperlukan untuk membuat SIUP dibedakan berdasarkan bentuk badan usaha.

A. Syarat SIUP untuk PT

Perseroan Terbatas atau PT dapat mengajukan pembuatan SIUP dengan beberapa syarat berikut.

1. Fotokopi KTP dari penanggung jawab perusahaan, baik itu direktur utama maupun pemegang sahamnya.
2. Fotokopi Kartu Keluarga untuk PT yang dijalankan oleh seorang perempuan.
3. Pas foto Direktur Utama atau Penanggung Jawab atau pemilik suatu perusahaan dengan ukuran 4 x 6 (2 lembar).
4. Fotokopi NPWP.
5. Fotokopi Akta Pendirian PT
6. Fotokopi Surat Keputusan Pengesahan Badan Hukum.
7. Surat Keterangan Domisili atau SITU.
8. Surat Izin Gangguan (HO) dan Surat Izin Prinsip.
9. Neraca suatu perusahaan.
10. Materai Rp6.000.
11. Surat izin teknis dari instansi terkait apabila diperlukan.

B. Syarat SIUP untuk CV

SIUP adalah surat izin usaha dagang untuk CV yang dapat dikeluarkan dengan beberapa syarat pengajuan seperti berikut.
1. Fotokopi KTP dari pendiri atau penanggung jawab CV.
2. Fotokopi NPWP dari CV.
3. Fotokopi akta pendirian perusahaan.
4. Pasfoto 4 X 6 dari penanggung jawab CV.
5. Fotokopi akta Notaris yang terdaftar di Pengadilan Negeri.
6. Fotokopi surat izin tempat suatu usaha.
7. Fotokopi izin gangguan atau HO.
8. Neraca awal suatu perusahaan.

Baca Juga  Revolusi Industri 4.0, 3.0. 2,0 dan 1,0, Apa Bedanya?

C. Syarat SIUP untuk Koperasi

Badan usaha yang dijalankan dalam bentuk koperasi dapat mengajukan Surat izin usaha dagang dengan beberapa syarat berikut.
1. Fotokopi KTP dari pendiri atau penanggung jawab koperasi.
2. Pasfoto 4 X 6 dari pendiri atau direktur utama koperasi.
3. Fotokopi akta pendirian koperasi dari instansi setempat yang berwenang.
4. Fotokopi NPWP suatu perusahaan.
5. Lampiran neraca awal suatu perusahaan.

D. Syarat SIUP untuk PO atau Perusahaan Perseorangan

1. Fotokopi dokumen SIUP milik perusahaan pusat yang dilegalisir.
2. Fotokopi akta dari kantor cabang suatu perusahaan.
3. Fotokopi KTP direktur utama atau penanggung jawab pada kantor cabang.
4. Fotokopi TDP atau Tanda Daftar Perusahaan dari kantor pusat.
5. Fotokopi HO dari pemerintah setempat yang terdekat dari kantor cabang didirikan.

Sesuai dengan fungsinya apa itu SIUP bagi perusahaan, dokumen ini wajib dimiliki oleh setiap perusahaan dagang. Namun ada beberapa perusahaan yang dibebaskan dan tidak harus membuat SIUP baru.

Kriteria yang Tidak Diwajibkan Memperoleh SIUP

Prosedur Memperoleh SIUP

Beberapa kriteria perusahaan berikut tidak diwajibkan untuk memperoleh SIUP.

1. Perusahaan yang menjalankan usaha dagang menggunakan SIUP dari kantor pusat.

2. Perusahaan kecil yang tidak berbentuk badan hukum atau persekutuan.

3. Perusahaan kecil yang pengelolaannya dilakukan oleh pemilik sendiri atau untuk bisnis keluarga.

4. Pedagang kecil seperti pedagang kaki lima, pedagang asongan, dan pedagang keliling.

Prosedur Memperoleh SIUP

masa berlaku siupSesuai dengan pengertian SIUP adalah yang menjadi dokumen legalitas izin suatu perusahaan dapat diperoleh dengan beberapa prosedur berikut.

1. Datang ke kantor dinas perindustrian dan perdagangan terdekat dari tempat usaha.

2. Mengambil formulir permohonan SIUP

3. Mengajukan permohonan SIUP dan menyerahkan dokumen-dokumen persyaratan.

4. Permohonan SIUP kecil dan sedang dapat diajukan melalui kantor disperindag sesuai alamat perusahaan.

5. Permohonan SIUP besar dapat diajukan melalui kantor wilayah disperindag kota atau provinsi sesuai alamat perusahaan.

Bagian Penting Pengajuan SIUP

Bagian Penting Pengajuan SIUP

Surat izin usaha perdagangan yang merupakan kepanjangan SIUP dikeluarkan untuk perusahaan yang memenuhi kriteria usaha dagang yang wajib memiliki SIUP. Beberapa hal yang perlu diperhatikan yang menjadi bagian penting untuk pengajuan SIUP. Supaya lebih mudah dipahami, berikut beberapa ketentuannya.

1. Pendiri perusahaan perseroan

Perusahaan perseroan perlu mengajukan SIUP untuk menjalankan usahanya. Hal-hal penting menyangkut perusahaan perseroan antara lain sebagai berikut.

– Menetapkan nama pendiri perseroan.
– Pendiri perseroan setidaknya terdiri dari dua orang.
– Pendiri perseroan adalah warga negara Indonesia.
– Pendiri perseroan harus menjadi pemegang saham saat perusahaan perseroan pertama kali didirikan.
– Pendiri perseroan harus menjadi salah satu pengurus perseroan.
– Apabila direktur perusahaan terdiri dari lebih satu orang, maka salah satunya diangkat menjadi direktur utama.

2. Menentukan nama untuk perseroan terbatas

Perseroan terbatas dapat mejalankan usahanya dengan memberikan nama dan alamat jelas untuk kedudukan perseroan dengan ketentuan berikut.

– Nama perseroan tidak boleh mirip apalagi menyamai nama PT yang sudah ada.
– Pendiri perseroan dapat menyiapkan 3 pilihan nama yang sesuai kegiatan usaha agar nanti bisa langsung diproses.
– Lakukan pengecekan terkait nama PT apakah sudah dimiliki oleh perusahaan lain atau belum.
– Membuat akta notaris untuk nama perseroan.
– Nama PT juga harus menyebutkan nama kota yang menjadi lokasi kegiatan usaha atau lokasi kantor pusat perusahaan.

Baca Juga  Mari Mengenal Profesi Freelance Adalah Sebagai Berikut

3. Formulir permohonan SIUP

Bagian kop tertulis formulir permohonan surat izin usaha perdagangan (SIUP kecil atau menengah atau besar). Alamat yang ditujukan pada permohonan SIUP yaitu kepala daerah atau kantor pelayanan perizinan.

Kantor yang melayani perizinan dokumen SIUP adalah melalui kantor dinas perindustrian dan perdagangan kota, kabupaten, atau kotamadya. Paling atas berisi identitas perusahaan yang akan diajukan SIUP.

Informasi yang perlu dicantumkan antara lain adalah nama perusahaan, bentuk perusahaan, merek produk, alamat perusahaan, dan nomor pokok wajib pajak atau NPWP perusahaan.

Di bawah identitas perusahaan adalah informasi pemilik, direktur utama, atau penanggung jawab perusahaan. Identitas yang meliputi nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat rumah, nomor telephone, nama suami atau istri, dan asal atau kewarganegaraan.

Formulir untuk SIUP juga harus menginformasikan mengenai kekayaan bersih perusahaan. Jumlah kekayaan bersih atau netto yang tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

Informasi lain yang dimasukan dalam formulir adalah tentang kegiatan usaha meliputi jenis kelembagaan, jenis atau bidang usaha, dan jenis barang atau jasa yang menjadi dagangan utama. Informasi tersebut harus diberikan dalam permohonan pembuatan SIUP.

4. Pembayaran permohonan SIUP

Setelah mengisi formulir permohonan, tahapan selanjutnya adalah membayar biaya permohonan SIUP. Biaya pembuatan dokumen ini berbeda-beda untuk setiap daerah karena besarnya ditentukan sesuai dengan peraturan daerah dari masing-masing wilayah.

5. Mengambil SIUP di kantor disperindag

Proses pembuatan SIUP biasanya selesai sekitar 2 minggu setelah diajukan. Jika dokumen SIUP sudah siap, maka Anda akan diberitahu oleh petugas. SIUP dapat diambil di kantor dinas perdagangan tempat Anda mengajukan permohonan.

Itulah beberapa informasi mengenai SIUP dan peraturan untuk memperoleh surat izin usaha dagang yang diwajibkan bagi seluruh perusahaan perdangangan di Indonesia.

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *