Leverage: Pengertian, Manfaat dan Jenis-Jenisnya

Leverage Adalah – Istilah leverage sangat sering digunakan dalam sebuah bisnis, khususnya dalam bidang keuangan atau finansial. Tanpa adanya leverage, perusahaan tidak dapat merealisasikan tujuannya dengan benar. 

Finansial adalah bagian penting dalam sebuah bisnis, oleh karena itu dibutuhkan orang yang berkompeten di bidangnya untuk mengelola. Leverage adalah bagian yang penting harus dikenali seorang pebisnis.

Apa pengertian leverage dan apa saja jenis-jenisnya? Simak selengkapnya di sini. 

Pengertian Leverage dari Para Ahli

Apabila dilihat dari pengertiannya secara umum, leverage adalah kemampuan dalam mempengaruhi keadaan atau orang lain agar keuntungan yang lebih besar bisa didapatkan. Bisa juga diartikan sebagai mengendalikasestau yang sedang dan akan terjadi. 

Leverage dalam bidang keuangan memiliki pengertian yaitu kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan dana pinjaman dalam menciptakan hasil yang nantinya dikembalikan. Sehingga mampu mengurangi biaya pinjaman. 

rencana bisnis

Dalam hal finansial, leverages adalah faktor pertimbanganyang sangat besar bagi onvestor atau kereditur. Menurut pengertiannya tersebut, leverage dalam perusahaan memiliki dampak yang sangat besar untuk mendapatkan investasi. 

Sedangkan pengertian leverage dari para ahli cukup berbeda. Berikut ini beberapa ahli yang mengartikan tentang leverage. 

  1. Sjahrial

Leverage merupakan pemanfaatan aset dan sumber dana sebuah perusahaan yang telah memiliki biaya tetap. Sumber dana didapatkan dari pinjaman dan memiliki bunga yang menjadi beban.

Namun adanya sumber dana inilah yang menjadi potensi besar pemegang saham atau pemilik perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. 

  1. Susan Irawati

Leverage adalah suatu hal yang dilakukan perusahaan dalam melakukan investasi dana yang diperoleh dari sebuah sumber. Investasi tersebut disertai dengan biaya tetap dan juga beban yang ditanggung perusahaan. 

  1. Fakhrudin H.M

Leverage merupakan hutan yang dimiliki oleh perusahaan and difungsikan sebagai dana untuk membeli aset. Tingginya hutan akan menentukan tingkatan leverage. 

  1. Syafri Harahap

Apa itu leverage adalah rasio untuk menggambarkan modal dan utang perusahaan. Dari rasio ini maka akan terlihat jelas bagaimana perusahaan dapat berjalan dengan dibiayai hutan. Bisa juga operasional perusahaan bergantung dengan modal. 

arti leverage

Manfaat dan Tujuan Adanya Perhitungan Leverage

Leverage bukan sekedar metode untuk mengetahui apakah operasional perusahaan berjalan melalui sumber tertentu dan bagaimana kinerjanya. Perhitungan akan leverage ini sangat dibutuhkan dan hanya bisa dilakukan oleh ahlinya. 

Setiap hasil dari perhitungan leverage memiliki manfaat dan tujuan yang berbeda-beda yaitu :

  1. Perusahaan mengetahui posisinya dan kewajibannya terhadap kreditur atau investor. 
  2. Leverage menjadi alat tolak ukur dalam mengetahui kemampuan perusahaan. 3. Tujuannya agar dapat memenuhi kewajiban kepada investor sehingga pengembalian investasi berjalan lancar. 
  3. Perusahaan tahu akan kesimbangangan nilai aktiva dan modal khususnya pada fixed cost. 
  4. Perusahaan mampu melakukan pengelolaan dana yang lebih baik dari bulan ke bulan dan mengatasi kesalahan yang sebelumnya pernah dilakukan. 
  5. Perusahaan mengetahui besaran nilai aktiva yang didapatkan oleh kreditor atau investor. 

Mengetahui rasio leverage bagi perusahaan adalah sebuah pemicu yang sangat baik karena perkembangan posisi perusahaan dapat dijadikan perbandingan. Dengan begitu operasional akan lebih lancar sehingga keputusan pun mudah untuk diambil. 

Baca Juga  Organisasi Nirlaba: Pengertian, Karakteristik dan Contohnya

Nilai dana juga akan dipaparkan dengan lebih jelas. Misalnya apakah sumber dana tambahan perlu disuntikan pada operasional di bulan berikutnya atau justru dikurangi.

Perusahaan akan tahu sejauh mana kemampuannya dalam mengembalikan dana investor. 

Inilah manfaat apa itu leverage dalam sebuah perusahaan yang wajib dan fungsinya tidak dapat dilupakan. Karena operasional yang berjalan baik tergantung dengan hasil penghitungan leverage. 

presentasi

Mengenal Jenis-Jenis Leverage

Setelah mengetahui arti leverage hingga tujuannya, kini saatnya mengenal jenis-jenisnya. Ada tiga jenis leverage yang bisa memiliki rumusan penghitungan berbeda supaya perusahaan tahu darimana dan bagaimana pengelolaan sumber dana. 

  1. Operating Leverage/ Leverage Operasi

Pada jenis yang pertama ini, perusahaan memanfaatkan biaya operasi tetap atau fixed operation cost. Tujuannya adalah agar volume penjualan dari pendapatan sebelum pajak dan bunga berubah.

Penghitungan leverage ini adalah karena perusahaan memiliki biaya tetap yang perlu ditanggung sebagai operasional. Dengan adanya leverage operasional diharapkan agar penjualan dapat terpengaruh dan banyak laba yang didapatkan sebelum pajak. 

Ada tiga beban tetap operasional yang harus dikeluarkan secara terus menerus yaitu biaya produksi, biaya depresiasi, biaya pemasaran dan gaji karyawan.

Penghitungan besar kecilnya leverage operasional diketahui dengan menghitung Degree of Operating Leverage atau DOL. 

Rumus yang digunakan untuk penghitungan adalah Persentase Perubahan EBIT dibagi dengan Persentase Perubahan penjualan. Maka akan ditemukan nilai DOL.  

pengertian leverage

  1. Financial Leverage/ Leverage Keuangan

Menurut agus Sartono, pengertian dari leverage keuangan adalah pemanfaatan sumber dana dari investor yang memiliki beban tetap.

Perusahaan akan menganggap bahwa sumber dana tersebut mampu menciptakan tambahan keuntungan yang besar dibandingkan beban tetap. 

Tujuannya tentu saja adalah meningkatkan laba sehingga pemegang saham pun akan merasa puas dengan laba yang dihasilkan. Jenis leverage yang kedua ini adalah karena perusahaan memiliki banyak kewajiban finansial yang sifatnya tetap. 

Perusahaan perlu memenuhi kewajiban tetap ini tanpa memperdulikan pengaruh soal EBIT. Untuk perhitungannya adalah dengan Degree of Financial Leverage tau DFL. 

Rumus yang digunakan untuk menghitung DFL adalah Persentase Perubahan EPS dibagi dengan Persentase Perubahan EBIT. 

apa itu leverage

  1. Combination Leverage/ Leverage Gabungan

Menurut Sartono, leverage gabungan ini bisa dihitung apabila perusahaan sudah memiliki operasional leverage dan financial leverage yang baik. Sehingga dengan menghitung leverage gabungan ini keuntungan pemegang saham juga akan meningkat. 

Leverage jenis ini bertujuan untuk menghitung pengaruh perubahan penjualan ketika terdapat perubahan laba setelah pajak. Supaya perusahaan tahu betul adanya dampak perubahan dari laba setiap saham yang merupakan hasil persentase unit yang terjual. 

Macam-Macam Rasio Leverage

Selain jenis-jenis leverage, perusahaan juga harus tahu jenis dari rasio leverage. Semua biaya operasional yang digunakan oleh perusahaan adalah hutang, maka harus jelas bagaimana pembelanjaan utang tersebut menggunakan rumusan berikut ini. 

Baca Juga  Etika Bisnis: Pengertian, Prinsip dan Contoh
  1. Debt to total asset ratio

Penghitungan yang pertama ini adalah rasio dari total aset atau yang disebut dengan DARI atau rasio utang. Hasilnya untuk mengetahui berapa jumlah uang yang dibelanjakan.  

Cara menghitungnya adalah dengan membagi antara total uang dengan total aktiva sehingga ketemu hasil DARI.

Para investor akan lebih suka dengan jumlah DARI yang rendah, artinya keamanan dari investasi tersebut cukup tinggi. 

Rasio utang akan memperlihatkan sejauh mana aktiva bisa digunakan. Jika rasio semakin kecil maka catatan keuangan juga menjadi lebih aman. 

grup meeting

  1. Debt equity ratio 

Disebut juga dengan DER atau rasio utang dengan ekuitas yang tujuannya adalah memperlihatkan hubungan antara jumlah hutang dalam jangka panjang. Serat dibandingkan dengan jumlah modal yang dari perusahaan sendiri. 

Apabila nilai DER lebih rendah, ada banyak investor yang akan menyukainya. Karena tingkat keamanan juga lebih aman. Jika tingkat DER tinggi maka risiko keuangan juga meningkat. 

Biasanya investor akan meminta untung yang tinggi seiring dengan meningkatkan nilai DER. Untuk menghitung DER, rumusnya adalah total hutang dibagi modal sendiri dikalikan 100%. Total utang yang dimaksud adalah hutang jangka panjang hingga pendek. 

konferensi bisnis

  1. Long term debt to equity ratio

Rasio yang ketiga ini digunakan untuk menghasilkan hitungan modal sendiri yang digunakan perusahaan sebagai jaminan untuk pinjaman atau hutang jangka panjang. Disebut juga dengan LTDER, cara menghitungnya adalah utang jangka panjang dibagi dengan modal sendiri. 

  1. Times Interest end

Rasio ini digunakan untuk menghitung seberapa besar perusahaan mampu membayar bunga pinjaman dan berapa banyak keuntungan dari operasional.

TIE disebut sebagai Interest Cover Ratio dan hasilnya akan memperlihatkan jumlah laba bersih yang akan didapatkan perusahaan. 

Cara penghitungan TIE adalah dengan Laba operasi yang sudah ditambahkan dengan penyusutan dibagi dengan bunga hutang jangka panjang. Laba operasi adalah laba sebelum dipotong dengan pajang serta bunga. 

cafe untuk meeting bisnis

  1. Tangible Assets Debt Coverage

Perusahaan wajib membayar bunga dan memiliki moda sebagai jaminan. Tetapi ada juga penghitungan aset yang bisa dimanfaatkan sebagai jaminan hutang dalam jangka panjang. 

TAD coverage didapatkan dengan jumlah aktiva ditambah tangible dan utang lancar. kemudian dibagi dengan hutang jangka panjang.

Hasilnya adalah besaran aset yang bisa digunakan untuk menjamin setiap uang yang digunakan untuk membayar utang jangka panjang. 

Dari semua penghitungan tersebut, angka yang semakin tinggi maka akan menunjukkan risiko yang tinggi pula. Rasio leverage harus dihitung secara tepat dan akurat supaya menarik perhatian calon investor.

Yuliarti Swan

Yuliarti Swan

Pecinta kuliner, traveling yang ingin berbagi cerita dari kota budaya di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *