Jenis Jenis Koperasi: Pengertian, Ciri-ciri dan Contohnya

Jenis Jenis Koperasi – Tahukah Anda bahwa koperrasi berasal dari kata co-operation yang artinya bekerjasama, bisa disimpulkan bahwa koperasi merupakan sebuah usaha yang dilakukan lebih dari satu orang secara bersama-sama.

Di Indonesia, koperasi dianggap sebuah hal yang sangat penting karena ciri-cirinya sangat menjiwai dasar negara kita, Pancasila.

Oleh karenanya kemudian koperasi didirikan dengan disahkannya sebuah landasan hukum yang menjadi dasar aturan terhadap jalannya koperasi, yaitu UU No. 25 Tahun 1992. Sahabat tedas.id, tahukah kalian jika di dalam undang-undang tersebut termaktub sebuah tujuan besar yang ingin dicapai oleh pemerintah lewat berdirinya koperasi?

Tujuan besar tersebut yaitu meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya. Selain itu koperasi juga diharapkan mampu ikut serta dalam pembangunan ekonomi nasional, guna mewujudkan tatanan masyarakat yang adil, makmur dan maju.

Pengertian Koperasi

 

Dari kalimat pembukaan di atas sebenarnya sahat tedas.id sudah bisa menyimpulkan pengertian koperasi. Namun ada baiknya pula kita mengetahui arti koperasi yang dimaksud dalam UU No. 17 Tahun 2002, pasal 1.

Yaitu sebuah badan hukum yang didirikan oleh perseorangan ataupun beberapa orang, di mana ada pemisahan kekayaan dari para anggotanya sebagai modal dalam menjalankan usaha demi memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama.

Untuk menjalankan koperasi dengan benar dan tepat sesuai landasan hukum yang berlaku, diperlukan pengetahuan terkait prinsip, asas, nilai, tujuan dan juga jenis-jenis koperasi. Yuk, kita cari tahu lebih lanjut tentang hal-hal tersebut.

Ciri Ciri Koperasi

ciri ciri koperasiUntuk membedakan koperasi dengan badan hukum lainnya yang sejenis, maka kita harus tahu terlebih dahulu apa saja sih ciri-cirinya.

1. Keanggotaan Bersifat Sukarela

Tidak ada paksaan dalam koperasi. Maksudnya, kita tidak bisa memaksa orang untuk menjadi anggota koperasi ataupun memaksa mereka untuk berhenti menjadi anggota koperasi. Setiap anggota koperasi harus bergabung secara sukarela. Begitu pula sebaliknya, setiap anggota koperasi juga berhak mengundurkan diri kapan saja, asal sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku pada koperasi tersebut.

2. Rapat Anggota Merupakan Kekuasaan Tertinggi

Sebagaimana tujuan koperasi yang didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggotanya, maka rapat anggota adalah ciri khas tak terbantahkan. Bahkan rapat anggota adalah kekuasaan tertinggi di dalam struktur koperasi. Rapat anggota biasa dilakukan setahun sekali.

3. Asas Kekeluargaan

Termaktub dalam UU No. 25 Tahun 1992 pasal 2 bahwasanya koperasi didirikan atas dasar Pancasila dan UUD 1945, serta berdasarkan asas kekeluargaan.

4. Bersifat Non-Kapitalis

Bukanlah sebuah koperasi jika bersifat kapitalis. Non-kapitalis adalah ciri utama dari koperasi yang tidak boleh diganggu-gugat.

Karakteristik unik ini terlihat ketika pembagian sisa hasil usaha (SHU). Pada akhir tahun di mana SHU dibagikan, jumlah nominal yang didapat oleh setiap anggota dihitung bukan berdasar besaran modal yang diinvestasikan, namun dilihat dari jasa yang telah diberikan anggota kepada koperasi.

Baca Juga  Budget: Tipe, Tujuan, Manfaat dan Jenis-Jenisnya

5. Berprinsip Swadaya, Swakarya dan Swasembada

Arti dari prinsip swadaya yaitu koperasi tergantung pada usahanya sendiri. Swakerta merujuk pada prinsip apa yang dijual atau dibagikan merupakan produk buatan sendiri. Sedangkan swasembada merujuk pada prinsip bahwasanya bangsa Indonesia mampu berdiri di atas kakinya sendiri.

Jenis Jenis Koperasi

contoh koperasi
Image: cpssoft.com

Setelah kita mengetahui tentang pengertian dan ciri-ciri koperasi, kini saatnya belajar lebih lanjut mengenai jenis koperasi beserta contoh koperasi.

Koperasi dibagi menjadi beberapa jenis, tergantung dari jenis usaha, status anggota, tingkatannya dan fungsinya.

1. Berdasarkan Jenis Usahanya

Bagian pertama, kita akan mencari tahu pengelompokan ragam koperasi berdasarkan jenis usaha yang dijalankan. Apa sajakah jenis koperasi tersebut?

A. Koperasi Produksi

Yaitu sebuah koperasi yang didirikan bertujuan untuk membantu usaha para anggotanya. Selain itu koperasi produksi juga mewadahi para anggota yang melakukan usaha secara bersama-sama. Ada berbagai macam bentuk koperasi produksi seperti koperasi produksi untuk para petani, peternak sapi, pengrajin, dan sejenisnya.

Contoh koperasi produksi yaitu koperasi yang anggotanya adalah para pengrajin. Untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi yaitu bahan baku dalam proses pembuatan kerajinan. Maka, koperasi produksi mempersiapkan hal tersebut agar para pengrajin tak lagi bingung dalam proses usaha mereka.

B. Koperasi Konsumsi

Layaknya sebuah toko kelontong, koperasi konsumsi yaitu sebuah usaha ekonomi yang berjualan segala macam kebutuhan pokok bagi para anggotanya. Yang membedakan antara koperasi konsumsi dengan toko kelontong yaitu harga yang dibanderol di koperasi jauh lebih murah.

C. Koperasi Simpan Pinjam (KSP)

Sering juga disebut sebagai koperasi kredit. Dari namanya saja pasti para sahabat tedas.id kalau tujuan berdirinya KSP yaitu sebagai pusat peminjaman dan penyimapanan uang. Sekilas terlihat hampir tidak ada bedanya antara KSP dengan bank konvensional. Namun jika kita lebih teliti, perbedaan berikut ini mungkin saja bisa kita tangkap:

– Bunga pinjaman yang ditawarkan KSP jauh lebih ringan.

– Diperbolehkan membayar pinjaman yang tersisa dengan sistem angsuran.

-. Bunga dari hasil pinjaman bisa dinikmati secara bersama. Caranya yaitu dengan bagi hasil.

D. Koperasi Serba Usaha

Koperasi serba usaha (KSU) merupakan bentuk koperasi yang memiliki berbagai macam bentuk usaha. Biasanya bentuk usaha yang dijalankan bersifat gabungan, misalnya koperasi konsumsi digabung dengan koperasi produksi, atau koperasi produksi digabungkan dengan KSP.

Baca Juga  Ergonomi: Tujuan, Prinsip dan Manfaatnya

2. Berdasarkan Status Anggotanya

Tidak hanya bentuk usahanya yang membedakan koperasi menjadi beberapa jenis. Koperasi pun bisa dibedakan berdasarkan status anggotanya. Berikut ini beberapa contoh koperasi yang didirikan berdasar status anggota.

A. Koperasi Pegawai Negeri (KPN)

Saat ini KPN telah beralih nama menjadi Koperasi Pegawai Republik Indonesia. Setiap instansi pemerintahan memiliki KPN-nya masing-masing. Bahkan di setiap departemen dalam instansi tersebut juga bisa memiliki KPN.

Tujuan dari KPN tentu saja selaras dengan tujuan utama didirikannya koperasi, yaitu untuk menambah kesejahteraan ekonomi para anggota.

Koperasi jenis ini memiliki anggota yang terdiri dari para pegawai negeri. Koperasi

B. Koperasi Pasar (Koppas)

Dari namanya saja, sahabat Tedas.id pasti bisa menebak jika koperasi yang satu ini bisa ditemukan di pasar. Tujuan dari koperasi ini untuk melindungi para pedagang pasar dari rentenir yang membahayakan. Biasanya bentuk usaha koperasi pasar berupa simpan pinjam dan penyediaan modal bagi pedagang.

C. Koperasi Unit Desa (KUD)

Nama ini tentu saja tak asing buat kita, meski di zaman seperti sekarang keberadaannya semakin tergerus waktu. KUD didirikan di pedesaan, anggotanya tentu saja seluruh masyarakat desa tersebut.

Biasanya jenis usahanya tergantung pada mata pencaharian utama masyarakat di sebuah desa. Jika masyarakat di suatu desa banyak yang bertani, maka KUD-nya menyediakan alat-alat tani, bibit, pupuk, dsb.

D. Koperasi Sekolah

Namanya saja koperasi sekolah, tentu anggotanya terdiri dari murid, guru dan juga karyawan di sebuah sekolah.

Koperasi sekolah bisa ditemukan di beberapa sekolah dasar, menengah hingga perguruan tinggi. Selain berfungsi sebagai koperasi serba usaha di mana semua anggotanya bisa bebas membeli kebutuhan sekolah, makanan ringan dan pakaian seragam. Koperasi ini juga biasanya menerima jasa penyimpanan uang.

E. Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren)

Tak jauh berbeda dengan koperasi sekolah, Kopontren juga bergerak di bidang koperasi serba usaha. Pengelola Koponten biasanya diambil dari pengurus pondok, staf pengajar, karyawan dan juga santri. Kopontren menyediakan beragam kebutuhan santri, sehingga mereka tak perlu bingung mencari peralatan hingga ke luar pesantren.

3. Berdasarkan Tingkatannya

koperasi

Jenis koperasi yang ketiga dibedakan karena tingkatannya. Maksudnya bagaimana? Yuk baca lebih lanjut!

A. Koperasi Primer

Yaitu koperasi dengan jumlah anggota minimal 20 orang. Adapun syarat untuk mendirikan koperasi primer yaitu memiliki anggota WNI dan punya kemampuan dalam mengambil tindakan hukum.

B. Koperasi Sekunder

Koperasi ini beranggotakan koperasi-koperasi primer. Anggota dari koperasi sekunder bersepakat bahwa daripada terpecah belah, kenapa tidak berjalan bersama karena kepentingan dan tujuannya sejalan. Dengan bekerja bersama-sama, kegiatan yang dilakukan bisa jauh lebih efisien.

Baca Juga  Dividen: Pengertian, Rumus dan Panduannya

4. Berdasarkan Fungsinya

ciri ciri koperasi daerahJenis jenis koperasi yang dibedakan berdasarkan fungsi hampir sama dengan pembagian koperasi berdasarkan jenis usaha. Namun berdasarkan fungsi, koperasi hanya dibedakan menjadi 3 jenis. Apa sajakah itu?

A. Koperasi Konsumsi

Koperasi yang memiliki tujuan untuk menyediakan kebutuhan pokok bagi para anggotanya. Kebutuhan ini tentu saja bisa berbeda-beda antara koperasi satu dengan lainnya. Koperasi yang berdiri di desa nelayan tentu saja berbeda kebutuhannya dengan koperasi yang didirikan di wilayah pertanian.

B. Koperasi Jasa

Fungsi dari koperasi ini tentu saja untuk memberikan pelayanan jasa bagi para anggotanya. Misal, anggotanya banyak yang membutuhkan pinjaman modal, maka koperasi yang pas didirikan yaitu Simpan Pinjam. Adapun pemilik semua aset dalam koperasi dipegang oleh setiap anggota koperasi.

C. Koperasi Produksi

Jika koperasi konsumsi bertujuan menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari bagi para anggota, beda lagi dengan fungsi koperasi produksi. Koperasi ini berfokus pada penyediaan bahan baku, peralatan produksi hingga mampu untuk ikut dalam proses produksi barang-barang tertentu.

Selain itu koperasi ini juga berguna dalam penjualan dan pemasaran hasil produksi. Jenis bahan baku yang disediakan dalam koperasi ini tentu saja berbeda-beda tergantung mata pencaharian penduduknya. Misal di sebuah desa nelayan, maka tentu saja koperasinya tak mungkin menyediakan alat tani. Namun berupa alat pancing dan kebutuhan lainnya yang menunjang usaha mencari ikan.

Dengan berakhirnya informasi terkait jenis-jenis koperasi di atas, maka berakhir pula kebersamaan tim Tedas dengan sahabat-sahabat online. Pada dasarnya apapun jenis koperasinya, yang terpenting adalah bagaimana agar koperasi tetap bisa berjalan sesuai dengan ciri-ciri, prinsip dan karakteristiknya.

Di lain kesempatan, kita akan membahas lebih dalam terkait sejarah dan peran koperasi dari masa ke masa. Apakah sahabat Tedas.id ada yang memiliki cerita khusus bersama koperasi? Kami akan sangat senang jika para sahaba mau berbagi cerita spesial tersebut. Sampai jumpa di informasi dan pengetahuan-pengetahuan lainnya, Sahabat Tedas.id.

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *