Feedback: Pengertian, Jenis dan Cara Menyampaikannya

Feedback – Apa itu feedback? Mungkin ini bukan kata asing bagi Anda maupun kebanyakan orang. Apalagi mengingat kata ini begitu akrab dan familiar di berbagai kalangan, baik di lingkungan bisnis, dunia industri, maupun di lembaga pemerintahan dan dunia pendidikan.

Tetapi, apa sebenarnya arti dari kata tersebut? Meskipun banyak orang yang sudah mendengar dan bahkan mengatakannya, ternyata tidak semua orang mengetahui arti istilah ini yang sebenarnya.

Jika Anda salah sarunya, maka Anda harus mengenalnya terlebih dahulu. Berkaitan dengan itu, berikut ulasan yang akan membahas mengenai feedback, mulai dari pengertian, maksud, tujuan, hingga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Feedback

Pengertian Feedback

Feedback sendiri adalah kata yang diadopsi dari bahasa Inggris, yaitu dari kata feed dan back yang berarti memberi makan kembali. Secara umum, feedback bisa diartikan sebagai memberi masukan kembali atas sesuatu. Hal tersebut bisa berkaitan dengan sesuatu hal atau sebuah produk dari hasil industri.

Beberapa ahli mempunyai pendapat sendiri tentang arti feedback. Menurut mereka, kata tersebut bisa diartikan sebagai alat komunikasi atau informasi yang melaporkan tentang penggunaan sebuah produk, atau sebuah jasa, dengan memberi penjelasan apakah produk tersebut berhasil atau tidak.

Baca Juga  Fungsi Controlling : Pengertian, Tipe dan Elemennya

Ahli lain berpendapat bahwa feedback adalah sebuah reaksi yang timbul setelah penggunaan atau pemakaian sebuah produk dari komunikan kepada pembawa pesan dan komunikator. Hal tersebut bisa juga berlaku sebaliknya, dimana komunikator sebagai penyampai reaksi kepada pihak komunikan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri, feedback diartikan sebagai umpan balik. Lebih lanjutnya, di sini diartikan bahwa feedback adalah reaksi yang timbul terhadap penggunaan atau pemakaian sebuah produk.

Reaksi ini bisa diartikan sebagai bahan yang diperoleh kembali dari penerapan sesuatu untuk perbaikan lebih lanjut. Pada intinya, feedback adalah umpan balik.

Tujuan Feedback

Tujuan Feedback

Sesuai dengan maknanya, feedback juga memiliki fungsi dan tujuan. Meskipun berbeda dalam penerapannya sesuai dengan bidang masing-masing, secara garis besar fungsi dan tujuan feedback adalah sama.

Fungsinya yaitu sebagai informasi atas suatu produk dengan tujuan untuk perbaikan. Sebagaimana dijelaskan di atas, feed bisa diartikan sebagai sebuah informasi dari penggunaan sebuah produk, baik berupa barang atau jasa.

Dalam hal ini tentu saja yang bertindak sebagai pemberi informasi adalah pihak pemakai jasa atau produk tersebut. Sedangkan informasi diberikan kepada pihak pemberi atau pembuat produk atau jasa .

Dengan adanya reaksi yang disampaikan dalam bentuk informasi tersebut, di sini feedback bisa bermanfaat untuk produsen. Fungsinya tentu saja sebagai bahan yang bisa digunakan oleh pihak pembuat atau pemberi untuk perbaikan terhadap produk atau jasa sehingga bisa lebih baik.

Jenis Feedback Berdasarkan Fungsi dan Asalnya

Jenis Feedback

Feedback sendiri dibagi dan dibedakan menjadi beberapa macam. Yang pertama adalah pembagian feedback berdasarkan kajian dari ilmu komunikasi.

Di sini perbedaan jenis-jenis feedback didasarkan pada fungsinya sebagai alat komunikasi dari pihak komunikan ke pihak komunikator. Indikatornya adalah, apakah komunikasi yang dilakukan membuahkan hasil atau tidak.

Di sini feedback dianggap sebagai satu-satunya elemen yang bisa digunakan untuk menginformasikan keberhasilan komunikasi tersebut. Berdasarkan fungsi dan kajian dari ilmu komunikasi, maka di sini feedback dibedakan menjadi dua macam atau jenis.

Jenis yang pertama adalah internal feedback atau feedback yang berasal dari dalam, yaitu dari pihak komunikator sendiri. Sedangkan jenis yang kedua adalah eksternal feedback, yaitu feedback yang berasal dari luar diri komunikator tersebut.

1. Feedback Internal

Ini adalah feedback atau umpan balik yang berasal dari dalam, yaitu dari diri seseorang sendiri. Di sini bisa dijelaskan bahwa yang memberi umpan balik tersebut adalah pihak komunikator itu sendiri. Hal ini bisa terjadi akibat adanya kesadaran dari pihak komunikator tentang hal yang telah dilakukannya.

Sebagai contoh adalah ketika seseorang melakukan sesuatu atau mengatakan sesuatu. Kemudian, pada saat yang bersamaan, orang tersebut menyadari telah melakukan kesalahan, dan langsung melakukan perbaikan. Dalam hal ini, bisa diartikan bahwa feedback tersebut merupakan feedback internal.

2. Feedback Eksternal

Kebalikan dari feedback internal, maka feedback eksternal adalah feedback atau umpan balik yang berasal dari pihak luar, atau dari pihak komunikan. Di sini feedback diberikan sebagai reaksi pihak komunikan terhadap apa yang sudah diterima dari pihak komunikator.

Pada feedback eksternal ini umpan balik atau reaksi bisa dari pihak komunikan bisa dilakukan secara langsung, dan bisa juga disampaikan secara tidak langsung. Berdasarkan cara penyampaiannya ini, maka feedback eksternal dibagi menjadi beberapa macam, dan diantaranya adalah sebagai berikut.

Baca Juga  Personal Branding : Pengertian, Manfaat dan Strateginya
* Umpan Balik Langsung.

Ini merupakan umpan balik atau feedback yang diberikan komunikan kepada pihak komunikator secara langsung. Umpan balik langsung ini terjadi begitu ada aksi yang diberikan komunikan.

Biasanya aksi tersebut akan langsung diberi reaksi oleh pihak komunikator. Contoh feedback jenis ini adalah anggukan dan gelengan kepala.

* Umpan Balik Tertunda

Jenis ini merupakan umpan balik yang diberikan pihak komunikan tidak secara langsung, setelah melewati rentang waktu tertentu. Salah satu contohnya seperti ketika seseorang sedang menikmatti produk, maka umpan baliknya adalah, dia akan merasakan dan menikmati produk tersebut.

* Representatif Feedback.

Feedback jenis ini bisa dikatakan sebagai umpan balik yang diberikan oleh sebagian orang untuk mewakili pendapat dari banyak komunikan lainnya. Bisa diartikan, feedback ini merupakan perwakilan pendapat dari sebagian orang untuk mewakili pendapat komunikan lain yang lebih besar,

* Cumulative Feedback

Kalau feedback jenis ini merupakan akumulasi dari beberapa pendapat atau feedback dari komunikan. Di sini feedback tersebut tidak langsung ditanggapi oleh pihak komunikator, tetapi menunggu untuk dikumpulkan terlebih dahulu dan dijadikan pertimbangan pihak komunikator untuk melakukan perbaikan.

* Quantitative Feedback.

Untuk quantitative feedback, tindakan yang dilakukan oleh phak komunikator adalah berdasarkan quantity atau jumlah dari feedback yang diberikan. Di sini pihak komunikator akan melakukan perbaikan berdasarkan jumlah terbesar dari feedback yang diterimanya.

* Institutionalize Feedback.

Berbeda dengan feedback jenis lainnya yang biasanya merupakan pendapat atau reaksi secara individu, ini merupakan jenis feedback yang dikoordinir oleh sebuah lembaga atau instansi tertentu. Biasanya pihak lembaga akan mendatangi masyarakat secara langsung untuk menanyakan pendapatnya.

Feedback ini nantinya akan dijadikan sebagai acuan dari pihak lembaga atau instansi tersebut untuk mengadakan evaluasi atau perbaikan terhadap kualitas kerja mereka. Dari usaha tersebut pula, nantinya diharapkan kualitas instansi atau lembaga sendiri akan semakin meningkat

Jenis Feedback Lainnya

Jenis Feedback Lainnya

Sementara itu, secara umum, feedback dibagi lagi menjadi beberapa jenis lagi. Pembagian tersebut bertujuan untuk lebih mempermudah dalam memberi arti feedback yang sebenarnya, karena kata feedback ini ternyata bisa diimplementasikan ke dalam berbagai bidang kehidupan.

* Feedback Netral Dan Zero

Feedback netral dan zero adalah dua jenis feedback yang sama-sama memberikan gambaran yang tidak jelas terhadapp komunikator. Dalam hal reaksi yang diberikan, komunikan tidak bisa memberikan kesimpulan apa-apa terhadap hal-hal yang sudah disampaikan atau diberikan oleh komunikator.

Sebagai contoh feedback netral, ketika komunikator menyampaikan sesuatu, di sini komunikan sama sekali tidak memberikan tanggapan apapun meskipun ditanya.

Sedangkan contoh feedback zero, misalnya ketika komunikator sedang berbicara, komunikan memberikan reaksi yang tidak jelas, seperti tertawa meskipun tidak ada yang lucu.

* Feedback Positif Dan Negatif

Dari namanya bisa ditebak maksud dari feedback positif dan negatif ini. Pada feedback positif, di sini komunikan memberikan realsi positif terhadap apa yang disampaikan oleh komunikator.

Feedback positif juga bisa diartikan sebagai pemahaman dari pihak komunikan terhadap komunikator dengan memberikan dukungan. Sedangkan feedback negatif adalah kebalikan dari feedback positif.

Di sini komunikan memberikan reaksi yang jelas menunjukkan perlawanan dan bertentangan dengan semua yang disampaikan oleh komunikator. Misalnya dengan menyanggah dan memberikan argumen yang sifatnya tidak mendukung.

* Feedback Langsung dan Tidak Langsung

Jenis yang satu ini adalah feedback yang terjadi berdasarkan waktu penyampaian dari reaksi yang diterima oleh para komunikan. Feedback langsung merupakan reaksi yang diberikan secara langsung oleh para komunikan pada saat itu juga, dimana peristiwa komunikasi sedang berlangsung.

Sedangkan feedback tidak langsung merupakan kebalikan dari feedback langsung. Di sini para komunikan memberikan reaksi tidak secara langsung setelah komunikasi sedang berlangsung. Sebaliknya, mereka akan memberi tanggapan setelah komunikasi terjadi dalam rentang waktu tertentu.

Baca Juga  Kredibilitas: Pengertian, Jenis dan Cara Membangunnya

* Feedback Verbal Dan Non Verbal

Pengklasifikasian arti feedback di sini dilakukan berdasarkan bentuk reaksi atau umpan balik yang diberikan oleh para komunikan kepada komunikator. Reaksi atau umpan balik ini biasanya terjadi secara langsung, atau bisa dikatakan, feedback terjadi pada saat komunikasi sedang berlangsung.

Feedback verbal adalah bentuk penyampaian reaksi atau feedback yang diberikan oleh komunikan dalam bentuk kata, ucapan, bahasa , maupun tulisan.

Sebagai contoh, feedback ini terjadi pada sebuah rapat atau pertemuan. Feedback diberikan dalam bentuk interupsi, bertanya, menanggapi apa yang disampaikan komunikator

Sementara feedback non verbal adalah kebalikan apa yang dimaksud dengan feedback verbal. Di sini reaksi atau feedback disampaikan dalam bentuk selain kata-kata atau bahasa.

Misal dalam sebuah pertemuan, feedback diberikan dalam bentuk anggukan dan gelengan kepala ketika komunikator sedang melakukan komunikasi.

Penerapan Feedback

Penerapan Feedback

Sebagaimana dijelaskan di atas, feedback ini bisa terjadi pada berbagai bidang kehidupan, dan bisa terjadi dalam berbagai situasi dan peristiwa. Feedback juga bisa terjadi dimana saja dan kapan saja, tanpa mengenal waktu.

Pada intinya, feedback bisa terjadi asalkan ada pihak yang memberikan reaksi dan pihak yang menerima reaksi. Terlepas dari apapun jenis feedbacknya, hal tersebut merupakan syarat utama dari adanya feedback ini.

Jadi, disini, feedback bisa terjadi dimana saja, kapan saja, oleh siapa saja, serta pada peristiwa apa saja. Asalkan ada dua syarat utama yaitu pemberi rekasi dan penerima reaksi, maka pasti akan terjadi komunikasi berupa umpan balik atau yang disebut dengan feedback.

Yang paling sering, feedback bisa terjadi pada sebuah komunikasi seperti yang sudah disebutkan dalam contoh-contoh di atas. Misalnya dalam pertemuan atau rapat, dalam sebuah seminar, forum diskusi, pertukaran pendapat, bahkan dalam sebuah pembicaraan sehari-hari.

Feedback juga bisa terjadi pada dunia dunia bisnis, dunia pendidikan, lembaga pemerintahan, instansi, hingga di kalangan sosialita. Feedback bisa juga terjadi dalam ruang lingkup kecil seperti lingkup keluarga, maupun dalam lingkup yang lebih luas, seperti instansi dan lembaga pemerintahan.

Berbicara lebih jauh mengenai penerapan feedback berdasarkan bidangnya, ada beberapa contoh pelaku maupun proses terjadinya feedback ini. Beberapa contoh tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.

* Feedback Dalam Dunia Industri

Dalam dunia industri, feedback bisa terjadi antara pihak produsen dan pihak konsumen. Feedback biasanya terjadi setelah pihak konsumen menikmati produk atau barang hasil produksi dari pihak produsen.

Jadi, disini feedback merupakan reaksi atau tanggapan atas pemakaian sebuah barang yang sudah produksi. Wujud dari feedbacknya berupa perasaan puas atau tidak puas, tergantung pendapat dari yang menyampaikan.

Baca Juga  Studi Kasus: Pengertian, Jenis dan Contohnya

* Feedback Dalam Dunia Pendidikan

Dalam dunia pendidikan, feedback bisa terjadi antara penyelenggara pendidikan dan penerimanya. Dalam hal ini guru atau pihak sekolah adalah penyelenggara pendidikan, dan penerimanya tentu saja adalah murid.

Feedback dalam dunia pendidikan sendiri bisa berbentuk macam-macam. Mulai dari reaksi langsung berupa protes terhadap penyelenggaraan pendidikan yang tidak memuaskan, hingga feedback berupa hasil belajar dari siswa.

* Feedback Dalam Lembaga Pemerintahan

Di lembaga pemerintahan, feedback bisa terjadi antara pihak pemerintah dan masyarakat. Disini feedback bisa berupa feedback positif maupun yang negatif.

Bentuk dari feedback positif yaitu dukungan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Sedangkan feedback negatif bisa berupa protes masyarakat yang biasa dilakukan dalam bentuk demonstrasi atau unjuk rasa.

* Feedback Dalam Dunia Bisnis

Di dunia bisnis, feedback juga bisa terjadi antara karyawan dan pimpinan. Dari pihak karyawan bisa menyampaikan feedback berupa tanggapan atas kepemimpinan yang dilakukan atasan. Sedangkan pihak pimpinan juga bisa memberikan feedback terhadap prestasi kerja dari karyawannya.

Selain beberapa bidang di atas, tentu saja masih banyak contoh penerapan feedback di berbagai bidang kehidupan lain. Intinya, jika ada timbal balik maupun tanggapan atas sebuah perbuatan atau perkataan, maka disitu pula feedback sudah diterapkan. Pada dasarnya penerapan ini sangatlah simple.

Cara Menyampaikan Feedback

Cara Menyampaikan Feedback

Penyampaian feedback ternyata tidak bisa dilakukan dengan semaunya saja. Hal tersebut berlaku apabila pihak komunikan, yaitu pihak penerima reaksi menginginkan feedback atau reaksi yang diberikan akan mendapatkan tanggapan yang positif dari pihak komunikator, atau pihak pemberi reaksi.

Dalam hal ini, penyampaian feedback harus dengan memperhatikan beberapa hal. Ini dilakukan dengan harapan umpan balik yang disampaikan bisa efektif dan bermakna sebagaimana tujuan dari apa itu feedback.

Sedangkan tujuan yang dimaksud yaitu untuk memberikan umpan balik sebagai bahan untuk melakukan perbaikan. Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan dalam penyampaian feedback? Berikut penjelasannya.

* Bersifat objektif

Memberikan feedback sebaiknya dilakukan secara objektif. Maksudnya, dalam memberikan umpan balik, sebaiknya benar-benar berdasarkan pada objek yang ingin diberi reaksi

Misalnya pihak konsumen yang memakai sebuah produk, maka feedback diberikan atas penilaian dari produk tersebut secara objektif. Jadi disini penilaian dan umpan balik yang diberikan hanya berkaitan dengan produk yang dipakai saja, tanpa unsur subjektif lainnya.

Misalnya penilaian tentang kualitas dari produk tersebut, baik kelebihan dan kekurangannya dengan tujuan agar bisa dilakukan peningkatan sehingga menjadi lebih baik. Feedback ini bukan diberikan karena tidak menyukai pihak produsen, lalu memberikan feedback negatif.

* Dilakukan Secara Tertutup

Memberikan feedback berupa kritik akan lebih sopan bila dilakukan secara tertutup. Dengan demikian, pihak yang menerima feedback berupa kritik tidak akan merasa malu atau tersinggung karena kekurangan atau kelemahannya diketahui oleh orang lain.

* Bersifat Spesifik

Dalam memberikan feedback, sebaiknya disampaikan secara spesifik, yaitu dengan cara menjelaskan secara detail tentang hal-hal yang seharusnya perlu diperbaiki. Dengan demikian, pihak yang diberikan feedback juga mengerti bagaimana yang perlu untuk diperbaiki.

Baca Juga  Stakeholder: Pengertian, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya

* Tepat Waktu

Memberikan feedback sebaiknya dilakukan tepat waktu. Yaitu pada saat sudah cukup bukti dan alasan bahwa hal tersebut memang perlu diperbaiki. Dengan demikian, maka alasan yang diberikan benar-benar kuat, dan pihak yang menerima juga tidak mempunyai alasan untuk mengelak atau menghindar.

* Memberi Kesempatan

Seperti sudah dijelaskan tentang fungsi dan tujuan feedback, maka disini feedback artinya adalah pemberian umpan balik yang dimaksudkan untuk adanya sebuah perbaikan atau pembenahan.

Dengan demikian, memberikan feedback berarti memberikan kesempatan kepada pihak yang dimaksud untuk melakukan perbaikan. Hal ini berarti, feedback bukan berarti sebuah ultimatum bahwa pihak tersebut sudah melakukan kesalahan atau memiliki kelemahan yang tidak bisa diperbaiki.

Sebaliknya, feedback dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada pihak yang bersangkutan untuk melakukan perbaikan atau pembenahan sehingga menjadi lebih baik lagi.

Dari uraian ini tentunya sudah bisa dipahami bahwa di sini feedback adalah umpan balik yang diberikan kepada siapapun, baik lembaga atau individu, sebagai reaksi atas penilaian terhadap sesuatu yang dihasilkannya. tujuan dari feedback adalah untuk dijadikan dasar upaya perbaikan atau pembenahan.

Aldy Amrillah

Aldy Amrillah

Halo, Perkenalkan nama saya Aldy Amrillah biasa dipanggil Aldy, Saya merupakan penulis artikel yang berasal dari Kota Hujan.Saya memiliki hobi bermain game online, membaca artikel dan menonton berita dan semoga saja artikel yang saya tulis untuk Kalian dapat bermanfaat yah, selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *