Devaluasi Adalah Kebijakan Oleh Pemerintah, Apa Tujuannya?

Devaluasi Adalah – Berbicara mengenai kebijakan ekonomi negara, tentu tidak akan lepas dari yang namanya Devaluasi. Lantas apa pengertian devaluasi itu sendiri?

Devaluasi Adalah Kebijakan Oleh Pemerintah

devaluasi
Devaluasi adalah suatu kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah guna menurunkan nilai mata uang rupiah atau dalam negeri terhadap nilai mata uang negara asing.

Secara sederhana, devaluasi adalah keadaan dimana nilai mata uang dalam negeri mempunyai nilai tukar yang rendah secara internasional. Kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk intervensi pemerintah agar nilai rupiah tetap stabil. Adanya kebijakan ini sangat berpengaruh terhadap perekonomian negara terutama perdagangan internasional.

Devaluasi adalah keadaan yang berbanding terbalik dengan Revaluasi, dimana keadaan ini justru menaikan nilai mata uang dalam negeri terhadap nilai mata uang asing. Semua ini dilakukan untuk mencari cara terbaik dalam arus perekonomian negara, dalam keadaan ini sangat erat dengan ekspor dan impor.

Apakah Tujuan Devaluasi?

tujuan devaluasi
Setelah memahami tentang pengertian devaluasi, selanjutnya Anda perlu mengetahui tujuan ditetapkannya kebijakan ini. Adapun tujuan pemerintah mengeluarkan kebijakan devauasi adalah, sebagai berikut ini.

1. Memperbaiki Bance of Payment dengan cara mengurangi jumlah impor dan meningkatkan jumlah ekspor. Itu artinya, ekspor lebih banyak dari pada impor.

2. Mencapai Balance of Payment atau keseimbangan Neraca Pembayaran sehingga kurs mata uang luar negeri menjadi stabil.

3. Meningkatkan penggunaan produk dalam negeri. Hal ini bisa dilakukan dengan menaikan harga barang impor dibandingkan harga dalam negeri. Dengan begitu, masyarakat akan lebih menggunakan produksi dalam negeri karena harganya yang lebih murah dari pada barang dari luar negeri.

Faktor-Faktor Penyebab Devaluasi

penyebab devaluasi

Seperti yang dijelaskan dalam pengertian devaluasi ataupun tujuan bahwasanya, kebijakan ini dilakukan agar beberapa hal dalam perkonomian terutama yang berhubungan dengan internasional akan tetap stabil. Beberapa penyebabnya antara lain adalah sebagai berikut:

– Peningkatkan jumlah permintaan akan impor dibandingkan ekspor

– Tingginya tingkat pengangguran di suatu negara

– Kegiatan ekspor terbatas hanya dalam bentuk biota laut ataupun bahan pangan, dimana keduanya memiliki nilai jual yang masih rendah.

Keadaan yang seperti ini akan berdampak pada perkonomian negara baik jangka pendek, menengah ataupun panjang. Jika mata uang lokal nilainya semakin turun terhadap kurs beli, maka akan mengakibatkan inflasi.

Baca Juga  Megenal Arti Endorse, Dan Keuntungannya Bagi Penjualan

Kegiatan impor yang tinggi ini menjadi faktor utama terjadinya devaluasi. Kegiatan impor ataupun permintaan akan barang impor yang tinggi, jika tidak diimbangi dengan kegiatan ekspor yang tinggi maka akan semakin meningkatnya permintaan akan nilai beli terhadap kurs mata uang asing.

Dengan begitu kurs dolar akan semakin meningkat dan nilai uang rupiah akan semakin melemah. Selain itu, kegiatan ekpor yang kurang beragam dan terbatas seperti bahan pangan atau bahan mentah dan biota laut yang memiliki nilai jual rendah.

Kemudian keinginan konsumen dalam negeri yang lebih memilih produk dalam negeri maupun luar negeri. Itulah yang menjadi penyebab mengapa pemerintah menetapkan kebijakan devaluasi.
Akibat Devaluasi

Dampak Akibat Devaluasi

dampak devaluasi
Dampak ataupun akibat devaluasi ini sangat erat hubungannya dengan perdagangan internasional, ekspor-impor. Kenaikan ataupun penurunan mata uang suatu negara akan mempengaruhi tinggi rendahnya volume ekspor maupun impor. Adapun dampak atau akibat positif ditetapkannya kebijakan devaluasi adalah:

1. Bertambahnya Volume Ekspor

Bertambahnya jumlah barang yang di ekspor disebabkan karena meningkatnya permintaan akan barang tersebut diluar negeri. Nilai mata uang lokal yang dinilai rendah dalam Internasional, menjadikan harga barang lokal akan di nilai rendah pula oleh negara asing.

Di samping barang mentah ataupun kekayaan alam, barang yang di ekspor hendaknya memiliki nilai jual yang tinggi dengan begitu akan lebih meningkatkan hasil penjualan. Selain itu, tidak mengesploitasi sumber daya alam untuk di ekspor.

2. Berkurangnya Volume Impor

Adanya kebijakan ini akan berpengaruh terhadap tingginya harga barang impor. Dengan begitu, masyarakat akan lebih memilih barang dalam negeri dari pada barang luar negeri. Hal ini juga akan berpengaruh terhadap daya pola pikir masyarakat secara bertahap lebih mencintai produk lokal dari pada produk impor.

Selain itu, adanya hal tersebut akan semakin meningkatkan pendapatan perkapita wilayah. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa daya beli atau konsumtif masyarakat itu tinggi.

Baca Juga  Apa Itu Reseller? Ini 4 Perbedaan Reseller dan Dropship

3. Barang Lokal Menjadi Semakin Kompetitif

Keadaan devaluasi akan mendorong para pengusaha lokal untuk bisa bersaing dalam dunia internasional. Barang lokal yang diproduksi dalam negeri akan semakin banyak diminati oleh masyarakat luar negeri. Selain dari sisi harga, juga bentuknya yang beragam.

Adanya devaluasi akan mengubah cara pandang masyarakat luar negeri untuk lebih memilih barang impor karena harganya yang rendah, dibandingkan barang dalam negerinya yang dianggap lebih mahal. Selain itu, dampaknya juga akan mempengaruhi pengusaha di negara itu untuk menurunkan harga barang yang diproduksinya.

4. Meningkatnya Devisa dalam Negeri

Kegiatan ekspor yang lebih tinggi dari pada impor mengakibatkan cadangan devisa akan meningkat. Dengan begitu dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Adanya kegiatan ekspor yang tinggi tentu akan menambah jumlah tenaga kerja sehingga banyak lapangan pekerjaan yan tersedia.

Keuntungan ini akan semakin meningkatkatkan kualitas produk ekspor dan mengurangi jumlah pengangguran. Jika masalah pengangguran dapat dikurangi, maka kemiskinan masyarakat akan berkurang.

5. Meningkatnya Jumlah Wisatawan Asing.

Sektor pariwisata juga menjadi lebih banyak dikunjungi oleh para turist, hal tersebut terjadi karena paket wisata yang lebih murah. Dengan begitu, tidak hanya pihak pengelola wisata tetapi sejumlah pengusaha seperti penjual souvenir dan tempat makan akan semakin bertambah pendapatannya.

Selain berdampak positif, kebijakan devaluasi juga akan berdampak negatif terutama bagi pengusaha dalam negeri yang bergerak dalam industri impor. Selain itu, bisa juga mengakibatkan terjadinya inflasi.

Hal tersebut terjadi karena bertambahnya jumlah uang yang beredar di dalam negeri, sehingga permintaan barang akan meningkat dan harga akan naik. Kemudian, wisatawan lokal yang ingin berlibur keluar negeri harus mengeluarkan uang dari biasanya.

Kebijakan Devaluasi Di Indonesia

kebjakan devaluasi indonesiaKebijakan Devaluasi ini pernah diterapkan di Indonesia baik pada masa pemerintahan Presiden Soekarno ataupun Soeharto. Seperti kebijakan devaluasi pada 30 Maret 1950 dengan cara pengguntingan uang kertas yang memiliki nilai separuh dari nilai asli. Kebijakan ini dilakukan pada masa Presiden Soekarno bersamaan dengan Syarifudin Prawiranegara.

Baca Juga  Mau Transfer Uang? Ini Daftar kode Bank di Indonesia

Kemudian, kebijakan devaluasi pada 24 Agustus 1959, yang masih dalam masa pemerintahan Presiden Soekarno dengan menurunkan nilainya yang awalnya Rp 5.000 menjadi Rp 50 dan berlaku keseluruhan nilai mata uang.

Selain itu pada masa pemerintahan Soeharto juga pernah menerapkan kebijakan devaluasi pada 21 Agustus 1971, 15 November 1978 dan 30 Mare 1983. Berbagai faktor yang ada membuat pemerintah harus menghadapi resiko devaluasi yang cukup besar.

Seperti itulah penjelasan mengenai devaluasi adalah mulai dari pengertian hingga akibat yang ditimbulkan darinya. Pada intinya, devaluasi adalah kebijakan yang diambil oleh pemerintah guna menyeimbangkan stabilitas nilai mata uang lokal terhadap nilai mata uang asing.

Dika Permana

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *