BEP: Pengertian, Rumus dan Cara Menghitungnya

BEP – Dalam menjalankan bisnis, menghitung biaya produksi yang dikeluarkan dan menganalisis kemungkinan impas perlu dilakukan, agar bisa meminimalisir kemungkinan kerugian.

Analisis tersebut dikenal dengan istilah BEP, yaitu Break Even Point. Berikut ini adalah ulasan tentang pengertian BEP.

Apa Itu BEP?

bep adalah
Image: Freepik.com

Urusan bisnis tidak bisa dipisahkan dengan istilah BEP atau break even point. Istilah ini berarti perusahaan berada pada kondisi imbang. Tidak mengalami kerugian atau keuntungan.

BEP adalah acuan perusahaan dalam melakukan perhitungan dan analisis jumlah barang yang hendak diproduksi dengan modal yang dibutuhkan.

Perhitungan dan analisis tersebut dilakukan supaya perusahaan bisa mencapai titik impas. Dalam artian modal perusahaan bisa kembali.

Break even point disebut juga sebagai analisis titik impas. Dalam hal ini, keuntungan yang didapat oleh perusahaan sama besarnya dengan besar modal yang dikeluarkan.

Pembahasan tentang BEP banyak dilakukan oleh para ahli. Darsono mengemukakan bahwa BEP merupakan analisis dalam menentukan serta mencari jumlah barang dan jasa pada harga jual tertentu. Tujuannya adalah untuk mengetahui keuntungan yang bisa didapat dalam waktu tertentu.

Sementara itu, Mulyadi berpendapat bahwa pengertian BEP merupakan kondisi dimana sebuah perusahaan tidak mendapatkan keuntungan maupun kerugian. Dalam arti lain, modal yang dikeluarkan dengan keuntungan dikeluarkan memiliki jumlah yang sama.

Baca Juga  CRM: Pengertian, Tujuan dan Manfaatnya

Hanses dan Mowen mengatakan bahwa BEP adalah kondisi total pendapatan dengan semua pengeluaran sama atau disebut juga dengan nol keuntungan.

Dari beberapa pendapat para ahli diatas bisa disimpulkan bahwa BEP merupakan analisis yang dilakukan untuk mengetahui titik impas perusahaan. Di samping itu juga untuk mengetahui kapan titik tersebut bisa dicapai.

Untuk mengetahui berapa titik impas dari sebuah proyek produksi, maka Anda melakukan penghitungan terlebih dahulu. Menghitung BEP dilakukan dengan rumus yang sudah ditentukan.

Rumus Untuk Menghitung BEP Adalah Sebagai Berikut

Image: Freepik.com

Setelah mengetahui apa itu BEP, mengenal lebih jauh rumusnya juga penting. Break even point tidak didapatkan begitu saja, namun Anda perlu melakukan perhitungan sesuai dengan rumus. Lalu, bagaimana cara menghitung BEP? Apa saja rumusnya? Berikut ini adalah ulasannya.

Rumus dalam perhitungan ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu, menghitung unit yang akan dijual dan menghitung rupiah penjualan.

Baca Juga  Stakeholder: Pengertian, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya

* Menghitung unit yang akan dijual untuk mendapatkan BEP

Menghitung unit penjualan agar terjadi titik impas atau BEP dilakukan dengan membagi biaya total produksi dengan harga jual per unitnya.

Kemudian dikurangi biaya variabel untuk menghasilkan variabel cost. Agar lebih mudah memahaminya, Anda bisa melihat persamaan berikut.

BEP = Biaya produksi tetap / (harga jual tiap unit – biaya variabel per unit) atau

BEP = Biaya produksi tetap / margin kontribusi per unit

Rumus BEP tersebut dihitung per unit, sehingga BEP yang dihasilkan adalah BEP dalam unit.

* Menghitung rupiah penjualan untuk mendapatkan BEP

Rumus selanjutnya adalah menghitung rupiah penjualan agar terjadi BEP. Titik impas pada rumus ini dilakukan dengan membagi biaya produksi tetap dengan harga jual per unit, dikurangi variable cost dan dikali lagi dengan harga per unit. Persamaan rumus ini adalah sebagai berikut:

BEP = Biaya produksi tetap / (Harga per unit – Biaya variabel per unit) x Harga per unit

Atau

BEP = Biaya produksi tetap / Margin kontribusi per unit x Harga per unit

Sama dengan rumus sebelumnya, BEP yang dihasilkan adalah BEP dalam unit.

Keterangan dalam Rumus Penghitungan BEP

Setelah melihat persamaan rumus BEP bisakah Anda menghitung langsung BEP? jika belum, di bawah ini adalah penjelasan atau keterangan pada rumus berikut ini.

Baca Juga  Jenis Jenis Koperasi: Pengertian, Ciri-ciri dan Contohnya

* BEP (dalam unit) = Break Even Point (Q)

* BEP (dalam Rupiah) = Break Even Point (P)

* Fixed Cost atau biaya tetap = biaya (baik sedang produksi atau tidak) yang jumlahnya tetap

* Variabel cost atau biaya variabel = biaya yang meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah pada produksi misalnya bahan baku, bahan bakar, listrik dan lain sebagainya

* Harga jual per unit = harga jual jasa atau barang yang dihasilkan pada tiap unitnya

* Biaya variabel per unit = keseluruhan biaya variabel per unit atau TVC/Q

* Margin kontribusi per unit = harga jual per satu unit – variabel per unit (selisih)

Dengan mengetahui keterangan dari istilah-istilah rumus BEP, menghitung BEP bisa menjadi lebih mudah.

Contoh Cara Menghitung BEP

Cara Menghitung BEP

Untuk memahami lebih jelas cara menghitung BEP, berikut ini adalah contoh kasus penghitungan BEP atau Break even point.

1. Contoh Kasus Menghitung BEP Pada Perusahaan Smartphone

Perusahaan yang memproduksi ponsel pintar ingin mengetahui berapa jumlah ponsel yang harus diproduksi untuk mencapai titik impas atau break even point. Biaya tetap pada produksinya adalah 500 juta rupiah. Sementara itu, biaya variabelnya yaitu satu juta rupiah.

Baca Juga  Mengenal Arti Cash Flow Lengkap dan Arus Kasnya

Ponsel tersebut akan dijual dengan harga 1,5 juta rupiah. Berapa jumlah produksi untuk mendapatkan titik impas dari perusahaan tersebut?

Penyelesaian:

Dari kasus diatas diketahui bahwa :

Biaya Produksi = 500 juta

Biaya Variabel per unit = 1 juta

Harga jual per satu unit = 1,5 juta

Penyelesaian dengan rumus BEP (dalam unit) rupiah :

BEP = Biaya produksi tetap / (Harga per unit – Biaya variabel per unit) x Harga Per unit

Maka, BEP = 500 juta / (1,5 juta – 1 juta) x 1,5 juta = 500 juta / 500 ribu x 1,5 juta = 1,5 miliar

Untuk mendapatkan titik impas atau BEP dalam rupiah, perusahaan harus mencapai penjualan sebanyak 1,5 miliar.

Sementara itu, penyelesaian dengan menggunakan rumus BEP dalam unit adalah. sebagai berikut

BEP = Biaya produksi tetap / (Harga Per unit – biaya variabel per unit)

Maka, BEP = 500 juta / (1,5 juta – 1 juta) = 500 juta / 500 ribu = 1000 unit

Dari rumus tersebut bisa diketahui bahwa untuk mencapai titik impas atau break even point, unit yang harus dibuat sebanyak 1000 unit.

Manfaat BEP dalam Sebuah Bisnis


BEP atau analisis titik impas perlu diperhatikan oleh perusahaan. Pasalnya, perusahaan harus mengetahui titik dimana nol keuntungan namun, dalam kondisi stabil. Saat perusahaan mencapai nol keuntungan, namun tidak mengalami kerugian, maka perusahaan telah mencapai titik impas.

Lalu mengapa BEP penting bagi perusahaan? Apa saja manfaatnya? Simak daftar berikut untuk mengetahuinya.

* Mengetahui kapan perusahaan akan ‘balik modal’

Tidak bisa dipungkiri bahwa menjalani bisnis memang dilakukan untuk mencari keuntungan. Dengan BEP atau analisis titik impas, Anda bisa mengetahui kapan bisnis yang dijalani mendapatkan ‘balik modal’

Baca Juga  Inflasi: Pengertian, Penyebab, dan Jenis-Jenisnya

* Perhitungan dan terencana

Memulai bisnis tidak hanya dilakukan begitu saja. Anda perlu melakukan perencanaan, perhitungan dan lain sebagainya. Bisnis tanpa perencanaan tentu akan sulit dilakukan. Melakukan analisis ini mengajarkan pebisnis untuk membuat perhitungan.

Perhitungan ini mulai dari berapa jumlah modal yang dibutuhkan, berapa harga produk atau jasa yang ditawarkan, hingga berapa jumlah barang yang harus dibuat. Dengan berbagai perhitungan tersebut, bisnis Anda bisa berjalan lebih baik.

Setiamah Setya

Setiamah Setya

Perkenalkan nama saya Setiamah. Pada dasarnya bermain kata adalah bagian hoby saya sejak lama. Seiring berjalannya waktu, akhirnya jadilah dia bagian dari hidup saya sejak beragam wawasan baru saya dapatkan dari menulis berbagai tema.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *