Bauran Pemasaran: Pengertian, Sejarah dan Konsepnya

Bauran Pemasaran – Istilah aslinya adalah marketing mix. Pertama kali diperkenalkan oleh Neil Borden pada 1964. Borden menyampaikan bahwa sebuah bisnis tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus ada komponen-komponen pendukung.

Komponen-komponen inilah yang dimaksud dengan bauran pemasaran. Saat komponen tersebut digunakan dan dicampur dengan tepat, maka bisnis yang bermutu tinggi akan lahir dari sana.

Apakah sahabat ingin mengetahui lebih lanjut tentang istilah ini? Bagaimana sejarah dan komponen-komponen yang ada di dalamnya? Berikut ini informasi yang telah disusun oleh tim Tedas.id terkait istilah penting di bidang pemasaran, khususnya bagi para sahabat yang sedang menyukai atau tertarik menjalani sebuah bisnis. Selamat membaca.

Pengertian Bauran Pemasaran

Pengertian Bauran PemasaranSetelah Neil Borden mengenalkan istilah ini kepada dunia, bidang pemasaran pun menggeliat dengan pesat. Termasuk juga di Indonesia.

alam kalangan pebisnis Indonesia, bauran pemasaran adalah sekumpulan strategi yang harus dilakukan dalam rangka menjual atau melakukan promosi terhadap suatu produk. Strategi-strategi tersebut harus dilakukan agar bisa mencapai transaksi penjualan yang diinginkan.

Sejarah Bauran Pemasaran

Sejarah Bauran PemasaranBauran pemasaran tentunya tidak lahir begitu saja. Ada sejarah yang mengiringi hingga istilah ini bisa hadir di tengah-tengah kita. Berikut ini rangkaian sejarah proses lahirnya marketing mix:

1. Masa James Culliton

Meski dikatakan bahwa Neil Borden adalah awal mula dari kelahiran marketing mix, ternyata kalau dirunut lagi istilah tersebut sudah diperkenalkan sejak 1948 oleh James Culliton. Sebuah artikel berjudul The Management of

Marketing yang ditulis oleh Culliton disebut sebagai sejarah dari bauran pemasaran yang berkembang hingga detik ini.

Dalam artikel tersebut Culliton menyampaikan bahwa setiap pebisnis dalam membangun usahanya pasti memiliki resep tersendiri yang dihasilkan dari mengkombinasikan antara resep orang lain dengan teknik yang mereka miliki. Cara ini disebut sebagai Mixer of Ingredient.

Baca Juga  Jenis Jenis Koperasi: Pengertian, Ciri-ciri dan Contohnya

2. Masa Neil Borden

Artikel yang ditulis Culliton memberikan gagasan baru kepada Neil. Ia memiliki pengembangan ide terhadap Mixer of Ingredient.

Bahwasanya pebisnis haruslah memiliki kreativitas dalam melakukan pemasaran produk untuk mencapai keuntungan. Lalu Borden menuliskan gagasannya lewat sebuah artikel dengan judul The Concept of the Marketing Mix.

Ada 12 aspek di dalamnya. 7 di antaranya dijabarkan dalam 7P yang merupakan konsep bauran pemasaran hingga detik ini. Sementara 5 lainnya sudah melebur ke dalam poin-poin 7P tersebut.

3. Masa Bauran Pemasaran 4P

Melewati masa Neil Borden, muncullah konsep marketing mix yang semakin berkembang. Konsep ini dikenal dengan 4P. Bahwasanya dalam pemasaran harus meliputi product, price, place dan promotion.

4. Masa Bauran Pemasaran 7P

Pada 1981, 4P mulai ditinggalkan karena dirasa masih kurang memadai untuk mencapai keuntungan berlipat bagi perusahaan.

Booms dan Bitner kemudian mengembangkan 7P. Yaitu sebuah konsep marketing mix yang merupakan perpanjangan ide dari 4P, namun ditambah dengan tiga unsur lainnya, yaitu people, process dan physical evidence.

Konsep Bauran Pemasaran

7P. merupakan konsep marketing mix yang dilakukan sejak 1981 hingga sekarang. Meski terdapat 7 unsur di dalamnya, bukan berarti sebuah perusahaan harus melakukan semua unsur tersebut.

Tentu saja semakin banyak unsur yang dilakukan, semakin baik hasil yang dicapai. Namun biasanya sebuah perusahaan tidak akan mungkin unggul di semua unsur tersebut.

Ada yang hebat di sisi promotion, process dan productnya, namun secara price, physical evidence dan people-nya kurang.

Meski begitu pebisnis harus tetap mengenal elemen 7P ini dan memaksimalkannya sebaik mungkin dalam rangka mencapai hasil keuntungan yang diinginkan. Konsep 7P bukanlah suatu hal yang saklek, setiap pebisnis bebas untuk melakukan mix and match di dalam prosesnya.

Apa Sajakah 7P di Dalam Marketing Mix?

Apa Sajakah 7P di Dalam Marketing Mix?1. Product (The Services)

Produk di sini tidak hanya berupa barang secara fisik, namun juga bisa mengacu pada penawaran suatu jasa. Baik berupa barang fisik ataupun jasa, harap dipastikan bahwa produk haruslah sesuatu yang bisa memberikan manfaat, memenuhi kebutuhan dan memuaskan konsumen.

Karena sejatinya seseorang saat seseorang melakukan pembelian, dia tidak hanya sekedar ingin membeli barang atau jasa tersebut, tetapi ingin membeli manfaat yang ditawarkan oleh barang atau jasa itu.

Konsep produk memiliki unsur-unsur di dalamnya, meliputi:

* Menentukan Merek – Dalam memilih merk untuk sebuah produk sebaiknya pilihlah nama yang tidak terlalu panjang, memiliki arti positif, bisa mencuri perhatian khalayak dan memberikan kesan yang hebat.

* Penentuan logo – Pilihlah yang mewakili produk tersebut dan mudah diingat masyarakat

* Menciptakan kemasan – Meskipun sudah ada pepatah yang menyebutkan “don’t judge the book by its cover,” namun tak bisa dipungkiri kemasan bisa mencuri perhatian awal. Maka produsen tidak bisa main-main dalam urusan ini.

* Membuat label – Untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap sebuah produk, penting bagi produsen untuk menciptakan label yang bisa dibawa dan ditempel di mana saja.

Baca Juga  Joint Venture: Pengertian, Contoh, dan Keuntungannya

2. Price / Harga

Menetapkan harga adalah suatu hal yang krusial. Harga sangat menentukan pendapatan dan juga biaya yang akan dikeluarkan. Dalam menentukan harga, perusahaan harus mempertimbangkan target market, jenis produk, cara pemasaran dan juga kompetisi yang akan dihadapi.

3. Place / Lokasi Usaha

Semakin strategis lokasi usaha, maka semakin memberikan keuntungan dalam proses menjaring laba. Namun lokasi-lokasi yang strategis biasanya meminta harga sewa yang tidak murah. Oleh karenanya pebisnis harus melakukan perhitungan yang tepat terkait menentukan lokasi usaha.

Bukan hanya memilih yang strategis, namun juga menghitung biaya, serta target market yang diharapkan.

Dalam menentukan lokasi usaha, ada beberapa tempat yang biasanya bisa meningkatkan pengaruh terhadap usaha tersebut, antara lain:

* Dekat dengan lokasi pasar.

* Dekat dengan lokasi perumahan atau masyarakat.

* Dekat dengan kawasan industri dan pabrik.

* Dekat dengan perkantoran.

* Mempertimbangkan jumlah pesaing yang ada di suatu lokasi.

4. Promotion / Strategi Promosi

Dalam melakukan pemasaran, promosi adalah hal yang tak bisa dihindari. Teknik persuasi harus dipakai dalam hal ini agar bisa mempengaruhi calon pelanggan untuk melakukan pembelian.

4 Strategi Promosi Untuk Meningkatkan Engagement

Terkait promosi suatu produk, kita harus memperhatikan 4 hal ini untuk menghasilkan sebuah strategi promosi yang bisa meningkatkan engagement:

1. Periklanan (advertising)

Iklan adalah sarana promosi yang digunakan memberikan informasi dengan cara yang menarik dan tanpa sadar memberikan pengaruh kepada orang yang melihat atau membacanya untuk melakukan tindakan pembelian. Contoh periklanan yaitu pemasangan billboard, mencetak brosur, beriklan di media cetak dan digital.

2. Promosi penjualan (sales promotion)

Promosi jenis ini biasanya memiliki tujuan untuk membuat pelanggan melakukan pembelian ekstra atau agar pelanggan melakukan repeat order. Misal dengan memberikan bonus masker atau potongan harga kepada setiap pelanggan ketika melakukan pembelian di era pandemi.

Baca Juga  Budget: Tipe, Tujuan, Manfaat dan Jenis-Jenisnya

3. Publisitas (publicity)

Tujuan dari promosi ini yaitu untuk meningkatkan citra suatu perusahaan sehingga masyarakat menjadi lebih aware terhadap produknya. Bisa dilakukan melalui kegiatan sosial dan mengadakan lomba-lomba tertentu.

Di era digital seperti saat ini melakukan campaign tertentu dengan menyewa buzzer atau influencer juga bisa meningkatkan publisitas perusahaan, terutama saat akan meluncurkan produk baru.

4. Penjualan Pribadi (Personal Selling)

Selain dilakukan secara massive, promosi juga bisa dilakukan perorangan. Karyawan pada perusahaan bisa menjadi corong pemasaran.

5. People / Sumber Daya Manusia (SDM)

Apapun usaha yang dijalani, SDM adalah aset utama yang tidak bisa diganggu-gugat. Meski kini sudah banyak mesin canggih diciptakan, namun SDM tetap dibutuhkan sebagai operator.

Selain itu yang membedakan manusia dengan mesin adalah soal rasa. SDM bisa membuat konsumen merasa puas dan tak pindah ke lain hati.

Untuk mendidik SDM yang berwawasan luas, berkinerja cerdas dan bersemangat tinggi, maka diperlukan 3 hal ini dalam prosesnya:

1) Seleksi – tahap ini terdiri dari dua bagian; seleksi awal dan seleksi lanjutan. Seleksi awal adalah proses yang dilakukan perusahaan saat melakukan penerimaan karyawan. Proses seleksi menentukan kualitas karyawan yang direkrut

Kedepannya karyawan bisa meningkat pada jenjang yang lebih tinggi. Untuk mencapai jenjang tersebut, seleksi juga harus kembali dilakukan untuk melihat apakah karyawan tersebut layak berada posisi yang lebih tinggi.

2) Pelatihan (learning center) – untuk meningkatkan skill, maka karyawan harus dibekali dengan pelatihan yang memadai sehingga bisa mencapai standar yang diinginkan perusahaan.

3) Motivasi – tidak ada satupun orang yang menolak hadiah. Motivasi bisa dilakukan dengan cara memberikan tunjangan, beasiswa untuk keluarganya, ataupun hadiah liburan kepada karyawan berprestasi.

Unsur people memiliki dua aspek yang harus diperhatikan. Keduanya sama-sama memiliki peran penting.

* Yang pertama yaitu karyawan perusahaan. Kualitas karyawan dalam meberikan pelayanan bisa membuat pelanggan puas dan kembali melakukan pembelian lanjutan. Karyawan yang baik juga bisa meningkatkan reputasi perusahaan.

* Aspek kedua yaitu pelanggan. Pelanggan yang merasa puas terhadap suatu produk akan memberikan testimoni dan mengajak orang lain untuk melakukan pembelian. Maka bisa dikatakan pelanggan adalah corong pemasaran dari mulut ke mulut yang terbaik.

f. Process / Aktivitas Bisnis

Baik perusahaan yang bergerak di bidang layanan jasa ataupun penghasil sebuah produk harus selalu memperhatikan kualitas.

Untuk mencapai kualitas dengan standar tertentu, maka harus ada SOP (Standard of Procedure) yang jelas dan dipahami oleh seluruh karyawan. SOP ini yang menjadi acuan dalam proses menghasilkan jasa dan produk berkualitas.

Ada 5 hal yang perlu diperhatikan oleh pebisnis dalam meningkatkan kualitas produk atau jasanya, yaitu

* Rincian standar prosedur operasi , manual, dan deskripsi kerja.

* Prosedur dalam menangani komplain pelanggan.

* Standar kinerja dalam memberikan pelayanan atau dalam proses produksi baik secara manual ataupun yang melibatkan teknologi.

* Adanya keterlibatan fungsional.

* Tingkat waktu pelayanan atau pengantaran.

Baca Juga  Ergonomi: Tujuan, Prinsip dan Manfaatnya

6. Physical Evidence / Bukti Fisik Perusahaan

Tidak bisa dipungkiri bangunan fisik dari perusahaan memberikan keyakinan terhadap calon pelanggan untuk memulai transaksi.

Oleh karena itu penting bagi pebisnis untuk memberikan perhatian pada pemilihan interior, kelengkapan bangunan, termasuk sistem pencahayaan dan tata ruang. Bangunan yang nyaman bisa meningkatkan kebahagiaan pengunjung.

Saat ini banyak pula perusahaan yang memberikan jasa digital secara online. Untuk perusahaan jenis seperti ini, maka perlu memperhatikan situs official perusahaannya. Website perusahaan harus terlihat profesional dan tidak main-main untuk membuat orang yakin melakukan pemesanan produk atau jasa.

Teori 7P ini kedepannya bisa jadi terus bertambah, atau malah berkurang. Dalam bisnis tidak ada teori yang benar-benar jelas.

Semuanya sangat dinamis. Ada banyak perubahan yang terjadi, apalagi dengan semakin berkembangnya teknologi digital. Misal dulu keberhasilan sebuah rumah makan ditentukan oleh komponen tempat yang strategis, namun kini dengan adanya Go Food, tidak strategis pun bisa menjaring pasar.

Maka, jika sahabat Tedas.id ingin mulai berbisnis, siapkan diri untuk melakukan aneka bauran pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan. Bahkan sangat memungkinkan bagi para sahabat untuk menemukan konsep baru yang lebih yahud! Semoga sukses.

Marita Ningtyas

Marita Ningtyas

A Writerpreneur, tinggal di kota Lunpia. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *