Apa Itu PDB? Pengertian, Rumus dan Cara Menghitung PDB

Apa Itu PDB – Mungkin sebagian besar orang belum mengetahui apa itu PDB. PDB adalah singkatan dari Produk Domestik Bruto yang dalam bahasa internasioanl dikenal dengan GDP (Gross Domestic Product).

Sebuah negara akan dikatakan sebagai negara maju jika memiliki PDB yang tinggi. PDB merupakan salah satu indikator sebuah negara dalam menentukan berbagai kebijakan, salah satunya adalah kebijakan ekonomi yang dapat meningkatkan PDB negara.

Apa Itu PDB?

pdb adalah
Lalu sebenarnya apa itu PDB? Pada dasarnya, PDB adalah sebuah hitung-hitungan ekonomi yang juga dapat diartikan sebagai jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh keseluruhan unit usaha yang ada di suatu negara.

Selain itu, PDB juga dapat diartikan sebagai jumalh keseluruhan nilai barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam kurun waktu tertentu (umumnya diukur dalam rentang waktu satu tahun) dan dijadikan sebagai tolak ukur pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Baca Juga  Apa Itu COD? Dan Apa Kekurangan dan Kelebihannya?

Semakin besar jumlah PDB suatu negara, maka tingkat pertumbuhan ekonominya semakin membaik. Barang dan jasa merupakan hasil kegiatan perekonomian suatu negara yang diproduksi oleh warga negara dan perusahaan, baik negeri maupun swasta.

Di Indonesia perusahaan swasta adalah perusahaa domestik dan asing yang beroperasi di tanah air. PDB mencakup keseluruhan dari konsumsi pribadi maupun publik, investasi, pengeluaran pemerintah, biaya konstruksi, pesediaan swasta dan neraca perdagangan luar negeri yang mencakup ekspor dan impor.

Jenis Jenis PDB

jenis jenis pdb
PDB dibagi menjadi dua jenis, yaitu PDB Nominal (harga berlaku) dan PBD Riil (harga tetap). PDB Nominal adalah total keseluruhan nilai harga yang dihasilkan barang dan jasa dalam kurun waktu tertentu dan dinilai berdasarkan harga yang masih berlaku dalam waktu tertentu.

Sedangkan PDB Riil atau harga tetap adalah total keseluruhan nilai harga yang dihasilkan barang dan jasa dalam kurun waktu tertentu (umumnya satu tahun) dan dinilai berdasarkan harga yang masih berlaku dalam waktu tertentu.

Bagi Anda yang saat ini baru memulai menjalankan sebuah bisnis, hal yang harus Anda ingat adalah pengelolaan keuangan dalam bisnis yang baik. Terkadang masih banyak pebisnis pemula yang belum matang dalam mengelola keuangan dan keuangan pribadi.

Untuk meminimalisir terjadinya resiko dalam bisnis, sebaiknya Anda melakukan pernecaan dengan baik dengan menggunakan aplikasi perencanaan dan pengelolaan keuangan.

4 Komponen PDB

rumus pdbSelain mengenal apa itu PDB, hal penting lainnya yang perlu Anda ketahui dan pahami tentang PDB adalah komponennya. Komponen PDB terdiri dari 4 bagian, yaitu konsumsi pribadi, investasi,
pengeluaran pemerintah dan ekspor bersih.

1. Konsumsi Private (Private Comsumption)

Komponen ini digunakan untuk menghitung jumlah konsumsi individua tau konsumsi rumah tangga yang terdiri dari durable good, non durable goods dan service.

Yang termasuk ke dalam komponen durable goods adalah barang yang tahan lama atau tidak cepat rusak yang umumnya bertahan lebih dari 3 tahun. Seperti kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, barang elektronik dan barang lainnya yang relative berumur panjang.

Berbanding terbalik dengan durable goods, yang termasuk ke dalam komponen non durable goods adalah barang yang tidak dapat bertahan lama atau barang yang langsung dikonsumsi, seperti makanan, minuman dan lainnya.Service biasanya termasuk ke dalam jasa, seperti dokter dan lain sebagainya.

2. Investasi

Contohnya seperti pembelian rumah, pembangunan pabrik dan berbagai jenis investasi lainnya.

3. Pengeluaran pemerintah

Pengeluran pemerintah (Government Spending) dengan menghitung keseluruhan pengeluaran pemerintah, seperti pembayaran gaji pegawai pemerintahan, pembangunan infrastruktur, pembelian alat militer dan lain sebagainya.

4. Ekspor bersih

Ekspor bersih (Net Export) dengan menghitung selisih melalui penghitungan Total Ekspor dikurangi Total Impor.

Sesuai dengan pengertian yang telah dijelaskan, PDB berfungsi sebagai indikator pertumbuhan ekonomi suatu negara. Berikut adalah beberapa fungsi PDB dalam pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga  Apa Itu SEO? Berikut Jenis dan Cara Kerja SEO

• PDB dihitung berdasarkan total nilai tambah (value added) yang dihasilkan oleh seluruh kegiatan produksi.

• Batas wilayah dalam perhitungan PDB adalah satu negara. Hal ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana efektivitas suatu kebijakan ekonomi yang ditetapkan oleh suatu negara guna mendukung aktivitas perekonomian domestic.

• Perhitungan PDB dilakukan dengan menggunakan konsep siklus aliran (circulair flow concept).

Dengan kata lain perhitungan PDB menggunakan jumlah keseluruhan jumlah produk yang dihasilkan dalam kurun waktu tertentu (umumnya 1 tahun) dan tidak mencakup jumlah produk yang dihasilkan pada tahun sebelumnya. Menghitung PDB dengan menggunakan konsep ini memungkinkan untuk melakukan perbandingan jumlah output dalam setia periode.

Rumus PDB

pengertian pdb

Untuk menghitung jumlah PDB digunakan rumus sebagai berikut:

PDB = C + I + G + (X – M)

Keterangan:

PDB: Produk Domestik Bruto
C: Konsumsi Rumah Tangga
I: Investasi
G: Konsumsi Pemerintah
X: Ekspor
M: Impor

Selain itu, ada beberapa cara yang lebih sederhana untuk menghitung PDB melalui beberapa pendekatan.

• Pendekatan Pendapatan

Rumus: PDB = Pendapatan Nasional + Depresi + (Pajak tidak langsung – Subsidi) + Pembayaran Faktor Netto Luar Negeri

• Pendekatan Pengeluaran

Rumus: PDB = Konsumsi + Investasi + Konsumsi pemerintah + (ekspor – impor)

• Pendekatan Produksi

Rumus: PDB = Sewa + Upah + Bunga + Laba

Perbedaan PDB dan PNB

perbedaan pdb
Jika sebelumnya Anda sudah mengetahui apa itu PDB, maka pasangan PDB adalah PNB yang merupakan singkatan dari Produk Nasional Bruto yang dalam bahasa internasional disebut dengan GNP (Gross National Product). Lalu, apa perbedaan PDB dan PNB?.

Dilihat dari pengertiannya, PNB merupakan total keseluruhan dari barang dan jasa suatu negara dalam kurun waktu satu tahun dan ditambah dengan keuntungan dari investasi luar negeri. Selain itu, penghitungan PNB juga dilakukan dengan mengurangi keuntungan modal dari negara atu perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia.

Baca Juga  Apa Itu Digital Marketing? Ini 4 Cara Mudah Belajarnya

Penghitungan perkembangan tahunan perekonomian suatu negara akan semakin akurat dengan menggunakan PNB. Dengan menggunakan PNB, dapat memberikan gambaran yang lebih realistis tentang penghasilan warga negara asing yang berada di suatu negara.

PNB dapat dihitung secara per kapita guna menunjukkan jumlah daya beli konsumen individu pada suatu negara. Selain itu, PNB juga dapat dilihat dari upah, perkiraan kekayaan rata-rata, dan distribusi kepemilikan dalam masyarakat.

Cara Menghitung PNB Suatu Negara

Bagaimana cara menghitung PNB suatu negara? Jika ditulis dalam bentuk rumus, ada 3 cara atau rumus yang digunakan untuk menghitung PNB, yaitu

• GNP = Pendapatan WNI di dalam Negeri + Pendapatan WNI di luar Negeri

• GNP = GDP + Pendapatan WNI di dalam Negeri – Pendapatan WNI di luar Negeri

• GNP = GDP – Pendapatan Netto atas faktor yang berasal dari luar negeri

Perbedaan yang menonjol antara PDB dan PNB dapat dilihat berdasarkan pengertiannya. Jika PDB hanya menghitung total produksi barang dan jasa yang diproduksi dlam suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produk tersebut diproduksi di dalam negeri atau luar negeri.

Sedangkan PNB lebih memperhatikan pada aspek asal usul faktor yang digunakan dalam produksi. Bagaimana, Anda sudah mengetahui dan memahami apa itu PDB, cara menghitung dan perbedaan PDB dan PNB?

Dika Permana

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *