Inflasi: Pengertian, Penyebab, dan Jenis-Jenisnya

Inflasi – Dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara,inflasi adalah kata yang sangat melekat di tiap prosesnya. Inflasi sendiri tidak bisa dihindari, sedangkan pertumbuhan ekonomi adalah tujuan yang harus tetap diusahakan. Untuk itu, cara mempertahankannya adalah dengan mewujudkan ekonomi yang stabil.

Kenaikan dan penurunan dalam suatu proses itu pasti terjadi, termasuk dalam hal ekonomi negara. Ada kalanya mengalami peningkatan, namun juga tak lepas dari penurunan. Inflasi merupakan wujud dari warna proses pertumbuhan ekonomi tersebut, dan berikut informasi yang perlu diketahui tentangnya.

Pengertian Inflasi Adalah Sebagai Berikut

penyebab inflasi

Sektor ekonomi tentu sudah tidak asing dengan kata inflasi. Inflasi dapat dikatakan sebagai gangguan dalam proses pertumbuhan ekonomi suatu negara. Maka dari itu, inflasi perlu dihindari untuk menciptakan kondisi ekonomi yang stabil dan kondusif. Jadi, apa itu inflasi, dan mengapa harus dihindari?

Ditinjau dari cara kerjanya, pengertian inflasi bisa dipahami sebagai keadaan meningkatnya harga suatu barang dan jasa secara terus menerus. Kondisi ini terus meluas dan berdampak pada kenaikan harga produk dan jasa lainnya.

Pada dasarnya, prinsip harga jual meningkat, karena jumlah barang lebih sedikit daripada jumlah permintaan. Namun, pada konsep inflasi ini, ada yang perlu digaris bawahi agar jatuhnya pemahaman inflasi lebih tepat.

Kenaikan harga pada suatu barang, tidak asal disebut sebagai arti inflasi. Kenaikan harga ikan saat musim hujan dan badai disebabkan kondisi nelayan tidak mungkin melaut, sehingga jumlah ikan lebih sedikit dari permintaan. Hal ini tidak dapat disebut sebagai inflasi.

Beberapa hal yang mungkin menyebabkan kenaikan harga, namun bukan wujud dari inflasi lainnya antara lain adalah kenaikan harga bahan pangan tertentu karena gagal panen. Selain itu, kenaikan harga barang saat musiman atau hari-hari besar.

Baca Juga  Bauran Pemasaran: Pengertian, Sejarah dan Konsepnya

Kenaikan harga cabai karena banyaknya kasus gagal panen, juga tidak disebut inflasi. Begitu pula dengan harga telur dan tepung saat menjelang hari raya. Kebalikan dari inflasi sendiri merupakan deflasi. Dimana kondisi harga barang atau jasa mengalami penurunan secara umum.

Menurut kamus besar bahasa indonesia, inflasi adalah kemerosotan nilai uang kertas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah yang beredar dengan sangat cepat. Dampak dari kondisi ini adalah kenaikan harga produk secara terus menerus.

Titik dasar arti inflasi bukan sebagai tinggi rendahnya tingkat harga. Patokan harga yang dianggap tinggi ternyata belum tentu tepat untuk memenuhi karakteristik inflasi. Kondisi yang benar-benar menunjukkan pengertian inflasi yaitu dimana harga suatu barang atau jasa saling mempengaruhi satu sama lainnya.

Naiknya harga barang atau jasa tersebut menyebabkan turunnya nilai uang dimana hal ini dapat mendorong pola konsumsi masyarakat. Inflasi juga dapat diartikan sebagai penurunan nilai uang terhadap nilai barang dan jasa secara umum.

Parameter Pengukuran Tingkat Inflasi

parameter inflasiIndikator yang dijadikan parameter pengukuran tingkat inflasi merupakan indeks harga konsumen atau IHK. Perhitungan ini didasarkan pada rata-rata perubahan harga dari suatu paket barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga dalam suatu kurun waktu tertentu.

Perubahan kurva IHK dapat menggambarkan tingkat inflasi maupun deflasi. Penentuan harga barang dan jasa dalam keranjang IHK dilakukan berdasarkan survei biaya hidup. Secara sederhana, inflasi yang diukur IHK dikelompokkan menjadi sebagai berikut.

* Kelompok Pangan

Termasuk di dalamnya adalah kebutuhan bahan dasar pangan, maupun sumber makanan jadi yang siap dikonsumsi. Minuman, rokok, dan tembakau juga termasuk dalam kelompok pangan.

* Kelompok Sandang

Kelompok sandang adalah aspek yang tak lepas juga dalam pemenuhan kebutuhan. Sandang dapat diartikan segala bentuk pakaian yang dibutuhkan manusia sebagai makhluk berbudaya.

* Kelompok Kesehatan

Beberapa hal yang termasuk dalam kelompok kesehatan adalah biaya rumah sakit, dengan perhitungan fasilitasnya. Selain itu, kebutuhan farmasi seperti obat dan alat laboratorium juga dapat menjadi kebutuhan konsumen dalam kelompok kesehatan.

Baca Juga  Jenis Jenis Koperasi: Pengertian, Ciri-ciri dan Contohnya

* Kelompok Kegiatan Rumah Tangga (Air, Gas, Perumahan, Listrik, dan sejenisnya)

Kegiatan rumah tangga tentu tak lepas dari kebutuhan air, listrik, dan gas, maupun bahan bakar. Kebutuhan yang kompleks ini juga terhitung dalam indeks harga konsumen dalam pemantauannya.

* Kelompok Pendidikan, Rekreasi, Dan Olahraga

Aspek lain yang ditinjau untuk indeks harga konsumen adalah pendidikan, rekreasi dan olahraga. Pengelompokkan ini juga didasarkan pada kebutuhan psikis sehingga klasifikasinya mudah.

* Kelompok Transportasi, Komunikasi Dan Jasa Keuangan

Perihal transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan adalah aspek harga yang perlu diperhitungkan pula. Pasalnya, hal ini juga berimbas pada tingkat harga sektor lain jika inflasi terjadi.

Penyebab Inflasi

Penyebab Inflasi

Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa kenaikan harga suatu barang atau jasa belum tentu dapat dikatakan inflasi. Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan sehingga dapat disimpulkan apa itu inflasi atau bukan.

Adanya inflasi merupakan suatu bentuk dampak dari faktor yang mempengaruhinya. Beberapa poin penting dalam penyebab inflasi antara lain adalah sebagai berikut.

1. Jumlah Uang Yang Beredar

Ketika jumlah uang yang berada di masyarakat meningkat, maka nilai harga barang akan mengalami peningkatan yang setara. Hal ini disebabkan kenaikan daya beli masyarakat tidak seimbang dengan jumlah barang permintaan yang statis, atau bahkan kurang.

Menurut kaum moneteris, jumlah uang yang beredar merupakan sumber utama penyebab timbulnya inflasi di setiap negara. Selain itu, jumlah uang yang beredar yang tak terkendali secara langsung mempengaruhi sulitnya proses pengendalian alat pembayaran tersebut.

Kondisi demikian juga memicu meluasnya moneterisasi. Akibatnya, hal ini memberi kecenderungan meningkatnya laju inflasi.

2. Defisit Anggaran Belanja Pemerintah

Defisit sendiri secara harfiah memiliki arti berkurangnya kas dalam keuangan. Jika dikaitkan dengan anggaran belanja pemerintah, berarti menunjukkan bahwa pemerintah di sini mengalami kekurangan kas dalam hal keuangan. Atau biasa disederhanakan menjadi pengeluaran lebih banyak dari pendapatan.

Kondisi anggaran belanja pemerintah yang mengalami defisit ini sangat lumrah bagi negara berkembang. Defisit anggaran belanja ini lebih banyak disebabkan oleh hal-hal yang menyangkut kekuatan struktural perekonomian. Tak hanya Indonesia, negara-negara berkembang lain pun juga mengalaminya.

Pada dasarnya, untuk mencapai kestabilan ekonomi dalam suatu negara, penutupan defisit ini perlu dilakukan. Namun, ini harus dilakukan dengan tetap memperhatikan pengertian inflasi sebagai titik pijakan untuk menentukan langkah kebijakan.

Jika dikatakan inflasi adalah kondisi kenaikan harga barang dan atau jasa yang saling mempengaruhi secara terus menerus, maka hal itu perlu dihindari dengan menutup defisit. Negara dalam hal ini perlu belajar dari pengalaman Indonesia, yang pernah mengalami defisit pada era orde lama.

Pada saat itu, kebijakan yang dikeluarkan untuk menangani defisit adalah percetakan uang baru. Namun, justru berdampak pada tekanan inflasi yang lebih kuat. Hal ini kemudian dikaji ulang sebagai bahan evaluasi di masa orde baru.

Untuk menutup defisit anggaran belanja pemerintah kebijakan yang diambil adalah pinjaman luar negeri. Selain dinilai relatif lebih aman untuk menghindari inflasi, pinjaman dari luar negeri dapat meringankan beban terkait kontrol peredaran uang di masyarakat.

Baca Juga  Budget: Tipe, Tujuan, Manfaat dan Jenis-Jenisnya

3. Penawaran Agregat Dan Luar Negeri

Penawaran agregat yang dimaksud adalah hubungan antara jumlah barang dan atau jasa yang ditawarkan dengan tingkat harga. Hubungan penawaran agregat sendiri bergantung dengan kurva waktu pengembangan ekonomi. Jadi bisa mengalami kenaikan, maupun penurunan.

Inflasi adalah kondisi yang dapat dipicu oleh permintaan agregat yang lebih banyak dapat memicu kelambanan penyesuaian terhadap penawaran agregat dan luar negeri. Terlebih lagi kegiatan ekspor dan impor sangat berperan dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.

Seperti yang telah dijelaskan, inflasi yang diukur IHK salah satunya adalah kelompok bahan makanan. Harga bahan pangan adalah penyumbang terbesar adanya inflasi di Indonesia. Apabila laju penawaran bahan pangan tidak mengimbangi laju permintaan bahan pangan, maka akan terjadi excess demand.

Excess demand merupakan proses percepatan pertambahan penduduk yang membutuhkan bahan pangan, namun tidak diimbangi dengan adanya hasil panen untuk dijadikan pemenuhan kebutuhan. Dalam kondisi ini, excess demand dapat menimbulkan inflationary gap.

Faktor Faktor Inflasi

Faktor Faktor Inflasi

Berdasarkan pengertian inflasi, selain bahan pangan, faktor lain yang menjadi kontribusi terjadinya di negara berkembang, sebagai contohnya adalah Indonesia dari sisi penawaran agregat adalah sebagai berikut.

* Imported Inflation

Kondisi ini terjadi akibat tingginya ketergantungan pemenuhan kebutuhan terhadap barang-barang impor. Di Indonesia, ada dua penyebab imported inflation yaitu penurunan nilai rupiah terhadap mata uang asing, dan perubahan harga barang impor di negara asalnya.

* Suku Bunga

Suku bunga dapat berpengaruh secara langsung terhadap biaya produksi dan investasi melalui kredit yang menjadi naik.

Hal ini dapat mempengaruhi harga output di pasaran yang akhirnya mengalami peningkatan. Selanjutnya, ini akan menjadi inisiasi adanya inflasi dalam negeri tersebut.

* Administered Goods

Administrated goods terfokuskan pada barang yang harga jualnya ditetapkan langsung oleh pemerintah. Meskipun dampaknya tidak dirasakan secara langsung, namun keberadaannya dapat membuat kesenjangan yang signifikan terhadap terjadinya inflasi.

Sebagai contohnya adalah kenaikan bahan bakar minyak. Hanya satu hal ini saja yang dinaikkan, namun dapat mempengaruhi kenaikan harga barang dan jasa lain pula. Terlebih lagi bagi produk yang membutuhkan proses distribusi dalam pengonsumsiannya.

Jenis-jenis Inflasi

Jenis-jenis Inflasi

Seperti yang telah dijelaskan di atas, ada banyak pemahaman yang harus dimantapkan untuk mengetahui lebih dalam tentang apa itu inflasi. Dalam hal ini ada banyak subjek yang dapat memicu terjadinya inflasi dalam suatu tataran negara.

Inflasi merupakan suatu kondisi yang tidak dapat dihindari terlebih lagi di negara berkembang seperti indonesia ini. Jenis-jenis inflasi juga dikelompokkan menjadi beberapa macam, diantaranya adalah sebagai berikut

1. Berdasarkan Tingkat Kualitas

Tingkat kualitas yang dimaksud disini adalah sejauh mana inflasi memberikan dampak di kenaikan harga barang yang beredar di masyarakat. Ada empat golongan inflasi berdasarkan tingkat kualitas, yaitu:

* Ringan, dimana kenaikan harga barang masih di bawah 10% dalam setahun.

* Sedang, kenaikan harga mencapai 30% dalam setahun.

* Tinggi, kisaran harga mampu mencapai 30%-100%.

* Hiperinflasi, kenaikan harga mencapai lebih dari 100% per tahun. Hal ini bisa terjadi karena harga-harga naik begitu cepat dan nilai uang menurun drastis. Dalam kondisi ini, pemerintah sebagai stakeholders laju inflasi akan sulit mengendalikannya secara signifikan.

2. Berdasarkan Penyebab

Dari pemahaman pengertian inflasi, ada banyak penyebab yang dapat memicu terjadinya laju inflasi. Berkaitan dengan itu, ada dua faktor utama yang memberi dampak signifikan pada laju inflasi sebagaimana di bawah ini.

* Permintaan meningkat

Salah satu penyebab terjadinya inflasi merupakan permintaan yang meningkat. Permintaan total agregat masyarakat yang terus naik atau bahkan berlebihan, dapat menyebabkan perubahan tingkat harga yang signifikan. Maka kondisi ini akan menimbulkan laju inflasi.

* Kenaikan biaya produksi

Kenaikan biaya produksi dapat mempengaruhi terjadinya inflasi. Menengok inflasi adalah kondisi dimana harga saling mempengaruhi, maka kenaikan biaya produksi tidak secara langsung mempengaruhi harga suatu output produk.

3. Berdasarkan Asal

Ada dua macam inflasi yang dikategorikan berdasarkan asal. Dua tersebut adalah sebagai berikut.

* Inflasi Yang Berasal Dari Dalam Negeri

Sesuai dengan namanya, faktor dalam negeri juga mampu memengaruhi terjadinya inflasi. Faktor tersebut antara lain adalah defisit anggaran secara terus menerus yang kemudian diatasi dengan percetakan uang baru.

Ini tentu sangat rentan terhadap inflasi mengingat pengendaliannya juga sulit jika peredarannya semakin banyak. Tak hanya itu, gagal pasar sebagai sandungan perekonomian di sektor jual beli pemasaran produk juga menjadi pemicu inflasi.

Faktor lain yang mungkin berpengaruh terhadap terjadinya inflasi merupakan kredit untuk keperluan produksi dibatasi. Menelisik pengertian inflasi, meskipun hanya dari satu sektor, yaitu modal produksi, hal ini dapat berimbas pada kegiatan produksi berikut juga harga hasil produksi.

* Inflasi Yang Berasal Dari Luar Negeri

Inflasi yang berasal dari luar negeri juga memiliki banyak faktor yang dapat menyebabkannya. Harga barang atau komoditi yang akan diimpor dari negara asal dapat sangat berpengaruh pada harga pemasaran dalam negeri nantinya.

Secara garis besar, faktor pemicu inflasi yang berasal dari luar negeri antara lain adalah kenaikan harga barang di luar negeri, atau negara lain yang berperan sebagai pengimpor komoditi. Sebagai bentuk mitra usaha antar negara, kondisi ini akan mempengaruhi harga barang di negara target impornya.

Tak hanya itu, kenaikan atau tingginya biaya produksi barang luar negeri dan kenaikan biaya impor barang akan berdampak secara tak langsung pada bentuk inflasi.

4. Inflasi Berdasarkan Cakupan Pengaruh Terhadap Harga

Berdasarkan cakupan pengaruh terhadap harga, inflasi dibedakan menjadi inflasi tertutup, terbuka, dan tidak terkendali. Dapat dikatakan inflasi tertutup adalah, apabila kenaikan terjadi pada satu atau dua barang komoditi tertentu. Namun, tetap memiliki dampak yang luas.

Selanjutnya, dapat dikatakan inflasi terbuka bila kenaikan barang dan jasa terjadi secara menyeluruh dan saling berpengaruh satu sama lain. Hal ini terjadi secara umum.

Yang terakhir, tingkatan tak terhingga dimana terjadinya inflasi adalah berdampak sangat signifikan terhadap perekonomian masyarakat dan terjadi begitu cepat. Masyarakat bahkan tidak dapat menahan uang terlalu lama karena nilai tukarnya akan terus melemah.

Dari sekian penjelasan, semoga bermanfaat bagi Anda yang ingin mengetahui lebih dalam terkait apa itu inflasi. Negara berkembang tentunya sangat rentan dengan adanya inflasi, sehingga diperlukan pengetahuan lebih tentang inflasi agar nantinya dapat menanggapi dengan bijak.

Setiamah Setya

Setiamah Setya

Perkenalkan nama saya Setiamah. Pada dasarnya bermain kata adalah bagian hoby saya sejak lama. Seiring berjalannya waktu, akhirnya jadilah dia bagian dari hidup saya sejak beragam wawasan baru saya dapatkan dari menulis berbagai tema.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *