Apa Itu Reseller? Ini 4 Perbedaan Reseller dan Dropship

Apa Itu Reseller – Bisnis online menjadi salah satu bisnis yang saat ini mulai banyak dilirik oleh semua kalangan. Bahkan kemudahan penjualan baik melalui aplikasi penjualan online atupun denganmemanfaatkan media sosial. Siapapun bisa menjadi bagian dari suatu usaha tanpa harus memiliki lapak ataupun toko.

Akhir-akhir ini kalangan milenial muda banyak yang menjadi reseller dari suatu perusahaan atau usaha. Lantas apa itu reseller? Bagaimana sistem kerjanya?

Lalu, apa bedanya dengan Dropship? Mungkin itulah sedikit pertanyaan yang terlintas dari pikiran Anda. Berikut ini akan di jelaskan mengenai pengertian Reseller dan Perbedaan antara Reseller dan Dropship.

Apa Itu Reseller?

pengertian reseller
Dalam mengambil keputusan untuk menjadi reseller terlebih dahulu kita harus mengenal apa itu reseller. Reseller sendiri berasal dari bahasa Inggri “Re” yang berarti kembali dan “Seller” yang artinya penjual. Dalam bahasa indonesia dapat diartikan sebagai Penjualan Kembali.

Dari kata tersebut dapat diartikan jika reseller adalah kegiatan pemasaran yang dilakukan olehkelompok atau perorangan yang membeli atau mengambil barang dari suatu perusahaan produk atau jasa untuk di jual kembali. Harga jualpun disesuaikan dengan keinginan darireseller itu sendiri.

Baca Juga  Apa Itu COD? Dan Apa Kekurangan dan Kelebihannya?

Secara lebih luas reseller adalah suatu kegiatan perdagangan dimana individu atau perusahaan membeli barang atapun jasa bukan untuk dikonsumsi sendiri, melaikan untuk dijual kembali ke masyarakat. Dengan begitu, akan memperoleh keuntungan atau profit berdasarkan selisih dari harga jual dan harga beli.

Adanya reseller ini sangat membantu perusahaan untuk memasarakan produk atau jasa yang dihasilkannya sehingga menjadi lebih cepat dan meningkat hasilnya.

Tidak hanya perusahaan atau pengusaha yang menjual produknya, reseller juga akan mendapatkan keuntungan lebih. Di samping tidak harus menciptakan produk hanya saja harus pandai memasarkan produk.

Cara Kerja Para Reseller

perbedaan reseller dan dropship
Lantas seperti apakah cara kerja para reseller? Sebelum memasarkan produk tentu seorang reseller harus mengetahui jenis produk yang akan dipasarkannya.

Dan mengetahui apakah produk tersebut memang banyak peminatnya atau tidak. Tidak hanya itu, para reseller biasanya mengambil sebuah produk atau jasa yang memang diperlukan oleh masyarakat dan memiliki umur pemakaian yang singkat.

Dengan begitu, konsumen yang berlangganan akan terus menerus mengorder pada produk yang di jual oleh reseller. Kemudian, yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah modal.

Baca Juga  Megenal Arti Endorse, Dan Keuntungannya Bagi Penjualan

Reseller akan mengeluarkan modalnya untuk membeli suatu produk yang dipesan oleh konsumen. Selain itu, reseller yang pandai adalah reseller yang mampu menemukan produsen yang handal.

Sistem kerja para reseller yaitu menawarkan produk baik itu open order melalui media sosial seperti watshap, instagram, facebook, twiter dan lain sebagainya. Bisanya para reseller akan menggunakan sistem PO dimana harus menunggu banyak pemesan untuk sekali pengiriman atau bisa langsung stok.

Perbedaan Reseller dengan Dropship

perbedaan dropship dan reseller
Banyak yang beranggapan jika reseller itu sama dengan dropship, padahal keduanya merupakan hal yang berbeda. Sebelum masuk pada perbedaan reseller dan dropship, perlu Anda ketahui apa itu Dropship.

Dropship merupakan sistem penjualan dimana pengusaha atau produsen memiliki toko akan tetapi tidak menyetok barang di toko tersebut.
Perbedaan dropship dengan reseller tersebut dapat diketahui dari berbagai aspek seperti stok produk, promosi atau pemasaran, modal, jumlah keuntungan dan resiko bisnis.

1. Sisi Stok Produk

Jika seorang reseller yang bekerjasama dengan para distributor atau suplier, maka harus membeli sejumlah produk tertentu. Hal itu dimaksudkan untuk mendapatkan harga kompetitif yang lebih murah.

Sedangkan dropship tidak memiliki stok, sehingga hanya mengandalkan jika ada yang pesan baru menghubungi pihak suplier. Dengan begitu seorang dropship tidak mengetahui kondisi atau kualitas barang.

2. Dari Sisi Promosi dan Pemasaran

Perbedaan reseller dan dropship selanjutnya dapat dilihat dari sisi promosi dan penjualan.

Dimana para reseller bisa melakukan promosi dengan dua cara yaitu secara online maupun ofline karena mereka memiliki stok yang bisa dijadikan sampel.

Sedangkan dropship hanya bisa melakukan promosi dengan cara online saja, karena mereka tidak mempunyai contoh produk nyata.

Baca Juga  Apa Itu SEO? Berikut Jenis dan Cara Kerja SEO

bisnis online3. Dari Sisi Modal

Reseller harus mengeluarkan modal untuk membeli sejumlah barang yang dijadikan stok.

Sedangkan dropship tidak perlu mengeluarkan sejumlah modal, hanya saja diperlukan keahlian komunikasi yang bagus sehingga mampu melakukan tawar-menawar dengan konsumen.

4. Dari Sisi Keuntungan

Dari sisi keuntungan, para reseller juga akan mendapatkan keuntungan yang besar karena harga yang ditawarkan jauh lebih besar dari harga belinya.

Sedangkan pada dropship memiliki keuntungan yang tidak menentu hal ini disebabkan karena harga beli yang cukup mahal dan ongkos kirim yang harus ditanggung.

Itulah penjelasan mengenai pengertian, perbedaan reseller dengan dropship.

Dengan begitu, akan lebih mengarahkan pada usaha mana yang akan Anda ambil. Setiap usaha tentu memiliki resiko baik apa itu itu reseller atau dropship dengan begitu harus mengetahui resiko dan cara meminimalisirnya.

Dika Permana

Dika Permana

Hidup di dunia maya ditemani suara keyboard yang nyaring berbunyi. Yuk jelajahi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *